
"Hahaha! Aku berhasil menembus Wu-Zheng. Kalian semua di sini akan mati bersama dengan seluruh orang di Daratan Huaxia!" Tang Xuan tertawa terbahak-bahak dengan nafsu membunuh keluar darinya.
Dengan sedikit gerakan kakinya, Tang Xuan menghilang sangat cepat di udara kosong di hadapan semua orang. Detik berikutnya ia sudah tiba tepat di depan Wu Yengtu dengan tinju diselimuti energi kuat membentuk asap merah.
"Mati!" Tang Xuan bersiap memukulkan tinjunya di wajah Wu Yengtu. Namun saat pukulan itu hampir mengenai kulit wajah Wu Yengtu, lautan berubah dengan gelombang tinggi, bersamaan dengan udara menjadi lebih berat. Bahkan udara yang sangat berat itu memperlambat laju pukulan Tang Xuan.
Melihat gerakan Tang Xuan yang melambat, Wu Yengtu memanfaatkan keadaan itu dan mundur beberapa puluh langkah ke belakang mencoba untuk menghindari serangan.
Ketika Wu Yengtu mundur, secara tiba-tiba tempat Wu Yengtu sebelumnya berdiri sudah digantikan oleh Mo Lian yang menangkap pukulan Tang Xuan.
"Kakek, Nenek. Tolong kelilingi area pertempuran agak dampaknya tidak sampai ke pelabuhan," ucap Mo Lian yang menatap tajam Tang Xuan.
Tang Xuan membelalakkan matanya saat mengetahui jika di depannya sudah berdiri Mo Lian, terlebih lagi mengenai fakta jika pukulan penuhnya ditangkap dengan mudahnya tanpa memperlihatkan perubahan ekspresi.
Wu Yengtu, Xu Xumei dan yang lain menganggukkan kepala, kemudian menyebar ke berbagai arah dan membuat array secara bersamaan, array yang bisa dibuat tanpa harus menggunakan Batu Spiritual. Untuk pasokan arraynya adalah pengguna, bukan energi spiritual di sekitar atau apapun.
Mo Lian yang sudah menangkap pukulan Tang Xuan itu memutar tangannya hingga terdengar suara retakan kasar, menandakan tulang siku Tang Xuan patah begitu saja hanya dari gerakan kecil Mo Lian.
Tidak berhenti disitu saja, Mo Lian memukulkan tinju kanannya menghantam dada Tang Xuan. Pukulan ini tidak menggunakan kekuatan penuhnya, ia ingin membuat Tang Xuan sekarat, namun tidak sampai membuatnya mati, itu karena ia harus mendapatkan informasi mengenai markas utama Organisasi Dunia Hitam.
"Urgh!" Tang Xuan memuntahkan seteguk darah dari dalam mulutnya dan mundur beberapa puluh meter ke belakang saat terkena pukulan Mo Lian.
Tentu saja Mo Lian tidak berhenti dan membiarkan Tang Xuan menyiapkan serangan. Ia menekan kakinya di udara kosong dan menghilang sangat cepat seperti beteleportasi. Ketika ia muncul kembali, ia sudah berada di atas kepala Tang Xuan.
Mo Lian memutar tubuhnya dan kemudian menendang pundak Tang Xuan dengan tumitnya, membuat Tang Xuan yang masih goyah itu tidak bisa mempertahankan posisinya dan melesat tajam menghantam lautan.
Boom!
Air dalam volume yang sangat besar melonjak beberapa puluh meter ke langit ketika Tang Xuan menghantam lautan. Ombak tinggi juga tercipta membuat tsunami yang sangat mengerikan.
Tidak menunggu Tang Xuan untuk kembali bangkit. Mo Lian langsung bergegas menuju lautan dengan tinju yang sudah dialiri sebagian energi spiritualnya. Kemudian ia mengayunkan pukulannya tepat di udara kosong di depannya yang mengarah pada lautan.
__ADS_1
Wush! Boom!
Pukulan keras Mo Lian bercahaya biru itu melesat bagaikan tombak mengenai Tang Xuan yang mencoba untuk keluar dari lautan. Ketika pukulannya mengenai lautan, air dalam volume yang sangat besar melonjak naik beberapa ratus meter ke langit, menembus udara seperti pisau tajam. Lalu saat air itu turun, turunnya air sangat deras seperti badai.
Mo Lian melayang puluhan meter di atas permukaan laut, ia menunggu Tang Xuan untuk keluar dari sana. Cukup lama ia menunggu, hingga air hampir kembali tenang, tiba-tiba dari kedalaman air, terdapat cahaya merah terang.
Air dalam volume besar kembali melonjak puluhan meter ke langit, memperlihatkan Tang Xuan yang rambutnya sudah kembali memutih. Untuk kultivasinya juga sudah meningkat kembali menjadi Wu-Zheng tahap Menengah, atau Ranah Inti Emas. Sepertinya peningkatan kekuatannya dilakukan dengan cara paksa, peningkatan yang tabu dilakukan oleh seorang Kultivator.
"Apakah kau yakin menggunakan cara itu? Bukan hanya kultivasimu yang akan jatuh, tapi untuk mengembalikannya akan memakan waktu dua sampai tiga kali lebih lama dari seharusnya." Mo Lian menatap datar Tang Xuan. Tidak peduli berapa kuat Tang Xuan, bahkan jika sudah menembus Ranah Alam dan Manusia, ia masih tetap bisa mengalahkannya.
Wajah Tang Xuan mengeras dengan urat-urat lehernya yang terlihat, memancarkan kemarahan yang sangat besar dengan aura membunuh keluar darinya. "Setelah aku membunuh kalian semua dan mendapatkan harta, aku akan mengembalikan kekuatanku!" teriaknya lantang.
Masih memperlihatkan wajah datar, Mo Lian mengorek telinganya seperti tidak peduli apa yang dikatakan oleh Tang Xuan.
"Beraninya! Kita lihat sampai mana kau berani bersikap seperti itu!" Tang Xuan menekan kakinya di udara kosong dan melesat bagaikan anak panah ke arah Mo Lian dengan tinju diselimuti energi kuat.
Mo Lian yang melihat serangan itu hanya diam di tempat tanpa bergerak sama sekali. Namun saat serangan itu hampir mengenainya, ia bergerak sedikit ke kanan, menghindari pukulan Tang Xuan yang lumayan kuat untuk Pejuang Bumi. Kemudian ia mengangkat kakinya menendang dagu Tang Xuan dengan keras.
Dentuman keras terjadi saat tendangannya mengenai dagu Tang Xuan, membuat Tang Xuan melesat tajam ke langit yang tinggi.
Mo Lian menengadahkan kepalanya melihat Tang Xuan yang masih terus bergerak ke atas. Ia menyondongkan badannya ke kiri, kemudian menghilang di udara kosong di hadapan semua orang, dan muncul kembali di atas kepala Tang Xuan.
Mo Lian menyelimuti kaki kirinya dengan energi spiritual, ia memutar tubuhnya beberapa saat untuk mengambil ancang-ancang, kemudian menendang Tang Xuan menggunakan tumit kakinya.
Tang Xuan yang tidak siap, meski siap pun tidak ada perbedaan. Ia melesat kembali mengarah lautan dan menghantamnya sangat keras, membuat air dalam volume besar kembali naik ke udara.
Mo Lian mengangkat tangannya ke udara, dengan jari telunjuk dan tengah menunjuk ke arah langit. "Teknik Pedang 1000 Mil, Gerakan Ketiga. Formasi 1000 Pedang!"
Energi spiritual yang sangat kuat berfluktuasi di sekitar Mo Lian. Tidak lama kemudian terlihat pedang berwarna biru dalam jumlah yang besar.
Sontak Tang Xuan yang mencoba berdiri dengan bertumpu pada permukaan laut itu tersentak. Tubuhnya bergetar saat merasakan aura yang sangat menekannya. Bahkan Petinggi dari Pasukan Taring Naga dan Aliansi Beladiri Huaxia juga tidak luput terkena efeknya, itu karena mereka masih mengingat apa yang menimpa mereka sebelumnya.
__ADS_1
Tang Xuan mendongak menatap Mo Lian dengan wajah menghitam ketakutan, tapi di sisi lain ia masih tidak percaya bahwa ada yang lebih kuat darinya, apalagi seorang pemuda yang bahkan usianya belum genap 20 tahun.
Tanpa berlama-lama lagi, Mo Lian mengayunkan kedua jarinya mengarah pada Tang Xuan, membuat ribuan pedang bergetar hebat seperti menanggapi panggilannya. Namun meski begitu, hanya puluhan saja yang melesat menuju Tang Xuan. Jika saja semua pedangnya melesat, tentunya Tang Xuan akan terbunuh saat itu juga.
Wush! Wush! Jleb!
Pedang-pedang itu melesat dan menembus tubuh Tang Xuan yang sudah terlalu lemah tidak bisa bergerak. Penampilannya tidak lagi muda, terlihat jika rambut kembali memutih dengan banyak kerutan di wajahnya. Perlahan, Tang Xuan tidak lagi dapat mempertahan kekuatannya untuk tetap berdiri di atas permukaan laut, dan tenggelam.
Melihat itu, Mo Lian bergegas menuju laut dan menarik Tang Xuan ke atas permukaan laut. Ia mencengkram erat kepala Tang Xuan, dengan jari telunjuk dan tengah dari tangan kanan berada di depan matanya. "Teknik Pencarian Jiwa!"
Tiba-tiba di dalam benaknya terlihat bayangan kejadian-kejadian yang pernah dialami Tang Xuan selama ini. Dari awal pembentukan Organisasi Dunia Hitam dan puncak tujuan mereka.
Ketika Mo Lian membuka matanya perlahan, raut wajahnya berubah dengan mulut terbuka. Informasi yang didapatnya tadi sungguh sangat berharga, jika informasi ini diketahui semua orang, tentunya akan ada peperangan besar yang terjadi di Daratan Huaxia.
"Bagaimana?" Wu Yengtu datang menghampiri Mo Lian menanyakan tentang informasi yang didapat.
"Markas Organisasi Dunia Hitam berada di Taiwan. Di ruang bawah tanah dari bangunan terbesar di sana, mereka memiliki perusahaan terkemuka, perusahaan itu adalah tampilan luarnya saja," ujar Mo Lian menjelaskan letak markas. Lalu untuk informasi penting lainnya, akan ia rahasiakan dulu, dan diinformasikan saat sudah tiba di Sekte Dongfangzhi.
"Kakek. Apa yang harus aku lakukan dengannya?" Mo Lian bertanya balik sembari mengangkat tangannya memperlihatkan Tang Xuan yang sudah lemas.
Wu Yengtu mengalihkan pandangannya menatap tajam Tang Xuan. Ia mengalirkan energi spiritual di telapak tangan, terlihat pedang spiritual berwarna hijau yang sangat kuat. Tanpa berlama-lama lagi, ia menebas leher Tang Xuan.
"Ini adalah hukuman yang pantas karena kau sudah mencelakai istriku, dan membunuh anakku," ucap Wu Yengtu dengan suara berat menjelaskan dendam dan kesedihan.
Mo Lian yang mendengar itu hanya terdiam tidak menyela ucapan Wu Yengtu. Kemudian ia berbalik lagi menuju pusaran air yang sekarang semakin bersinar. Lalu untuk jiwa Tang Xuan, karena peningkatan kekuatannya dengan paksa tanpa menerima Kesengsaraan Petir, tentunya jiwa yang dimiliki sangat lemah dan hancur sesaat setelah terbunuh.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1