Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 451 : Mendapatkan Tanda Masuk


__ADS_3

—Bintang Xiang, Wilayah Barat—


Jika sebelumnya dia bertindak sederhana sebagai manusia biasa tanpa kekuatan, di sini, dia melepaskan kekuatannya sampai Dewa Bumi tahap Menengah untuk mendapatkan pijakan langsung. Adapun mengapa tidak mengungkapkan seluruh kekuatan, dia memiliki alasan tersendiri.


Alasan mengapa Mo Lian tidak rendah hati menjadi manusia biasa, itu karena di sini ada tempat rahasia yang akan terbuka setiap 100 tahun sekali, dan kebetulan hanya tinggal menghitung hari lagi sebelum terbuka.


Jika dia tidak mengungkapkan kekuatan, dia tidak memiliki kualifikasi untuk masuk. Hanya Dewa Hitam ke atas yang diperbolehkan, dan ada kekuatan yang mengatur siapa saja yang boleh masuk. Karena itu, Mo Lian memperlihatkan kekuatan, dengan maksud agar ada yang membawanya.


Mengapa dia tidak memaksa masuk seperti biasa, itu karena tempat rahasia ini memiliki pengaturannya sendiri, dan hanya pemegang tanda yang bisa masuk dengan mudah tanpa kendala. Bahkan meski Mo Lian memiliki kepercayaan diri, dia tidak bodoh untuk mencobanya.


Namun meski sudah mengungkapkan kekuatan dengan maksud untuk mendapatkan tanda dari organisasi kekuatan di Bintang Jiang, tapi sampai saat ini masih belum ada yang mendatanginya untuk bekerja sama.


Entah karena slot sudah habis atau memang tidak ada yang ingin bekerja sama dengannya yang merupakan orang asing, yang mana baru datang selama satu hari satu malam di Bintang Xiang.


Tapi dia meyakini yang kedua.


...


Mo Lian duduk bersantai di kursi goyang di bawah pohon rindang, di halaman depan rumah yang baru dibeli. Dia menunggu kekuatan utama di Bintang Jiang yang mendatangi. "Apakah memang tidak ada yang ingin bekerja sama denganku? Aku kuat, tampan, mempesona, penuh kewibawaan."


"Nan Ren." Hong Xi Ning datang di samping, meletakkan cangkir berisikan teh. "Ning'er tahu Nan Ren tampan, mempesona dan lain sebagainya, tapi jangan terlalu percaya diri seperti itu. Jujur, itu menjijikkan."


Mo Lian tertegun seraya mencengkeram erat dadanya, merasakan sakit di hatinya saat mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Hong Xi Ning. "Sayang, itu menyakitkan. Ning'er harus menciumku agar rasa sakit ini menghilang."


Hong Xi Ning tersenyum hangat, dia melingkarkan tangannya di leher Mo Lian dan mengecup pipinya. "Sudah?"


"Sebelahnya?" Mo Lian menoleh, menunjukkan pipinya yang lain.


Hong Xi Ning mengecupnya lagi dan tersenyum hangat. "Di mana lagi?"


Mo Lian membuka mulutnya ingin mengatakannya, tapi tiba-tiba mendorong Hong Xi Ning perlahan dan meminta maaf. "Kita lanjutkan nanti malam, ada tamu yang datang."


Hong Xi Ning awalnya kesal, tapi mengangguk kecil saat mengetahui memang ada yang mau datang ke sini. Segera, dia berdiri di belakang Mo Lian, menunggu tamu yang datang sebentar lagi.

__ADS_1


"Langsung masuk saja, pintunya tidak dikunci."


Setelah mengatakan itu, pintu kembar yang terbuat dari kayu terbuka perlahan dengan suara kayu berderak.


Lelaki tua berjanggut panjang, terlihat masih segar melangkah masuk. Di sampingnya ada gadis yang berusia sekitar awal dua puluhan, memakai hanfu kuning keemasan dan memakai jubah tipis kain sifon berwarna merah muda.


Gadis itu memiliki rambut hitam berkilau di bawah sinar matahari, ada dua benjolan di atas kepalanya yang merupakan gaya rambutnya. Bibirnya kecil seperti ceri muda, alisnya tebal membawa keindahan, mata hitamnya dalam, kulitnya halus seperti giok.


"Silakan duduk." Mo Lian langsung mempersilakan dua orang di depannya untuk duduk sebelum mereka memberi salam.


"Terima kasih." Lelaki tua itu menangkupkan kedua tangannya dan duduk di seberang.


"Ada urusan apa kalian berdua kemari?" Mo Lian sudah bisa menebaknya, tapi tidak ada salahnya untuk berbasa-basi.


Gadis itu mengerutkan keningnya, dia berdiri dan hendak membanting meja, tapi langsung dihentikan oleh pria tua. Dia mendengus dingin, tidak puas dengan sikap Mo Lian. Tidak pernah ada yang memperlakukan mereka seperti ini, tapi lihat, pemuda di depannya sangat sombong.


"Aku Jiang Chen, ini adalah muridku, Xiao Shuyu. Kami ke sini untuk meminta Anda memasuki Dunia Rahasia bersama kami."


Mo Lian tetap tenang meski di dalamnya merasa lega karena akhirnya ada yang membawanya, tapi dia tetap bersikap biasa-biasa saja dan melihat Xiao Shuyu. "Alam dan Manusia, apakah Anda serius? Bukankah yang terendah di atas Dewa Hitam?"


Xiao Shuyu ingin berdiri dan membanting kedua tangannya di atas meja, tapi sebelum itu, tubuhnya gemetar dan mulai merasakan dingin di punggungnya. Dia menatap Mo Lian penuh tanda tanya, lalu memandang Jiang Chen.


"Orang di depanmu adalah Dewa Bumi tahap Menengah. Jika kau bersikap gegabah, Guru tidak bisa melindungimu."


Mendengar itu, Xiao Shuyu kembali duduk dan menundukkan kepalanya, dia tidak lagi percaya diri. Akhirnya dia tahu mengapa Jiang Chen membawanya kemari, itu karena orang di depannya adalah kunci untuk memasuki Dunia Rahasia.


Jiang Chen menghela napas lega melihat Xiao Shuyu yang tenang, tapi dia juga tidak berdaya saat melihat Xiao Shuyu yang seperti ini. Dia mendongak, menatap Mo Lian dan menjawab, "Itulah yang disarankan, tapi bahkan setiap Dunia Rahasia dibuka, akan ada yang membawa Alam dan Manusia bahkan Inti Emas. Semakin rendah ranah yang dicapai, semakin besar keuntungan yang diperoleh."


Mo Lian mengangguk kecil. "Tapi jika hanya itu, kalian bisa menyewa orang lain untuk menjaga dia, tidak perlu mengajak kami. Sekarang, apa tujuan kalian sebenarnya?"


Jiang Chen terdiam sejenak sebelum menjawab, "Sekte Pedang Mawar kami adalah kekuatan terendah di Bintang Xiang. Kami harap dengan adanya Anda dan membawa kemuliaan bagi kami, sehingga setelah keluar dari Dunia Rahasia, sekte kami bisa bangkit dan memiliki banyak murid."


"Mengapa aku? Aku hanya Dewa Bumi tahap Menengah, mengapa tidak meminta Dewa Surga atau yang lain?" Mo Lian awalnya ingin menerimanya langsung, tapi menurutnya itu terlalu cepat dan membuatnya terlihat rendah.

__ADS_1


Jiang Chen menghela napas mengungkapkan ketidakberdayaan. "Kami tidak memiliki kekayaan yang cukup untuk mempekerjakan mereka. Kalaupun punya, Dewa Surga adalah kekuatan terkuat, mana mungkin mereka ingin bekerja dengan Sekte Pedang Mawar kami."


Mo Lian bisa memahaminya. "Kalau begitu, bagaimana kalian akan membayarku?"


Jiang Chen merenung sejenak, dia melihat Mo Lian dari atas ke bawah berulang kami, serta melihat Hong Xi Ning. Dia mendapati bahwa pakaian dua orang di depannya termasuk Artefak Surga, jadi tidak mungkin dia menawarkan kekayaan.


Dia ingin menyerah dan pulang karena sudah pasti diskusi ini tidak akan berhasil, karena dia tidak memiliki barang yang ditawarkan. Tapi tiba-tiba, dia ingat ada yang mengatakan bahwa ada Profound Ark asing di luar, dan sepertinya sedang mencari tahu tentang Dewa Pembebasan Kehidupan.


"Aku bisa memberi tahu informasi tentang Dewa Pembebasan Kehidupan." Jiang Chen tidak yakin apakah ini akan berhasil, dan tidak yakin apakah orang-orang di depannya adalah mereka yang membawa Profound Ark. Tapi, tidak ada salahnya mencoba.


Mo Lian merenung sejenak, dia menoleh melihat Hong Xi Ning dan setelah mendapat tanda, dia menatap Jiang Chen dan menganggukkan kepalanya. "Baik, kami akan bergabung dengan kalian. Tapi, maksud dari kemuliaan? Apakah ada ranking saat memasuki Dunia Rahasia?"


Jiang Chen menghela napas lega dan sangat senang, kemudian dia menjelaskan, "Dunia Rahasia terbuka selama tujuh hari, setelah keluar dari Dunia Rahasia, di langit akan ada layar besar dengan daftar kelompok yang menjelaskan tentang apa-apa saja yang ditemukan oleh kelompok itu di dalam Dunia Rahasia. Yang diungkapkan tidak dalam jenis barang, tapi poin, poin itu tergantung pada seberapa langka barang yang diambil dari dalam."


Mo Lian mengangguk paham, tapi masih tidak mengerti bagaimana mekanisme tentang sistem daftar Dunia Rahasia. Tapi dia tidak peduli dengan hal itu, dia hanya peduli dengan Dunia Rahasia.


Jiang Chen merogoh lengan bajunya, lalu mengeluarkan logam emas dengan ukiran aneh di permukaannya. Dia memiliki dua tanda, dan menyerahkan salah satunya pada Mo Lian. "Koordinat Dunia Rahasia sudah tercatat di dalamnya dan akan terbuka tiga hari lagi. Dengan tanda ini, Anda bisa membawa tiga sampai lima orang bersama."


Mo Lian mengambilnya dan mengalirkan energinya. Dari sudut pandangnya, dia melihat aliran garis emas yang menuntunnya ke tempat di mana Dunia Rahasia berada. Dari sini, dia bisa melihat sudah banyak yang berkumpul di sekitarnya, membangun kamp sesuai kelompok masing-masing.


Seperti yang dikatakan Jiang Chen sebelumnya, tidak hanya Alam dan Manusia yang datang, Inti Emas yang seperti debu juga turut hadir untuk mencari peruntungan.


Jiang Chen tersenyum. Dia berdiri dan menangkupkan kedua tangannya saat sedikit membungkuk. "Kalau begitu, kami pergi dulu."


Mo Lian berdiri, membalas salam Jiang Chen, lalu mengantarnya keluar.


Setelah Jiang Chen dan Xiao Shuyu pergi, Mo Lian mengamati tanda di tangannya, dia bisa merasakan aliran energi kuat yang terkandung di dalamnya. Dari sini, dia tahu bahwa tanda ini tidak bisa disalin, dan Dunia Rahasia itu mungkin peninggalan orang kuat. Sebelum kematiannya, memadatkan energi di tubuhnya dan membentuk tanda.


Alasan mengapa orang itu membangun Dunia Rahasia, Mo Lian bisa menebaknya, karena ini sudah hal biasa. Kultivator kuat yang berada diambang kematian, tapi tidak ingin mati dan akhirnya memilih menggunakan metode tertentu, menipu dengan dalih mewariskan teknik, tapi sebenarnya mengambil alih tubuh orang yang mendapat warisan.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2