
Mo Lian tiba di hamparan rumput yang luas dan di depan matanya ada aliran sungai yang deras. Ia juga merasakan aura spiritual yang lebih padat dari tempat mana pun yang sudah ia datangi selama ini di Daratan Tianming.
Mo Lian melirik ke belakang dan tersenyum tipis. Ada yang mengikutinya masuk ke dalam untuk mencari masalah, tapi tidak ada salahnya untuk membiarkannya sebentar.
"Aku akan mengambil beberapa sumber daya di sini, dan mengambil beberapa bibit penting untuk dikembangkan sendiri."
Mo Lian terbang menjauh dari hamparan rumput luas yang tidak ada apa-apanya, ia ingin pergi ke hutan rimbun di seberang sungai deras. Ia merasakan banyak sekali herbal yang tumbuh subur di sana, yang sepertinya diperlakukan seperti sampah karena tidak tahu kegunaannya.
"Mendaki gunung lewati lembah. Sungai mengalir indah ke samudera ..." Mo Lian bersikap sedikit konyol untuk berpura-pura bodoh di depan bayangan hitam yang menyusulnya tadi.
Terlebih, saat ini ia sendirian di dalam Dimensi Ruang, ia bisa bersikap sesuka hatinya. Untuk orang yang memaksa masuk? Ia sudah menganggapnya mati.
Mo Lian mendarat di tepi sungai yang berbatasan langsung dengan hutan rimbun. Kemudian ia berjalan seraya melompat-lompat kecil seperti bermain di taman yang indah.
Bang!
Dentuman keras yang memekakkan telinga terjadi, dan membuat daratan bergetar hebat serta air dalam sungai melonjak naik ratusan meter ke langit.
Ini semua bisa terjadi karena serangan yang berbenturan dengan pelindung milik Mo Lian.
Bayangan hitam yang merupakan manusia berjubah tersentak saat serangan terkuatnya tidak bisa membunuh Mo Lian. Ia menekan kedua kakinya di udara, dan pergi menjauh dari Mo Lian untuk menjaga jarak.
Mo Lian berbalik seraya mengibaskan tangan kirinya menangkap pergelangan kaki manusia yang mencoba untuk kabur. Kemudian ia membantingnya sekeras mungkin ke tanah.
Boom!
Benturan yang sangat kuat itu menciptakan lubang besar di tanah, bahkan dampaknya sampai membelah sungai menjadi dua bagian dan menghentikan alirannya untuk beberapa saat.
"Jiwa Emas tahap Akhir, setara dengan Tang Xuanlao. Apakah kau Patriak Ming, ataukah suruhan dari Kekaisaran Yang?"
Jubah hitam tersingkap dan memperlihatkan penampilan aslinya yang merupakan kakek tua berambut putih panjang, dan alis yang cukup panjang sampai ke bawah mata.
Kakek tua itu mengambil segenggam tanah dengan tangan kanannya, kemudian memasukkannya untuk mengubahnya menjadi debu dan dilemparkan ke wajah Mo Lian.
Kakek tua yang telah melemparkan debu itu berdiri dan bergerak sangat cepat ke belakang Mo Lian. Ia membawa pedang tajam dan mengayunkannya ke arah leher Mo Lian.
__ADS_1
Bang!
Dentuman lain kembali terdengar saat pedang itu mengenai kulit Mo Lian, dan tidak ada sedikit pun goresan di kulitnya, melainkan pedang yang digunakan oleh kakek tua pecah dan hancur.
Mo Lian mengayunkan tangan kanannya secara horizontal ke kanan belakang, memukul kepala kakek tua dengan punggung tangan kanannya.
Kakek tua itu terlambat bereaksi dan pukulan Mo Lian mengenai bagian pipi kanannya, membuatnya terlempar sangat jauh dan menghantam tanah beberapa kali.
Mo Lian menoleh melihat lawannya yang menghantam tanah beberapa kali, namun tidak mengejarnya dan memilih untuk tetap diam di tempat.
Kakek tua kembali bangkit setelah punggungnya menghantam tanah yang mencuat naik dari dalam tanah. Ia mendongak menatap tajam Mo Lian. "Aku, Tetua Yang, tidak menyangka—"
"Aku tidak butuh namamu." Mo Lian menangkap kepala Penatua Yang dan menghantamkan kepalanya ke tanah, membuat lubang besar lain dan membuat aliran sungai dalam Dimensi Ruang kacau.
"Sepertinya kau bagian dari Keluarga Yang."
Penatua Yang mencengkeram erat lengan Mo Lian, berharap bisa lepas dari genggamannya. "Sialan! Mengapa kau tidak membunuhku jika kau mengetahuinya?"
Mo Lian tersenyum tipis dan mengangkat tangan kanannya, membuat Penatua Yang juga terangkat. "Aku memang merasakan keberadaan yang lebih kuat saat di Kediaman Tang, tapi tidak menarik jika aku juga membunuhmu di sana."
Masih berlanjut, ia memukulkan tinjunya pada dada Penatua Yang, membuatnya melesat sangat jauh dan menciptakan parit dalam garis lurus, itu semua terjadi karena gesekan antara Penatua Yang dengan udara sekitar.
Mo Lian berpindah sangat cepat. Ia sudah berada di belakang Penatua Yang dan memukulkan tinjunya pada punggung, menembus punggung Penatua Yang dan di antara jari telunjuk dan tengah terdapat Inti Jiwa berwarna merah gelap.
"Ka- Kau memang kuat, ta- tapi, Yang Mulia Kaisar Yang lebih kuat lagi ..."
"Teknik Pencarian Jiwa."
Inti Jiwa Penatua Yang mulai retak saat Mo Lian mengaktifkan teknik yang mencari ingatan target.
Gambaran dari ingatan Penatua Yang mulai masuk ke dalam kepalanya, ia menyingkat semua gambaran dan mencari bagian terpenting. Ia melihat jika di bagian tenggara dari Daratan Tianming sudah berkumpul beberapa Profound Ark milik Kekaisaran Yang, yang ditugaskan untuk mengurangi kekuatan Daratan Tianming.
Penyerangan dan pembunuhan sudah terjadi di sana, bahkan sebelum Penatua Yang datang ke Kediaman Tang.
Mo Lian membuka matanya perlahan, dan menghancurkan Inti Jiwa Penatua Yang. Ia juga mengambil darah-darah yang merupakan darah Penatua Yang.
__ADS_1
Darah itu melayang di depan kepalanya, kemudian ia mengalirkan energi spiritualnya pada gumpalan darah di depannya. "Teknik Darah, Kutukan Darah Pembunuh!"
Gumpalan darah itu bercahaya terang merah terang, kemudian terbagi menjadi ribuan bagian, dan melesat ke arah di mana pintu masuk maupun keluar Dimensi Ruang berada, mencari target yang memiliki darah serupa.
Mo Lian mengendalikan air yang berada di sungai, menggerakkan air itu dan membasuh tangannya yang basah akan darah.
"Untuk masalah Daratan Tianming, aku tidak perlu terlalu ikut campur. Kekuatan mereka tidak terlalu besar, yang tertinggi hanyalah Jiwa Emas, dan itu pun sudah terbunuh karena Kutukan Darah."
Mo Lian berjalan memasuki hutan rimbun yang kaya akan aura spiritual. "Aku ingin menciptakan Dunia Kecil di dalam tubuhku, mungkin membutuhkan waktu satu hari untuk menciptakannya. Jika ada bantuan Heavenly Immortal, atau saat aku benar-benar Dao Immortal, mungkin hanya perlu satu jam."
Mo Lian berjalan di bawah pohon rimbun dan memetik beberapa sumber daya berharga. Salah satunya adalah Ginseng Pohon 1000 tahun, yang berfungsi untuk memperpanjang umur dan mengobati penyakit.
Ketika ia memetik herbal, ia menoleh ke belakang saat merasakan aura Tang Xuanlao. Benar saja, Tang Xuanlao memang datang bersama belasan orang yang sebelumnya ada di bagian podium tinggi.
"Aku habis bertarung dengan Penatua Yang, tidak perlu bertanya mengapa. Kemudian, di bagian tenggara Daratan Tianming sedang terjadi pembantaian." Suaranya menggema di langit Dimensi Ruang.
Tang Xuanlao sangat terkejut dengan suara Mo Lian yang menggema. "Mak- Maksud Anda?"
"Penatua Yang membawa ribuan pasukan untuk menyerang Kekaisaran Tang atas perintah keponakannya, Kaisar Yang."
Mo Lian berdiri dari posisinya yang berjongkok mencabut herbal, kemudian berjalan lebih dalam lagi. "Aku tidak akan membantu, aku ada urusan yang lebih penting. Ini memang Dimensi Ruang milikmu, tapi aku berharap kau bisa pergi." Ia melemparkan botol giok berisikan beberapa pil ke arah Tang Xuanlao.
"Ada beberapa Pil tingkat Enam, itu bayaran atas membiarkanku berada di sini."
Tang Xuanlao menangkap botol giok yang dilemparkan, kemudian membukanya. Saat itu juga, ia merasakan aura kuat yang menyebar dengan aura harum. Hanya dari auranya saja, membuat mereka yang menghirupnya menjadi segar bugar dan merasa aliran energi maupun darah menjadi lancar.
"Baiklah, Hamba tidak akan menganggu Dewa Abadi. Terimakasih atas informasinya, kami akan mengerahkan pasukan untuk melawan pasukan dari Kekaisaran Yang." Tang Xuanlao menangkupkan kedua tangannya, kemudian membawa keluarganya untuk keluar dari Dimensi Ruang.
Mo Lian yang sudah berada di bagian terdalam dari hutan dan duduk di batu besar itu menghembuskan napas panjang, dan mulai menutup matanya perlahan untuk menciptakan Dunia Kecil di dalam tubuhnya.
Untuk menciptakan Dunia Kecil karena masih Jiwa Emas, ia membuat persiapan yang matang dengan menyebarkan beberapa pil serta artefak berkualitas.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...