Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 414 : Mengikuti Ujian Akupuntur


__ADS_3

Akhirnya kelompok empat orang itu berhasil memasuki Kota Louhu setelah banyak perjuangan. Untuk memasuki kota seperti ini sangat menyulitkan, harus melalui proses panjang, dari nama, usia, pekerjaan dan lain sebagainya. Berbeda dari memasuki kota-kota di dunia di mana kultivator berkuasa; asalkan mereka memiliki Batu Spiritual, mereka bisa masuk.


Membuat onar? Tinggal bunuh!


Di tempat ini sulit, bahkan pembuat onar harus menjalani hukuman yang mungkin lebih berat dari kematian.


Mo Lian yang berniat ingin memulai hidup tenang untuk sementara waktu, tentunya akan mengikuti bagaimana manusia hidup di sini. Tapi dia tidak benar-benar meninggalkan kemampuannya, itu karena dia sudah melihat orang yang mengkultivasi diri yang disebut dengan “Pendekar”.


Meskipun, kekuatan terkuat mereka tidak lebih dari Perbaikan Qi—Fase Lautan Ilahi. Tapi dihadapkan dengan manusia biasa tanpa kemampuan, Fase Lautan Ilahi sudah dianggap sebagai ahli tersembunyi.


...


Mo Lian menundukkan kepala melihat tanda pengenal di tangannya: [Mo Lian; 22 Tahun; Pendekar]


Melihat identitas yang tertera, dia tidak bisa menahan tawa karena usianya masih sangat muda di sini. Tidak pernah terpikirkan olehnya untuk berpura-pura menjadi muda, karena biasanya menjadi muda tidak terlalu mendapatkan penghormatan di Dunia Kultivator.


Mengapa demikian? Itu karena biasanya, orang-orang tua sangat berpikir bahwa diri mereka berpengalaman dan memandang rendah generasi muda, bahkan meski generasi muda memiliki kekuatan yang setara. Alasannya sederhana, mereka menganggap generasi muda tidak terlalu berpengalaman dan mengandalkan sumber daya pendahulu untuk menembus ranah.


Tapi untuk membalikkan keadaan, itu sangat mudah—perlihatkan kekuatannya!


Hong Xi Ning tertawa kecil melihat usia yang tertera, meski ini hanyalah identitas palsu, tapi tetap membuatnya bahagia: [Hong Xi Ning; 20 Tahun; Pendekar]


Mo Lian juga melihat kebahagiaan Hong Xi Ning, tapi dia membiarkannya saja karena dia sudah belajar dari kesalahannya barusan. Tidak baik membahas usia, karena Hong Xi Ning adalah yang tertua di antara mereka.


Jika selalu membahas tentang usia, Mo Lian tidak tahu apa yang akan terjadi padanya.


"Apa yang harus kita lakukan?" Yun Ning melihat sekeliling.


Bangunan-bangunan di sini terbuat dari kayu, kebanyakan memiliki tiga lantai dan sangat sedikit yang memiliki lantai lebih tinggi. Jalan utama banyak toko-toko, banyak orang yang keluar-masuk toko. Untuk pasar, itu berada di distrik lain.


Penduduk di sini kebanyakan pedagang dan pengusaha, dengan jumlah total 2.500.000 penduduk, itu sudah termasuk pasukan yang menjaga kota.


Mo Lian menyimpan identitasnya di balik baju, lalu mendongak melihat bangunan tinggi di tengah-tengah kota, yang setidaknya berlantai sembilan. "Ayo pergi ke Paviliun Jari Keajaiban."


Paviliun Jari Keajaiban adalah tempat di mana para tabib mengambil ujian. Bagi mereka yang ingin membuka toko, harus lulus ujian di sana untuk mendapatkan sertifikat.


Tabib di sini terbagi menjadi lima tingkatan: Pemula, Murid, Guru, Master dan Grandmaster.


Pemula, hanya diperbolehkan membuka praktik sederhana: menyembuhkan luka kecil, demam, goresan, sayatan dan lain sebagainya.


Murid, itu sudah mulai diperbolehkan untuk menyembuhkan luka-luka berat, tapi masih belum diperbolehkan untuk melakukan tindakan berbahaya, seperti pada korban yang sedang berjuang keras atas kehidupannya. Jika Tabib Murid memaksa, akan dikenakan sanksi.


Guru, sudah diperbolehkan melakukan tindakan operasi pemotongan anggota tubuh manusia yang tidak terselamatkan.


Master, ini sudah masuk ke bagian luka dalam yang tidak bisa disembuhkan oleh tingkat Pemula, Murid dan Guru. Metode yang digunakan untuk menyembuhkannya juga sudah berbeda, kebanyakan hanya menggunakan jarum perak.

__ADS_1


Grandmaster, tidak ada yang tahu tindakan apa yang bisa dilakukannya, karena Grandmaster sangat langka dan hanya keluarga kerajaan yang bisa bertemu dengan Grandmaster. Tapi ada yang mengatakan bahwa Grandmaster bisa membawa orang dari kematian.


Tapi, Mo Lian sendiri tidak percaya. Bahkan dia yang menguasai Hukum Kematian, masih belum mampu membangkitkan yang telah mati. Kecuali, dia menguasai Hukum Kematian: Jalur Enam Reinkarnasi.


Yun Ning menganggukkan kepalanya. "Paviliun Jari Keajaiban? Sepertinya menarik, Ni'er ingin mengikuti ujian yang sama, siapa tahu Ni'er bisa mendapatkan nilai yang bagus."


Qin Nian memutar matanya malas ketika mendengar betapa percaya dirinya Yun Ning. "Kau bahkan sangat malas saat berkultivasi, dan sekarang ingin mengikuti ujian?"


Yun Ning mendengus dingin. "Aku pasti bisa!"


"Baiklah, baiklah, kau pasti lulus." Qin Nian terlalu malas menanggapi Yun Ning, dan akhirnya menyerah daripada terus berdebat.


Yun Ning tidak terlihat senang, tapi dia sama seperti Qin Nian, tidak ingin memperpanjang masalah itu. Bagaimanapun, dia sudah berteman sejak kecil. Tapi untuk Hong Xi Ning, Yun Ning selalu ingin mencari masalah, karena saat di Sekte Zhongjian, dia selalu disuruh-suruh.


Mo Lian menengadahkan kepalanya melihat langit yang ternyata sudah berubah menjadi oranye. "Sepertinya, lebih baik kita beristirahat. Aku tidak yakin apakah Paviliun Jari Keajaiban masih buka, bahkan jika masih buka, gedungnya cukup jauh dan itu akan membuang cukup waktu."


Hong Xi Ning menganggukkan kepalanya. "Jadi, mari cari penginapan. Ngomong-ngomong, Ning'er tidak lagi merasakan aura Nan Ren, apakah Nan Ren sudah mulai hidup biasa?"


Walaupun Mo Lian biasa menyegel aura agar tidak bocor, Hong Xi Ning masih bisa merasakan aura kultivasinya. Tapi kali ini, Hong Xi Ning benar-benar tidak merasakan aura kultivasi, seolah Mo Lian telah berubah menjadi manusia biasa tanpa kekuatan.


Mo Lian mengangguk kecil dan menjawab, "Iya." Ia melihat sekitar, dan menemukan penginapan sederhana berlantai tiga yang hanya beberapa puluh meter darinya. "Kita bisa menginap di sana."


Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning tidak menyegel kekuatan mereka. Ketiganya mencoba mengetahui apakah penginapan itu aman, dan setelah memastikan bahwa baik-baik saja, mereka tidak menghentikan Mo Lian.


...


Keempatnya memasuki penginapan, itu adalah penginapan yang sederhana, tapi udara di dalamnya terjaga, tidak ada debu yang terlihat menempel di meja, kursi maupun dinding.


Banyak pengunjung di lantai pertama yang sedang mengobrol bersama. Ketika melihat empat orang yang masuk, banyak yang melihat ke arah pintu dan terpana ketika melihat wanita-wanita cantik. Tapi ketika melihat pria di depannya, mereka sangat iri.


Mo Lian sudah terbiasa dan tidak peduli lagi. Dia langsung pergi ke meja resepsionis yang dijaga oleh gadis kecil yang berdiri di kursi di belakang meja. "Gadis kecil? Berapa biaya menginap satu malam?"


Gadis kecil yang berambut hitam, wajah halus bulat dengan pipi merah, terlihat kesal ketika mendengarnya. Dia mengangkat kedua tangannya dan meletakkannya di pinggul. "Paman! Aku bukan gadis kecil! Satu malam di sini tiga puluh Koin Perunggu, satu kali makan pagi ..."


Gadis kecil itu melihat wanita-wanita cantik, kemudian menambahkan, "Satu kamar, empat orang. Enam puluh Koin Perunggu. Satu minggu, tiga Tael Perak enam puluh Koin Perunggu, tapi kami akan memberikan diskon tiga puluh Koin Perunggu."


Mo Lian tersenyum tipis. "Gadis kecil, berapa usiamu?"


Gadis kecil itu mendengus dingin. "Lima tahun, dan namaku bukan gadis kecil, aku Yao Ling!"


Mo Lian tertawa kecil ketika melihat ekspresi gadis kecil di depannya. Dia mengulurkan tangannya dan mengacak-acak rambut gadis itu.


Yao Ling marah, memukul tangan Mo Lian untuk menjauh darinya. "Jika paman ingin menginap, bayar dan naik. Jika tidak, cepat keluar!"


Pada saat ini, hampir semua pengunjung tertawa.

__ADS_1


"Hahahaha! Xiao Ling marah, dia paling benci jika ada yang memanggilnya “Gadis Kecil”, apalagi kepalanya disentuh."


"Anak muda, kau mungkin baru di sini jadi tidak mengetahuinya. Tapi kakaknya berasal dari militer, jadi jangan mencari masalah. Ayahnya Pendekar terkenal, banyak yang menghormatinya meski sudah pensiun dan menjalankan bisnis penginapan." Salah seorang mengingatkan.


"Tapi, pemuda ini sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari pemilik. Sepertinya dia Pendekar." Sesaat setelah mengatakannya, banyak yang terdiam dan mulai memikirkannya.


Mendengar itu, Mo Lian menganggukkan kepalanya. Kemudian kembali menatap Yao Ling, lalu meletakkan Tael Emas di atas meja dan mendorongnya ke arah Yao Ling. "Aku tidak memiliki uang kecil, kau bisa mengambil sisanya."


Yao Ling tertegun ketika melihat emas di atas meja, lalu mendongak menatap Mo Lian. Kemudian dia melompat turun dari kursi dan pergi ke belakang, yang sepertinya adalah pintu, namun terhalang lain hijau. "Ayah! Ibu!"


Mo Lian dibiarkan diam tanpa kata ketika ditinggalkan. Tapi tidak lama, Yao Ling kembali datang dan membawa pria paruh dan wanita paruh baya.


Pria itu hampir dua meter, tapi di hadapan Mo Lian, dia sangat kecil. Mengenakan celemek cokelat dan memakai pelindung rambut.


Wanita paruh baya, mengenakan pakaian putih bersih dan membawa buku kecil yang sepertinya catatan.


Wanita itu, Chu Yeichan melihat emas di atas meja, lalu mendongak menatap Mo Lian dengan keterkejutan di wajahnya. "Tael Emas?!"


Mo Lian mengangguk kecil dan menjawab, "Iya, kami tidak memiliki uang kecil. Kau bisa mengambil sisanya, kami hanya tinggal tiga hari di sini."


Chu Yeichan hendak membalas, tapi langsung dihentikan Mo Lian.


Mo Lian tidak ingin berlama-lama, dia meminta kunci pada Yao Ling. Kemudian di bawah keterkejutan semua orang, dia dan yang lain naik ke lantai tiga untuk beristirahat.


***


Keesokan Harinya


Mo Lian sudah selesai bersiap-siap dan bahkan mengganti pakaian yang telah dibelinya. Sekarang dia benar-benar terlihat sangat berbeda seperti kemarin, saat ini seperti Sarjana.


"Hari ini, aku akan mengambil tes dan besok membuka toko."


Mo Lian menuruni tangga dan tiba di lantai dasar. Dia melihat sekeliling, masih belum banyak pengunjung yang datang, dan Yao Ling tidak terlihat, hanya remaja wanita yang berjaga-jaga, sepertinya itu adalah pegawai asli.


Tanpa mengatakan sepatah kata pun, Mo Lian langsung keluar dari pembinaan.


Mo Lian berangkat sendiri ke Paviliun Jari Keajaiban. Meski Yun Ning awalnya ingin ikut, tapi tadi malam membatalkannya dan ingin berkeliling kota; mencari tempat yang cocok untuk membuka perusahaan.


Dia sendiri tidak masalah dan membiarkan Yun Ning pergi dengan yang lain. Jika mereka bertiga pergi dengannya, mereka mungkin akan menahan diri, tapi jika tanpanya ... Mo Lian berharap kota akan baik-baik saja dan tidak ada kehancuran yang terjadi.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2