Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 249 : Dunia Kecil


__ADS_3

Fluktuasi energi spiritual mulai berkumpul di sekitar Mo Lian saat semua sumber daya yang telah ia siapkan terangkat. Semua sumber daya itu mengeluarkan energi spiritual yang sangat murni dan bergerak masuk ke dalam dada Mo Lian secara perlahan.


Tubuh Mo Lian kembali terukir sebuah pola-pola aneh berwarna biru, sesuai dengan warna energi yang.


Dunia Kecil yang ingin diciptakan Mo Lian sangat berbeda seperti yang pernah ia buat dulu saat menembus Heavenly Immortal. Kali ini ia ingin membuat yang luar biasa, dan bisa bepergian meski ia berada di dalam Dunia Kecil.


Dunia Kecil pada umumnya akan berada si satu titik. Jika Kultivator masuk ke dalam Dunia Kecil di Kota A, maka saat keluar dari Dunia Kecil akan muncul di Kota A, tidak bisa berpindah-pindah.


Mo Lian mengangkat kedua tangannya di depan dada dan saling bersentuhan satu sama lain, membuat fluktuasi energi spiritual menjadi lebih kuat lagi dan menciptakan badai angin yang menerbangkan dedaunan pohon.


Kesadaran Mo Lian masuk ke dalam tubuhnya, lebih tepatnya Dantian dan Inti Jiwa yang berdekatan. Ia mulai menggabungkan Inti Jiwa dan Dantiannya bersamaan, menciptakan sebuah gumpalan kecil dengan warna biru dengan pola-pola emas.


Gumpalan kecil itu mulai menumbuhkan rumah kecil seperti kecambah di bagian atasnya, yang secara perlahan mulai menutupi seluruh gumpalan.


Hingga belasan jam berlalu, tunas yang telah berubah menjadi akar pohon itu kembali tumbuh setelah ditambah dengan energi spiritual yang lebih banyak lagi.


Akar yang sudah besar berubah menjadi pohon yang rindang dan kemudian menjadi rimbun dengan dedaunan yang sangat lebat. Aura spiritual pada pohon itu sangat luar biasa, lebih kuat dari Dimensi Ruang milik Keluarga Tang.


Akar pohon lain kembali tumbuh, namun tidak di dalam tubuh Mo Lian, melainkan di sekitarnya. Akar pohon itu berubah menjadi bentuk manusia yang mendekat ke arah Mo Lian, dan mengeluarkan Botol Penyimpan.


Bentuk manusia yang merupakan klon Mo Lian itu mengeluarkan Profound Ark, kemudian naik ke atasnya untuk mengambil dahan dari Pohon Surgawi yang berada di dalam sana.


Pohon Surgawi tidak dibutuhkan dalam membuka Dunia Kecil, namun jika memiliknya, mengapa tidak?


Setelah Dahan Pohon Surgawi telah didapatkan, klon Mo Lian membawanya ke depan dada Mo Lian. Perlahan, dahan itu mulai menyusut karena energinya yang terhisap, sampai mengecil seukuran jarum dan masuk ke dalam dada melalui pori-pori kulit.


Pohon di dalam tubuh Mo Lian mulai mengalami perubahan, dengan adanya pola-pola aneh emas di setiap batang, dahan dan dedaunan pohonnya.


Klon Mo Lian terus membantu dengan mengeluarkan sumber daya tambahan yang memungkinkan untuk meningkatkan keberhasilan dalam membuat Dunia Kecil. Salah satunya adalah Pil 6 Ilahi dan Pil 7 yang diberikan oleh Masternya.


Ketika dua pil itu dikeluarkan, energi spiritual yang terkandung menyebar ke seluruh Dimensi Ruang dan mengembalikan daratan yang sebelumnya rusak.


Mo Lian terus menyerap energi spiritual yang sangat murni dari dua pil kualitas tinggi itu, membuat Pohon Dunia mulai tumbuh lebih besar dan lebat lagi. Ia berencana membuat Pohon Dunia yang bukan hanya dapat digunakan sebagai Dunia Kecil, tapi juga untuk menyerang ataupun bertahan.


Mo Lian menghembuskan napas panjang secara perlahan, dan menggunakan 1% dari kekuatan Dewa Semesta yang sekarang tidak terlalu membebani tubuhnya lagi.

__ADS_1


Klon Mo Lian kembali mengeluarkan puluhan Pil 6 Ilahi dan Pil 7, ratusan Botol Giok Embun Spiritual dan lain sebagainya.


Pertumbuhan Pohon Dunia semakin cepat dan mengalami perubahan yang signifikan. Jika Pohon Dunia itu berada di luar, mungkin sudah setinggi lebih dari 200 mil. Namun itu belum cukup, ia berencana untuk terus menumbuhkan sampai melebihi besar Bintang Tianjin.


Setidaknya, setinggi 865.558 mil.


Sebenarnya, ia ingin membuatnya setinggi wujud dari Dewa Semesta, namun ia menyadari bahwa hal itu masih sangat sulit dengan sumber daya di Bintang Tianjin.


Jika mencapai tinggi dari Dewa Semesta, maka 88.960.127,7 mil.


Waktu terus berlanjut, dengan adanya kekuatan Dewa Semesta, kecepatan pertumbuhan Pohon Surgawi lebih cepat. Hanya dalam hitungan jam, Pohon Dunia sudah tumbuh sebesar Bintang Tianjin.


Mo Lian membuka matanya perlahan seraya menghembuskan napas panjang dari dalam mulutnya. Matanya berubah menjadi warna biru seperti api, dan matanya terlihat seperti mampu menelan jiwa orang yang melihatnya.


"Pohon Dunia. Jika orang lain menciptakan Dunia Kecil di dalam Dantian, aku memilih menciptakan dengan gabungan antara Inti Jiwa dan Dantian. Sehingga, bukan hanya bisa digunakan untuk tempat berlindung, tapi juga bisa digunakan untuk menyerang ..."


Mo Lian menekan tangan kirinya di batu besar, dan tangan kanan di lutut. Ia menopang badannya untuk berdiri dari tempat duduknya di atas batu besar. "Kekuatanku juga sudah lumayan, dan aku bisa menembus Dao Immortal sekarang ..."


"Jika mengesampingkan Master Hong Xi Ning dan Pak Tua Hong. Saat ini aku bisa dikatakan sebagai Kultivator Dao terkuat."


Ikan Sisik Naga di sini cukup banyak, sungguh luas biasa memiliki puluhan Ikan Sisik Naga.


Mo Lian menggerakkan jari telunjuknya ke arahnya, membuat Ikan Sisik Naga sepanjang satu meter itu bergerak ke arah Mo Lian dan menghilang.


Menghilangnya Ikan Sisik Naga bukan karena suatu hal misterius, melainkan karena ada celah yang muncul di depan dada Mo Lian. Celah itu terhubung dengan bagian dalam Pohon Dunia, yang merupakan Dunia Kecil yang bersembunyi di dalam batangnya.


Mo Lian membawa belasan Ikan Sisik Naga lagi, yang ukurannya setengah dari yang ia tangkap sebelumnya. Jika yang dua tadi digunakan sebagai induk, yang belasan ini untuk ia konsumsi.


"Aku sudah mendapatkan Ikan Sisik Naga, Dunia Kecil yang bisa digerakkan juga sudah. Sumber daya di sini juga sudah cukup."


Mo Lian melayang perlahan meninggalkan daratan, dan membuka celah ruang yang menghubungkan antara Dimensi Ruang dengan Kediaman Tang.


Tanpa berlama-lama lagi, Mo Lian melompat masuk ke dalam celah ruang itu.


***

__ADS_1


Kediaman Tang


Mo Lian sudah berada di langit halaman dalam Kediaman Tang, dan melihat banyak sekali orang yang sebelumnya mengikuti acara Pertandingan Master Mantra.


"Sepertinya satu hari di Dimensi Ruang sama dengan satu jam di sini."


Kedatangan Mo Lian yang tiba-tiba ini membuat semua orang bergidik, namun tidak dengan satu kelompok orang yang seperti baru tiba.


"Apakah kau yang melukai anakku?!"


Mo Lian menolehkan kepalanya melihat ke arah sumber suara, terlihat pria paruh baya yang memiliki rambut ungu.


Pria paruh baya itu mengenakan pakaian biru muda, dengan jubah ungu yang memiliki garis-garis halus berwarna putih. Serta membawa Plat Giok Ming di pinggang kirinya.


"Ada apa?"


Hanya dari dua kata yang diucapkan Mo Lian, aura kuat kembali menekan dan menghentikan gerakan semua orang yang ada. Patriak Ming yang berada di langit juga terjatuh menghantam tanah tanpa memberikan perlawanan.


"Tang Xuanlao. Apakah kau masih saja mempersiapkan prajurit? Mengapa tidak membawa mereka yang ada di sini?"


Semua orang yang bersujud itu tertegun saat mendengar nama Kaisar Tang dipanggil begitu saja tanpa ada gelar kehormatan sama sekali.


Tang Xuanlao yang berada di daratan sedikit membungkukkan badannya dan menangkupkan kedua tangan. "Salam hormat Dewa Abadi, Hamba sudah selesai mengumpulkan semua prajurit dan akan berangkat saat ini juga."


Mo Lian menganggukkan kepalanya, kemudian menghilang dari langit Kediaman Tang dan meninggalkan suara yang menggema dengan gemuruh yang menggelar.


"Mungkin saat kau tiba di sana, jutaan manusia akan terbunuh. Karena itu, aku akan berangkat ke sana terlebih dahulu ..."


Tidak ada salahnya membunuh pasukan di tenggara Daratan Tianming, anggap saja menyantap makanan pembuka sebelum menyantap makanan utama di Daratan Tianzu nanti.


Tang Xuanlao yang mendengar itu merasa bahagia, namun juga kecewa secara bersamaan. Ia bahagia karena Dewa Abadi mau membantu masalah Tianming, dan kecewa karena kekuatannya yang rendah belum mampu untuk melindungi rakyatnya sendiri.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2