
Mo Lian tidak tahu berada di mana dia sekarang, semuanya sangat gelap seperti angkasa kosong tanpa bintang. Sebelumnya, dia berdiri di depan Hong Xi Jiang di Istana Dongfangzhi, tapi tiba-tiba, dia sudah tiba di sini di mana tidak ada apa pun sejauh mata memandang.
Dia mencoba merasakan keadaan sekitarnya dengan melepaskan Kesadaran Ilahi dari Simbol Dewa 6 Garis, tapi masih tidak mendapatkan pengetahuan tentang tempatnya berada saat ini.
Melihat Mo Lian yang sedikit gelisah dan bingung, Wang Yue Fei berkata, "Tempat ini berada di Alam Semesta, tapi juga bukan Alam Semesta. Mudahnya, Dunia Kecil di dalam Dunia Kecil."
Mo Lian membuka matanya dan tertegun. Dunia Kecil? Dia tidak berpikiran seperti itu, di sini tidak ada aura spiritual sedikit pun, dan karena itulah dia meragukannya.
"Bukannya aku meremehkan mu, tapi dengan kekuatan Lian'er yang sekarang, masih tidak mungkin untuk mengetahuinya. Tempat ini sangat tersembunyi dan kuat. Bahkan setelah perang Tiga Alam, tempat ini masih ada, dan hanya yang berpartisipasi dalam membuatnya yang bisa merasakannya." Wang Yue Fei menepuk-nepuk kepala Mo Lian dengan lembut, dan tersenyum tipis.
Mo Lian mengangguk kecil dengan mulutnya yang terbuka lebar. Dia tidak mengharapkan Dunia Kecil yang masih utuh setelah perang mengguncang, dan dia penasaran dengan metode pembuatannya. Apakah metode itu bisa digunakan untuk meningkatkan Dunia Kecil di dalam tubuhnya? Dia penasaran dan menantikan metodenya dari Wang Yue Fei.
Seolah mengetahui apa yang dipikirkan Mo Lian, Wang Yue Fei tertawa kecil saat menepuk-nepuk kepala Mo Lian, tapi tiba-tiba dia berkata dengan singkat, "Tidak."
Mo Lian tertegun, dia tidak tahu mengapa tidak diperbolehkan, tapi dia tidak berpikiran negatif, dan berpikir mungkin metode itu tidak sesuai untuk Dunia Kecil yang tercipta dari gabungan antara Dantian dan Inti Jiwa.
"Ngomong-ngomong Yue Mu. Bisakah berhenti?" Mo Lian melirik ke atas seraya menunjuk tangan Wang Yue Fei yang masih saja menepuk-nepuk kepalanya.
Wang Yue Fei terdiam untuk beberapa saat, dan mengangguk seraya menarik tangannya. Tapi, dia berganti dengan menepuk-nepuk punggung Mo Lian.
Mo Lian menekan bibirnya membentuk garis tipis, kemudian dia menghela napas dan menyerah.
Hong Xi Jiang membuka matanya perlahan. Tidak ada perubahan khusus di matanya, tapi anehnya ada aura kuat yang berkumpul di sana. Dia mengangkat tangannya, mengulurkannya ke depan. Tiba-tiba...
Ruang terdistorsi, ruang gelap di depannya terlihat berlubang seperti pusaran. Pusaran itu terus membesar perlahan dengan kecepatan yang terbilang lambat, dan samar-samar terlihat cahaya hijau yang keluar darinya.
Mo Lian memperhatikannya dengan saksama, dan dia mencoba menebak apa cahaya itu. "Hamparan rumput?"
Ketika Mo Lian terus mengamati, tiba-tiba dia melihat ada bayangan yang melesat di balik pusaran, dan cahaya hijau itu menghilang. Tapi, pusaran itu masih terus membesar.
Kecepatan membukanya terus bertambah cepat, sekitar satu setengah kalinya. Tapi beberapa saat kemudian, kecepatan itu bertambah sekali lagi. Namun, meski demikian, dilihat dari kebiasaannya membuka celah, kecepatan ini masih sangat lambat.
Sudah satu menit, tapi masih sebesar kepala manusia.
Mo Lian penasaran, dan dia bertanya pada Wang Yue Fei, "Yue Mu, berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk membukanya?"
__ADS_1
Wang Yue Fei melihat pusaran yang dibuka. "Jika tanda yang biasanya kami bawa masih ada, hanya perlu beberapa detik. Tapi karena sudah hancur, butuh cukup banyak waktu. Sebelumnya, mereka yang ada di dalam butuh satu hari penuh untuk membukanya."
"Eh?!" Mo Lian terkejut saat mengetahui waktu yang dibutuhkan.
...
Akhirnya, pusaran itu benar-benar terbuka sepenuhnya setelah satu jam penuh mengalirkan energi dari dua arah yang berlawanan. Tapi, apa yang diperlihatkan melalui pusaran itu masih buram, dengan dua sosok yang menjaga pusaran di arah lain.
Hong Xi Jiang menyelimuti tubuhnya dan yang lain dengan energinya, kemudian membawanya masuk ke dalam Dunia Kecil.
Sinar yang menyilaukan menusuk mata Mo Lian, membuatnya menutup matanya dan menggunakan lengannya sebagai tambahan untuk menghalau sinar yang menyilaukan.
Mo Lian membuka matanya perlahan, dan mengedipkan matanya berkali-kali sampai penglihatannya kembali membaik.
"Salam, Yang Mulia Kaisar Manusia."
Ketika penglihatannya membaik, Mo Lian melihat ada ratusan orang yang berlutut di depan Hong Xi Jiang untuk memberikan hormat.
Mo Lian mengalihkan pandangannya, dia melihat sekeliling. Banyak pulau yang melayang di langit, air terjun yang jatuh berwarna emas dan sepertinya itu adalah Air Spiritual.
Tanaman Spiritual bisa ditemukan di mana pun, dan terlihat seperti tanaman liar tak berharga. Bukan hanya itu, hewan-hewan yang di sini sudah memiliki Kesadaran Spiritual, dan tidak butuh waktu lama untuk berevolusi ke bentuk manusia.
Akar Sumsum memiliki bunga seperti mawar, dengan buah seperti ginseng berwarna merah. Walaupun sama-sama ginseng, tapi efeknya berbeda, dan sampai saat ini Mo Lian tidak tahu apa efeknya, dia hanya tahu tentang akarnya yang mampu meningkatkan bakat.
"Yang Mulia Kaisar Manusia, maaf apabila Hamba lancang. Tapi, siapa mereka?" Salah seorang bertanya. Penampilannya seperti pemuda berusia tiga puluhan tahun, berambut biru muda seperti langit, mata putih cerah sedikit keemasan, mengenakan pakaian biru polos mengikuti warna rambutnya.
Hong Xi Jiang melihat Mo Lian. Dia membuka mulutnya hendak menjawab, tapi sebelum dia bisa menjawabnya, Wang Yue Fei mendahului:
"Dia adalah menantuku yang manis. Namanya Mo Lian, kalian bisa memanggilnya Lian'er."
Menantu?
Keheningan total terjadi ketika mendengar jawaban Wang Yue Fei, kemudian mereka mengeluarkan suara yang seolah tak percaya.
"Akhirnya kau memiliki keturunan." Salah seorang wanita berambut merah muda mendatangi Wang Yue Fei. Matanya yang hijau seperti daun, wajahnya yang halus seperti sutra. "Apakah dia?" Ia menatap Wang Yue Fei seraya menunjuk ke arah Hong Xi Ning.
__ADS_1
Wang Yue Fei mengangguk. "Iya ..." Ia menarik tangan Hong Xi Ning dan memeluknya. "Bukankah putriku cantik?"
Wanita bernama Mu Hueyu itu melihat Hong Xi Ning. Mengulurkan tangannya, mencubit pipinya, menekan hidungnya, mengusap dagunya. "Ya ... dia benar-benar sama denganmu."
Wang Yue Fei memutar matanya. "Kau mengetahuinya hanya dengan melihatnya, untuk apa menyentuhnya seperti itu?"
"Tentu saja karena aku ingin memastikannya."
Wang Yue Fei terdiam untuk beberapa saat, dan membalas, "Kau tidak berubah. Sudah jutaan tahun setelah kematianmu dan delapan puluh ribu tahun setelah kau bereinkarnasi, kau masih tetap sama."
Qin Nian dan Yun Ning juga didatangi oleh wanita-wanita yang ada di sini. Semuanya mencubit pipi keduanya secara bergantian.
Entah mengapa mereka melakukan hal yang sama, mungkin ini adalah cara mereka saling berkomunikasi. Tidak ada yang tahu pasti, bahkan pria-pria di sini hanya bisa menghela napas dan menggelengkan kepala, seolah tidak lagi peduli dengan apa yang dilakukan.
Sementara itu, Mo Lian dikelilingi oleh pria kuat. Mo Lian merasa kecil di antara mereka, dia bahkan tidak mampu mengalahkan salah satu dari mereka meski mengeluarkan seluruh kekuatannya.
Hong Xi Jiang melihat Mo Lian yang dikelilingi. Dia melambaikan tangannya meminta Mo Lian pergi ke tengah-tengah hamparan rumput. "Keluarkan seluruh kekuatanmu. Biarkan yang lain melihatnya."
"Tapi ..." Mo Lian tidak yakin apakah benar-benar harus mengeluarkan semua kekuatannya, mengingat dia memiliki Pohon Yin Surgawi. Walaupun mereka yang ada di sini adalah rekan Hong Xi Jiang di kehidupan sebelumnya, dia tidak terlalu percaya dengan mereka.
Hong Xi Jiang mengetahui isi pikiran Mo Lian dan mengirimkan transmisi suara. "Tidak perlu mengeluarkan yang tidak ingin kau perlihatkan."
Mo Lian mengangguk kecil. Dia pergi ke tengah-tengah hamparan rumput. Dia menarik napas dalam-dalam, kemudian melepaskan semua kekuatannya selain Pohon Yin Surgawi.
Dewa Kematian, Dewa Semesta, Dewa Matahari, Kunpeng, Satu Kesatuan Niat Pedang, Cincin Dewa Jarum, Sembilan Energi Dewa, Sepuluh Pedang Semesta dan Keabadian, Naga Petir...
Semua orang yang melihatnya, membuka matanya seolah terkejut meski tidak terlalu nampak. Kemudian mereka mengangguk kecil, seperti mengatakan bahwa kekuatan Mo Lian cukup, tapi tidak bisa dikatakan cukup mampu untuk melawan Alam Selestial.
Mo Lian menggaruk pipinya dan merasa canggung ketika melihat ekspresi yang ditampilkan semua orang. Tapi, dia tidak memiliki niat untuk mengeluarkan Pohon Yin Surgawi.
Pohon Yin Surgawi adalah Kartu As sekaligus nyawanya. Jika dia mengeluarkannya dengan kekuatannya yang sekarang, dia hanya akan berada dalam bahaya.
Adapun kapan dia akan mengeluarkannya, mungkin nanti saat di Alam Selestial saat berhadapan langsung dengan Pohon Perunggu Surgawi. Dia akan mengeluarkannya saat itu, sehingga efeknya berkali-kali lipat dan mudah untuk melemahkan kekuatan Pohon Perunggu Surgawi.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...