
Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, China
Semua orang sudah mulai turun dan berdiri di halaman Aula Sekte. Untuk Mo Lian, ia masih berada di langit, duduk bermeditasi dengan mata terpejam untuk mengendalikan tubuhnya yang lain, yang berada di Amerika.
Hingga saat handphone-nya bergetar di dalam saku celana, ia membuka matanya perlahan dengan senyum cerah di wajahnya. Ia merasa senang karena mendapatkan pecahan lain dari pedang uang di miliknya.
Mo Lian menyelinapkan tangan kirinya ke dalam saku dan mengeluarkan handphone, di sana terdapat sebuah panggilan telepon dari Su Jingmei.
"Halo, ada apa, Bu?"
"Lian'er! Ada uang masuk dari Pemerintah Amerika, mereka mengirimkan uang sebanyak dua ratus lima puluh miliar USD pada Perusahaan Meiliafei. Apa yang sebenarnya terjadi?"
Mo Lian terdiam sejenak saat mendengar balasan dari handphone. Itu adalah jumlah uang yang sangat banyak, jika mengkonversi mata uang sekarang, maka Perusahaan Meiliafei mendapatkan dana sebesar 1,62 triliun Yuan.
Lalu, ia tidak menyangka jika Keluarga Rosth benar-benar keluarga yang sangat kaya, karena yang diketahui keluarga terkaya di dunia hanya memiliki total aset sekitar 192,9 miliar USD, atau 1,24 triliun Yuan.
"Aku akan menjelaskannya nanti, untuk sekarang Ibu bisa gunakan uang itu untuk menggaji karyawan yang gaji mereka belum terbayarkan karena uang kita yang menghilang. Itu tidak perlu khawatir dari mana aku mendapatkannya, yang pasti itu adalah milik kita."
Dalam perang, tentunya harus ada sebuah rampasan dari tempat yang dikalahkan. Jika di Istana Surgawi ia mendapatkan rempah maupun herbal, artefak, senjata, dan lain sebagainya. Maka di Keluarga Rosth ia mendapatkan uang yang sangat banyak, serta beberapa barang di sana.
Kemudian, jika ratusan ribu Tael Emas yang didapat dari Dunia Surgawi dijual, maka keluarga kecil Mo Lian sudah berada di urutan teratas dalam jumlah kekayaan. Namun jumlah itu sangatlah sedikit jika digunakan untuk meningkatkan kekuatannya serta keluarganya.
Tidak ada balasan dari balik telepon untuk beberapa saat. "Ba- Baiklah. Ibu akan menanyakannya nanti padamu, Ibu akan kembali bekerja dulu ..."
Panggilan telepon diakhiri sesaat setelah Su Jingmei membalasnya. Mo Lian mengamati layar handphone untuk beberapa waktu, dan saat ia hendak memasukkannya kembali, ia melihat jika banyak sekali notifikasi berita di sana.
Mo Lian menekan pemberitahuan itu dan melihatnya satu persatu, di sana terdapat gambar maupun rekaman yang memperlihatkan fenomena mengerikan di langit Provinsi Sichuan, pertempuran di luar angkasa meski buram, dan lain sebagainya.
Ia terus melihat berita di sana, dan terdapat berita yang membahas tentang kejadian di Gedung Putih, yang sudah dilihat oleh ratusan juta kali meski tidak sampai dua jam setelah berita diterbitkan.
__ADS_1
"Video di mana sepasang orang tua itu juga ada, dan saat kamera berpindah posisi hendak menangkap gambarku, yang terlihat hanyalah sebuah cahaya biru yang berkilau." Senyum tipis menghiasi wajahnya saat ia mengakhiri perkataannya.
Bukannya ia tidak ingin memberitahukan identitasnya pada dunia, hanya saja jika ia membeberkan siapa dia, itu hanya akan membuat kehidupan sehari-harinya tidak lagi damai dan berubah total. Seperti halnya jika ia ingin pergi berbelanja bersama Mo Fefei, tatapan mata terhadapnya akan berubah, dan mungkin saja orang-orang akan menjauh darinya.
Bukan tidak mungkin ia akan menyebarkannya, pada saatnya, identitas dirinya pasti akan terungkap, tapi tidak sekarang.
Mo Lian kembali menutup matanya setelah ia menyimpan handphone-nya ke dalam saku celana. Ia ingin menunggu kedatangan kloningannya yang sudah berada di Samudra Pasifik.
Hingga belasan menit terlewati, ia kembali membuka matanya dan berdiri dari energi spiritual yang dijadikan sebagai pijakan. Ia melihat lurus ke depan, terlihat cahaya biru dengan jubah emas yang bergerak sangat cepat ke arahnya, dan berhenti tempat di depannya.
Kloningannya yang berdiri di depannya melepaskan Cincin Ruang yang berada di jari telunjuk, dan menyerahkan pada Mo Lian. Setelah Cincin Ruang itu diserahkan, kloningannya menghilang begitu saja menjadi kepingan cahaya biru yang menyebar ke sekitar.
Mo Lian tersenyum tipis sembari melihat Cincin Ruang di telapak tangan kanannya. "Aku sudah mendapatkannya, sekarang hanya perlu mencari bahan tambahan untuk meningkatkan kekuatan serta ketahanan ..."
"Mungkin aku harus bepergian mengelilingi dunia, ataukah aku harus mencarinya di luar sana." Mo Lian melanjutkan perkataannya seraya menengadah melihat luar angkasa.
Mo Lian menghembuskan napas panjang sembari memindahkan semua isi yang berada di Cincin Ruang itu ke dalam Cincin Ruang buatannya. Untuk saat ini ia akan mengurungkan niatnya bepergian ke dunia luar, ia akan memilih untuk mencari bahan lain yang ada di Bumi. "Mungkin aku bisa mendapatkannya di Segitiga Bermuda. Siapa yang tahu, iyakan."
Ia turun perlahan dan mendarat tepat di sebelah Ayahnya yang sedang melatih. Seketika itu juga semua orang berdiri dengan posisi siap, kemudian memberi salam pada Mo Lian.
Mo Lian hanya menaikkan tangan kanannya membalas salam semua orang, dan memerintahkan untuk melanjutkan pelatihan.
"Ayah, apakah kita harus pergi ke Kediaman Mo?" Mo Lian bertanya dengan suara pelan, hampir seperti berbisik.
Wajah Mo Qian mengeras dengan urat-urat lehernya yang terlihat, mengungkapkan perasaan marah. "Tentu saja, mereka tidak tahu berterimakasih. Keluarga Mo menjadi keluarga tertinggi dan terhormat di Kota Chongqing setelah Ayah diterima di Pasukan Mata Setan, meski orang-orang tidak tahu tentang identitas Ayah. Tapi Ayah sering pergi bersama dengan Panglima yang menjabat pada saat itu, dan akibatnya kedudukan Keluarga Mo semakin tinggi ..."
"Namun siapa yang menduga, mereka malah mengusir kalian sesaat setelah kabar menghilangnya diriku tersebar!"
Mo Qian mencengkeram jari-jarinya yang terkepal, auranya juga sedikit keluar darinya, membuat lantai yang dipijaknya retak dan tertekan lebih dalam.
__ADS_1
Mo Lian terdiam saat mendengar itu, ia mengalihkan perhatiannya pada ratusan orang di depannya yang mempraktikkan Teknik Dasar Xuezhe.
Teknik Dasar Xuezhe adalah teknik yang digunakan untuk memperkuat pondasi tubuh dalam mempraktikkan Teknik Pedang. Setiap gerakan yang dilakukan, itu akan memperkuat kekuatan fisik serta aliran energi yang lebih murni. Namun karena ini adalah teknik dasar, tentunya harus berlatih lebih keras.
"Selama seminggu penuh kalian akan berlatih seperti ini, ini untuk membuat pondasi kalian dalam menggunakan pedang lebih stabil. Kita tidak tahu berapa lama lagi organisasi tersembunyi akan muncul ke permukaan. Kekuatan mereka tidak bisa di anggap remeh, seperti Kepala Keluarga Rosth, dia bisa menghancurkan Daratan Huaxia dengan mudahnya."
Semua orang terdiam saat mendengar itu, bahkan anggota Pasukan Mata Setan yang masih berada di sini juga tidak habis pikir ada kekuatan yang semengerikan itu.
"Terlebih, penjaga Keluarga Rosth adalah Iblis yang berasal dari Dunia Bawah, kita tidak tahu apakah Dunia Bawah juga akan datang ke sini dan mengacaukan Bumi." Dari informasi yang didapat, sekitar enam bulan lagi organisasi di seluruh dunia akan keluar.
Namun ia menduga itu bisa saja terjadi lebih cepat, seperti halnya Keluarga Rosth yang tidak pernah diharapkan, dan ternyata malah terjadi penyerangan.
"Baik, Patriak!"
Semua orang tanpa terkecuali menjawabnya dengan suara keras dan bersemangat, tidak ada rasa takut di wajah mereka, yang ada hanyalah tekad dan keberanian. Dengan kekuatan yang diperlihatkan oleh Mo Lian, mereka semua menjadi lebih bersemangat dan ingin mengikutinya.
Senyum tipis terlihat di wajah Mo Lian, ia kembali membuka mulutnya untuk berucap. Namun terhenti saat terdengar suara notifikasi dari handphone-nya yang berada di dalam saku.
Mo Lian mengambil handphone dari dalam saku celananya, dan melihat apa yang tertulis di sana. Terlihat jika ada uang masuk yang dikirimkan atas nama Perusahaan Meiliafei, dengan jumlah seperempat dari kiriman Pemerintah Amerika, atau sebanyak 405 miliar Yuan.
"Ini ..." Mo Lian tidak tahu mengapa Ibunya mengirimkan uang sebanyak itu ke dalam rekeningnya. "Biarlah, dengan uang sebanyak ini aku bisa membeli apapun yang ku mau."
Meski ia sangatlah kuat, bisa mendapatkan apapun dengan membunuh, tapi tentu saja ia tidak ingin melakukan hal seperti itu.
Mo Lian kembali mendongak, menatap ratusan orang di depannya. "Kalian bisa beristirahat selama satu jam, kemudian lanjutkan dengan bermeditasi di tepi danau untuk meningkatkan kekuatan kalian. Aku ingin pergi dulu." Ia melompat dari tempatnya dan melesat pergi.
Ada sesuatu hal lain yang ingin diurusnya di Samudra Pasifik dan Atlantik. Jutaan tahun lalu pastinya energi spiritual di Bumi sangatlah padat dan memiliki harta benda yang berharga, karena itulah ia ingin mencarinya di sana, dan apabila tidak ada, maka ia hanya bisa pergi ke Planet Jupiter.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...