Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 302 : Menghancurkan Kerajaan Monster


__ADS_3

Mo Lian sudah keluar dari Dunia Kecil dan melihat banyak sekali mayat yang tergeletak di perbatasan antara dua kerajaan. Ini menandakan bahwa adu domba yang ia lakukan telah berhasil membuat perpecahan dan dua kerajaan saling menyerang.


"Tiga puluh tahun di Dunia Kecil, tapi hanya tiga tahun berlalu di tempat ini."


Hanya dalam waktu tiga tahun, semuanya sudah hancur seperti ini. Banyak aura kematian yang terlihat, kabut hitam keluar dari dalam tubuh mayat yang tergeletak ataupun retakan-retakan yang ada di tanah tandus penuh lubang.


Mo Lian tidak ingin menyerap aura kematian itu meski ia mampu, karena sangat sulit untuk mengembalikan warna matanya seperti semula, yang mana pada saat itu ia hampir menjadi Iblis. Apa yang akan terjadi jika Hong Xi Jiang mengetahui jika ia berubah menjadi Iblis? Ia bahkan tidak ingin memikirkannya.


Mo Lian mengibaskan tangannya, melemparkan api dalam ukuran besar yang jatuh menghujani mayat-mayat monster yang tergeletak.


"Sekarang, aku akan pergi ke Kerajaan Monster." Mo Lian pergi ke arah barat daya ingin menghabisi Kerjaan Monster Game, sungguh penamaan yang buruk.


Karena saat ini sudah bisa dianggap Heavenly Immortal, kecepatan terbang Mo Lian meningkat pesat, lebih cepat dari Heavenly Immortal pada umumnya.


Hanya dalam hitungan detik saja, Mo Lian sudah sampai di Kerajaan Monster Game. Tempatnya tidak terlalu jauh berbeda dengan Kerajaan Iblis Merah, meski ukuran temboknya lebih tinggi dan kokoh.


Mo Lian tidak berencana menggunakan Kesengsaraan Petir untuk menghancurkan Kerajaan Monster, karena kekuatan mereka tidak terlalu kuat dan bisa ia kalahkan dengan mudahnya.


Sudah hampir empat tahun di sini, aku tidak tahu bagaimana keadaan Ning'er. Meski aku tidak membiarkan makhluk-makhluk dari Alam Hanzi keluar, tapi tidak menutup kemungkinan akan ada makhluk lain di sana.


Bagaimanapun, Alam Semesta adalah tempat misterius. Bahkan saat aku God tahap Akhir, masih ada tempat asing yang tidak aku ketahui.


Mo Lian menggelengkan kepalanya membuang pikiran tentang Bintang Utama, masih ada yang harus ia lakukan di sini, yaitu menghilangkan semua bahaya yang mengintai. "Petir."


Blarr!


Petir mulai menyambar di langit merah, tapi tidak jatuh menghujani kerajaan.


Mo Lian sengaja tidak langsung menjatuhkan serangan, dan lebih memilih untuk memanggil Heavenly Immortal di sana. Ada yang ingin ia ambil dari Heavenly Immortal, karena itulah harus menunggunya untuk muncul sendiri.


Wush! Wush! Wush!


Siluet cahaya berbeda warna melesat naik mengarah pada Mo Lian dari tengah-tengah Kerajaan Monster yang luasnya berkali-kali lipat dari Bintang Utama. Jika Bumi mencapai 7,85 Miliar jiwa, itu pun sudah berlalu 12 tahun lalu, Bintang Utama memiliki jumlah penduduk belasan kali dari Bumi, dan Kerajaan Monster setidaknya lebih banyak dari penduduk Bintang Utama.


Kekuatan terendah mereka adalah Inti Emas, dan yang terkuat Heavenly Immortal tahap Menengah. Jika Alam Hanzi benar-benar menyerang Alam Semesta yang hanya memiliki 3 Heavenly Immortal, tidak termasuk dirinya, maka Alam Semesta akan mendapatkan kerugian.

__ADS_1


"Manusia? Bagaimana ada manusia di sini—"


"Tunggu-tunggu." Mo Lian mengangkat tangan kirinya mencoba menghentikan monster-monster di depan untuk berbicara. "Ogre, Goblin, Vampire, Lamia, Orc, Troll?"


Mo Lian memijat keningnya, ia kehilangan ketenangan saat melihat monster-monster yang seharusnya tidak pernah ada kecuali Vampire. Tapi, Vampire tinggal di Alam Hanzi? Ia baru mengetahui hal ini.


Lamia yang berambut panjang, mengenakan kain untuk menyangga dada, melesat sangat cepat ke arah Mo Lian dengan membawa tombak.


Mo Lian yang masih memijat keningnya, melirik Lamia yang bergerak ke arahnya. Ia mengangkat tangan kanannya, menunjuk Lamia dengan jarinya. "Mati."


Ada gumpalan energi biru yang melesat tajam ke arah kepala Lamia dan menembusnya. Lamia terbunuh secara instan tanpa bisa beregenerasi kembali, bahkan Inti Jiwanya juga hancur berkeping-keping tidak bersisa lagi.


"Hanya lima lagi, ternyata kalian hanya memiliki sedikit Heavenly Immortal, apakah yang lainnya terbunuh?" Mo Lian menatap tajam Vampire yang mengenakan pakaian rapi dan berjubah hitam, rambutnya hitam panjang, telinga runcing, mata merah dan ada taring.


Vampire itu terlihat hampir menerobos Heavenly Immortal tahap Akhir, dan sepertinya adalah Raja dari Kerajaan Monster di sini. Ia sangat marah dengan pertanyaan itu, merasa itu adalah suatu penghinaan.


Tubuh Vampire pecah dan berubah menjadi ratusan kelelawar yang bergerak ke arah Mo Lian, mengelilinginya ke sana-kemari. Setiap gerakan kelelawar akan menimbulkan efek angin kencang seperti pedang tajam, mampu melukai kulit makhluk normal. Tapi, karena Mo Lian memiliki Tubuh Abadi dan Tubuh Emas, serangan semacam ini tidak berarti sama sekali.


Bukan hanya tubuh Mo Lian kebal dengan serangan, ia juga tidak akan kehabisan energi beserta regenerasinya yang sangat cepat, seperti tidak ada jeda saat tubuhnya hancur.


Kilatan petir terlihat di sudut mata Mo Lian, yang mengeluarkan aura kuat dan menghentikan pergerakan Vampire yang menyerangnya.


Alasan mengapa ia menahan serangannya tadi, karena ingin mengecek kualitas tubuh dan darah mereka secara langsung melalui matanya, tapi setelah melihatnya, kualitas mereka sangat buruk untuknya yang sekarang. Jika ini saat ia masih Fase Lautan Ilahi, kualitas darah mereka sangat luar biasa.


Mo Lian mengibaskan tangannya, menciptakan badai angin dan petir di sekitarnya yang terus menyambar tanpa henti. "Mungkin ini terlalu kekanak-kanakan, tapi tidak ada salahnya ..."


"Berlututlah di hadapan Dewa."


Tiba-tiba ada dinding spiritual yang menyebar luas di bawah kaki Mo Lian, dengan tekanan yang sangat kuat dari langit seperti ada ratusan gunung besar yang jatuh menghantam. Heavenly Immortal yang tersisa itu tidak bisa menahan tekanan yang ada, membuat mereka tersungkur di atas dinding spiritual.


Tidak ada perlawanan yang berarti dari monster-monster setelah ia menerobos Heavenly Immortal, yang mana saat ia Dao Immortal, kekuatannya saja sudah setara dengan tahap Menengah dari Heavenly Immortal, apalagi yang sekarang.


Mo Lian mengalirkan energinya mengarah pada 5 Heavenly Immortal, energi itu memasuki dahi mereka secara perlahan, yang kemudian kembali keluar dengan membawa gumpalan darah.


"Aaarrrgghh!"

__ADS_1


Jeritan yang menyakitkan terdengar dari 5 Heavenly Immortal ketika Esensi Darah mereka diambil, yang mengakibatkan turunnya basis kultivasi mereka secara signifikan, bahkan ada yang kembali jatuh ke Dao Immortal.


Tiba-tiba ada fluktuasi energi spiritual yang berkumpul di langit merah, ada lingkaran array berwarna putih dengan kilatan petir.


Mo Lian menengadahkan kepalanya, melihat formasi array yang hampir selesai terbentuk. "Belum saatnya."


Bang!


Formasi array itu meledak ketika terkena pukulan Mo Lian dengan api yang menyebar ke segala arah membentuk cincin merah.


Mo Lian kembali fokus pada gumpalan darah yang berada di tangannya, ia mengalirkan energinya pada gumpalan darah, membuat darah itu bersinar dengan warna merah gelap. Terlihat, gumpalan darah itu mulai pecah membentuk ukuran yang sangat kecil, kemudian melesat ke seluruh penjuru Kerajaan Monster.


Boom! Boom! Boom!


Ledakan terus terjadi secara beruntun di seluruh penjuru kota, beserta dengan api yang mulai menyala dan membakar semua bangunan-bangunan di sana.


Tidak cukup disitu, Mo Lian mengangkat tangannya, menciptakan formasi array biru yang sangat luas di langit Kerajaan Monster. Dari formasi array itu terlihat ada pedang biru yang muncul, bukan satu atau dua, melainkan ratusan juta pedang dengan ukuran tiga kali ukuran normal.


"Mati." Mo Lian mengayunkan tangannya mengarah pada Kerajaan Monster.


Pedang-pedang yang melayang di bawah formasi array mulai bergetar seperti menanggapi panggilan Mo Lian, yang kemudian melesat jatuh menghujani Kerajaan Monster.


Suara keras terus terdengar saat ratusan juta pedang menghujani daratan, mengakibatkan hancurnya bangunan-bangunan sampai mengubahnya menjadi debu, beserta dengan terbunuhnya semua penduduk di sana tanpa terkecuali.


Asap hitam mulai naik ke langit karena seluruh penjuru Kerajaan Monster sudah hancur dan terbakar habis, tidak ada lagi tanda-tanda akan makhluk hidup kecuali 5 Heavenly Immortal di depan Mo Lian.


Mo Lian mengalihkan perhatiannya pada 5 Heavenly Immortal yang semakin lama semakin lemah karena tekanan yang ada. Ia menatap tajam mereka semua, kemudian mengangkat dua jarinya, lalu menurunkannya kembali.


Bang!


Tekanan yang lebih kuat menghantam dinding spiritual, meledakkan 5 Heavenly Immortal menjadi kabut darah tanpa meninggalkan Inti Jiwanya.


"Berakhir dengan mudah, hanya tersisa dua kerajaan lagi."


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2