
"Aura di hutan yang memiliki Esensi Elemen Kayu, memiliki lebih banyak energi spiritual. Bahkan aura emas terlihat menyebar di atmosfer karena padatnya, pantas saja Inti Emas dan Alam dan Manusia dibawa ke sini, tempat ini memang baik bagi mereka untuk berkultivasi. Tapi sayang, hanya satu minggu di sini."
Yun Ning mengangguk, tapi sedikit tidak setuju. "Tapi di tempat kita memiliki energi yang lebih padat, hanya saja kekuatan tempat kita berasal masih terlalu lemah. Hanya ada delapan orang yang sudah melewati Dewa Pemula."
"Delapan?!" Jiang Chen tidak bisa menahan kejutan dan bahkan sampai berteriak. Awalnya dia tetap tenang saat mendengarnya, dan berniat untuk tidak ikut campur. Tapi setelah mendengar hanya ada sedikit Dewa Pemula, itu membuatnya terkejut sekaligus penasaran.
Melihat ekspresi tak percaya Jiang Chen, Mo Lian hanya tersenyum tipis dan tidak bermaksud untuk menjelaskannya lebih jauh. Hanya sampai di sini informasinya, tidak perlu lebih banyak informasi karena mungkin berbahaya bagi Bumi dan menarik perhatian banyak Dewa Surga. Karena bagaimanapun, yang awalnya hanya Bintang Terbengkalai, sekarang menjadi Bintang Suci dari Wilayah Timur.
Walaupun belum diakui, tapi sudah pasti banyak yang setuju bahwa Bumi adalah Bintang Suci. Jika Bumi sampai didatangi oleh Dewa Bumi dan Dewa Surga, pastinya akan ada kekacauan luar biasa di sana meski ada Hong Xi Jiang yang menjaga.
Melihat Mo Lian yang tidak mengatakan apa-apa, Yun Ning memilih untuk mengikutinya dan diam seraya memalingkan wajah ke arah lain dengan polosnya, seolah-olah tidak mengingat apa yang dikatakannya tadi.
Jiang Chen tahu bahwa mereka tidak ingin membahasnya, dan dia tidak bisa menanyakannya lagi, tapi dia tahu, ada kemungkinan Mo Lian bukan berasal dari Wilayah Barat. Kalaupun dari Wilayah Barat, mungkin berada di pinggiran.
Tapi, untuk memiliki sedikit kultivator di atas Dewa Pemula, Jiang Chen mulai mengantisipasinya. Dia tidak meremehkan mereka semua, karena bagaimanapun, salah satunya sudah sangat kuat. Adapun tiga wanita bersama Mo Lian, sampai saat ini, dia tidak tahu seberapa kuat mereka.
Bahkan meski dua di antaranya belum sampai ke Dewa Merah, Jiang Chen tidak berani mencari masalah. Kemudian, yang terlihat paling dingin dan pendiam, dia merasakan aura kuat yang mampu menekan dirinya. Jika bertarung, bahkan meski dia tidak terbunuh, mungkin dia akan terluka parah tanpa bisa meregenerasi tubuhnya dan hanya bisa hidup di tempat tidur selama sisa hidupnya.
Mo Lian yang mengikuti Jiang Chen, merasa bosan karena terlalu lambat. Jika dia yang memimpin, mungkin sudah sampai...
"Hum?" Mo Lian mengangkat alisnya dan menoleh ke arah kirinya.
...***...
—10.000 Mil dari Tubuh Utama—
Klon yang dikirim sudah sampai di suatu tempat yang paling menarik perhatian, yang mana aura dari Catatan Kaisar Manusia lebih sering muncul dari sini ketimbang ratusan tempat lain di Dunia Rahasia.
Di hadapan Mo Lian, adalah danau biru yang tenang dengan kilauan cahaya yang merupakan pantulan dari sinar matahari. Hanya satu sisi danau yang memiliki pantai, sisi lainnya seperti tebing dan di atasnya terdapat pohon-pohon besar yang akarnya sampai turun menyentuh air danau.
Yang menarik perhatian Mo Lian bukanlah danau yang indah, melainkan akar pohon yang turun ke dalam air dan aliran udara di sekitar dedaunannya.
"Pohon menyerap energi spiritual, tapi akarnya mengalirkan energi ke dalam danau. Apakah ada sesuatu di dalamnya?"
Mo Lian menunduk, mencoba melihat bagian dalam dari danau. Tapi anehnya, dia tidak bisa melihat apa yang ada di dalam danau, seolah ada kekuatan yang menghalau pandangannya. Menggunakan Mata Langit, dia bisa melihat bahwa tempat ini dilindungi oleh ilusi kuat.
Jika Mo Lian tidak mengetahui aura dari Catatan Kaisar Manusia, mungkin dia tidak bisa menemukan tempat ini.
Mo Lian berjongkok, dia mencelupkan tangannya di air danau. Dingin yang menusuk langsung membekukan tangannya, tapi itu hanya sesaat sebelum dia mulai terbiasa.
Mo Lian berdiri, melayang di tengah-tengah danau dengan jarak beberapa inci. Dia menarik napas dalam-dalam, kemudian menyelam ke dalam air yang dingin.
Pandangannya menghitam, tidak bisa melihat apa-apa saat menyelam ke dalam air danau. Tapi tak lama kemudian, dia datang ke tempat seperti gua, namun gua itu sangat luas dengan langit-langit seperti gedung pencakar langit.
__ADS_1
Mo Lian kehilangan keseimbangannya sesaat setelah memasuki tempat seperti gua, tapi langsung mengendalikannya. Dia menoleh ke belakang melihat tempat di mana dia masuk. "Aku masuk dengan melewati permukaan air, turun secara vertikal, tapi muncul di sini secara horizontal? Perbedaan gravitasi?"
Mo Lian kembali berbalik melihat kedalaman gua. Dia melihat banyak kerangka tulang yang sepertinya berasal dari mayat monster, ukurannya sangat besar, tapi tidak terlalu mengejutkannya karena dia sudah pernah melawan monster dengan ukuran yang melebihi Bintang Utama maupun Bumi yang sekarang.
"Apakah ini Dimensi Lain di dalam Dunia Rahasia? Dimensi di dalam dimensi."
Mo Lian memilih menelusuri lebih dalam, dia penasaran dengan apa yang di dalam. Kebetulan, hanya klon yang ini yang sudah menemukan tempat semacam ini, yang lain masih terbang, kalaupun sampai di suatu tempat, itu hanya lahan kosong.
Dia melihat sekeliling, tidak ada hal lain selain kerangka tulang dari monster. Kerangka itu sudah tidak lengkap, ada beberapa bagian yang rusak, tapi aura yang terkandung di dalamnya masih membawa kengerian selama mereka masih hidup.
Mo Lian bisa membayangkan bagaimana saat mereka masih hidup, mungkin bintang kecil seperti Xiang ini akan dihancurkan dengan mudah. Taotie yang berada di Bumi, seperti debu di hadapan kerangka tulang ini.
Tulang ini lebih berharga dari monster laut yang dibunuhnya tadi, sehingga dia berniat untuk menyimpannya. Bahkan meski masih belum tahu untuk apa, tapi auranya membuatnya ingin mengambilnya sebanyak mungkin.
"Mungkin, aku bisa meningkatkan Array Sepuluh Pedang Semesta dan Keabadian. Meski, tidak terlalu sering digunakan karena aku sudah menyatu dengan pedang."
Gruoahhhh!
Raungan keras yang mematikan sayang dari kerangka tulang. Ada siluet merah yang tidak jelas, tapi yang pasti sangat marah karena kerangka tulangnya akan diambil.
Mo Lian mengernyit heran. Tidak mengharapkan aura ini sampai mampu membuatnya sedikit bergidik. Tapi, tidak sampai menakutinya.
Mo Lian mengangkat tangannya, melepaskan aura yang lebih kuat dari kerangka itu. "Jika monster ini masih hidup, mungkin kekuatannya seperti kultivator Dewa Surga yang memiliki Simbol Dewa Enam Garis!"
Kemudian, kerangka tulang yang berceceran di mana-mana, tersimpan di dalam Cincin Ruang.
Setelah menyimpan kerangka tulang, Mo Lian terus memasuki gua yang dalam. Sesekali dia menemukan tanaman yang tidak tahu apa itu, tapi karena dia belum pernah melihatnya, dia menyimpannya untuk menanyakannya pada Wang Yue Fei.
Mengapa tidak bertanya pada Hong Xi Jiang? Sederhana, menyebalkan!
Bukanlah lebih baik bertanya pada ibu mertua tercinta daripada ayah mertua galak?
"Lebih baik mencari tahunya sendiri." Mo Lian menggelengkan kepalanya. Meski Wang Yue Fei tidak menyebalkan seperti Hong Xi Ning, tapi suka bercanda dan seperti ibunya, suka sekali memperlakukannya seperti anak kecil berusia lima tahun.
Saat Mo Lian terus melangkah, dia bisa melihat ada setitik cahaya putih yang berada jauh dari pandangannya. Dia tidak mengetahui apa itu karena Kesadaran Ilahi-nya di sini seperti terbatas. Bahkan jika tidak ada tubuh utama ataupun klon di luar, mungkin dia tidak bisa mengetahui apa yang terjadi di luar sana.
Dia tidak terburu-buru, hanya melangkah dengan santai seraya mengambil semua harta benda yang dilihatnya di tanah.
"Aku tidak tahu apakah ini akan menjadi poin untuk Sekte Pedang Dewa. Mencari poin dengan mendapatkan harta, bukankah ini seperti menyatakan kepada semua orang bahwa aku adalah kaya, datanglah dan rampok aku?"
Jelas, sistem Daftar Dunia Rahasia sangat tidak bersahabat terhadap orang-orang dengan kekuatan lemah. Setelah keluar dari Dunia Rahasia, pastinya akan diburu oleh semua kekuatan yang menginginkan kekayaan.
Mo Lian tidak terlalu suka dengan sistem seperti ini, akan lebih baik jika itu adalah pencapaian seperti mampu melewati tantangan.
__ADS_1
Ketika dia terus masuk, cahaya menyilaukan itu semakin membesar sampai dia harus menutup matanya.
Mo Lian melewati cahaya putih, merasakan hangat yang menyelimuti tubuhnya. Ketika dia membuka matanya lagi, dia sudah berada di tempat asing. Daratan luas dengan aura yang kaya, tanaman langka sejauh mata memandang, awan putih seperti salju saling mengejar di langit karena tertiup angin.
Mo Lian mengalihkan pandangannya, dia melihat air terjun berwarna biru keemasan yang jatuh dari pulau. Pulau itu melayang di udara, dengan gunung besar di tengah-tengahnya.
Banyak binatang yang berada di kolam di sekitar air terjun: unicorn, kelinci, rusa, dan lain sebagainya. Aura yang dibawa mereka cukup kuat, Dewa Merah tahap Awal — Akhir.
Mo Lian menengadahkan kepalanya melihat langit yang luas. Bukan hanya pulau besar, dia melihat daratan kecil yang hanya berdiameter sekitar 15 — 30 meter, di atasnya ada bangunan berbentuk pagoda.
Mo Lian tidak tahu tempat apa ini, tapi yang pasti, ini adalah tempat yang sangat cocok untuk pengasingan Dewa Bumi yang hendak menerobos Dewa Surga. Tempat ini kaya, entah dari sumber daya tumbuhan, Air Spiritual, energi spiritual yang membentuk embun, pulau-pulau yang menyimpan harta, dan lain sebagainya.
"Aku akan melihat keadaan sekitar. Jika tempat ini aman, aku akan membawa yang lain, terutama Ning'er sedang mencari tempat yang cocok untuk menerobos Dewa Surga."
"Tunggu!" Mo Lian tersadar. Dia datang kemari karena ingin mencari dari mana aura Catatan Kaisar Manusia itu berasal, bukan untuk mengagumi keindahan tempat ini.
Mo Lian melangkah menuju air terjun di mana binatang-binatang sedang minum.
Merasakan kedatangan Mo Lian, mereka mendongak dan mengamatinya sebentar, kemudian kembali minum air maupun menyantap rumput.
Melihat bagaimana tingkah binatang di sini, Mo Lian tersenyum tipis dan sedikit membungkuk. Jika dia ditolak datang, sudah pasti binatang itu akan menyerang ataupun melarikan diri, tapi di sini, mereka tetap santai seolah dirinya tidak berbahaya.
Mo Lian datang di samping unicorn, berjongkok dan meraih Air Spiritual. Ini lebih kaya dari Air Spiritual di Gunung Kunlun. Dia mengambilnya, lalu menyesapnya.
Kelinci kecil seputih salju melompat menghampiri Mo Lian. Burung-burung di dahan pohon terbang dan hinggap di pundak Mo Lian.
"Apakah kalian menyambutku? Terima kasih."
Mo Lian tersenyum tipis, lalu dia berdiri. "Maaf, tapi aku harus bergegas. Aku ingin mencari Catatan Kaisar Manusia, tidak lama lagi, Alam Selestial akan menyerang Alam Semesta, aku harus bergegas menghentikannya."
Unicorn yang dari tadi diam, kembali mendongak dan menghampiri Mo Lian. Dia menggunakan kepalanya untuk mendorong pundak Mo Lian, seolah ingin menyapa.
Mo Lian menoleh. "Ada apa?"
Unicorn menjerit seperti meminta Mo Lian untuk mengikutinya, kemudian berbalik memasuki hutan di belakangnya.
Mo Lian merenung sejenak, memikirkan apakah harus mengikutinya. Tapi mengingat bagaimana unicorn ini sudah tinggal cukup lama di sini, harusnya sudah mendapatkan Kesadaran Spiritual dan memahami perkataannya, serta harusnya tahu keadaan di sini.
Akhirnya, Mo Lian memutuskan untuk mengikutinya memasuki hutan.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...