
Mo Lian berlatih dengan keras di Dunia Kecil ini, di mana energi spiritual di sini sangat padat, dan anehnya mampu memberikan peningkatan padanya meski sudah mencapai Simbol Dewa.
Ini memberikannya semangat dan motivasi baru karena energi di sini bisa meningkatkan kekuatannya. Kembali di waktu sebelum dia datang ke Dunia Kecil ini, dia hanya membunuh Dewa Abadi atau Dewa Kuno untuk meningkatkan kekuatan. Itu memang cepat, tapi perlu waktu untuk memurnikannya, dan tidak semua energi dari Dewa yang terbunuh yang bisa didapatkan.
Kemudian di bawah pelatihan berat dari rekan-rekan Hong Xi Jiang, dia mengalami peningkatan yang signifikan. Dewa Kematian naik ke tingkatan yang berbeda setelah mendapatkan saran dari orang yang mempraktikkan Teknik Yin.
Dewa Kematian sebelumnya hanya darah yang membentuk tubuh manusia, tapi sekarang telah meningkat dengan zirah yang membungkusnya. Sabit Darah tidak lagi satu, sekarang ada sepasang dan bahkan dengan sayap yang bisa membantu serangan.
Pohon Dunia juga mengalami perubahan pada dahan yang membentang, sudah mampu menutupi satu wilayah Alam Semesta. Sulur yang tumbuh di sana pun bertambah besar, dan ada aura biru yang menyelimuti dengan mantra-mantra Dao bertebaran.
Mo Lian harus mengakui meski semua laki-laki di sini kasar, tapi mereka mengajari dengan baik. Kemudian, dia agak kesal dengan wanita di sini, semuanya memperlakukannya seperti anak kecil. Meski dari segi usia dia memang sangat muda, tapi setiap kali dia datang berkunjung untuk meminta saran, pipinya akan menjadi korban dan akhirnya merah karena bengkak.
Ini mengingatkannya pada Xu Xumei yang merupakan nenek angkatnya dari Gunung Kunlun.
Walaupun dia kesal, tapi setelah mengetahui alasannya dari Wang Yue Fei, dia hanya bisa pasrah. Semua orang di sini seangkatan dengan Wang Yue Fei, dan mereka kesulitan untuk mendapatkan keturunan karena kekuatan mereka yang terlalu tinggi, karena itulah, setelah kelompok Mo Lian dan yang lain datang, mereka akan melakukan apa pun.
Kemudian, Mo Lian hanya bisa menerimanya. Mengorbankan pipinya untuk menjadi bengkak tidak masalah asalkan dia memiliki kekuatan untuk berdiri sendiri di Alam Selestial, dan tidak menjadi beban.
Bukan hanya kekuatannya yang meningkat, Hong Xi Ning mengalami peningkatan yang sama dan sudah melewati kekuatan yang dimiliki oleh Dewa Surga tahap Akhir. Qin Nian dan Yun Ning sama-sama sudah mencapai Dewa Hitam tahap Akhir. Ini sangat cepat, mengingat keduanya sebelumnya baru menerobos tahap Menengah dari Dewa Merah.
Dari segi bakat, Qin Nian lebih tinggi dari Yun Ning, tapi saat bepergian dari Wilayah Timur ke Wilayah Selatan, Yun Ning menemukan perubahan di tubuhnya yang membuat rambutnya memutih keperakan dan itu meningkatkan bakatnya dan setara dengan Qin Nian.
...***...
"Apa kau memahaminya?!"
Mo Lian mengangguk dalam diam dan sedikit tersedu saat merasakan panas di punggungnya. Entah sudah kali keberapa dia mendapatkan tamparan di punggungnya menggunakan rotan.
Yang melatih Mo Lian kali ini terkenal keras di antara semua orang.
Komandan Militer, dan itu wanita berambut merah-oranye seperti api, penuh dengan semangat. Dia memakai Cheongsam merah bergambar Phoenix, ada belahan di bagian bawahnya, memperlihatkan kaki jenjangnya sampai pinggul kanan. Kancing di atasnya dibuka sampai memperlihatkan setengah dada, dan setiap kali berjalan, itu akan bergetar.
Di sini, Mo Lian melatih diri untuk mengembangkan Energi Yang dan Cincin Dewa Matahari.
__ADS_1
"Jawab!" Chu Yeyu kembali mencambuk punggung Mo Lian menggunakan rotan.
Mo Lian duduk tegak, mengangkat kepalanya tinggi-tinggi dan menjawabnya dengan lantang, "Paham!"
Mo Lian menutup matanya dan mengeluarkan Cincin Dewa Matahari. Cincin Dewa Matahari mengalami perubahan, tidak lagi dalam bentuk yang sederhana. Ada sedikit kilatan seperti petir, tapi terbuat dari api. Namun itu masih perubahan awal.
Mo Lian diharuskan mengubah Cincin Dewa Matahari menjadi bentuk Ular Api, kemudian mengubahnya lagi menjadi Naga Api, 2 Naga Api, 3 Naga Api dan akhirnya Diagram Yin dan Yang (Api).
Setelah itu, dia harus menggabungkannya dengan Cincin Dewa Petir (Diagram Yin dan Yang Petir).
Awalnya dia menganggapnya mudah dan langsung menggabungkannya dengan Diagram Yin dan Yang seperti yang dilakukannya dengan Cincin Dewa Jarum. Tapi pada akhirnya, dia langsung dicambuk, dia tidak boleh menggunakan hal lain, harus murni Cincin Matahari.
Ini adalah tugas yang sulit karena harus mengubahnya tanpa bantuan apa pun, termasuk Kekuatan Jiwa. Jadi selama dua hari pertama, yang didapatnya hanya cambukan sampai punggungnya terluka dan mengeluarkan darah.
Yang paling parah dari segalanya, dia tidak diperbolehkan untuk keluar dari Domain Chu Yeyu sebelum dia menguasai setiap perubahan. Ini sangat menyiksanya, dia ingin sekali pergi ke Hong Xi Ning dan mendapatkan pelukan. Hanya dengan mendapat pelukan dari istri-istrinya, dia akan kembali bersemangat.
"Guru, bolehkan aku kembali sebentar dan memeluk istriku?" Mo Lian membuka matanya perlahan, menatap Chu Yeyu dengan mata memohon.
Ini seperti bukan dirinya yang biasanya sangat tahan dengan rasa sakit, bahkan saat mandi di Tungku Alkimia, dia hanya sedikit berteriak, tapi tidak menyerah. Sedangkan di sini, baru sebulan, dia sudah tidak kuat.
"Tidak jadi. Murid siap berlatih lagi." Mo Lian segera menutup matanya dan mulai mengendalikan Cincin Matahari.
Magma yang hampir jatuh itu berhenti di udara, lalu ditarik kembali memasuki gunung berapi.
Chu Yeyu mendengus dingin, dia melambai-lambaikan rotan di tangannya, seolah bersiap-siap untuk mencambuk punggung Mo Lian.
Chu Yeyu duduk di batu yang terbakar di belakangnya. Dia menyilangkan kaki kanannya di atas kaki kiri, memperlihatkan kaki jenjangnya yang putih. "Kau menantu Yue Fei. Jangan mengecewakannya."
Mo Lian menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan. Dia menguatkan tekad, terus berlatih meski harus menahan sakit yang sampai berdampak pada Inti Jiwa-nya.
Dia harus menyelesaikan pelatihan ini dalam waktu dekat, untuk bisa melihat istrinya.
Chu Yeyu menggelengkan kepalanya saat mengetahui apa yang dipikirkan Mo Lian. Tapi dia tidak peduli dengan apa yang membuat Mo Lian termotivasi, asalkan pelatihannya bisa membuahkan hasil.
__ADS_1
Chu Yeyu merenung sejenak, dan tiba-tiba terbesit ide gila di benaknya. "Haruskah aku memberimu hadiah? Kau boleh bersandar di dadaku jika bisa selesai dalam sebulan. Kau tahu, ini lebih besar dari milik Yun Ning."
Cincin Dewa Matahari bergetar dan hampir padam, tapi segera kembali menyala. Mo Lian menenangkan dirinya, membuang semua bayangan tentang Chu Yeyu di depannya.
Dia kembali mengatur napas, dia sekarang harus mengubah Cincin Dewa Matahari ke bentuk Naga Api yang memakan ekornya sendiri.
Menurut Chu Yeyu, Cincin Dewa Matahari (Naga Api) mampu melepaskan kekuatan api yang lebih panas dari Api Neraka maupun Api Penyucian. Tapi itu masih belum cukup untuk membunuh Dewa Abadi yang setara dengan Simbol Dewa 50 Garis.
Mo Lian ingin memanifestasikan Cincin Matahari ke bentuk Yin dan Yang. Harusnya, dengan kekuatan itu, Dewa Abadi yang mengkultivasikan Teknik Api, tidak ada apa-apanya di depannya. Semua api, akan tunduk!
...***...
—2 Bulan Kemudian—
Mo Lian sudah berhasil membentuk 3 Naga Api yang saling menggigit ekor, dan selama waktu itu, dia benar-benar mendapatkan hadiah dari Chu Yeyu. Harus diakui, itu memang besar, nyaman dan lembut.
Tiga Naga Api yang awalnya adalah Cincin Matahari, sekarang sangat hidup. Tidak lagi hanya berada di belakang punggungnya, sekarang sudah bisa berkeliling, mengitari tubuhnya ataupun pergi ke tempat lain, seolah telah memiliki Kesadaran Spiritual-nya sendiri.
Untuk sampai ke tahap ini, dia terus merima serangan sampai tulang belakangnya terlihat karena lukanya yang parah. Bahkan ada sekali saat tubuhnya hampir terbelah dua, dan itu hanya karena dia lambat tiga menit dari jadwal yang sudah ditetapkan. Itu menyakitkan, tapi dia harus menerimanya.
Hanya dengan pikiran, Mo Lian bisa meminta Naga Api untuk melintasi ruang dan waktu untuk pergi dan membunuh meski dia hanya diam bersantai di kamar. Dia bahkan bisa mengirimkan Naga Api ke Alam Hanzi, tapi saat mencobanya ke Alam Selestial, ada Gerbang Selestial yang menghempaskan Naga Api sampai hancur.
Chu Yeyu tersenyum tipis, dan ini adalah kali pertamanya tersenyum di depan Mo Lian. Dia sedikit bangga ketika melihat Naga Api yang saling mengejar di sekitar tubuh Mo Lian, dan samar-samar Diagram Yin dan Yang mulai terbentuk.
"Setidaknya butuh dua bulan lagi, kemudian dia harus pergi ke Pan Shanyu untuk melatih Cincin Dewa Petir."
Chu Yu menoleh sekilas, kemudian kembali menatap Mo Lian. Barusan, dia mengirimkan pesan ke Pan Shanyu untuk menunggu sebentar lagi.
"Bakatnya tinggi, tapi jika hanya ini, belum cukup untuk membuat Kaisar Manusia membawanya ke sini. Pasti ada rahasia lain. Jika aku membedah tubuhnya, apakah Yue Fei akan memaafkan ku?"
...
***
__ADS_1
*Bersambung...