Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 122 : Membangkitkan 5 Element


__ADS_3

Mo Lian sudah tiba jauh di dalam hutan, ia melepaskan kesadarannya untuk mencari tahu apakah ada tanda-tanda kehidupan dalam radius 200 mil darinya. Saat dirasa tidak ada, selain Wei Yian Fei dan Wei Yian Ning yang mengikutinya, ia membuka matanya perlahan dan duduk di atas rerumputan.


Ia mengalirkan energi spiritualnya pada Cincin Ruang dan mengeluarkan Tungku Alkimia, Persik Emas, Embun Spiritual, Ginseng, dan lain sebagainya.


Wei Yian Fei dan Wei Yian Ning terperangah dengan apa yang mereka lihat, mereka berdua tidak pernah berharap jika Mo Lian akan menyuling sebuah pil sendiri.


Mo Lian mengabaikan tatapan itu, ia mengarahkan telapak tangan kanannya pada Tungku Alkimia, tiba-tiba di bawah tungku muncul api berwarna biru yang suhunya masih sesuai dengan suhu sekitar.


Tidak lama kemudian, ia melemparkan seluruh bahan sekaligus dengan total bahan mencapai 20 bahan. Meski resep awalnya hanya menggunakan sekitar sembilan bahan, tapi ia menambahkan beberapa bahan lain sebagai pendukung. Bagaimanapun juga pil ini sebenarnya berada ditingkat enam, sedangkan untuknya saat ini hanya bisa membuat paling tinggi ditingkat lima.


Api biru di bawah Tungku Alkimia semakin besar dengan suhunya yang naik secara signifikan sesaat setelah seluruh bahan dimasukkan.


Bang!


Tiba-tiba Tungku Alkimia meledak memuntahkan seluruh bahan. Rempah maupun herbal itu melayang di udara di atas Tungku Alkimia, masih dengan api yang membakar seluruh bahan. Perlahan, seluruh bahan itu terbakar habis dan digantikan dengan setetes cairan kecil berbeda warna.


Untuk Akar 5 Element, itu membutuhkan waktu yang lebih banyak lagi untuk memurnikannya menjadi inti sari. Itu karena Akar 5 Element ini termasuk kualitas terbaik, yang sangat jarang untuk ditemui.


Sepuluh menit kemudian. Akhirnya Akar 5 Element mulai memunculkan tanda-tanda akan terbakar, ia menaikkan suhu apinya dan Akar 5 Element itu mulai mencair, kemudian digantikan dengan enam tetes cairan berbeda warna. Hijau, merah, cokelat, perunggu, biru muda, dan emas.


Mo Lian mengangkat tangan kanannya di depan mata, dengan jari telunjuk dan tengah yang menghadap ke langit. "Padatkan!"


Puluhan tetes cairan berbeda warna itu mulai bergetar dan berkumpul pada satu titik bersamaan dengan fenomena alam lainnya, seperti kilatan cahaya dan angin bertiup kencang.


Cairan itu mulai memadat membentuk sebuah pil dengan ukuran sebesar kelereng, memiliki lima warna yang berbeda, dengan corak garis-garis halus berwarna emas berjumlah lima garis, yang menandakan bahwa itu adalah Pil Tingkat 5.


Tapi itu belum berakhir, tiba-tiba di langit yang cerah muncul awan hitam yang menutupi dalam radius 50 mil darinya. Di bawah awan hitam itu terdapat kilatan petir berwarna biru indah, namun memiliki tekanan yang sangat mengerikan.


Ini adalah Kesengsaraan Pil. Biasanya Kesengsaraan Pil hanya bisa dipanggil saat pil itu berada ditingkat enam, hanya saja pil yang dibuat Mo Lian kali ini berbeda. Pil ini adalah pil yang melawan takdir, tentunya langit akan murka dengan apa yang Mo Lian lakukan.


"Kalian berdua, menjauhlah, atau kalian akan terkena sambaran petir dan mati," pinta Mo Lian tanpa menoleh dan memfokuskan perhatiannya pada Tungku Alkimia.


"Tapi—" Wei Yian Fei belum sempat menyelesaikan perkataannya, namun sudah disergah oleh Mo Lian.

__ADS_1


"Pergi!"


Keduanya menganggukkan kepala, kemudian pergi beberapa ratus meter mengikuti arahan Mo Lian.


Setelah tidak ada yang menganggu, Mo Lian membawa Pil Yuansu untuk terbang lebih tinggi menuju pusat awan untuk menerima sambaran petir.


Kilatan petir mulai bergabung saat Mo Lian mulai mendekati awan, hingga tidak lama kemudian, petir itu bergetar dan menyambar Pil Yuansu yang berada di depan Mo Lian.


Bang!


Dentuman keras yang memekakkan telinga terdengar saat petir mengenai Pil Yuansu. Petir yang menyambar itu tercerai berai menjadi potongan cahaya berwarna biru, yang perlahan mulai terserap masuk ke dalam Pil Yuansu dan membuat kualitasnya kian meningkat.


Kilatan-kilatan petir kembali muncul di bawah awan hitam dan membentuk petir dengan ukuran yang lebih besar dari sebelumnya. Detik berikutnya, petir itu kembali menyambar Pil Yuansu dan hancur menjadi kepingan cahaya biru yang terserap masuk ke dalam pil.


Proses ini terus berlanjut hingga akhir ya sambaran kelima telah berakhir, membuat Pil Yuansu menjadi pil yang tidak kalah dari tingkat enam.


Aroma harum juga menyebar dalam radius satu mil, membuat siapa saja yang menghirupnya menjadi tenang dan mengalami kenaikan kultivasi, serta kekuatan elemen mereka menjadi meningkat, asalkan elemen mereka masih termasuk dari lima elemen.


Mo Lian meraih Pil Yuansu yang melayang di depannya dan menyimpannya ke dalam botol giok, lalu memasukkannya ke dalam Cincin Ruang.


Kesengsaraan Pil ini tentunya akan menarik orang-orang yang berada di Kota Xing, ia juga mulai merasakan jika ada yang bergegas menuju tempat di mana ia menyuling pil.


Tanpa berlama-lama lagi, kedua saudari Wei itu mengangguk kecil dan berlari mengikuti langkah Mo Lian.


Mo Lian menggeleng pelan, ia berbalik kembali dan menggenggam pergelangan tangan Wei Yian Fei serta Wei Yian Ning, kemudian ia terbang dengan kecepatan tercepatnya, yang kecepatannya hampir mencapai 1000 mil untuk satu jamnya.


Tiga puluh menit kemudian. Setelah cukup jauh dari tempat awal dan pergi tanpa meninggalkan jejak, akhirnya Mo Lian berhenti di tengah-tengah hamparan rumput yang dikelilingi oleh pegunungan batu.


Mo Lian menurunkan dua saudari Wei, kemudian ia kembali duduk bersila sembari mengeluarkan Pil Yuansu. "Kalian serap Pil Pembersih Tubuh, kemudian Pil Energi Spiritual itu. Harusnya kalian bisa menembus tingkat Shen Hai tahap Menengah atau Akhir."


"Be- Benarkah?" tanya Wei Yian Fei terbata-bata.


"Tentu, saat aku menggenggam pergelangan tangan kalian. Meridian kalian sangat kecil dan banyak kotoran yang membuat peningkatan kultivasi kalian lambat, untuk Teknik Budidaya kalian, meski tingkat rendah, tapi itu tidak masalah." Mo Lian menjawabnya sembari menutup matanya perlahan dan memasukkan Pil Yuansu ke dalam mulutnya.

__ADS_1


Tubuh Mo Lian memancarkan cahaya biru terang sesaat setelah ia menelan Pil Yuansu, aura dalam tubuhnya perlahan menjadi lebih padat dan kuat dari sebelumnya. Angin berembus di sekitarnya menerbangkan rerumputan hijau maupun kerikil kecil.


Perlahan, suhu di sekitar Mo Lian menjadi lebih panas hingga muncul api merah yang mengelilinginya dan membakar tubuhnya, tapi api ini tidak melukai Mo Lian sama sekali, bahkan pakaiannya pun tetap utuh.


Api itu berputar-putar di sekitarnya membakar apapun. Kemudian api itu melonjak beberapa ratus meter ke langit menembus udara seperti pisau tajam.


Tidak berhenti disitu saja, setelah api melonjak naik, tiba-tiba rerumputan sekitar yang masih utuh dan tidak terbakar, terdapat getaran aneh di atas permukaan tanah. Tiba-tiba tanah itu terbelah dua dan memperlihatkan akar pohon yang menjulang tinggi, akar pohon yang sangat kuat bahkan dapat menahan kobaran api.


Masih belum ada tanda-tanda akan berhenti, tiba-tiba tanah kembali bergetar hebat seperti gempa bumi, membuat kerikil kecil terangkat beberapa meter dari tanah dan melesat mengarah pada Mo Lian, menembus akar pohon yang menghalangi dan dinding api.


Kerikil-kerikil batu itu berputar-putar di sekitarnya dengan kecepatan tinggi.


Dengan tanah yang masih bergetar, tanah kembali retak dan memperlihatkan logam berwarna perunggu, perak dan emas. Ketiga logam berbeda warna berbentuk tombak itu melesat menembus tubuhnya.


"Keuk!" Mo Lian memuntahkan seteguk darah segar dari dalam mulutnya saat tubuhnya tertembus oleh tiga tombak.


Setelah tombak menusuk tubuh Mo Lian, tiba-tiba air keluar dari rerumputan, membuat rumput itu mengering karena kehilangan sarinya, air itu kembali menerjang berputar-putar mengelilingi Mo Lian.


Kelima elemen itu berputar-putar selama beberapa menit. Hingga tidak lama kemudian, secara bersamaan kelima elemen itu hancur menjadi asap berbeda warna yang mulai terserap masuk ke dalam tubuh Mo Lian.


Mo Lian mengigit bibir bawahnya menahan rasa sakit saat kelima elemen itu mulai masuk ke dalam Dantiannya, ini adalah proses yang menyakitkan karena ini termasuk mengubah takdir.


Duarr!


Tubuh Mo Lian meledak menjadi asap dan hanya menyisakan jiwanya yang berwarna biru itu. Kemudian asap yang menyebar di sekitar Inti Jiwa kembali menyatu dan memadat, membentuk tubuh baru.


Proses ini terjadi selama lima kali dan menghabiskan waktu sekitar 30 menit. Kemudian dari dalam tubuh Mo Lian yang sudah terbentuk kembali, keluar cahaya berwarna biru, cahaya itu melonjak beberapa mil ke langit dengan kecepatan tinggi, lalu meledak begitu saja membuat angin menyebar seperti pedang tajam.


Mo Lian membuka matanya perlahan, terlihat matanya memancarkan cahaya biru yang selaras. "Tubuh Lima Element. Pelatihan yang kulalaui akan menjadi lima kali lebih berat, tapi sepadan dengan kekuatan yang didapat ..."


"Kemudian dengan tiga Teknik Budidaya Utama, itu menambah kekuatanku secara signifikan!"


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2