
Mo Lian berdiri di depan pintu gua yang berada di lereng gunung, memandang cakrawala yang luas.
Tempat sekitarnya adalah gunung-gunung batu berbentuk pilar, bagian bawahnya adalah danau yang cukup dalam dan dipenuhi oleh monster. Banyak orang yang menghindari tempat ini, karena sangat sulit untuk melewatinya, dimulai dari gunung yang menembus awan, dan area air di bawahnya yang sulit untuk digunakan sebagai tempat pemberhentian sementara.
Tapi karena tempat inilah, banyak sumber daya berharga di bagian terdalam dari danau. Banyak monster-monster kuat yang bisa digunakan sebagai bahan baku ataupun tambahan untuk membuat pil maupun senjata.
Mo Lian menghela napas, lalu menundukkan kepalanya seraya menggeleng pelan. "Siapa yang menyangka, saat aku baru bangun. Istriku yang paling muda akan meminta untuk berhubungan sampai pagi, tapi, Ni'er memang bertambah cantik. Aku hampir tidak bisa mengenalinya."
Tentu, dengan istri secantik mereka, yang memandangnya penuh kasih, bahkan jika dia lelah setelah baru bangun, mana mungkin dia bisa menolaknya.
"Sayang!"
Mo Lian mendongak, lalu berbalik melihat Yun Ning yang berlari ke arahnya dengan kedua tangan yang terbuka.
Yun Ning sedikit melompat, melingkarkan kedua tangannya di leher Mo Lian.
Mo Lian tersenyum tipis, menepuk-nepuk punggung Yun Ning. "Ada apa? Apakah Ni'er tidak lelah? Aku melakukannya lebih banyak denganmu saat yang lain menyerah, bukankah harusnya Ni'er beristirahat lebih banyak?"
Yun Ning tidak menjawabnya, hanya tertawa kecil di dalam pelukan Mo Lian.
"Walaupun Ning'er lebih kuat darinya, tapi dia sangat luar biasa." Hong Xi Ning melangkah keluar dari dalam gua. "Jika Ning'er sendirian, mungkin Ning'er akan sangat kewalahan."
Yun Ning melepaskan dirinya dari pelukan Mo Lian, kemudian menghampiri Hong Xi Ning dengan langkah besar seperti berlari. "Bukankah sudah aku beri tahu sebelumnya? Walaupun aku lelah, aku tidak akan pernah menolak suami kita jika ingin terus menambah."
Hong Xi Ning tersenyum tipis mendengar Yun Ning yang berbisik di telinganya. Walaupun dia sudah tahu akan hal itu, tapi untuknya yang selama ribuan tahun hanya berkultivasi dan bertarung, ini sangat aneh. Bahkan saat memberanikan diri bertanya pada Wang Yue Fei, orangtuanya hanya melakukan paling banyak selama tiga jam.
Untuk Hong Xi Ning yang pernah melakukannya lebih dari sepuluh jam tanpa berganti, membuatnya sangat tidak berdaya. Itu sangat melelahkan, walaupun ia menyukainya, tapi, dia merasa lebih baik bertarung bertahun-tahun di Medan Perang daripada bertarung di tempat tidur meski hanya sehari.
"Tapi ..."
"Ayolah!" Yun Ning melambaikan tangannya, memotong ucapan Hong Xi Ning. "Tidak perlu dirahasiakan, kami tahu kau pernah diam-diam membuka pakaian Sayang dan melakukannya saat dia tidur."
Hong Xi Ning terdiam dengan wajah yang memerah. Dia mendongak, mendapati bahwa Mo Lian sedang menatapnya dengan senyuman, membuatnya langsung menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Yun Ning tertawa kecil melihat Hong Xi Ning yang seperti ini. Dia mengulurkan tangannya untuk memeluknya dari samping. "Kau sangat cantik saat malu-malu seperti itu, sekarang, tidak ada lagi Dewi Xi Ning yang Dingin."
"Kalian meninggalkan ku sendirian di dalam!" Suara kesal terdengar dari dalam gua, dan terlihat Qin Nian yang melangkah dengan kaki dihentakkan.
Qin Nian bergabung, dan memeluk Hong Xi Ning dan Yun Ning.
Mo Lian tersenyum hangat melihat ketiganya yang sangat akrab.
"Kalian bersiap-siaplah, kita akan berangkat saat tengah hari. Tujuan pertama, kita akan pergi ke kota." Mo Lian menghampiri mereka dan memeluknya.
Ketiganya menganggukkan kepala, kemudian mereka memasuki gua untuk membersihkan semua hal di dalam untuk meninggalkan jejak. Walaupun tempat ini terlihat jarang dikunjungi, tapi mereka harus menghilangkan semuanya untuk berjaga-jaga apabila ada yang datang, dan mengetahui cara untuk melacak target.
Mo Lian menunggu di luar, kembali memandang cakrawala yang luas, sampai ada aroma harum yang memasuki hidungnya. "Apakah kali ini Nian'er yang memasak? Aku bisa dikatakan abadi, tidak perlu makan dan minum selama hidupku, bahkan tidak perlu mandi karena semua kotoran menghindari ku. Tapi, aku tidak bisa meninggalkan kebiasaan makan dan mandi."
Sampai sekarang, Mo Lian hanya menganggap dirinya abadi, tapi tidak benar-benar abadi. Konsep abadi sangat sulit, bahkan Hong Xi Jiang tidak bisa menjelaskannya dengan jelas.
Mungkin, sampai dia bisa menyatu dengan Surga dan Bumi, dan Dao. Barulah dia bisa benar-benar menjadi abadi. Hanya saja, apakah mungkin?
Bahkan Sesepuh Pertama dari Aliansi 10.000 Ras yang sudah mencapai Dewa Surga, masih bisa mati di bawah serangannya.
...
Qin Nian memanggil Mo Lian setelah satu jam memasak.
Mo Lian menoleh ke belakang menatap Qin Nian. "Pangsit dengan sup, apakah Nian'er juga memasukkan bubuk cabai ke dalamnya?"
Qin Nian terdiam, kemudian menganggukkan kepalanya. "Iya, karena Nian'er adalah orang Sichuan, bukankah normal jika memasukkan bubuk cabai ke dalamnya?"
Mo Lian hanya tersenyum tanpa kata. Semua masakan Qin Nian sangat enak setelah banyak berlatih, tapi hampir semua masakannya pedas.
"Apakah Sayang tidak menyukainya?" tanya Qin Nian khawatir, tapi sedikit merasa marah apabila makanan yang dimasaknya tidak dihargai.
Mo Lian tersenyum dan tetap diam saat melangkah sampai di depan Qin Nian. Dia mengangkat dagu Qin Nian, lalu mencium bibirnya sebentar sebelum menjawab, "Tidak, semua masakan Nian'er sangat enak. Aku menyukainya."
Qin Nian tersenyum bahagia mendengarnya, kemudian membawa Mo Lian masuk ke dalam gua.
__ADS_1
...
Setelah selesai makan, mereka membersihkan semuanya dan sudah bersiap-siap.
Mo Lian melambaikan tangannya, menyelimuti tubuh ketiganya dengan energinya. Kemudian, dia mengambil langkah maju dengan kaki kanannya, dan seketika itu juga pandangan mereka langsung berubah di hamparan rumput di dekat sebuah kota besar.
Qin Nian dan Yun Ning tidak lagi terkejut dengan kemampuan Mo Lian yang bisa berpindah tempat tanpa disadari. Apalagi Hong Xi Ning yang dari awal sudah sering bepergian dengan Mo Lian.
"Ini adalah kota terdekat, dihuni setengah penduduk Kekaisaran Huaxia." Sebelum kedatangannya ke sini, lebih tepatnya sebelum mengasingkan diri, Mo Lian sudah menyelidikinya sedikit.
Wali Kota di sini memiliki kekuatan Dao Immortal tahap Akhir. Untuk Wali Kota dengan ranah semacam itu, itu sangat luar biasa, mengingat di Bintang Utama Dao Immortal diperlakukan luar biasa, bisa menjabat sebagai Penatua dari sekte besar atau bahkan membangun kekaisaran sendiri.
Mo Lian menduga kekuatan kekaisaran di sini sampai Dewa Pemula, atau bahkan mungkin ada yang Dewa Merah.
Wilayah Barat, pastinya dipenuhi dengan Dewa Bumi, mengingat Wilayah Timur tempat paling lemah saja ada ribuan Dewa Bumi yang berasal dari Aliansi 10.000 Ras. Bahkan, tidak aneh jika ada belasan atau ratusan Dewa Surga.
Karena Mo Lian masih asing dengan tempat ini, mungkin akan ada Harta Surga dan Bumi yang tidak diketahuinya. Untuknya yang mudah penasaran, apabila ada harta yang tidak diketahuinya, tentu ia ingin mengetahuinya sebaik mungkin.
"Ayo pergi ke kota." Mo Lian melihat gerbang yang dimasuki oleh praktisi.
Kota ini tidak mengizinkan mereka untuk terbang, bahkan Profound Ark yang tiba dari segala arah harus mendarat di luar kota.
Mo Lian dan tiga istrinya mendarat tepat di depan gerbang kota, dan setelah membayar Batu Spiritual kualitas Menengah. Barulah mereka diizinkan untuk memasuki kota.
Tepat saat baru melangkah melewati gerbang, Mo Lian sudah merasakan tekanan di langit yang memungkinkan untuk tidak dapat terbang di langit. Dia yakin, jika memaksa untuk tetap terbang, orang itu akan mendapatkan luka atau bahkan kematian, tergantung pada seberapa kuat tubuh untuk menahannya.
Tapi, formasi ini hanya efektif untuk mereka yang di bawah Dewa Pemula.
Mo Lian membawa yang lain untuk pergi ke penginapan dengan rumah makan di lantai bawahnya. Alasan pergi ke sana sudah sangat jelas, bukan hanya untuk beristirahat, tapi juga untuk mencari informasi.
Walaupun sudah mendapatkan gambaran umum oleh Hong Xi Jiang, tapi saat itu sekitar sembilan puluhan ribu tahun yang lalu. Tentu, selama waktu itu, sudah banyak kota yang tumbuh dan mungkin kekaisaran sudah sering berganti.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...