Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 36 : Pertandingan Beladiri (2)


__ADS_3

Belum ada satupun orang yang naik ke atas arena. Semua orang di sini saling memandang satu sama lain, ratusan orang yang berada di kursi penonton juga mulai kesal karena tak ada yang ingin bertanding. Terutama orang-orang yang duduk di lantai dua, perwakilan dari sekte-sekte tersembunyi, Aliansi Beladiri Huaxia dan Pasukan Taring Naga.


Pria tua berambut putih panjang mengenakan pakaian tradisional China yang duduk di lantai dua membanting tangannya keras di atas meja. Ia berdiri menatap podium arena, memandang puluhan orang yang berdiri di sekitar arena. "Kau! Naik ke atas arena!" ucapnya menunjuk salah satu peserta.


Dengan tubuh sedikit bergetar, pria berambut cokelat dengan potongan pendek, mengenakan pakaian tradisional China lengan pendek naik ke atas arena. Ia menolehkan pandangannya melihat sekitar, kemudian menunjukkan jarinya ke seorang wanita muda yang tak lain ialah Qin Nian. "Aku menantangmu!"


Qin Nian sedikit tersentak, karena ia berdiri di sekitar arena. Tentunya ia harus naik, karena bagi siapapun yang berdiri di situ berarti adalah peserta yang mengikuti Pertandingan Beladiri.


"Master." Qin Nian menolehkan kepalanya melihat Mo Lian. Terlihat di wajahnya sedikit tidak siap, bagaimanapun ia belum diajarkan keterampilan bertarung oleh Mo Lian.


Mo Lian menolehkan kepalanya. "Dengan tingkatanmu yang sekarang, seharusnya tidak ada masalah, kau bisa menang melawannya. Bukankah kau juga sudah mempelajari beladiri tradisional? Tapi jika kau merasa tidak dapat mengalahkannya, lebih baik menyerah."


Walaupun dalam kamusnya tidak ada kata 'Menyerah', tapi ia mengatakan pada muridnya untuk menyerah, itu karena ia tidak ingin masa depan muridnya hancur jika terlalu memaksakan diri. Berbanding terbalik dengan dirinya yang selalu menerjang bahaya, karena pada saat itu ia tidak mementingkan keselamatan dirinya sendiri.


Qin Nian terdiam sejenak, kemudian ia menganggukkan kepalanya. Ia berjalan menaiki tangga menuju podium arena.


"Qin Nian, Sekte Dongfangzhi. Mohon bantuannya." Qin Nian memperkenalkan dirinya.


Semua orang terdiam, ini adalah kali pertama bagi mereka mendengar Sekte Dongfangzhi. Tapi kesampingkan dulu tentang sekte, yang lebih mengejutkan adalah fakta bahwa Qin Nian, cucu dari Qin Zhang turut ikut serta dalam Pertandingan Beladiri.


Pihak lawan hanya diam tak memperkenalkan dirinya.


Pembawa acara sekaligus wasit yang menyebut dirinya Master Hongtan maju beberapa langkah ke tengah arena. Ia menolehkan kepalanya melihat kedua peserta. "Aturan Pertandingan Beladiri sangat sederhana, dilarang membunuh. Menentukan pemenang adalah jika lawan keluar dari arena, menyerah dan tidak sadarkan diri."


"Apakah kalian berdua siap?"


Qin Nian dan lawannya menganggukkan kepala sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan wasit.


Master Hongtan menganggukkan kepalanya. Ia mengangkat tangannya ke udara. "Pertandingan Beladiri. Dimulai!" ucapnya mengayunkan tangan.


Seketika pria yang tak diketahui namanya itu menekan kakinya di tanah, kemudian melesat tajam ke arah Qin Nian dengan tangan kanan siap memukul.


Melihat itu, Qin Nian menyilangkan kedua tangannya di depan wajahnya. Ia mundur selangkah karena mendapatkan pukulan yang lumayan keras. Terlihat di lengan kanannya sedikit goresan lecet.


Pria itu tidak berhenti disitu saja, dengan tangan kirinya, ia menyerang perut bagian kanan Qin Nian dengan keras.


Tentu saja Qin Nian tidak tinggal diam, dengan sedikit gerakan, ia mundur ke belakang dan mengindari pukulan itu. Kemudian dengan lutut kanannya, ia menendang tangan kiri dari pria yang menyerangnya hingga terdengar suara retakan kasar, menandakan bahwa pergelangan tangan pria itu patah.

__ADS_1


Meskipun sama-sama ditingkat Wu-Zun tahap Menengah, tapi ada perbedaan besar antara teknik dari Galaxy Pusat dengan teknik dari bintang pinggiran. Bahkan Qin Nian yang sekarang bisa mengalahkan tiga sampai lima orang yang berada ditingkatan yang sama.


Pria itu mundur beberapa meter ke belakang, ia memegangi pergelangan tangannya yang patah dan meringis kesakitan. Keringat dingin bisa terlihat mengalir dari dahi ke pipi kanannya.


Semua orang terdiam, mereka tidak berharap jika salah murid dari sekte tersembunyi terdesak oleh seorang wanita, yang mana diketahui semua orang jika wanita ini tidak pernah mengikuti Pertandingan Beladiri.


Qin Nian menekan kakinya di tanah, ia melesat tajam ke arah pria yang masih menggenggam pergelangan tangan. Saat jarak keduanya tersisa satu meter, tiba-tiba Qin Nian menghentikan langkahnya dan mengayunkan kaki kirinya ke arah bahu kanan lawannya.


Pria itu mengangkat tangan kanannya mencoba melindungi tubuh bagian atasnya, namun sayang, tendangan yang dikeluarkan Qin Nian berbeda dengan tendangan Pejuang ditingkat yang sama.


Krak!


Sekali lagi, terdengar suara retakan kasar dari lengan pria itu. Tulang antara lengan dan sikutnya patah, terlihat lebam berwarna biru dipermukaan kulitnya. Pria itu kembali meringis kesakitan, keringat dingin mengalir lebih deras dari sebelumnya.


Qin Nian tidak berhenti disitu saja, setelah menendang menggunakan kaki kiri. Kaki kirinya mendarat di lantai arena, dengan posisi menyerong, ia memutar tubuhnya dengan tangan kiri mengambil ancang-ancang. Kemudian memukulkannya keras tepat pada perut pria yang tak diketahui namanya.


Pria itu terbatuk, ia mengeluarkan seteguk darah dari dalam mulutnya. Kemudian terlempar keluar dari podium arena.


Hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga menit, Qin Nian sudah memenangkan pertandingan pertamanya. Ia terengah-engah ketika selesai bertanding, wajahnya mengeras dengan mulut terbuka, ia masih tidak menyangka jika bisa menangkan pertandingan. "Aku. Menang?"


Master Hongtan mengangkat tangannya ke udara. "Pemenang pertandingan kali ini adalah Qin Nian. Sembilan pertandingan lagi yang perlu dimenangkannya, maka dia bisa mendapatkan hadiah pertama!"


"Su Xinming, Keluarga Su. Menantang Qin Nian, mohon bantuannya."


Qin Nian mengangkat tangannya, ia merasa bahwa dirinya bukan lawan dari pria di depannya. Terlebih lagi orang di depannya memiliki marga yang sama dengan ibu dari Mo Lian, sehingga membuatnya tingkat ingin melawan. "Aku menyerah."


Su Xinming terdiam sejenak, tidak lama kemudian ia tersenyum lebar, ia menolehkan kepalanya ke arah Qin Nian berjalan turun. Ia ingin menantang Mo Lian, namun sebelum itu ia harus menunggu apakah ada orang yang menantangnya.


Dua menit kemudian, setelah dirasa tidak ada yang ingin menantangnya. Su Xinming menunjukkan jarinya ke seorang pria yang berdiri di samping Qin Nian. "Mo Lian! Aku menantangmu!"


Semua orang mengalihkan perhatiannya ke arah yang ditunjukkan oleh Su Xinming. Mo Lian? Keluarga Mo?


"Dia bukan berasal dari Keluarga Mo kami lagi! Dia sudah lama diusir. Jadi dia tidak ada hubungannya dengan keluarga kami! Kami tidak perduli dengan apa yang akan terjadi padanya!"


Terdengar suara nyaring dari salah satu kursi penonton, yang mana di situ adalah tempat di mana Keluarga Mo duduk. Mendengar itu, semua orang hanya bisa terdiam dan menganggukkan kepalanya.


Su Jingmei dan Mo Fefei tersentak ketika mendengar itu, memang benar jika mereka bukan lagi dari Keluarga Mo. Tapi, ini tetap menyakitkan untuk didengar.

__ADS_1


Mo Lian yang dipanggil dan menjadi pusat perhatian hanya diam tak menghiraukan omongan semua orang, ia berjalan menaiki tangga menuju podium arena.


Master Hongtan mengangkat tangannya ke udara setelah memastikan kedua peserta telah siap. "Pertandingan Beladiri! Dimulai!"


Su Xinming menyeringai lebar, ia melesat tajam ke arah Mo Lian dengan tinju kanannya siap memukul wajah Mo Lian.


Mo Lian yang melihat itu hanya diam tak bergeming, ketika pukulan Su Xinming hampir mengenai kulit wajahnya. Tiba-tiba ia menghilang dari pandangan semua orang, kemudian muncul kembali tepat di sebelah Su Jingmei.


Dengan ayunan sikut kanannya, ia menyerang punggung Su Xinming dengan kerasnya.


Boom!


Tubuh Su Xinming menghantam lantai arena dengan keras, terlihat retakan-retakan bagaikan jaring laba-laba dengan Su Xinming sebagai pusatnya yang telah tak sadarkan diri.


Seketika suasana yang sebelumnya meriah, kini kembali hening. Mereka semua terdiam dengan mulut terbuka lebar, mereka masih tidak memahami apa yang telah terjadi di depan mata mereka. Hanya dalam waktu tiga detik, Su Xinming telah dikalahkan.


Su Xinming termasuk Pejuang yang jenius, karena diusianya yang baru menginjak 20 tahun sudah berada ditingkat Wu-Zun tahap Akhir. Itulah mengapa semua orang di sini merasa terkejut.


"Pemenang pertandingan kali ini adalah Mo Lian. Sembilan pertandingan lagi yang perlu dimenangkannya, maka dia bisa mendapatkan hadiah pertama!"


Waktu terus bergulir, setelah menunggu lama. Akhirnya ada lagi seseorang yang naik ke atas podium arena. Pria berpakaian tradisional China dengan lengan pendek, berambut hitam ikal dengan tatapan tajam.


"Tang Nan Gong, Keluarga Tang." Pria itu mengenalkan dirinya sembari menangkupkan kedua tangan.


Dengan kedua tangan dimasukkannya ke dalam saku celananya, menolak membalas salam dari lawannya dan kemudian berkata perlahan, "Mo Lian."


Master Hongtan kembali mengangkat tangannya ke udara untuk memberikan aba-aba dimulainya pertandingan.


Sesaat setelah pertandingan dimulai, Mo Lian menghilang dari pandangan semua orang. Kemudian muncul di depan Tang Nan Gong, ia mengayunkan kaki kanannya ke dagu dari pria itu dan membuatnya terlempar tinggi.


Hanya dalam sekejap mata, Tang Nan Gong kalah dan tak sadarkan diri di pinggiran podium arena. Bukan hanya rahangnya yang terluka parah, tapi juga tubuh bagian belakangnya yang menghantam lantai.


Sekali lagi, semua orang kembali dikejutkan oleh Mo Lian. Mereka penasaran dengan kekuatan asli Mo Lian, tapi mereka juga tidak berani untuk mencari kekuatannya.


Masih dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku. Ia menarik napas panjang kemudian menghembuskannya. "Kalian semua. Maju!"


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2