Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 271 : Kalian Lemah


__ADS_3

Ketika yang lain sedang berada di dalam pohon untuk makan malam atau mencoba teknologi dari Bintang Tianjin, Mo Lian memilih berada di luar untuk berjaga-jaga dan menikmati langit malam berbintang yang sangat indah. Jika ini di Bumi, pemandangan ini benar-benar sangat langka.


"Tidak lama lagi akan ada penyergapan, persiapkan diri kalian dan jangan ragu untuk membunuh." Mo Lian memberi tahu yang lain dengan suara normal, namun hanya bisa didengar oleh mereka saja.


Qin Nian dan Yun Ning menganggukkan kepalanya karena sudah pernah membunuh manusia, tapi tidak dengan Mo Fefei, Ong Hei Yun dan Hu Lan Yue yang sedikit gemetar.


"Ada Dao Immortal, tapi tidak perlu khawatir. Kalian hanya perlu melawan yang Jiwa Emas tahap Awal ke bawah. Yang lain biarkan aku saja yang melawannya."


Mo Lian sangat ingin melihat perkembangan mereka berlima, apakah mereka bisa membunuh dengan gerakan tangan atau pikiran seperti dirinya. Tapi sepertinya tidak mungkin, atau bisa dibilang belum waktunya karena mereka belum memiliki pengalaman.


Berbeda dengan Mo Lian yang bisa dengan mudah membunuh dengan jentikkan jari atau tatapan mata saja.


"Kalian bisa beristirahat sebentar, saat penyerangan dimulai, aku akan membangunkan kalian."


Walaupun sudah dikelilingi oleh ratusan pengejar, namun tidak ada yang bergerak sama sekali kecuali Murid Pertama dari Penatua Jia yang melepaskan aura membunuh. Hanya orang yang tidak berpengalaman saja melakukan penyergapan namun melepaskan aura.


Jika benar-benar ingin melepaskan aura membunuh, lakukanlah sesaat sebelum target mati, dan pastikan memiliki kemampuan untuk melakukannya.


Mo Lian menutup matanya perlahan dengan posisi duduk bersila di depan batang pohon yang terbuka. Ia ingin memancing penyerang untuk menyerangnya saat ini juga di kala sedang duduk bersantai. Tapi, tetap tidak ada pergerakan sama sekali meski ia mengendurkan penjagaannya.


Hingga sinar bulan mulai jatuh dalam posisi vertikal, bertanda hari sudah memasuki pertengahan malam, barulah ada pergerakan dari ratusan orang yang menyerang dari segala sisi, meski lebih banyak pada bagian depan.


Mereka menyerang menggunakan kekuatan fisik agar tidak ada fluktuasi energi spiritual yang berkumpul dan membuat target menyadari keberadaan mereka.


Mo Lian menaikkan sudut bibirnya, kemudian membuka matanya lebar secara tiba-tiba.


Bang!


Aura Mo Lian menyebar luas dengan kekuatan yang mengerikan, membunuh Alam dan Manusia dalam sekejap dan membuat Jiwa Emas terluka parah, dengan Dao Immortal yang terlempar.


Mo Lian terpana saat melihat keadaan sekitarnya, semua pohon sudah bersih dan rata dengan tanah. "Sepertinya aku terlalu berlebihan." Ia menggaruk pelipisnya.


Mo Fefei dan yang lain terbangun karena suara keras yang ditimbulkan, kemudian terdiam dengan mata terbuka lebar saat melihat keadaan sekitar yang sudah hancur berantakan.

__ADS_1


"Meski mereka sudah terluka parah dan kalian tidak berjuang dari awal, kalian bisa membunuhnya, anggap saja sebagai pelajaran untuk membunuh manusia." Mo Lian mengembuskan napas berat tak menyangka pengejar yang bertugas untuk membunuhnya sangatlah lemah.


Mo Lian merasa akan membutuhkan waktu lama untuk dapat menggunakan Pohon Dunia sebagai serangan di Bintang Utama, kecuali para Patriak dari organisasi yang bertarung melawannya.


Murid Pertama yang melihat kekuatan asli Mo Lian sangat takut dan tidak bisa menahan gemetar pada tubuhnya. Dengan cepat ia menelan Pil Penyembuh untuk memulihkan semua luka-lukanya, kemudian melarikan diri.


Mo Lian menyadari Murid Pertama dari Penatua Jia yang melarikan diri. Ia berdiri dan melepaskan auranya, membuat orang yang kabur itu jatuh menghantam tanah karena ada tekanan di pundak.


Dao Immortal lain juga merasakan tekanan yang membuat mereka tidak bisa bergerak sama sekali.


Mo Lian berjalan menghampiri orang yang hendak melarikan diri, seraya mendengar suara teriakan menyakitkan yang terus-menerus terdengar. Suara itu adalah suara siksaan yang dilakukan oleh Qin Nian dan Yun Ning pada pengejar yang berniat buruk.


Boom!


Mo Lian menendang kepala Xai Yang Di dan membuatnya melesat, menghantam pohon besar dengan kepala yang menancap.


Masih belum cukup, Mo Lian menggenggam pergelangan kaki Xai Yang Di, kemudian membantingnya ke tanah berkali-kali.


Terdengar suara retakan-retakan kasar, menandakan bahwa Xai Yang Di mengalami patah tulang saat dibanting oleh Mo Lian. Suara patahan itu terdengar nyaring dan banyak, hingga tubuhnya lemah seperti karet, yang artinya semua tulangnya sudah patah.


Xai Yang Di membelalakkan matanya lebar, dan dengan bibir bergetar, ia membuka mulutnya untuk berbicara, "Ka- Kau, membunuh Tu- Tuan Muda."


"Ji- Jika Penatua Jia mengetahuinya, kau akan mati. Ji- Jika kau membunuhku, Penatua Jia akan membalaskan dendam ini."


Mo Lian menyeringai dingin dan menatap rendah Xai Yang Di. "Mungkin kau masih belum menyadarinya, Penatua Jia saja tidak tahu aku yang membunuh Jia Yaofa. Lalu untuk alasan apa dia membalaskan dendam mu?"


Mo Lian menoleh ke belakang melihat Dao Immortal yang masih tidak bisa bergerak. "Coba kau pikirkan lagi, mengirim dua Dao Immortal dari Gagak Hitam untuk membunuhku, tapi mereka terluka hanya karena aura ..."


"Sekarang pikirkan, bagaimana Penatua Jia yang hanya Dao Immortal tahap Menengah bisa melawanku? Pedang Sekte!"


Seketika itu juga semua orang tertegun, mereka tahu artinya Pedang Sekte. Orang terkuat setelah Hong Xi Ning, yang artinya tidak akan ada yang bisa mengalahkannya di Bintang Utama jika kekuatannya tidak jauh berbeda dengan Hong Xi Ning.


"Kalian sudah mendengar terlalu banyak." Mo Lian berdiri perlahan dan menjentikkan jarinya, membakar Xai Yang Di dengan mayat yang lain, beserta Dao Immortal tahap Awal yang baru menembus itu.

__ADS_1


Pertarungan ini benar-benar membosankan, ia hanya bisa meminta Hong Xi Ning sebagai lawan tandingnya atau paling tidak Setengah Heavenly Immortal.


Mo Lian menghentakkan kaki kanannya perlahan, menghilangkan debu-debu manusia yang terbakar dan menciptakan lingkaran array berwarna biru dalam radius 10.000 mil darinya. "Array Ruang dan Waktu, Pemutar Ruang."


Lingkaran array mulai bersinar terang di dalam hutan, mengalahkan sinar bulan yang menyinari malam hari. Perlahan, pepohonan yang hancur menjadi potongan kayu itu mulai menyatu kembali dan membentuk pepohonan seperti sedia kala.


Bebatuan yang meledak juga menyatu, termasuk tanah-tanah yang berlubang, namun tidak dengan manusia yang telah mati.


Mo Lian berbalik melihat Mo Fefei dan 4 Dewi Kecantikan yang pakaian mereka kotor akan bercak darah. Ia menggunakan pusaran air untuk membersihkan pakaian mereka, kemudian mengeringkannya.


"Kita akan berangkat hari ini juga, dan aku sudah menghilangkan semua jejak di sini." Mo Lian melepaskan kekuatannya dan membawa mereka berlima untuk terbang bersamanya. "Pastinya mereka akan sampai di sini sebentar lagi, dan karena sudah tidak ada jejak sama sekali, Penatua Jia tidak akan bisa membalikan fakta."


Mo Lian terbang di barisan depan, dengan Qin Nian di kanan dan Yun Ning di kiri, kemudian Mo Fefei di belakangnya yang diapit oleh dua orang lainnya.


"Master, aku memang tahu jika Master adalah Pedang Sekte. Tapi apa itu sebenarnya Pedang Sekte? Mengapa Senior Mang Xian Guo dan Senior Xia Xinxin, bahkan orang-orang tadi terlihat terkejut dan takut," tanya Qin Nian yang terlihat sangat penasaran.


Mo Lian terdiam sejenak, kemudian tersenyum tipis dan menjawabnya, "Seperti namanya, Pedang Sekte di Sekte Zhongjian adalah orang yang bertugas melindungi sekte dari gangguan-gangguan. Hanya orang tepercaya dan terkuat saja yang mampu mendapatkan gelar Pedang Sekte ..."


"Singkatnya, aku orang terkuat setelah Master Hong."


Qin Nian dan yang lain memang menyadari jika Mo Lian sangat kuat, tapi tidak berharap akan sekuat ini. Berbeda dengan Mo Fefei, ia mendengkus keras bersemangat, seperti mengatakan 'Itu adalah Kakakku!'.


"Kalian semua berbakat dalam kultivasi, karena itulah banyak Penatua yang menginginkan kalian semua untuk menjadi Murid Langsung," ujar Mo Lian mencoba menghibur yang lain.


"Kalian hanya perlu berlatih dan perbanyak pengalaman."


Mo Fefei mengerutkan keningnya. "Pelatihan Kakak bagaimana?"


Mo Lian menoleh ke belakang dengan senyum tipis terukir di wajahnya, kemudian kembali fokus ke depan. "Aku memiliki Sebelas Element, aku harus menguatkan tubuh fisik, jiwa dan energi spiritual sampai batasnya. Mungkin aku baru Dao Immortal tahap Awal, tapi setara dengan Tahap Akhir ..."


"Aku berlatih puluhan kali lipat dari manusia normal."


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2