Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 85 : Dunia Hitam Kembali Bergerak


__ADS_3

Ketika Mo Lian mengeluarkan pedang di tangannya, mata pria tua itu memancarkan mata yang menjelaskan akan keserakahan dan nafsu yang membunuh keluar darinya. Pria tua itu menyeringai lebar, terlebih lagi saat mengetahui dari mana Mo Lian mengeluarkan pedang itu. "Aku tidak menyangka kau akan mempunyai Cincin Ruang! Serahkan padaku, maka kau hanya akan ku buat cacat dan tidak bisa lagi berkultivasi!"


Mo Lian menaikkan sebelah alisnya. "Aku sudah sering mendengar kata itu, dan mereka yang mengatakan itu pasti mati, kalau aku tidak salah, orang-orang itu berasal dari Organisasi Dunia Hitam,"ucapnya sembari memainkan pedangnya.


Pria tua itu tersentak, ia menatap tajam Mo Lian. "Jadi begitu, kau adalah orang yang membunuh mereka bertiga."


"Bertiga?" Mo Lian memiringkan kepalanya. Ia memejamkan matanya mengingat tiga orang yang dimaksud oleh pria tua di depan matanya, beberapa detik kemudian ia sudah menyadari. "Jadi, kau adalah anggota dari Organisasi Dunia Hitam? Aku tidak menyangka akan bertemu salah seorang dari mereka di Kota Beijing."


Bukannya takut saat jati dirinya diketahui, pria tua itu malah menyeringai lebar dan tertawa terbahak-bahak. "Hahaha! Lalu mengapa jika kau mengetahuinya? Bagaimanapun juga kau akan mati malam ini! Sehingga identitas ku sebagai salah satu Penatua di Organisasi Dunia Hitam tidak akan diketahui!"


Pria tua itu mengangkat tangan kanannya yang terbuka, kemudian mengayunkannya ke arah Mo Lian untuk memberikan aba-aba.


Seketika itu juga, puluhan orang yang mengenakan pakaian hitam menarik pedang dari sarungnya yang terletak di punggung mereka, dan kemudian menerjang Mo Lian dengan kecepatan di atas rata-rata pembudidaya ditingkat Wu-Zong.


Mo Lian yang melihat itu hanya terdiam tak bergeming dari tempat berdiri. Namun saat pedang-pedang yang diarahkan padanya hampir mengenai pakaiannya, secara tiba-tiba ia menunduk dan kemudian berputar sembari mengayunkan pedangnya menebas orang terdekatnya.


Gerakan Mo Lian ini sangat cepat, bagaimanapun ia adalah seorang Kultivator Inti Perak yang setara dengan Inti Emas tahap Akhir. Ditambah dengan pedang di tangannya, meski hanya setengah kekuatan, itu sudah cukup untuk membunuh Ranah Alam dan Manusia tahap Awal.


Ketika Mo Lian kembali ke posisi awalnya, tiba-tiba belasan orang yang berada paling dekat dengannya terdiam. Perlahan, satu persatu dari anggota tubuh mereka terlepas hingga kepalanya. Bahkan ada yang sudah terbunuh namun masih bisa berucap untuk beberapa kata.


Pedang di tangan Mo Lian bergetar dan sedikit memancarkan cahaya berwarna merah gelap. Ketajaman pedang juga semakin meningkat, retakan-retakan di mata pedang mulai kembali normal seperti pedang ini baru saja dibuat, hanya saja memiliki desain setengah pedang.


Pria tua itu sedikit terkejut dengan mata terbuka lebar, namun detik berikutnya raut wajahnya berbeda jauh, ia menyeringai lebar menatap pedang di tangan Mo Lian. "Seperti yang ku duga, pedang itu memiliki kekuatan yang besar. Ini bukan berasal dari kekuatanmu, tapi karena pedang di tanganmu."


"Oh?" Mo Lian menaikkan sebelah alisnya dengan tangan yang terus bergerak menebas puluhan orang yang menyerangnya.


Pria tua yang diabaikan Mo Lian itu mengerutkan keningnya dengan kedua tangan yang terkepal. Ia menarik tangan kanannya ke belakang punggungnya dan kemudian mengayunkannya keras di udara kosong di depannya. Seketika itu juga udara bertekanan tinggi melesat tajam mengarah pada Mo Lian.


Boom!

__ADS_1


Udara bertekanan tinggi itu membunuh beberapa orang yang mengenakan pakaian berwarna hitam, kemudian terus melesat tajam ke arah Mo Lian.


Melihat itu, Mo Lian sedikit tersentak saat pria tua yang tidak membedakan entah lawan maupun kawan. Tapi itu bukan masalah baginya, lagipula ia ingin cepat-cepat kembali ke hotel, sehingga ia akan berterimakasih pada pria tua jika membantunya membunuh puluhan orang berpakaian hitam.


Mo Lian mundur beberapa langkah sembari mengarahkan tangan kirinya dengan telapak tangan yang terbuka ke arah serangan. Seketika di depannya terbentuk pelindung berlapis-lapis yang terbuat dari energi spiritual.


Bang!


Dentuman keras terdengar ketika serangan dari pria tua pada tingkat Wu-Sheng, atau Ranah Inti Perak tahap Awal.


Meski mereka bertarung di tempat yang sepi dan tanpa adanya kamera pengawas. Tapi tentunya karena dentuman yang dihasilkan dan embusan angin kencang ini akan menarik perhatian orang di sekitar.


"Sial!" Mo Lian mengumpat kesal. Bukan karena serangan yang diterima, tapi karena ia mendengar beberapa langkah kaki yang bukan berasal dari seorang Pejuang. Itu adalah orang-orang sekitar yang penasaran akan suara ledakan.


Tanpa berlama-lama lagi, Mo Lian berbalik dan terus berlari menuju kedalaman hutan agar tidak menarik perhatian. Walaupun ia sudah menembus Ranah Inti Perak, tapi ia tetap harus waspada, ia tidak ingin indentitasnya terbongkar, yang mana mungkin saja malah membuat keluarganya dalam bahaya.


Jadi untuk saat ini, Mo Lian akan terus menjaga identitasnya sampai Organisasi Dunia Hitam hancur sepenuhnya, atau paling tidak saat Sekte Dongfangzhi telah terbangun dan orang-orang yang berasal dari desa kaki Gunung Kunlun sudah dibawanya. Dengan begitu ia tidak terlalu khawatir lagi dengan keselamatan keluarganya, bagaimanapun ia memiliki 10 Kultivator Ranah Inti Perak yang menjaga kediamannya.


Orang-orang yang sebelumnya berjumlah sembilan puluhan, kini menjadi tujuh puluhan itu menganggukkan kepalanya dan mulai mengejar Mo Lian.


Belasan menit kemudian, Mo Lian sudah berada di hutan dengan pepohonan yang rimbun, di depannya terdapat sebuah jurang yang sangat dalam.


"Hahaha! Anak muda! Kau tidak bisa kabur kali ini!"


Mo Lian tersenyum, ia berbalik menatap pria tua Ranah Inti Perak dan puluhan orang Fase Mendalam. Jika sebelumnya ia menahan kekuatannya dan hanya menggunakan lima persen, sekarang ia bisa mengeluarkan kekuatannya paling tidak untuk 30% dari kultivasinya yang sekarang.


Pria tua mengerutkan keningnya saat melihat senyuman itu. "Apakah kau menjadi gila karena tidak memiliki jalan untuk kabur?!"


"Kabur?" Mo Lian menaikkan sebelah aslinya. Ia menghela napas panjang, dan dengan sedikit gerakan, ia menghilang di udara kosong di hadapan pandangan semua orang.

__ADS_1


Ketika Mo Lian kembali muncul, ia sudah berada di barisan belakang dari orang-orang berpakaian hitam yang ia sendiri tidak tahu gender mereka. Ia mengayunkan pedang patahnya secara horizontal mengarah pada puluhan orang itu.


Wush!


Siluet bulan sabit berwarna merah darah keluar dari pedang patahnya. Siluet yang mengeluarkan aura kematian yang sangat padat itu melesat tajam pada puluhan orang, membuat tubuh mereka semua bergetar ketakutan dan membeku tidak bisa bergerak dari tempatnya berdiri.


"Baji****! Pria tua mengumpat kesal saat melihat siluet itu. Dengan cepat ia merogoh kantung bajunya mengeluarkan plat giok berwarna hijau. "Aktif!"


Seketika di depan pria tua muncul pelindung berlapis-lapis berwarna merah pekat. Ketika serangan dan pelindung saling bertemu, dentuman keras kembali terdengar menggema ke seluruh penjuru hutan, membuat burung-burung beterbangan dari pepohonan.


"Skakmat!"


Terdengar suara dingin dari belakang pria tua. Pria tua menolehkan kepalanya, terlihat Mo Lian telah berdiri di belakangnya entah dari kapan. "Sia—" Belum sempat ia menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba ia merasakan rasa sakit yang menembus perutnya.


Terlihat darah merah merembes keluar dari sela-sela kulit dan pedang.


"Baji ... ngan! Organisasi ... Dunia ... Hitam tidak akan ... melepaskan— Arrggg!"


Mo Lian mencengkeram kepala pria tua untuk mencari informasi mengenai Organisasi Dunia Hitam. Beberapa menit kemudian, ia membuka matanya perlahan dan kemudian menghela napas berat. "Apa sebenarnya Organisasi Dunia Hitam ini. Aku tidak bisa mencari tahu tentangnya," ucapnya menebas kepala pria tua.


"Tapi yang pasti, mereka memiliki harta yang sangat berlimpah. Bagaimana tidak, mereka memiliki artefak yang bisa menahan serangan pedangku." Mo Lian menatap tajam pria tua di bawah kakinya.


Mo Lian kembali menghela napas panjang, ia membakar semua mayat-mayat yang berada di depannya, kemudian kembali menuju pusat Kota Beijing melalui jalan-jalan kecil.


Meski ia tidak mendapatkan informasi mengenai markas Dunia Hitam, tapi ada salah satu informasi penting. Dalam beberapa minggu lagi, seluruh Organisasi Dunia Hitam akan bergerak menuju perairan yang memisahkan antara Daratan Huaxia dengan Taiwan.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


Likenya sedikit 😶


__ADS_2