
Waktu terus berjalan, tidak terasa sudah tiga bulan terlewati semenjak ia menulis buku teknik, dan belasan orang yang datang ke rumahnya untuk belajar menjadi seorang Kultivator. Dalam waktu yang terbilang cukup lama ini banyak sekali hal-hal yang dilaluinya, salah satunya adalah acara kelulusan sekolah.
Ia berada diurutan pertama dalam nilai dan menjadi lulusan terbaik di SMA 1 Chengdu. Identitasnya sebagai putra CEO dan Direktur dari Perusahaan Meiliafei juga telah tersebar luas di sekolah.
Berbicara tentang perusahaan, selama tiga bulan ini perusahaan mendapatkan keuntungan yang memuaskan, bahkan bisa dikatakan sangat luar biasa. Itu karena selama enam bulan, banyak sekali permintaan dari pasar, sehingga perusahaan menjual lebih banyak dari yang seharusnya tiap bulannya. Dan mendapatkan keuntungan sebanyak 1,5 Miliar Yuan, itu sudah dipotong oleh bahan dan gaji karyawan.
Itu adalah jumlah yang sangat banyak untuk waktu tiga bulan, biasanya perusahaan baru membutuhkan waktu tiga sampai tujuh tahun untuk bisa mendapatkan hasil sebanyak itu.
Kesampingkan dulu tentang penghasilan perusahaan. Selama tiga bulan ini juga peningkatan kultivasi keluarga dan murid-muridnya cukup memuaskan, tingkatan terendah mereka berada pada Fase Mendalam tahap Akhir, dan yang tertinggi adalah Qin Zhang, yang hampir menembus Fase Lautan Ilahi tahap Menengah. Kemudian diikuti oleh Qin Nian, Fase Lautan Ilahi tahap Awal.
Peningkatan belasan orang yang baru saja bergabung menapaki jalan Kultivator Dao juga cukup memuaskan. Tingkatan tertinggi mereka berada pada Fase Mendalam tahap Awal, dan yang terendah pada Fase Fondasi tahap Menengah. Mungkin terbilang lambat jika dibandingkan dengan Qin Nian yang hanya membutuhkan waktu satu bulan untuk menembus ketingkat itu.
Tapi jika diingat kembali bahwa mereka semua memilih tekniknya sendiri, itu adalah waktu yang terbilang cukup wajar. Terlebih lagi tentang pengetahuan kultivasi yang diberitahu melalui tulisan, bukan langsung dikirimkan melalui kesadaran.
Mo Lian, ia sudah berada pada Ranah Inti Perak tahap Menengah. Untuk peningkatan selama tiga bulan ini mereka selalu menggunakan Diagram Segala Arah tiap bulannya, sebenarnya bisa saja menggunakan cara itu setiap harinya. Namun itu malah membuat energi spiritual dalam tubuh tidak terolah dengan benar, dan membuat energi spiritual dalam tubuh menjadi bergerak tak beraturan.
Biaya yang dikeluarkan untuk menggunakan Diagram Segala Arah selama waktu tiga bulan juga tidak sedikit. Itu menghabiskan kurang lebih 300 kardus berisikan rempah dan herbal, yang mana jika ditotal itu mengeluarkan biaya 30.000.000 Yuan.
Pengeluaran uang sebanyak itu sendiri ditanggung oleh Keluarga Qin dan Yun.
Bukan itu saja, selama tiga bulan terakhir. Organisasi Dunia Hitam tidak terdengar lagi kabarnya, mereka semua seperti menghilang tertelan bumi.
Namun dari itu semua, ada lagi berita yang mengejutkan semua orang. Itu adalah berita kematian Long Bing, dan menghilangnya Keluarga Tang yang tersisa, untuk kedua kejadian itu sendiri bukan karena perbuatan Mo Lian. Mo Lian hanya dapat memikirkan satu jawaban saja atas menghilangnya Keluarga Tang, Organisasi Dunia Hitam. Untuk alasannya, ia tidak mengetahuinya.
***
Masih seperti hari-hari biasanya, Mo Lian sedang duduk di halaman belakang dengan mata terpejam mengarah pada lembah yang dalam. Hanya saja hari ini ia berkultivasi seorang diri, tidak seperti hari sebelumnya yang selalu bersama dengan belasan orang.
Hampir setiap hari halaman belakang kediaman Mo Lian dijadikan tempat berkultivasi semua orang, pekerjaan di perusahaan masing-masing juga telah dikerjakan oleh orang lain, sehingga mereka semua bisa lebih fokus dalam berkultivasi.
Meski demikian, mereka semua tetap akan datang ke perusahaan masing-masing saat ada pekerjaan yang memang mengharuskan mereka yang menyelesaikannya.
__ADS_1
Ketika Mo Lian membuka matanya, matahari berada di posisi puncaknya, ia menghela napas panjang. "Meski kultivasi terendah mereka pada Fase Mendalam tahap Akhir. Tapi itu masih belum cukup untuk peristiwa besar nanti, apalagi Organisasi Dunia Hitam tidak ada kabar dalam beberapa bulan ini. Apa yang mereka rencanakan?"
Mo Lian menekan tangan kirinya di tanah untuk membantunya berdiri, ia menepuk-nepuk pakaiannya dari dedaunan maupun rerumputan yang menempel.
Kemudian ia berjalan memasuki kediaman, dan terus berjalan hingga ke dalam kamarnya. Ia berjongkok tepat di depan meja yang letaknya berada di samping tempat tidur, ia membuka pintu meja. Lalu mengeluarkan isi yang berada di dalamnya. "Bahan utama pembuat cincin ruang sudah ada, namun bahan pendukungnya yang belum ditemukan. Tulang binatang spirit, di mana aku dapat menemukannya."
Mo Lian menghela napas pasrah, meski ia sangat ingin membuat cincin ruang, tapi sangat disayangkan satu bahan yang digunakan sebagai lingkaran jari belum ditemukannya. Beberapa detik kemudian, terlintas tempat yang menurutnya akan ada binatang spirit. "Gunung Kunlun. Tapi, apakah sembarang orang diperbolehkan memasuki kawasan itu? Konon di sana ada hidup seorang dewa, berserta beberapa penjaganya."
Mo Lian terdiam sejenak, ia memikirkan apakah harus berangkat atau tidak. Terlebih lagi jaraknya yang cukup jauh, yang mana terletak di perbatasan antara China-India. Terbentang dari Pamir di Tajikistan melewati perbatasan Xinjiang dan Tibet sampai ke Provinsi Qinghai. Jarak dari Kota Chengdu ke Gunung Kunlun adalah 1214,7 mil atau 1955 kilometer, dengan kecepatan terbangnya sekarang, ia membutuhkan waktu dua sampai tiga jam.
"Apakah para Pejuang di Bumi memiliki cincin ruang? Sepertinya tidak, jika mereka memiliknya, pastinya saat aku membunuh mereka akan mendapatkan rampasan. Sangat menyusahkan bagi Pejuang untuk hidup di Bumi, kau tidak akan bisa merampas harta benda yang didapat setelah membunuh Pejuang. Alasannya sangat sederhana, karena harta di sini disimpan di bank."
Mo Lian kembali menghela napas panjang, ia mengembalikan Batu Spasial ke dalam lemari meja. Kemudian menguncinya dan keluar dari ruangan, lalu ia pergi menuju perusahaan untuk melihat keadaan di sana, serta mengecek apakah ada masalah lagi ataukah tidak.
Sebenarnya dengan adanya tiga Pejuang di sana, Su Jingmei, Mo Fefei, dan Yue Xin Mei. Mo Lian tidak harus selalu mengecek keadaan perusahaan, tapi ada kalanya juga ia harus datang ke sana, itu adalah mengecek pekerjaan yang dilakukan Zhing Xumei. Bagaimanapun juga ia adalah atasan Zhing Xumei yang termasuk dalam devisi penelitian obat.
"Sepertinya aku harus membeli mobil. Di dalam akun bank milikku ada ratusan juta Yuan, akan sangat tidak masuk akan jika aku tidak memiliki satu mobil." Mo Lian menggelengkan kepalanya pelan sembari berjalan kaki menuruni Puncak Gunung Emei.
Jadi tidak aneh jika mereka berdua memiliki kulit yang halus dan penampilan yang sangat cantik.
Tanpa berlama-lama lagi ia berjalan memasuki pintu perusahaan yang dijaga oleh dua orang, ia masuk tanpa adanya masalah, itu karena ia membawa tanda pengenal yang memudahkannya masuk tanpa harus diperiksa terlebih dahulu.
Saat ia sudah berada di dalam, ia menolehkan kepala ke arah kanan. Dan benar saja, di sana banyak sekali pria yang usianya berkisar antara 18 sampai 24 tahun sedang memandangi dua orang wanita. Melihat itu, ia hanya menggelengkan kepalanya pelan dan pergi menuju pintu lift.
Mo Lian sendiri tidak mempermasalahkan jika ada orang-orang yang melihat adiknya, asalkan dengan pandangan yang wajar, dan bukan pandangan melecehkan seperti Manajer Lao yang telah dibunuhnya.
Dua puluh menit kemudian, ia sudah berada di lantai 10. Ia keluar dari dalam lift, berjalan menuju ruang di mana Zhing Xumei berada. Ketika sudah berada di depan pintu bertuliskan 'Wakil Ketua', ia membukanya langsung tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Terlihat wanita muda yang sangat cantik sedang sedikit membungkuk, wanita muda itu mengenakan kemeja merah muda sedikit terbuka dibagian dada, dan mengenakan jas dokter. Lalu untuk bagian bawahnya, terlihat dalaman berwarna hitam tipis, dan rok hitam pendek di atas lutut yang terlepas.
Mo Lian menutup pintu perlahan dengan pandangan yang masih tertuju pada bagian bawah pusar wanita yang tak lain ialah Zhing Xumei itu. Saat pintu hampir tertutup, ia mengangkat tangan kiri sembari mengacungkan ibu jarinya. "Mantap."
__ADS_1
"Tunggu!"
Pintu tertahan, terlihat wajah Zhing Xumei yang tampak kesal di sela-sela pintu. "Kemari!" ucapnya menarik tangan Mo Lian.
Saat sudah berada di dalam ruangan, Mo Lian langsung berjalan menuju sofa tanpa rasa bersalah sedikitpun. "Ada apa?"
Zhing Xumei mengepalkan tangannya erat, ia menatap wajah Mo Lian dengan wajah yang mengeras dan urat-urat lehernya yang terlihat. "Ada apa katamu? Apakah kau tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk?"
Mo Lian menghela napas panjang. "Lalu ada apa denganmu? Mengapa melepas bawahanmu di sini? Bukankah di sana ada kamar mandi?" tanyanya seraya menunjuk ke arah pintu yang letaknya tidak jauh dari meja kerja.
Zhing Xumei terdiam, ia tidak bisa menjawab alasan mengapa ia melepas bawahannya. Ia menghirup napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya pelan untuk menenangkan dirinya, kemudian kembali menatap Mo Lian. "Jadi, ada keperluan apa Ketua yang tidak pernah hadir ke sini," ucapnya dengan nada yang masih kesal.
"Aku hanya ingin melihat hasil kerjamu. Apakah kau berhasil membuat Cairan Pil Pingyuan?"
Zhing Xumei kembali terdiam, ia berjalan ke meja kerjanya dan duduk di atas meja dengan kaki kanan berada di atas kaki kiri, memperlihatkan kemolekan tubuhnya. Dengan tangan kiri bertumpu pada meja, ia sedikit menyondongkan badannya ke belakang dan meraih laci. Kemudian mengeluarkan beberapa lembar kertas. "Ini adalah laporan dari penelitian Pil Pingyuan maupun Cairan Pil Pingyuan. Berhasil membuat Cairan Pil Pingyuan? Bisa dikatakan iya, dan juga tidak."
Mo Lian meraih lembaran kertas itu, kemudian meletakkannya di sofa tanpa membacanya. "Jelaskan."
"Kami memang berhasil membuatnya menjadi cairan, tapi untuk membuatnya menjadi pil tidak bisa. Pil Pingyuan ini adalah campuran inti sari dari belasan tanaman herbal, kami sudah mengekstrak semua herbal dan mencampurnya menjadi satu. Namun efeknya tidak seperti Cairan Pil Pingyuan pada umumnya, memang bisa digunakan, tapi itu adalah kualitas terburuk dari yang terburuk ..." Zhing Xumei menjelaskan dengan nada sedikit kecewa dan lesu.
Zhing Xumei terdiam sejenak, kemudian melanjutkan penjelasannya, "Bahkan kualitasnya masih kalah jauh dari Pil Pingyuan yang dilarutkan dalam air dengan bandingan 1 : 1000."
Mo Lian terkekeh kecil, tentu saja tidak akan berhasil jika tidak ditambahkan dengan energi spiritual. Ia berdiri dari tempatnya duduk, berjalan menuju pintu keluar. "Terimakasih, ngomong-ngomong, aku akan memberikan bahan tambahan yang bisa digunakan untuk campuran Cairan Pil Pingyuan besok."
"Tungg—" Zhing Xumei hendak menghentikan langkah kaki Mo Lian, namun baru saja ia membuka mulutnya, Mo Lian sudah menutup pintu. Akhirnya ia berlari menuju pintu keluar.
"Mo Lia—" Zhing Xumei kembali menghentikan perkataannya yang belum selesai saat di depannya sudah tidak ada siapa-siapa. Ia menghela napas panjang dan kembali masuk ke dalam ruangannya dengan rasa ingin tahu yang tinggi.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...