
—Bintang Peng, Galaksi Houhu, Wilayah Timur —
Mo Fefei masih seperti biasanya, tidak ada yang berubah. Setiap pagi akan bepergian ke tempat terdekat untuk mencari harta karun atau menemukan tempat yang menarik, dan setelah sinar matahari turun secara vertikal yang menandakan bahwa waktu sudah memasuki pertengahan hari, dia akan kembali ke kota untuk mempersiapkan segala macam untuk latihan murid-muridnya.
Walaupun sedikit berat karena harus bolak-balik setiap hari, tapi Mo Fefei menikmatinya.
Tapi Mo Fefei masih belum berkeinginan untuk membuka sekte dan sampai saat ini masih belum meminta saran dari Hong Xi Ning. Apalagi dia sudah mencari informasi dan membuka sekte di sini memiliki persyaratan yang cukup menyulitkan, tidak seperti di Bumi, bisa membuka sekte sesuka hati.
Di sini, harus memiliki lahan sendiri, memiliki minimal sepuluh murid, mengikuti tes pembukaan sekte, dan mendapatkan izin dari Aliansi Sekte Putih. Jika aliansi tidak mengizinkannya, maka sekte tidak bisa dibuat, dan apabila memaksa, maka akan menjadi musuh dari Aliansi Sekte Putih.
Setelah mengetahui persyaratan itu, Mo Fefei menjadi ragu-ragu karena menurutnya terlalu merepotkan.
...
Mo Fefei memandangi murid-murid yang sedang bermain-main di tepi sungai karena waktu latihan sudah berakhir. Dia hanya mengajari mereka kultivasi selama tiga jam, dan setelahnya membiarkan mereka melakukan apa pun yang mereka sukai.
Tiba-tiba, deru angin terdengar, tapi anehnya angin tidak bertiup. Hal ini membuat Mo Fefei sedikit waspada, dan ketika dia bersiap-siap untuk membawa murid-muridnya pergi, ada suara yang familiar datang dari belakangnya.
"Fefei, sudah lama. Apakah kau tidak merindukanku?"
Mo Fefei menoleh ke belakang, matanya terbuka lebah penuh kejutan dan sedikit berteriak, "Sao Zi?!"
Hong Xi Ning mengetuk kepala Mo Fefei. "Meski artinya sama, panggil saja aku “Kakak” atau “Kakak Ning”. Aku tidak terbiasa dengan panggilan “Sao Zi”"
Mo Fefei mengusap kepalanya dengan kedua tangan dan tertawa kecil. Tapi kemudian, dia menoleh ke belakang Hong Xi Ning, lalu melihat ke sekitarnya sebelum kembali menatap Hong Xi Ning. "Kakak tidak datang bersama?"
Mo Fefei mendongak, dan saat meluas ekspresi Hong Xi Ning, dia tahu bahwa Mo Lian tidak datang bersama. Ini membuatnya menundukkan kepalanya dengan sedih dan murung, dia sudah sangat merindukan Mo Lian, berharap bisa bertemu dengannya, tapi ternyata tidak.
Hong Xi Ning tersenyum pahit melihat Mo Fefei yang sedih. Dia membuka kedua tangannya dan memeluk Mo Fefei, menghiburnya agar tidak sedih. "Jangan sedih, Nan Ren tidak datang bukan karena tidak ingin bertemu dengan Fefei. Ada sesuatu yang tidak bisa membuatnya sayang kemari, tapi Fefei tidak perlu merasa sedih, Nan Ren selalu melihat Fefei."
Mo Fefei mengangguk di dalam pelukan Hong Xi Ning.
Xiao Yi yang sedang bermain-main di sungai, memiringkan kepalanya melihat Mo Fefei yang dipeluk wanita asing yang sangat cantik. Kecantikannya tidak bisa dijelaskan, seolah-olah itu adalah Dewi yang keluar dari lukisan.
Anak-anak yang lain melihatnya, tapi mereka sudah sangat dewasa dan mengerti suasana. Terkadang, mereka melihat Guru mereka tiba-tiba sedih dan murung, tapi tidak ingin mengatakan apa-apa. Ini membuat anak-anak bingung dan ingin membantu menghibur Guru, tapi Guru selalu menutup diri. Jadi saat mereka melihat Guru seperti ini, mereka memilih untuk diam agar tidak merusak suasana.
Mo Fefei memeluk erat Hong Xi Ning dan air matanya mulai mengalir.
Hong Xi Ning membiarkan Mo Fefei melepaskan emosinya dan terus menenangkannya dengan mengusap punggung maupun kepalanya. Dia tidak ingin merusaknya dan menunggu sebentar lagi sebelum menanyakan tentang Catatan Kaisar Manusia.
__ADS_1
Hong Xi Ning mendongak, melihat anak-anak yang sedang bermain. Dia tersenyum hangat saat melihat mereka dan mengangguk kecil sebagai salam kenal.
Mo Fefei menyandarkan kepalanya di dada Hong Xi Ning dan merasa sangat nyaman. Sampai akhirnya dia menyadari sesuatu, dia membuka matanya tiba-tiba, melepaskan diri dari pelukan Hong Xi Ning dan menoleh ke belakang.
Mo Fefei lupa bahwa dirinya saat ini sedang dilihat oleh murid-muridnya, dan ini merusak citranya.
Hong Xi Ning tertawa kecil, lalu duduk di rerumputan. "Fefei, Nan Ren memintaku datang untuk mengambil sesuatu darimu. Dia buruh itu untuk kemajuannya dan mengungkapkan rahasia besar di Alam Semesta."
Mo Fefei mengerutkan keningnya saat mendengar ini menyangkut dengan Mo Lian. Dia penasaran dan duduk di samping Hong Xi Ning. "Apa itu?"
Hong Xi Ning mengetahui bahwa masalah ini sangat penting, jadi dia memasang formasi sebagai pencegahan. "Catatan Kaisar Manusia."
Mo Fefei terdiam sejenak dengan ekspresi bingung, hingga akhirnya tersentak. Dia tersentak bukan karena Hong Xi Ning yang meminta Catatan Kaisar Manusia, tapi karena Mo Lian tahu bahwa dia memegang Catatan Kaisar Manusia.
Dari sini, akhirnya Mo Fefei percaya pada Hong Xi Ning bahwa Mo Lian selalu memperhatikannya. Mengetahui ini, Mo Fefei tersenyum bahagia.
Mo Fefei menganggukkan kepalanya, mengalirkan energi ke dalam Cincin Ruang dan mengambil Catatan Kaisar Manusia. "Ini Kakak Ning, Fefei sudah membacanya, tapi Fefei tidak tahu maksudnya karena tulisannya sedikit berbeda. Ini tidak seperti huruf yang biasanya Fefei tahu."
Hong Xi Ning mengambilnya dan langsung menyimpannya ke dalam Dunia Kecil tanpa memeriksanya terlebih dahulu, karena dia datang ke sini dengan maksud mengambil Catatan Kaisar Manusia, bukan ingin mengetahui apa isinya.
"Apakah Kakak Ning tidak perlu memeriksanya dulu?" Mo Fefei penasaran.
Hong Xi Ning tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya. "Aku tidak berhak untuk membuka sebelum Nan Ren mengizinkannya. Aku datang ke sini karena dia meminta tolong, tidak mungkin aku mengecewakan kepercayaannya. Bahkan meski aku adalah istrinya, isi buku ini terlalu penting."
"Apa saja persyaratannya?" Hong Xi Ning juga penasaran. Bagaimanapun, di Bintang Utama tidak terlalu banyak persyaratan, bahkan bisa dikatakan tidak ada.
Mo Fefei menarik napas dalam-dalam, kemudian mulai menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir di mana saat dia ingin membuka sekte.
Waktu berlalu...
Hong Xi Ning merasa aneh dengan aturan untuk membuka sekte, meski dia merasa bahwa tidak salah Aliansi Sekte Putih membuat aturan seperti itu sebagai pencegahan agar tidak ada Sekte Iblis. Jika Sekte Iblis terdaftar, Aliansi Sekte Putih akan dengan mudah memusnahkannya.
"Aku tidak terlalu mengerti karena aku hanya mewariskan posisi dari Ayah. Tapi jika Fefei benar-benar ingin membuka sekte, maka ikuti kata hati. Adapun masalah aturan, perlihatkan kekuatan yang mendominasi, maka Aliansi Sekte Putih pasti akan memberikan izin." Hong Xi Ning sangat percaya diri dengan saran yang dia berikan untuk Mo Fefei. Dia tersenyum bangga dan menepuk pelan dadanya.
Mo Fefei tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis ketika mendengar saran yang terdengar tidak masuk akal. Jika semuanya hanya dengan kekuatan yang mendominasi, maka aturan tidak lagi berlaku. Kemudian, dia merasa Hong Xi Ning sedikit berubah, ini seperti Yun Ning yang terlalu bangga pada diri sendiri.
Tapi, itu hanya di pikirannya dan Mo Fefei tidak berani mengatakannya langsung.
"Apakah Fefei nyaman tinggal di sini?" Hong Xi Ning tahu kekhawatiran lain Mo Fefei, itu tentang Paviliun Xiao Fei di Bintang Utama.
__ADS_1
Mo Fefei mengangguk kecil dan langsung menjawabnya, "Fefei nyaman tinggal di sini, orang-orang baik dengan Fefei. Tapi, cukup sulit untuk mencari lawan latihan karena kekuatan tertinggi hanya Dao Immortal, sedangkan Fefei hampir menembus Dewa Pemula."
Mo Fefei sudah tidak mengalami semangat bertarung setelah mencapai kekuatan seperti ini, tapi dia tidak bisa pergi ke mana-mana selain tinggal di Wilayah Timur.
Hong Xi Ning bisa mengerti apa yang dirasakan Mo Fefei, karena memang saat dia menjabat sebagai Matriak dari Sekte Zhongjian dan mencapai Heavenly Immortal, dia tidak bisa menemukan lawan bertarung yang sesuai dengannya. Karena itulah dia merasa bosan, tapi setelah berpindah ke Wilayah Selatan, dia bisa menemukan banyak kekuatan yang membuatnya sedikit tertekan.
Hong Xi Ning tersenyum tipis seraya mengusap bahu Mo Fefei. "Fefei ingin membunuh monster? Bukankah Fefei mengatakan ingin mencari suami saat berpamitan dulu?" tanyanya dengan nada menggoda.
Mendengar itu, Mo Fefei merasa malu, kata-kata Hong Xi Ning terdengar seperti dirinya sangat ingin menikah dan memiliki keturunan. Dia menundukkan kepalanya dan berkata dengan sedih, "Kakak Ning ... Kakak menggodaku ..."
Hong Xi Ning tertawa kecil melihat Mo Fefei yang malu-malu. Dia tidak bisa menggoda Mo Lian, tapi setidaknya bisa menggoda Mo Fefei untuk melepaskan kekesalannya. Meski awalnya merasa kasihan, tapi ternyata sangat menyenangkan.
Mo Fefei mendengus kesal, lalu melihat kota. "Kakak Ning, apakah Kakak ingin pergi ke kota bersama?"
Tiba-tiba Mo Fefei diam setelah menyadari bahwa Hong Xi Ning datang hanya untuk mengambil Catatan Kaisar Manusia, dan harusnya akan kembali sebentar lagi.
"Sepertinya tidak mungkin, Kakak Ning harus kembali. Jadi Fefei tidak bisa pergi bersama Kakak Ning." Mo Fefei memeluk kedua lututnya dan dagunya menyentuh lutut. Ada aura kesepian yang mengelilinginya.
Hong Xi Ning mengusap kepala Mo Fefei dan tersenyum. "Aku akan menemani Fefei hari ini, masalah Catatan Kaisar Manusia, aku sudah mengirimkannya ke Nan Ren setelah menerimanya. Dia mengirim pesan, kau harus berhati-hati, jaga diri dan jangan membuat masalah yang tidak perlu."
Mo Fefei mendongak penuh kejutan dan bahagia karena Hong Xi Ning bisa menemaninya. Tepat saat suasananya membaik karena bisa berjalan-jalan, dia sedikit kesal karena mengetahui bahwa Mo Lian memintanya untuk jangan membuat masalah. "Apakah Kakak hanya tahu bahwa Fefei selalu membuat masalah? Fefei di sini tidak pernah membuat masalah!"
Hong Xi Ning tertawa kecil dan terus mengusap kepala Mo Lian. "Aku tidak akan mengirim pesan ini pada Nan Ren."
Mo Fefei menghela napas lega. Kemudian dia melempar tubuhnya ke rumput, merentangkan kedua tangannya saat memandangi langit biru yang tidak terlalu panas. "Hari yang indah, aku ingin memukul Kakak dan menginjak lehernya saat tidur bersama seperti dulu."
"Ngomong-ngomong, bagaimana keadaan Ayah dan Ibu?" Mo Fefei menoleh ke kanan menatap Hong Xi Ning yang masih duduk.
Hong Xi Ning tidak terkejut dengan sikap Mo Fefei pada Mo Lian. Dia merenung sejenak, mengingat kembali saat-saat mereka akan meninggalkan Bumi. Dia tersenyum tipis dan mendekatkan bibirnya ke telinga Mo Fefei, kemudian mengatakan apa yang dikatakan Mo Qian pada Su Jingmei.
Tiba-tiba, wajah Mo Fefei merah seperti tomat. Kemudian dia bangkit dan bertanya pada dirinya sendiri dengan nada tinggi, "Aku akan memiliki adik?!"
Hong Xi Ning kembali tertawa kecil melihat reaksi Mo Fefei. Tapi dia merasa sudah cukup menggodanya. "Jadi, apakah Fefei jadi membawaku berjalan-jalan di kota?"
Mo Fefei yang masih dalam kejutan, menoleh ke kanan. Dia mengatur napasnya, kemudian menghela napas dan menganggukkan kepalanya. "Tentu, ayo. Fefei akan membawa Kakak Ning berkeliling." Ia berdiri, mengulurkan tangannya.
Hong Xi Ning meraih tangan Mo Fefei untuk membantunya berdiri. Kemudian mereka berdua pergi ke kota bersama anak-anak yang memimpin.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...