Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 39 : Terungkap


__ADS_3

Ketua dari Pasukan Taring Naga mencoba bangkit dengan bertumpu menggunakan satu kakinya. Ia menengadahkan kepalanya melihat Mo Lian yang masih melayang di langit. "A- A- Apakah kau akan membunuhku? Kau akan menjadi buronan satu negara."


Mo Lian mengerutkan keningnya, ia tidak mempermasalahkan jika menjadi buronan. Namun jika begitu, maka kelangsungan hidup keluarga serta anggota Sekte Dongfangzhi akan berada dalam bahaya. Pembangunan perusahaannya juga tidak bisa dilakukan.


Mo Lian menolehkan kepalanya ke arah dua wanita yang berdiri tidak jauh darinya. "Kau jelaskan pada pak tua ini, siapa yang menyerang terlebih dahulu. Lalu selidiki tentang gorila bernama Hong itu, tanyakan padanya, apakah perkataan ku mengenai dia bekerja untuk salah satu keluarga besar itu benar atau tidak!" ucapnya seraya mengarahkan ratusan pedang pada kedua wanita itu.


Seketika Hu Lan Yue dan Ong Hei Yun tersentak kaget dengan tubuh bergetar ketakutan saat melihat ratusan pedang yang mengarah pada keduanya.


Ong Hei Yun, wanita berambut ungu yang memiliki dada besar itu mengeluarkan handphone dari dalam kantung bajunya. Ia mencari nomor yang terdaftar dalam kontak, menghubungi markas untuk menyambungkan panggilannya pada Hong.


"Halo. Siapa?! Aku sedang tidak ingin berkelahi! " Terdengar suara dari balik telepon.


"Aku Ong Hei Yun."


"Ah! Wakil Kapten! Maaf atas kelancangan ku."


Ong Hei Yun terdiam sejenak, ia sangat tidak menyukai sifat sombong Hong. Yang mana selalu merasa dirinya diatas orang lain. "Apakah kau pernah menyerang seorang murid SMA 1 Chengdu?"


"Ti- Tidak Perna—"


"Menurut rekaman CCTV di sekitar sana, kau masuk ke dalam gang dengan beberapa orang. Ketika kau keluar dari sana, kau sudah mengalami luka yang parah. Jelaskan!"


"It- Itu mana mungk—"


"Gorila Hong. Apakah kau tidak mengingatku?" Secara tiba-tiba Mo Lian sudah berdiri di samping Ong Hei Yun dan merebut telepon.


"Ka- Kau! Baji****! Apa yang kau lakukan pada Wakil Kapten? Aku akan membalas perbuatan apa yang telah kau lakukan padaku!"


Ong Hei Yun dan Hu Lan Yue memandang satu sama lain. Dengan ini Hong tidak bisa lagi mengelak lagi tentang perbuatannya yang berada di gang kecil.


"Bukankah pada saat itu kau yang menyerang terlebih dahulu? Lalu kau kalah? Lemah!"


"Itu karena kau mematahkan kaki adik dan orang-orang ku! Kalah? Setelah aku sembuh, aku akan membawa anggota Taring Naga untuk membunuhmu!"


Mo Lian menyeringai lebar, sangat mudah menggiring dibodoh Hong itu untuk mengakui perbuatannya. "Maksudmu si botak yang bekerja untuk Keluarga Long? Dan sepertinya kau juga bekerja untuk keluarga itu. Apa yang akan terjadi jika Pasukan Taring Naga mengetahui bahwa kau adalah kaki tangan salah satu dari Empat Keluarga Besar di Kota Chengdu."

__ADS_1


"Heh! Walaupun kau mengetahuinya, tapi kau tidak akan bisa hidup lebih lama lagi. Pasukan Taring Naga adalah pasukan tersembunyi, meskipun kau mengetahui itu dan melaporkannya, Pasukan Taring Naga tidak akan per ... ca ... ya ..."


"Sepertinya kau terlalu banyak bicara. Hingga melupakan fakta penting, aku menelpon menggunakan handphone milik Wakil Kapten Pasukan Taring Naga." Mo Lian kembali menyeringai, kemudian menutup panggilan telepon.


Mo Lian menolehkan kepalanya menatap wajah Ketua Pasukan Taring Naga. "Jadi? Bagaimana? Mau lanjut? Aku bisa saja membunuhmu dan seluruh Pasukan Taring Naga," ucapnya seraya menyeringai lebar.


Pria tua itu terdiam sejenak, kemudian ia membungkukkan badannya mengarah pada Mo Lian. "Cukup. Mohon maaf atas kelancangan dan ketidaktahuan kami, kami akan memberikan kompensasi padamu karena telah menuduh yang macam-macam," ucapnya pelan.


Mo Lian menganggukkan kepalanya kemudian mengalihkan pandangannya pada yang lain. "Bagaimana? Aku meminta kompensasi dengan sejumlah herbal-herbal, dan Batu Spiritual."


Keempat orang yang masih tergeletak di permukaan tanah terdiam sejenak, kemudian dengan kedua tangan menyentuh tanah, keempatnya mencoba untuk bangkit. "Baiklah."


Meskipun sebelumnya mereka mengatakan bahwa Leluhur mereka akan membalaskan dendam. Namun mereka berpikiran Leluhur juga belum tentu bisa mengalahkan Mo Lian.


Mo Lian tersenyum kecil, ia menggeleng kecewa terhadap dirinya sendiri. Ini adalah kali pertama baginya menarik kembali perkataannya, ia juga tidak bisa berbuat apa-apa tentang itu. Bagaimanapun keselamatan keluarganya 'lah yang dipertaruhkan.


Menjadi buronan satu negara? Bahkan satu dunia pun ia tidak takut. Tapi kembali lagi, ia harus menahan diri untuk kebaikan ibu dan adik tercintanya.


Mo Lian berbalik menatap Ong Hei Yun dan Hu Lan Yue. "Dada kalian berdua sangat besar dan lembut," ucapnya seraya mengangkat jempol, kemudian terbang melesat ke arah ibu dan adiknya.


"Beraninya! Aku adalah Kakek— Aarrgh!" Kepala Keluarga Su menghentikan ucapannya. Kemudian tersungkur ke tanah seraya memegangi pahanya yang telah basah karena darah.


Mo Lian mengangkat tangannya ke udara. "Aku tidak akan mengulanginya lagi. Serahkan aset milik Ibu, dan berikan kompensasi sebesar 1 Miliar Yuan!"


Pria paruh baya yang merupakan paman Mo Lian maju beberapa langkah. "1 Miliar? Bukankah itu terlalu—"


"1 Miliar masih terbilang sedikit. Bahkan itu tidak ada setengah dari keuntungan yang didapatkan dari perusahaan yang dipimpin oleh Ibu!" Mo Lian memotong perkataan pria paruh baya itu.


Mo Lian terdiam sejenak, kemudian melanjutkan perkataannya, "Ataukah kau ingin bertemu dengan Raja Yama seperti Tang Zhao?"


Pria paruh baya yang bernama Su Jia Chen itu tertunduk melihat tanah, ia mencengkeram jari-jarinya yang terkepal. Tak lama kemudian ia mendongakkan kepalanya. "Aku—" ucapnya terhenti ketika melihat ratusan pedang yang mengarah padanya. "Baik. Besok kami akan memberikan tanda terima."


Mo Lian tersenyum ringan, ia sekilas menatap Keluarga Long kemudian mengalihkan pandangannya kembali. Ia tidak perlu lagi berurusan dengan Keluarga Long, bagaimanapun keluarga mereka tidak akan bertahan lama karena sangat berani mempekerjakan anggota dari Pasukan Taring Naga. Itu sama saja keluarga mereka merendahkan Pasukan Khusus Huaxia.


Keluarga Fang? Ia yakin keluarga itu tidak akan berani lagi berurusan dengannya, tapi itu tidak menjelaskan bahwa Mo Lian akan melepaskannya begitu saja. Tentunya ia akan membalaskan dendam lama, hanya saja bukan di depan umum.

__ADS_1


Keluarga Mo? Mereka sudah lama melarikan diri. Bahkan dengan kesadarannya saja ia tidak dapat menemukan keberadaan mereka.


Mo Lian mendarat perlahan di depan Su Jingmei dan Mo Fefei. Ketika ia mendarat, kedua orang itu langsung memeluknya erat.


Mo Lian terdiam sejenak dengan mulut terbuka, kemudian tersenyum lembut seraya mengusap punggung keduanya.


Tiga menit kemudian, setelah lumayan lama berpelukan. Akhirnya Ibu dan Adiknya melepaskan pelukannya, keduanya menatap wajah Mo Lian dengan tatapan khawatir.


Melihat itu, Mo Lian hanya diam tak berucap dan tersenyum kecil seraya menggaruk pipinya canggung. Sepertinya hari ini aku cukup berlebihan, yang sebelumnya acara Pertandingan Beladiri, sekarang menjadi acara bunuh membunuh.


Setelah dirasa cukup lama berdiam, Mo Lian memutuskan untuk kembali ke hotel bersama dengan Keluarga Qin dan Keluarga Yun. Ia sudah tidak ada urusan lagi di tempat ini. Penerimaan hadiah? Itu hanyalah sampah baginya, bahkan teknik paling buruk yang dimilikinya adalah ratusan kali lipat lebih baik dari milik sekte-sekte tersembunyi di Bumi


Kini, pandangan Keluarga Qin dan Yun terhadap Mo Lian lebih tinggi dari sebelumnya. Mereka merasa beruntung bisa berkenalan dengan Mo Lian, tapi disisi lain mereka juga harus bersiap-siap jika mendapati serangan dari berbagai kalangan.


Puluhan menit kemudian, mereka sudah tiba di hotel tempat mereka menginap. Mereka semua masuk ke ruangan luas yang sengaja disewa, di ruangan ini bisa menampung lebih dari 200 orang.


"Master, mengapa Anda tidak meneruskan pertarungan tadi? Aku tahu Master bisa membunuh mereka semua dengan mudah." Qin Nian membuka suaranya.


Semua orang yang mendengar itu juga menganggukkan kepalanya dan merasa aneh.


Mo Lian meletakkan cangkir teh di atas meja, ia menghela napas panjang kemudian menjelaskan alasan mengapa ia tidak membunuh orang-orang itu.


Ketika semua orang mendengar alasan Mo Lian. Mereka semua menundukkan kepalanya dengan kedua tangan mencengkeram lutut, mereka merasa senang jika Mo Lian memperhatikan mereka, namun disisi lain mereka merasa kecewa terhadap diri mereka sendiri karena menjadi beban bagi Mo Lian.


Qin Nian berdiri seraya membanting kedua tangannya di atas meja dengan pelan. Ia menatap wajah tampan Mo Lian. "Master. Mohon maaf, saya ingin keluar untuk berlatih," ucapnya seraya menangkupkan kedua tangannya.


Mo Lian menganggukkan kepalanya, kemudian mempersilakan Qin Nian keluar ruangan untuk berlatih.


Yang lainnya juga tidak tinggal diam, mereka semua berpamitan pada Mo Lian untuk berlatih. Dengan api menari-nari di mata mereka, mereka semua bertekad untuk menjadi kuat dan bertarung bersama Mo Lian.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2