
Mo Lian dan lainnya kembali ke Kota Chengdu, termasuk Keluarga Yun. Itu karena keluarga mereka ingin bergabung dengan Sekte Dongfangzhi yang akan dibangun Mo Lian beberapa saat lagi.
Ia berencana membangun Sekte Dongfangzhi di belakang Mansion Bai Long. Lebih tepatnya di lembah yang terdapat Vena Naga, tapi jika ia mendapatkan tempat yang lebih baik, tentunya pembangunan sekte akan berpindah tempat.
Pasukan Taring Naga dan Aliansi Beladiri Huaxia serta sekte tersembunyi lainnya juga sudah memberikan kompensasi. Banyak sekali herbal-herbal yang bisa dibilang langka untuk ukuran Bumi, dan yang lebih membuatnya senang adalah salah satu dari kompensasi yang didapatnya, terdapat sebuah Liontin Giok yang kaya akan energi spiritual. Namun bagi orang-orang, itu hanyalah liontin biasa yang tidak berharga sama sekali.
Mo Lian sendiri yakin jika ia memiliki tiga sampai lima dari liontin itu, ia akan bisa menembus Ranah Inti Perak.
Ketika Mo Lian sudah sampai di Mansion Bai Long. Ia langsung duduk di kursi yang berada di ruang keluarga, di depannya sudah disiapkan meja panjang yang berisikan bahan-bahan untuk acara bergabungnya Keluarga Yun ke Sekte Dongfangzhi.
Tidak seperti Keluarga Qin yang tiga anggota keluarganya bersumpah menjadi murid. Keluarga Yun hanya dua orang, yaitu Yun Hengtian dan Yun Ning.
Mo Lian sendiri tidak mempermasalahkannya jika hanya dua orang, bahkan ia lebih senang karena ia hanya perlu melatih lima orang saja. Dan jika ditambah dengan Ibu dan Adiknya, maka menjadi tujuh orang.
Untuk Keluarga Qin dan Yun lainnya juga bisa berlatih di Sekte Dongfangzhi, hanya saja ia tidak memberikan Teknik Budidaya khusus. Melainkan meletakkan beberapa Teknik Budidaya acak, dan membiarkan mereka sendiri yang memilihnya.
Tentu saja perbedaannya sangat besar antara memilih sendiri dan dipilihkan oleh Mo Lian. Mo Lian yang merupakan Dewa Semesta, sangat mudah baginya untuk mencarikan Teknik Budidaya yang cocok bagi orang yang ingin berlatih.
Ketika sudah memberikan sumpah dan mengetahui aturan-aturan apa saja yang ada di Sekte Dongfangzhi. Mo Lian membawa semua orang ke halaman belakang untuk menyuling kembali Pil Pembersih Tubuh, dan diberikannya pada anggota inti Keluarga Yun.
Tidak hanya Pil Pembersih Tubuh, ia juga menyuling beberapa pil lainnya, yang mana memiliki efek untuk mempercepat proses penyerapan energi spiritual bagi semua orang. Sehingga mereka semua bisa dengan cepat menembus tingkatan kultivasi yang lebih tinggi.
Sesaat setelah Keluarga Yun sudah melihat keefektifan Pil Pembersih Tubuh, mereka berpikiran jika tidak ada ruginya untuk berinvestasi pada Mo Lian sebanyak 200.000.000 Yuan. Bahkan mereka beranggapan jika uang itu masih terlalu sedikit jika dibandingkan dengan keuntungan kedepannya.
Mereka semua kembali berjalan menuju ruang keluarga. Mereka membahas tentang perencanaan pembukaan perusahaan.
Mo Lian menatap orang-orang yang duduk di seberangnya maupun di kursi samping kanannya. "Mengingat Keluarga Qin sangat mudah mendapatkan herbal, aku ingin kalian mengakomodasi kebutuhan untuk pengolahan pil nantinya. Untuk Keluarga Yun, karena keluarga kalian memiliki bisnis media dan Yun Ning merupakan seorang Bintang Huaxia. Aku ingin kalian memasarkan produk kecantikan yang akan dijual ..."
"Tapi, sebelum kita memasarkannya secara luas. Kita akan melelangnya terlebih dahulu di Paviliun Baozang, saat di pelelangan kita hanya melelang satu. Namun memiliki efek yang lebih baik dari produk-produk yang akan dijual nantinya." Mo Lian melanjutkan perkataannya seraya melihat secarik kertas di tangannya.
__ADS_1
Mo Lian mendongakkan kepalanya. "Apakah ada yang ingin ditanyakan?"
Qin Nian mengangkat tangan kanannya. "Apakah saya harus mencarikan seorang dokter kecantikan?" tanyanya dengan nada sedikit tinggi.
Mo Lian terdiam sejenak dengan kepala tertunduk. Sebenarnya ia tidak membutuhkan seorang dokter, karena di dunia ini. Tidak! Di Alam Semesta ini tidak ada yang lebih hebat darinya, tapi di Bumi ini berbeda, jika ingin membuat perusahaan kecantikan, maka harus memiliki seorang dokter atau ahli yang memiliki sertifikat.
"Apakah kau memiliki saran?" tanya Mo Lian menatap wajah Qin Nian.
Qin Nian menganggukkan kepalanya. "Saya memiliki teman yang memiliki nilai akademik yang tinggi, dia juga sangat ahli di bidang ini. Kebetulan Master pernah bertemu dengannya, dia adalah Zhing Xumei," jawabnya dengan wajah sedikit memerah karena ditatap Mo Lian.
Zhing Xumei? Mo Lian merasa tidak asing, dan Qin Nian mengatakan jika Mo Lian pernah bertemu dengannya.
Ia menundukkan kepalanya kembali dengan tangan mengusap dagu, ia mengingat-ingat apakah pernah bertemu dengan orang yang bernama Zhing Xumei. Ketika ia sudah mengingatnya, bibir Mo Lian berkedut-kedut, ia tak berharap jika wanita cerewet yang pergi bersama Qin Nian ke Jalan Jinli merupakan seorang ahli.
"Baiklah. Besok kau bawa dia kemari."
Mereka kembali melanjutkan pembicaraan, dan sudah dipastikan jika Keluarga Qin dan Yun memegang saham sebanyak 20%. Dan untuk Mo Lian, ia memegang 60% saham. Cukup banyak untuk pemuda seusianya.
Setelah mereka mencapai keputusan akhir, Keluarga Qin dan Yun kembali ke kediaman masing-masing. Keluarga Yun sendiri tidak langsung kembali ke Kota Xi'an, melainkan tinggal di mansion mereka yang berada di Real Estate lain.
Saat kedua keluarga sudah pulang, Mo Lian membantu Ibunya menyiapkan makanan, dan memakannya bersama kemudian beristirahat.
***
Keesokan Paginya
Mo Lian terbangun dari tidurnya saat mendengar suara alarm. Ia membuka matanya perlahan menatap langit-langit ruangan, dengan kedua tangan menyentuh kasur, ia menopang badannya untuk duduk bersandar di sandaran tempat tidur.
Hari ini, tanggal 8 April 2020. Hari keenam libur sekolahnya, dan besok adalah hari terakhir. Dan untuk lusa, ia sudah harus menjalani ujian kelulusan sekolah.
__ADS_1
Mo Lian beranjak dari tempat tidurnya, ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Kemudian turun ke lantai dasar untuk menyantap sarapan pagi yang telah disiapkan oleh Ibunya.
Hari ini ia berencana untuk memanfaatkan semua bahan yang diberikan oleh Pasukan Taring Naga dan Aliansi Beladiri Huaxia.
Dengan energi spiritualnya, ia mengangkat beberapa kotak kayu yang disimpannya ke halaman depan dan halaman belakang. Ia mengeluarkan Batu Giok Hijau Alam. Dinamakan Hijau Alam karena Batu Giok ini memiliki esensi kehidupan, Batu Giok ini dapat digunakan sebagai jimat perlindungan, dan yang lebih penting dapat digunakan untuk membuat Array Pelindung.
Ia meletakkan Batu Giok Hijau Alam di keempat sisi dari Mansion Bai Long. Batu Giok itu sendiri sudah diukir dengan beberapa pola menggunakan energi spiritual yang dialirkannya di ujung jari.
Mo Lian terbang melayang di atas Mansion Bai Long. Ia membuat segel tangan dengan kecepatan yang dapat terlihat oleh mata, kemudian diakhiri dengan telapak tangan kiri diperlihatkan kearah atas. Dan tangan kanan berada di atas telapak tangan kiri. Jari kelingking dan manis ditekuk, dan dijepit menggunakan ibu jari. Lalu jari telunjuk dan tengah mengarah ke atas langit.
"Array Pelindung. Pertahanan Multak!"
Batu Giok Hijau Alam bergetar hebat dan mulai memancarkan cahaya hijau terang. Cahaya hijau itu melonjak beberapa puluh meter ke udara, menembus udara seperti pisau tajam. Kemudian empat pilar cahaya hijau itu saling bersatu membentuk dinding yang melindungi empat sisi dan juga atas, seperti kubus yang melindungi isinya.
Perlahan, pelindung hijau berbentuk kotak itu berubah bentuk. Kini bentuknya sudah menjadi setengah bola, atau bisa dibilang seperti cawan.
Mo Lian mendarat di halaman depan setelah ia menyelesaikan memasang array. "Meski dikatakan sebagai Pertahanan Mutlak. Tapi karena kepadatan energi yang sangat tipis, ditambah bahan-bahan yang kurang, yaitu Batu Spiritual. Maka Array Pelindung ini hanya dapat menahan serangan sampai Ranah Inti Perak tahap Akhir," gumamnya seraya merapikan bahan-bahan yang berantakan di atas rumput.
"Tapi setidaknya ini cukup untuk menahan serangan rudal maupun nuklir ..."
"Seandainya aku memiliki bahan lainnya, mungkin saja aku bisa menambahkan array lainnya. Seperti jika ada musuh menyerang, maka array akan memantulkan serangan dan membalas serangan dari penyerang."
Mo Lian mencengkeram pinggangnya, ia menghela napas panjang. Ia berbalik memasuki kediamannya kembali. "Selanjutnya mencari pelayan yang bisa mengurus rumah."
...
***
*Bersambung...
__ADS_1