
Mata Mo Lian berubah warna menjadi biru seperti api yang membakar. Ia mengarahkan jari telunjuknya yang sangat besar pada Yan Ji Nan, memutuskan pergelangan tangannya dan mengambil Inti Jiwa Su Jingmei. Dengan aliran energi spiritualnya, tubuh Su Jingmei kembali terbentuk dengan cepat dan telah berpakaian.
Mo Lian mendekatkan jarinya pada Bumi, dan membiarkan Su Jingmei untuk kembali.
Semua manusia di Bumi dapat melihat dengan jelas jari telunjuk Mo Lian yang sangat besar. Ini benar-benar seperti Dewa turun dari Surga, dan dapat dengan mudah menghancurkan Alam Semesta dan seisinya, seperti Alam Semesta itu sendiri berada di dalam genggaman tangan.
Mo Lian membuka telapak tangan kanannya, dan terlihat pusaran cahaya berwarna biru yang sangat besar berada di sana. Hanya dalam sekejap mata, terlihat ratusan ribu bangunan besar yang digabung secara total masih belum cukup untuk menutupi ujung kuku jari telunjuknya.
Ratusan ribu bangunan dengan ratusan juta manusia muncul di sana, dan itu semua adalah Kultivator yang berasal dari Galaxy Pusat, Sekte Racun Minghai.
"Hari ini dan seterusnya, Sekte Racun Minghai akan menghilang dari Alam Semesta!" Mo Lian mengepalkan tangan kanannya, mengubah ratusan juta Kultivator menjadi kepingan kecil yang lebih kecil dari sebutir debu.
"Yan Ji Nan. Kau telah menggali kuburanmu sendiri karena menggunakan Ibuku sebagai sandera."
Tubuh Yan Ji Nan meledak menjadi kabut darah, dan menyisakan Inti Jiwa berwarna oranye yang melayang.
"Aku akan membakar jiwamu dalam Api Sembilan Warna selama sepuluh ribu tahun. Rasa sakitnya sembilan ribu kali dari hilangnya hubungan Senjata Dao dengan Jiwa."
Inti Jiwa Yan Ji Nan bergetar hebat, kemudian di sekitarnya mulai bermunculan api berbeda warna yang suhunya berubah-ubah dalam sekejap. Terkadang sangat dingin hingga terasa seperti jarum yang menusuk, dan terkadang juga sangat panas seperti tubuh meleleh.
"Mi Jiang Han. Kau yang merencanakan sesuatu hal buruk untuk mencelakai Master Hong Xi Ning, dan seluruh Sekte Zhongjian. Kau juga otak dari dalang pembantaian Keluarga Lan." Mo Lian menatap tajam Mi Jiang Han, mengubahnya menjadi kabut darah dan membakar Inti Jiwa dengan Api 9 Warna.
"Sekte Mawar Hitam, Sekte Pedang Surgawi, Sekte Phoenix dan Sekte Pedang Hitam. Kalian berasal dari Bintang Utama, Galaxy Pusat, sama seperti Sekte Zhongjian. Namun kalian memiliki bintang lain sebagai markas utama kalian, yang cukup jauh dari Bintang Utama."
Mo Lian kembali memperlihatkan telapak tangannya yang terbuka, dan secara tiba-tiba terlihat sebuah kelereng kecil berwarna biru tua yang sebenarnya itu adalah sebuah bintang atau planet, namun terlihat sangat kecil di tangannya.
Mo Lian mengepalkan tangannya, menghancurkan Bintang Tian bersama dengan semua makhluk di sana. Ia sendiri tidak terlalu peduli dengan makhluk di sana, karena ia sudah mengetahui sejak lama jika semua manusia di Bintang Tian adalah keturunan dari empat organisasi, bahkan sebelum ia pergi ke Galaxy Pusat.
Mo Lian merasakan perubahan pada tubuhnya setelah mengambil Bintang Tian di Galaxy Pusat, membuat perubahan 1% Dewa Semesta hampir berakhir.
Sebelum itu, ia menunjukkan jari telunjuknya pada tujuh Dao Immortal yang masih hidup, membuat mereka bertujuh meledak tanpa meninggalkan apapun, dan untuk Inti Jiwa Mi Jiang Han dan Yan Ji Nan, ia mengirimkannya ke ruang kosong yang hampa dan gelap tanpa adanya kehidupan.
Mo Lian membuka tangannya kembali, menghancurkan satu per satu markas musuhnya berada.
Hong Xi Ning yang melihat ini hanya terdiam, tidak menyangka akan ada manusia yang memiliki kekuatan lebih besar dari Ayahnya, yang merupakan pendiri dari Sekte Zhongjian.
Mo Lian melihat tangannya sendiri, sudah mulai berubah transparan. "Apakah ini sudah mencapai batasnya? Hanya tersisa dua tempat lagi yang belum ku hancurkan, tapi kekuatanku hampir habis dan tidak bisa lagi menarik kediaman yang berjarak miliaran mil dari sini."
Mo Lian menutup matanya perlahan dan tubuhnya yang sangat besar itu mulai berubah, menyusut dengan cepat, hingga kembali kebentuk awalnya.
Ketika Mo Lian hampir tidak sadarkan diri, tiba-tiba ada yang lengan yang menahan dadanya untuk tetap berdiri. Ia mendongak, menatap siapa sebenarnya yang membantunya. Terlihat seorang wanita yang sangat cantik, yang selalu ia kagumi dan cintai, bahkan sampai saat ini juga.
__ADS_1
"Ma- Master Hong Xi Ning ..."
Hong Xi Ning masih diam dan membantu No Lian untuk berdiri. "Sepertinya kau sangat mengenaliku, dan kau juga menggunakan teknik dari Sekte Zhongjian milikku. Akan aku katakan, orang yang bukan berasal dari Sekte Zhongjian namun menggunakan teknik dari sana, akan ku bunuh tanpa ampun. Tapi ..."
Hong Xi Ning memegangi wajah Mo Lian.
Mo Lian tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, ini sangat-sangat tidak masuk akal jika dipikirkan kembali. Masternya, Hong Xi Ning tidak pernah menyentuh wajah seorang pria, kecuali Pendiri.
"Entah mengapa saat aku melihatmu, aku merasa sudah lama mengenalmu."
"Apakah kau mengetahuinya?"
Mo Lian terdiam sejenak dan menundukkan kepalanya perlahan. "Saya tidak tahu apakah Anda akan mempercayainya, Saya adalah murid langsung Anda yang kembali. Saya adalah murid ketiga Anda."
Hong Xi Ning terdiam sejenak dengan kerutan di dahi. "Bolehkan aku melihat ingatanmu?"
"Dengan senang hati." Mo Lian menutup matanya perlahan.
Hong Xi Ning mendekatkan wajahnya pada Mo Lian, hingga dahi mereka saling bersentuhan.
Mo Lian tersentak saat merasakan napas Masternya yang mengenai wajahnya, ini benar-benar diluar dugaan.
"Begitu, memang ada ingatan yang tumpang tindih karena kau terlahir kembali, namun aku bisa mengurutkan semuanya dengan baik. Dalam tindakanmu, ada beberapa hal yang tidak aku benarkan, yaitu menghancurkan Gugus Bintang, meski mereka pantas untuk dihabisi ..."
"Kemudian, dalam tindakanmu yang membahayakan diri sendiri karena menerjang sekte lawan seorang diri, dan mengakibatkan terbunuhnya Seniormu. Tapi, aku juga patut bersyukur karena kau kembali dan membawa Juniormu."
"Setelah menjadi Dewa Semesta, kau masih mengingat dari mana kau berasal, siapa yang mengajarimu, dan tidak terlalu ikut campur dalam politik. Lalu, apakah kau tidak merasa bosan ... mengejar Mastermu sendiri?"
Mo Lian menggeleng cepat, kemudian menjawabnya tanpa ragu, "Tidak! Bahkan, sampai saat ini saya masih menunggu jawaban dari Anda. Tapi tentunya tidak mungkin, karena kita baru bertemu di kehidupan ini." Ia menatap Hong Xi Ning, kemudian menundukkan kepalanya.
Hong Xi Ning tersenyum tipis. "Usia kita berbeda jauh, aku juga masih belum ingin menjalin hubungan asmara."
Mo Lian tertunduk sembari mengepalkan kedua tangannya, jawaban yang diterimanya tidak pernah berubah.
Hong Xi Ning tertawa kecil menutupi mulutnya dengan tangan kanan. "Apakah kau ingin pergi ke Galaxy Pusat?"
Mo Lian mendongak, kemudian mengangguk kecil. "Iya, saya sudah melalukan persiapan, jika Master tidak datang ke sini, maka saya yang akan pergi sendiri."
"Ngomong-ngomong, Ayahmu adalah murid dari Ayahku? Aku ingin melihatnya sendiri." Hong Xi Ning mengabaikan ucapan Mo Lian dan menoleh ke kanan melihat Bumi. Ia mencari aura yang mirip seperti Mo Lian dan mencari penampilan yang cocok dari ingatan Mo Lian.
Hong Xi Ning mengibaskan tangannya, membuat Mo Qian menghilang dari Bumi dan tiba di depannya. Ia mengangkat tangan kanannya mengarahkan pada Mo Qian. "Tenanglah, aku ingin mencari informasi darimu. Pejamkan matamu, atau kau akan terluka."
__ADS_1
Mo Qian menoleh ke kanan, melihat Mo Lian, kemudian ia menutup matanya saat mendapat balasan anggukan kepala dari Mo Lian.
Hong Xi Ning melepaskan energi spiritualnya pada dahi Mo Qian, dan pada saat itu juga ia mulai melihat gambaran dari ingatan Mo Qian.
Hanya membutuhkan waktu singkat, ia sudah mendapatkan ingatan masa kecil Mo Qian. Kemudian ia mengirimkan Mo Qian untuk kembali ke Bumi, setelah mendapatkan ingatan yang diinginkannya.
"Benar, dia adalah murid Ayahku." Hong Xi Ning menatap Mo Lian. "Aku bisa membawa seluruh Sekte Dongfangzhi ke Galaxy Pusat, dan akan mendapatkan perlakukan khusus, mengingat Ayahmu adalah murid langsung dari Ayahku, dan kau adalah muridku. Namun ..."
Raut wajah Mo Lian terlihat sangat bahagia saat Sekte Dongfangzhi dapat dibawa langsung ke Galaxy Pusat, namun entah mengapa ia merasakan firasat buruk yang akan menimpanya sebentar lagi.
"Kau, Mo Lian, harus pergi ke Galaxy Pusat seorang diri. Jangan anggap ini sebagai hukuman, tapi anggaplah ini sebagai pelatihanmu. Jika kau berhasil sampai ke Galaxy Pusat, aku akan memikirkan lagi tentang perasaanmu."
Mo Lian terdiam, tak menyangka harus pergi ke Galaxy Pusat seorang diri, itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit, dan jika ia pergi cepat-cepat, setidaknya membutuhkan sepuluh tahun untuk sampai. Namun ketika mendengar tentang perasaannya, ia kembali bersemangat.
Hong Xi Ning berbalik menghindari tatapan mata Mo Lian. "Mengatakan ingin melamar ku, tapi berduaan dengan wanita lain bernama Qin Nian!" gumamnya kesal.
"Master?" Mo Lian memiringkan kepalanya saat mendengar Hong Xi Ning yang menggerutu.
Hong Xi Ning terperanjat, ia batuk dengan sengaja dan kembali berbalik menatap Mo Lian. "Tidak ada, kapan kau ingin pergi?"
Mo Lian menundukkan kepalanya, melihat kedua tangannya lemah. "Mungkin setahun atau dua tahun lagi, aku harus menjelaskan kepada anggota Sekte Dongfangzhi tentang bepergian ke Galaxy Pusat. Aku juga harus memulihkan kekuatanku yang kemungkinan membutuhkan waktu satu tahun penuh. Saat ini, aku tidak jauh berbeda dari Fase Lautan Ilahi karena beban yang harus ditanggung."
"Baiklah, aku akan membantumu untuk memulihkan kekuatanmu. Satu bulan kemudian, aku akan kembali ke Galaxy Pusat." Hong Xi Ning menunjuk jarinya ke bawah.
Mo Lian menyadari maksud dari gerakan jari Hong Xi Ning. Ia berlutut dengan bertumpu pada satu kaki, dan menangkupkan kedua tangannya memberi hormat pada Hong Xi Ning. "Mo Lian, Murid Ketiga dari Sekte Zhongjian, memberi hormat pada Master Hong Xi Ning."
Hong Xi Ning menganggukkan kepalanya. Telapak tangannya kanannya bercahaya terang, kemudian terlihat Plat Giok berwarna hijau dengan tulisan berwarna emas '中间', dan di belakangnya bertuliskan '三'. "Terima ini sebagai tanda pengenal yang merupakan kau adalah Murid Ketiga dari Hong Xi Ning." Ia menyerahkan Plat Giok itu.
Mo Lian mendongak, menerima Plat Giok itu dengan kedua tangannya, kemudian kembali menunduk seraya menangkupkan kedua tangannya. "Terimakasih, Master."
"Sama-sama. Ayo, aku akan membawamu pulang dan membantumu untuk memulihkan kekuatanmu." Hong Xi Ning menjentikkan jarinya, membuat pelindung energi spiritual yang menyelimuti tubuh Mo Lian.
Mo Lian berdiri. "Baik, Master." Ia kembali menangkupkan kedua tangannya.
Keduanya pergi melesat ke Bumi yang berjarak ratusan ribu mil dari mereka, dan hanya membutuhkan hitungan detik untuk sampai.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1