Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Cheat 342 : Mo Lian—Dewa Pedang!


__ADS_3

Tidak terasa sudah satu tahun Mo Lian berada di Dimensi Pertempuran dan sudah berhasil memahami 6 Niat Pedang. Kekuatannya sudah berhasil melangkah ke Dewa Merah tahap Awal, itu adalah kekuatan yang sangat luar biasa baginya, tapi masih dianggap sampah oleh Jia Shenjun.


Mo Lian hanya memiliki dua tahun lagi untuk memahaminya, atau lebih tepatnya sekitar 635 hari. Ia tidak ingin terlalu lama di Dimensi Pertempuran, meski di luar baru terlewat sepertiga hari.


Jia Shenjun yang duduk mengamati kemajuan Mo Lian, menghela napas panjang saat melihat tangannya sendiri dan berkata dengan pelan, "Waktuku tidak banyak, selama lima puluh ribu tahun menunggu sendirian di sini, dan akhirnya ada penerus. Tapi, aku tidak bisa melihat pencapaiannya di masa depan."


Mo Lian sangat fokus dan tidak mendengar gumaman Jia Shenjun. Ia hanya perlu memahami sedikit lagi dan bisa membunuh Dewa Merah tahap Menengah hanya dengan Niat Pedang.


Untuk menerobos Dewa Merah, Mo Lian tidak mendapatkan Kesengsaraan Petir ataupun Teratai Merah. Jia Shenjun mengatakan akan mendapatkan hal itu nanti saat menerobos masuk ke Ranah Dewa Hitam, karena Dewa Merah masih dianggap sebagai Pemula!


Tiba-tiba, angin bertiup kencang dengan aura penindasan yang sangat kuat keluar dari tubuh Mo Lian. Pemakaman Pedang yang berada di pintu masuk Dimensi Pertempuran mulai bergetar seperti menanggapi panggilan, tapi masih belum cukup kuat untuk membangunkan mereka semua.


Bang!


Energi di dalam tubuhnya meledak dan samar-samar ada pedang yang muncul di belakang punggungnya seperti milik Jia Shenjun meski tidak seberapa. Tapi ini termasuk pencapaian yang luar biasa karena butuh satu tahun untuk memanifestasikan energi menjadi pedang, bukan pedang biasa, tapi 7 Niat Pedang!


Mo Lian membuka matanya lagi untuk beberapa saat melihat Tugu Batu, dan tanpa istirahat, ia kembali menutupnya lagi untuk memahami Niat Pedang!


Aura penindasan yang keluar dari tubuh Mo Lian semakin kuat setiap waktunya dan dirasa mampu membunuh Dewa Biasa atau Pemula hanya dengan Niat Pedang. Taotie, yang dianggap sebagai Empat Kejahatan, sekarang tidak perlu terlalu berhati-hati karena ia mampu membunuhnya dengan mudah.


Getaran pada pedang makin menguat dan beberapa mulai tercabut dari tanah; melayang belasan inchi meski belum datang ke arah Mo Lian.


Mo Lian sangat fokus pada kultivasinya dan waktu terus berjalan dengan cepat hingga tak terasa, hampir tiga tahun ia berada di Dimensi Pertempuran.


Bilah pedang di belakang punggungnya kian menebal dengan aura penindasan dan membunuh yang tak terbayangkan, memborbardir sekitar sampai menghancurkan tanah dalam radius beberapa ribu mil.


Bang!


Mo Lian membuka matanya secara tiba-tiba dan samar-samar ada bilah pedang kecil di matanya. Matanya mengeluarkan niat membunuh dan siapa saja yang melihatnya, akan merasakan jiwa mereka terpotong.


Bilah pedang di belakang punggungnya sudah bercahaya biru dan membentuk lingkaran seperti Cincin Dewa. Ada sembilan pedang dan masing-masing dari mereka melambangkan satu gerakan dengan Niat Pedang.


Mo Lian melihat Tugu Batu di depannya, kemudian sedikit menoleh ke kanan dan menatapnya tajam.


Whooooosh! Booom!


Tiba-tiba ada energi tak kasat mata yang melesat tajam dari arah Mo Lian, kemudian terjadi ledakan keras dengan getaran kuat. Asap mengepul menutupi sumber ledakan, dan saat asap itu menghilang, sudah ada jurang dalam yang tidak tahu sampai mana dasarnya.


Pemakaman Pedang memuntahkan semua pedang yang menancap dan terbang ke arah Mo Lian dengan kecepatan kilat. Mereka melayang di udara dan berada di belakangnya.


Jia Shenjun menghela napas panjang, menyadarkan Mo Lian yang ingin menggunakan Niat Pedang lain.


Mo Lian tersentak, kemudian menghilangkan 9 Niat Pedang di punggungnya; ratusan ribu pedang yang terbang di udara itu jatuh di tanah dan tergeletak begitu saja.


Mo Lian melihat Jia Shenjun, tidak bisa tidak terkejut ketika melihat penampilannya. Tidak seperti sebelumnya yang mampu menghalangi sinar matahari, sekarang seperti hologram biasa saja yang bahkan bentuknya semakin pudar dan tidak bisa mempertahankan 9 Niat Pedang.


"Ma- Master." Tanpa sadar Mo Lian memanggil Jia Shenjun dengan sebutan itu saat ia bangkit.

__ADS_1


Jia Shenjun tertegun, kemudian tersenyum tipis. "Master? Boleh juga."


"Aku tidak bisa bertahan lagi, aku akan memberikanmu peringatan. Ini tentang Taotie yang sedang kau segel di Inti Bumi."


Mo Lian mengerutkan keningnya. "Ada apa dengan Taotie?" Ia tahu Taotie memang kuat, tapi tidak cukup kuat untuk membuatnya berhati-hati.


Jia Shenjun menggelengkan kepalanya, tidak tahan lagi dengan ketidaktahuan Mo Lian. "Tentu saja kau bisa menyegelnya, itu karena dia tidak menggunakan kekuatannya untuk bertahan, tapi menyerap energi di Bumi. Karena itulah, aura spiritual di Bumi sangat tipis, dan alasan mengapa aura di Bumi kembali pulih, itu karena Taotie hampir selesai menyerap ..."


"Kau menyegelnya saat kekuatanmu hanya Ranah Dewa Pemula tahap Akhir. Tapi, asal kau tahu, dia sudah Dewa Merah tahap Awal dan hampir menembus tahap Menengah..."


Jia Shenjun terus bercerita tentang 4 Binatang Kejahatan.


Empat Binatang Kejahatan dulunya tinggal di Bumi saat Zaman Kuno, tapi karena Ras Raksasa mengetahui ada yang tidak beres, mereka dikirimkan ke tempat lain untuk meningkatkan kekuatan.


Kemudian saat hendak kembali, semuanya sudah hancur lebur. Akhirnya Taotie pergi lagi tapi mereka kembali untuk kedua kalinya setelah Kehancuran Zaman Keemasan. Taotie bersembunyi di Inti Bumi, menyerap semua aura spiritualnya sampai menipis seperti ini untuk memulihkan kondisi dan melangkah ke Ranah yang lebih tinggi.


Mo Lian tidak bisa berkata-kata lagi, awalnya ia datang ke sini hanya ingin tahu tentang rahasia masa lalu, tapi ternyata mendapatkan Niat Pedang dan sekarang mengetahui rahasia besar tentang Taotie.


"Satu lagi, saat kau berhasil membunuh Taotie, energi di tubuhnya akan meledak dan kemungkinan besar Bumi akan kembali ke Zaman Keemasan. Pada saat itu, mungkin akan ada beberapa bencana, dan ukuran Bumi akan membesar meski tidak sebesar Matahari, setidaknya tiga sampai lima kali ukuran sekarang."


Mo Lian menganggukkan kepalanya, dan menundukkan kepala memikirkan ke depannya. Kemudian, ia mendongak menatap Jia Shenjun. "Bukankah itu berarti ..." Ia menahannya, membuang pemikiran yang ia harap tidak akan pernah terjadi.


Tapi, harapan Mo Lian dipatahkan oleh Jia Shenjun yang berkata, "Iya! Jika Bumi kembali pulih, mungkin Perang Para Dewa akan kembali pecah. Kau sekarang dihadapkan pada pilihan berat. Jika membiarkan Taotie bertindak, Bumi akan hancur dan kekacauan akan terjadi di mana-mana ..."


"Jika membunuh Taotie, Bumi akan kembali seperti Zaman Keemasan. Dewa-dewa yang bersembunyi akan muncul kembali ke permukaan."


Jia Shenjun menggelengkan kepalanya. "Meski kau bisa membunuh tahap Menengah dan Akhir dari Dewa Merah. Tapi, tidak mungkin hanya mereka saja yang datang, setidaknya Dewa Hitam dan Bumi!"


Hati Mo Lian bergetar saat mengetahui sudah tidak ada harapan lagi baginya. Kematiannya sudah dapat dipastikan bahkan sebelum pertempuran terjadi. Ketika ia jatuh dalam keputusasaan, Jia Shenjun kembali membuka suaranya.


"Kau masih memiliki Inti Spiritual dari Hundun. Aku bisa membantumu menerobos langsung ke Ranah Dewa Hitam tahap Awal. Mungkin tidak masuk akal bagimu, tapi jangan samakan kekuatan kita berdua. Kekuatan kita bagaikan bumi dan langit!"


Mo Lian tidak bisa menyangkalnya dan hanya diam dengan anggukan kepala. Ia mengeluarkan Inti Spiritual Hundun dan menyerahkannya pada Jia Shenjun.


"Manusia sialan!—"


Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Inti Spiritual Hundun pecah dalam genggaman Jia Shenjun.


"Tutup matamu."


Mo Lian duduk bersila mengikuti arahan Jia Jia Shenjun; energi spiritual dari Hundun bergerak deras seperti aliran air terjun yang jatuh memasuki tubuhnya. Rasa sakit bisa ia rasakan saat energi itu memaksa masuk dan mengalir di Meridian-nya.


Aliran energi ini lebih deras dan murni ketimbang Inti Spiritual Taowu yang pernah ia murnikan sendirian. Bahkan, jika Hong Xi Ning menyerap energi spiritual ini, akan langsung menerobos tahap Akhir dari Ranah Dewa. Qian dan Yun Ning, dari Jiwa Emas tahap Menengah, mungkin akan menerobos Heavenly Immortal tahap Akhir bahkan Ranah Dewa tahap Awal.


Bang!


Tubuhnya mengeluarkan ledakan energi yang menandakan bahwa ia telah berhasil mencapai Ranah Dewa Merah tahap Awal, tapi ternyata itu belum semuanya karena ia langsung melangkah ke tahap Akhir.

__ADS_1


Jia Shenjun mengatupkan rahangnya seperti menahan sakit yang sama, kemudian ia menyentuh dahinya dengan kedua tangannya dan bergumam, "Dengan melakukan ini, aku tidak bisa bereinkarnasi karena jiwaku akan benar-benar menghilang. Tapi, aku tidak memiliki penyesalan ..."


"Aku hanya ingin, Bumi tetap aman dan tidak ada lagi Perang Para Dewa."


Jia Shenjun mengarahkan dua jarinya ke dahi Mo Lian, melepaskan pedang emas sebesar jari telunjuk yang melesat memasuki dahi Mo Lian.


Dimensi Pertempuran berderit seperti mengungkapkan perasaan sedih karena Jia Shenjun mengorbankan diri untuk kehidupan generasi muda.


Tubuh Jia Shenjun terus memudar dengan kecepatan tinggi dan berubah menjadi serpihan cahaya yang menghilang di udara.


Bang!


Ledakan lain kembali terdengar dari dalam tubuh Mo Lian, dan saat itu juga ia sudah berhasil menerobos Ranah Dewa Hitam. Ini sangat cepat, karena tidak sampai lima menit dan sakitnya tidak seberapa.


Namun, tiba-tiba ia merasakan sakit yang menyiksa di kepalanya dan ia berteriak, "Aaarrrgghh!"


Booom! Booom! Booom!


Ledakan keras dengan getaran kuat serta api besar bisa dirasakan dari segala arah di sekitar Mo Lian. Tanah mulai terbelah dan mengeluarkan lahar panas yang menyembur ke udara.


Ngung, ngung...


Dengungan yang mengganggu terdengar dari punggungnya, yang kemudian terlihat pedang-pedang yang merupakan 9 Niat Pedang. Ada perbedaan pada 9 Niat Pedang, karena ada benang emas yang menyatukan mereka semua.


Pengetahuannya tentang kultivasi bertambah dan ia lebih paham tentang metode untuk memanfaatkan Esensi Darah dan Inti Spiritual. Jika metode Mo Lian hanya mampu mengeluarkan 60% dari energinya, metode ini bukan hanya lebih singkat dan tidak terlalu terasa sakit, bahkan mampu mengeluarkan 100% energi dan itu semua sudah dimurnikan berkali-kali lipat.


Semakin murni energi yang dihasilkan, maka semakin baik karena semuanya langsung terserap ke Dantian. Jika ada energi kotor, energi itu akan dimurnikan di dalam tubuh, dan sebagiannya lagi akan dibuang dan itu adalah suatu pemborosan.


"Se- Senior ..." Mo Lian membuka matanya perlahan. Ia tahu apa yang dilakukan Jia Jia Shenjun untuk membuatnya mendapatkan banyak pengetahuan.


"Se- Sembilan Niat Pedang. Pe- Pedang adalah Pedang. Tubuh adalah Pedang. Jika tidak ada Pedang, maka kau adalah Pedangnya. Sembilan Niat Pedang ... adalah Satu!"


Bang! Booom!


Dentuman keras berasal dari 9 Niat Pedang yang memancarkan cahaya emas terang ke langit membentuk pilar cahaya. Kemudian pilar itu menghilang dan digantikan oleh pedang emas yang jatuh dari langit. Ukurannya lebih besar dari Tombak Emas dengan bentuk trisula milik Tianshi Xuyan.


Mo Lian menoleh ke kanan, melihat Tugu Batu yang terbelah dua. Ia tidak bisa menahan emosinya dan akhirnya menangis. Tanpa berlama-lama, ia bersujud di depan Tugu Batu.


"Senior, terima kasih atas semua yang Anda berikan. Saya tidak akan mengecewakan Anda, dan pasti akan membawa kemenangan pada Bumi!"


Ini adalah orang pertama setelah orangtuanya yang mendapatkan penghormatan mendalam dari Mo Lian.


Mo Lian bersujud untuk waktu yang cukup lama, kemudian mendongak penuh tekad. Ia berbalik untuk keluar dari Dimensi Pertempuran—menerima Kesengsaraan Petir ataupun Teratai Emas di luar Bumi!


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2