Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 274 : Dimensi Ruang di Kota Hans


__ADS_3

Lautan manusia tercipta di pusat Kota Hans, mereka semua bersiap-siap untuk memasuki Dimensi Ruang yang sebentar lagi akan terbuka, dan pada saat itu akan terjadi pembunuhan yang tidak sedikit, entah direncanakan atau tidak.


Kelompok Mo Lian menunggu di dalam ruangan dengan santai, dan saat Dimensi Ruang terbuka nanti, ia akan membawanya masuk dalam sekejap tanpa harus mengantre.


Mo Lian juga merasa ada sesuatu yang salah dengan Hong Xi Ning di saat ia berada di Kota Hans ini. Tapi bukan sesuatu yang berbahaya, hanya saja tetap membuatnya khawatir. Ia ingin pergi melihatnya, namun tidak dengan klon.


Akhirnya Mo Lian memutuskan untuk mengunjungi Hong Xi Ning saat sudah selesai di Kota Hans.


"Kakak, semua orang sudah berada di luar." Mo Fefei terlihat khawatir seraya melihat keluar melalui jendela. "Bagaimana jika kita tidak bisa masuk?"


Mo Lian yang masih bersantai menyantap cup mie instan itu mendongak melihat punggung Mo Fefei. "Santai saja, Dimensi Ruang akan terbuka selama satu jam, sebelum akhirnya tertutup. Untuk bisa keluar dari sana, kita harus menunggu satu minggu, barulah bisa keluar ..."


Mo Fefei menoleh ke belakang menatap Mo Lian. "Jika kita tidak keluar dari sana dalam waktu satu minggu?"


Mo Lian terdiam untuk beberapa saat, sebelum akhirnya menjawab, "Kita akan terkurung di sana selama seratus tahun ..."


"Tenang saja, aku bisa menghancurkan Dimensi Ruang itu." Mo Lian menambahkan saat melihat Mo Fefei yang panik.


"Baiklah kalau Kakak bilang begitu." Mo Fefei berjalan menghampiri Mo Lian yang duduk di sofa, dan duduk bersebelahan untuk menyantap sarapan pagi.


Mo Lian mengangkat tangan kanannya dan membelai rambut rambut yang menghalangi mata kiri Mo Fefei. "Rapikan rambutmu, jangan sampai matamu sakit."


Mo Fefei hanya diam tanpa menjawab dsn menganggukkan kepalanya.


Puluhan menit kemudian, mulai terasa aliran energi spiritual di langit Kota Hans yang berkumpul sangat kuat, sampai menciptakan angin yang bertiup cukup kencang dan ada suara retakan keras.


Hingga tak lama setelah fluktuasi energi spiritual yang berkumpul di langit, tiba-tiba pusaran cahaya berwarna biru terlihat dan membesar secara perlahan.


Mo Lian yang sudah menunggu hal ini langsung mengaliri energi spiritualnya pada Mo Fefei dan 4 Dewi Kecantikan. Dengan Mata Langit yang mampu melihat apa pun, Mo Lian berpindah tepat di depan pusaran cahaya, mendahului perwakilan Kota Hans yang ingin masuk.


Kemunculan Mo Lian yang tiba-tiba ini menimbulkan kebisingan suara manusia yang terlihat heran dan marah secara bersamaan. Karena ada yang berani-beraninya mendahului perwakilan Kota Hans atau 8 Organisasi Utama yang tersisa, mengecualikan Sekte Zhongjian.


Tanpa berpikir banyak atau ragu-ragu, Mo Lian memasuki pusaran cahaya itu seraya meninggalkan seringai dingin pada semua orang yang berdiri di permukaan tanah.


Kebencian dan amarah memuncak dari semua orang yang melihatnya, terutama 8 Organisasi Utama. Mereka benar-benar berniat akan membunuh Mo Lian apabila bertemu di dalam Dimensi Ruang, tanpa meninggalkan mayat yang utuh.


***

__ADS_1


Dimensi Ruang


Mo Lian datang di tengah-tengah hutan lebat yang cukup gelap karena sinar matahari tidak benar-benar bisa memasuki hutan, mengingat daun yang berdempetan satu sama lain.


Kedatangan kelompok enam orang itu langsung disambut dengan monster harimau dengan corak garis-garis merah, dan ada api yang menyala di ujung ekornya. Kekuatan Harimau Api itu ditingkat Alam dan Manusia tahap Akhir.


Mo Lian hanya melihat Harimau Api itu dengan wajah datar tanpa ekspresi, yang kemudian Harimau Api meledak tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.


Mo Fefei sudah tidak kaget lagi dengan kekuatan yang diperlihatkan Mo Lian, dan ia ingin bisa melakukan hal yang sama seperti Kakaknya, meski akan membutuhkan waktu yang sangat lama.


Mo Lian menutup matanya setelah membunuh Harimau Api, mengaktifkan Mata Langit untuk mencari tahu di mana Pohon Persik itu tumbuh, karena di kehidupan sebelumnya ia tidak pernah memasuki Dimensi Ruang di Kota Hans, mengingat kekuatannya saat itu masih Fase Lautan Ilahi.


Mo Lian membuka matanya perlahan dan terlihat ekspresi kecewa di wajahnya. "Tidak ketemu, yang artinya Dimensi Ruang ini memiliki ukuran setidaknya seperempat dari Bintang Utama."


"Bukankah itu terlalu besar." Qin Nian juga tidak berharap akan ada Dimensi Ruang yang sangat luas, meski sebelumnya ia tidak pernah mengunjungi Dimensi Ruang.


Mo Lian tersenyum tipis dan mengangkat tangannya dengan jari telunjuk dan tengah mengarah ke langit. Tiba-tiba, pepohonan di sekitarnya mulai bergerak, angin mulai bertiup kencang dan ada getaran di tanah.


Jika Mata Langit tidak mampu menangkap Pohon Persik, maka gunakan metode lain dengan memanfaatkan keadaan alam untuk mengetahui di mana letaknya.


"Aku sudah mendapatkannya, sepuluh juta mil ke arah tenggara."


"Kakak, apakah semua orang turun di tempat yang sama?" tanya Mo Fefei yang menarik lengan baju Mo Lian.


"Tidak ..." Mo Lian menggelengkan kepalanya, kemudian menoleh dan mengusap lembut puncak kepala Mo Fefei. "Tapi tidak perlu khawatir, aku bisa membawa kalian semua ke sana dalam waktu singkat."


"Untuk saat ini, aku akan membawa kalian ke tempat yang banyak monster untuk pelatihan kalian."


Mo Lian melompat hendak terbang, namun dihentikan oleh Mo Fefei yang menarik pakaiannya. Ia menoleh ke kanan melihat Adiknya. "Ada apa?"


Mo Fefei membuka kedua tangannya lebar. "Gendong..."


Mo Lian tertegun, kemudian menghela napas dan menuruti kemauan Mo Fefei. "Baiklah." Ia menggendong Mo Fefei dengan kedua tangannya.


Kemudian ia terbang dengan kecepatan normal ke arah yang berlawanan dengan Pohon Persik untuk mencari monster-monster kuat. Tapi akan lebih baik menemui manusia yang bisa dijadikan bahan latihan bertarung.


Semua ini Mo Lian lakukan untuk masa depan yang mana sudah sangat melenceng dari yang pernah ia lalui, sehingga tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Bisa saja akan ada organisasi atau Alam Hanzi yang bergabung dengan Alam Semesta, yang mana membuat kekacauan.

__ADS_1


Jika itu benar-benar terjadi, tentunya ia akan sangat kesulitan untuk menjaga yang lain, di saat ia harus berhadapan dengan Heavenly Immortal, bukan satu atau dua, melainkan belasan.


Karena itu, mulai dari sekarang ia harus membiasakan Adiknya untuk membunuh manusia dan meningkatkan pengalaman bertarungnya.


Mo Lian meninggalkan hutan lebat yang memang ada monster, tapi monster di sini yang kuat hanya sebatas Alam dan Manusia tahap Akhir. Ia ingin mencari yang setidaknya tahap Menengah dari Jiwa Emas, dan membiarkan mereka bekerja sama untuk membunuhnya.


Ketika Mo Lian membawa Mo Fefei dan 4 Dewi Kecantikan untuk pergi. Ia mengirimkan satu klon untuk menjaga Pohon Persik, berjaga-jaga apabila ada yang mengambilnya.


"Kakak..."


Mo Lian menunduk melihat Mo Fefei yang ia bawa. "Ada apa?"


"Tidak ada ..." Mo Fefei menggelengkan kepalanya dan mengeratkan pelukannya tangannya pada leher Mo Lian. "Fefei hanya takut jika tidak bisa keluar dari sini."


Mo Lian mengembuskan napas dan tersenyum ringan melihat Mo Fefei yang takut. "Tidak perlu khawatir, aku akan selalu melindungimu. Lagi pula, aku sudah meninggalkan klon di Kota Zhan, kita bisa berpindah kapan saja. Bahkan, hari ini juga bisa kembali jika Fefei ingin ..."


Bahkan jika tidak ada klon di Kota Zhan, Mo Lian bisa dengan mudah meninggalkan Dimensi Ruang. Menghancurkan Bintang Utama saja bisa ia lakukan, apalagi hanya keluar dari Dimensi Ruang yang sangat sepele.


Kelompok enam orang itu terus terbang untuk waktu beberapa jam, dan tiba di pegunungan batu yang abu-abu yang puncaknya runcing. Tidak ada monster di sini, hanya saja memiliki Esensi dari Element Tanah yang padat.


Mo Lian meninggalkan satu klon, kemudian terus terbang lurus ke depan hingga mencapai hamparan rumput luas, dengan monster berbentuk banteng yang tidur berkelompok di sana.


Banteng ini tidak seperti banteng pada umumnya, karena memiliki kulit keras seperti berlian.


Mo Lian yang mendarat di bukit hijau itu menurunkan Mo Fefei dari kedua tangannya. "Di sana ada Banteng Berlian, bunuh sepuluh dari mereka dalam waktu satu menit ..."


Semuanya tertegun ketika mendengar itu, karena kekuatan Banteng Berlian yang tertinggi adalah Jiwa Emas tahap Menengah, dan yang terkuat di antara Mo Fefei dan 4 Dewi Kecantikan hanyalah Jiwa Emas tahap Awal.


"Jangan banyak mengeluh ..." Mo Lian duduk bersila di permukaan rumput. "Jika dalam bahaya, aku akan membantu."


Semuanya masih diam di tempat untuk menguatkan mental, dan yang maju untuk menyerang pertama adalah Qin Nian, kemudian diikuti oleh Mo Fefei dan seterusnya.


Mo Lian tersenyum tipis, kemudian melirik ke kanan saat merasakan ada yang datang ke sini. Tapi ia mengabaikannya dan kembali fokus pada Mo Fefei.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2