
Mo Lian tidak langsung menyerang setelah menghancurkan formasi array yang tidak terlalu kuat, karena hanya dengan jentikkan jarinya saja sudah cukup untuk menghancurkannya. Ia sedang menunggu Kultivator Iblis yang datang, karena tidak menyenangkan jika menyerang langsung.
"Siapa yang berani merusak pelindung Sekte Qinzhaou?!"
Suara menggema terdengar di langit dengan gemuruh yang menggelegar.
Mo Lian hanya diam dan memfokuskan pandangannya pada Wilayah Sekte Luar, menatap tajam pada pria tua yang berbicara di depan bangunan besar yang sepertinya Aula Sekte. Kemudian ia melangkahkan kakinya, membuat langit berubah menjadi gelap seperti malam hari.
Pegunungan yang melindungi Sekte Qingzhaou mulai bergetar dan terlihat beberapa petir mulai jatuh menyambar, mengikis bagian puncak gunung sedikit demi sedikit.
Mo Lian menggunakan 1 : 1.000.000 kekuatan Dewa Semesta, dan tentu saja kekuatan yang sekarang berbeda jauh saat ia masih berada di Ranah Inti Emas yang kekuatannya setara dengan Alam dan Manusia.
Ketika Mo Lian mengambil langkah lagi, pegunungan yang melindungi Sekte Qingzhaou mulai meledak satu per satu menjadi bebatuan yang terlempar ke segala arah.
Kekuatan semacam ini sudah biasa bagi Dao Immortal tahap Menengah, meski mereka hanya bisa mengubah cuaca sesuka hati, dan setelah mencapai Ranah Setengah Heavenly Immortal, akan bisa melakukan apa yang dilakukan Mo Lian saat ini.
"Jika tidak ada yang keluar setelah tiga tarikan napas, aku akan meratakan Sekte Qinzha— Ah! Tidak! Sekte Iblis dari Kekaisaran Yang!"
Seketika itu juga, ribuan cahaya melesat dari Sekte Qingzhaou berbagai tingkatan. Cahaya-cahaya itu berdiri ratusan meter dari No Lian, membentuk siluet manusia yang saat cahaya itu meredup, terlihat wujud mereka yang merupakan pria paruh baya dan wanita muda.
Rata-rata pakaian yang dikenakan wanita di sini terbuka, memperlihatkan belahan dada, pusar dan paha atas sampai bagian betis.
"Semua tua bangka di sini mengambil esensi kehidupan yang muda, dan melakukan perbuatan tercela." Mo Lian menghembuskan napas berat, tidak percaya jika Kultivator Iblis di sini bukan hanya pria, melainkan wanita yang selalu mengambil esensi hidup pria dengan cara bermain ranjang.
Kakek tua berambut putih panjang dengan jenggot sampai dada berjalan keluar dari barisan. Ia mengenakan pakaian berwarna putih dengan jubah berwarna oranye. Raut wajahnya nampak halus dan tenang, seperti orang baik tanpa ada masalah sama sekali.
Namun dari pandangan Mo Lian, kakek tua itu adalah yang paling bahaya dari semua yang ada. Auranya lebih pekat dan tercium aroma amis nan busuk yang sangat menyengat.
Terkadang, Mo Lian sangat tidak menyukai kemampuannya yang dapat merasakan aura maupun aroma busuk dari Kultivator Iblis, karena merusak selera makannya. Karena itulah, setiap kali ia makan dan bertemu Kultivator Iblis meski berjarak puluhan ribuan mil, ia akan membunuhnya dari jauh, bersama dengan satu keluarganya.
Kakek tua itu tersenyum lembut dengan mata tertutup, kemudian berucap, "Anak muda, bukankah kau terlalu kejam. Bukan hanya datang dan menghancurkan pelindung Sekte Qingzhaou, tapi kau juga memfitnah kami adalah Kultivator Iblis." Suaranya terdengar serak meski mencoba bersikap lembut.
Mo Lian menghembuskan napas panjang. "Penatua Jian, Penatua Yi sudah membuktikannya. Keduanya adalah Kultivator Iblis, dan Penatua Zhan menculik putri dari Shen Ta Xuan ..."
Amarah terpancar dari ribuan orang saat mengetahui jika Mo Lian adalah dalang dibalik kematian Penatua Jian dan Yi.
__ADS_1
Mo Lian terdiam sejenak dan tersenyum tipis, memperlihatkan wajah tampannya yang halus. Namun di dalamnya ia mencoba menahan aura membunuhnya untuk tidak keluar. "Aku sudah melihat ingatan mereka, membaca Plat Jiwa, dan melihat perwakilan dari Kekaisaran Yang, Liiu Jun Hui."
Kakek tua itu membuka matanya perlahan dan wajahnya datar, tidak lagi tersenyum seperti sebelumnya, dan terlihat keinginan membunuh yang terlihat jelas di matanya. "Lalu apa? Bahkan jika kau mengetahuinya, kau akan mati di sini, dan Kekaisaran Tang akan menganggap kami sebagai sekte baik ..."
"Lagi pula, Sekte Qingzhaou memiliki pelindung ditingkat Dao Immortal tahap Menengah!"
Kakek tua itu menyeringai lebar memperlihatkan keserakahan di matanya. "Aku tidak tahu artefak apa yang kau gunakan untuk memanggil petir dan mengubah cuaca. Alam dan Manusia sepertimu tidak akan mungkin melakukannya. Serahkan artefakmu, maka aku akan membunuhmu tanpa rasa sakit."
Senyum tipis di wajah Mo Lian menghilang. Ia menatap tajam kakek tua yang namanya sendiri ia tidak tahu. "Apakah ini ancaman?"
Kakek tua bernama Xen Luo Zan itu tertegun, kemudian tertawa terbahak-bahak. "Hahahaha! Ancaman? Bukan! Ini perintah! Mengancam serangga hanya membuang-buang waktu!"
"Benar! Meladeni semut hanya membuang-buang waktu!" ucap Mo Lian yang tiba-tiba sudah berada di depan Xen Luo Zan dengan tangan kanan terangkat.
Tanpa berlama-lama, Mo Lian mengayunkan tangannya menampar wajah Xen Luo Zan sangat keras.
Wush! Boom!
Xen Luo Zan melesat sangat cepat seperti peluru yang ditembakkan dari senapan, bahkan lebih cepat lagi, kemudian menghantam tanah dan mengakibatkan getaran hebat.
Mo Lian mengangkat kaki kanannya, dan menendang udara kosong di depannya secara horizontal. Tendangan Mo Lian itu menimbulkan gesekan antar udara sekitar, membuat tekanan yang sangat kuat seperti pedang tajam melesat mengarah pada ribuan petinggi Sekte Qingzhaou.
Tendangan Mo Lian juga menghancurkan Inti Jiwa mereka, membuat mereka benar-benar mati tanpa dapat beregenerasi kembali.
"Teknik Pedang Angin, Gerakan Ketiga. Badai Pedang!"
"Teknik Pukulan Api, Gerakan Kedua. Ledakan Surgawi!"
"Teknik Iblis Darah, Gerakan Kelima. Gelombang Jiwa!"
Berbagai serangan di arahkan pada Mo Lian. Pusaran angin yang mampu memotong pohon dan meninggalkan bekas pada permukaan gunung batu, api yang melesat dengan bentuk kepalan tangan, jiwa hitam yang lapar, beserta ratusan serangan lainnya.
Mo Lian yang melihat itu tidak memperlihatkan perubahan ekspresi wajahnya. Ia menatap tenang semua serangan, dan mengangkat tangan kanannya perlahan dengan jari telunjuk di arahkan pada ratusan serangan.
Pada ujung jari Mo Lian mulai berkumpul molekul cahaya kuning keemasan yang semakin memadat, dengan tekanan yang sangat kuat membuat daratan lebih bergetar dari sebelumnya, bersamaan dengan petir yang terus menyambar menghancurkan bangunan.
__ADS_1
"Tembakan cahaya biasa." Mo Lian melepaskan cahaya yang sudah memadat.
Cahaya yang melesat itu berputar-putar seperti pusaran dan menerobos semua serangan, meledakkannya di udara, membuat nyala api sangat besar di langit.
Gumpalan cahaya itu tidak berhenti disitu saja meski telah membatalkan semua serangan, dan terus melesat naik mengarah pada ratusan orang yang masih hidup, dan membunuh mereka dalam sekejap mata tanpa meninggalkan jejak apa pun.
Cahaya kuning bagaikan laser itu melesat naik ke langit, dan dapat dilihat dari jarak ratusan ribu mil jauhnya dari Sekte Qingzhaou.
Xen Luo Zan yang tertanam jauh di dalam tanah mulai bergerak dan terbang dari kedalaman tanah. Ia melihat sekitar, melihat kehancuran Sekte Qingzhaou dan murid-muridnya yang mulai terbunuh karena sambaran petir.
Xen Luo Zan menggertakkan giginya seraya mencengkeram jari-jarinya yang terkepal. Ia benar-benar marah dan bersumpah akan membunuh Mo Lian saat ini juga.
Ia membuat segel tangan secara singkat dan diakhiri dengan kedua telapak tangan yang saling bersentuhan. "Teknik Iblis Darah, Gerakan Ketiga. Pengorbanan Darah!"
Satu per satu semua anggota Sekte Qingzhaou mulai mengering hingga tersisa kulit dan tulang, itu semua karena darah mereka keluar dari dalam tubuh mereka.
Aliran darah terlihat mulai naik dari berbagai arah. Darah itu bergerak dengan kecepatan stabil menuju Xen Luo Zan dan mengelilingi tubuhnya membentuk sebuah pusaran darah.
Mo Lian yang melihatnya hanya diam dan menatapnya datar tanpa emosi. Ia sudah sering melihat kejadian semacam ini, kejadian yang melakukan perubahan. Namun meski sudah sering melihatnya, ia tidak pernah menghentikannya karena penasaran dengan wujud akhir dari perubahan.
Tiga menit kemudian, semua darah yang mengelilingi Xen Luo Zan mulai menyusut dan terhisap masuk ke dalam tubuhnya melalui pori-pori kulit. Dan ketika darah benar-benar menghilang, penampilan Xen Luo Zan kembali muda bersama dengan kekuatannya yang naik ketingkat Setengah Dao Immortal.
Xen Luo Zan memiliki rambut hitam panjang berkilau, wajah halus tanpa adanya jenggot sedikitpun, mata merah tajam bagaikan elang.
"Sepertinya kau benar-benar memiliki artefak langka, tapi tidak akan lama sebelum aku mendapatkannya. Tapi, sebelum aku membunuhmu, aku akan memberikan penyiksaan dan membuatmu memilih untuk mati ketimbang hid—"
Plak!
Mo Lian menampar pipi kiri Xen Luo Zan hingga kepalanya berputar berkali-kali. Dari tamparannya itu juga menciptakan udara bertekanan tinggi yang melesat dan menciptakan jurang besar dalam garis lurus.
Bahkan dari tamparannya Mo Lian berhasil membelah awan di langit, serta mengubah malam menjadi siang dan siang menjadi malam dalam sekejap mata.
"Bisakah kau diam?! Hanya Setengah Dao Immortal berlagak hebat di depan Dewa!"
...
__ADS_1
***
*Bersambung...