
Mo Lian mendatangai Liiu Jun Hui yang tidak bisa menggerakkan tubuhnya lagi karena terkunci oleh akar-akar pohon yang berada di tengah-tengah batang. Ia sudah menciptakan Pedang Spiritual di tangan kanannya, dan bersiap-siap untuk melakukan penyiksaan.
Mo Lian yang sudah berada di depan Liiu Jun Hui itu mengangkat pedangnya, dan menusuk pundak lawannya yang tidak bisa bergerak hingga tertembus.
"Aaarrrgghh!" Liiu Jun Hui berteriak mengungkapkan rasa sakit yang teramat saat pundaknya tertembus pedang.
Mo Lian menarik pedangnya setelah memutar pedang yang menancap, menambahkan rasa sakit yang diterima Liiu Jun Hui. "Yang satunya lagi." Ia menusuk pundak yang lain hingga menembus.
Liiu Jun Hui kembali berteriak lebih keras dari yang sebelumnya, terlebih lagi saat Mo Lian menggeser pedang dan memutarnya, membuat daging bagian dalamnya ikut berputar, lalu ditarik keluar secara tiba-tiba, menciptakan rasa sakit yang teramat.
Mo Lian kembali menancapkan pedangnya pada bagian paha Liiu Jun Hui, kemudian menariknya sampai pada bagian betis, dan melakukannya lagi di paha yang lain.
Selama jalannya penyiksaan, Liiu Jun Hui tidak henti-hentinya berteriak keras, dan bahkan mulai mengeluarkan air mata deras dengan mata yang buram karena mentalnya tidak kuat menahan rasa sakit.
"Aku baru melalukan sedikit, dan dia sudah kehilangan akal sehat." Mo Lian berdecak kecewa dan menghilangkan Pedang Spiritual.
Mo Lian menyentuh dahi Liiu Jun Hui dengan jari telunjuk dan tengah, kemudian ia mengalirkan energi spiritualnya memasuki dahi untuk membaca ingatan selama masa hidup Liiu Jun Hui.
Apa yang dilihatnya adalah seorang pria paruh baya dengan Mahkota Kaisar, mengenakan pakaian merah dengan corak Burung Phoenix sebagai lambang, serta jubah emas penuh hiasan nan indah.
Di sebelah Kaisar terlihat seorang manusia yang mengenakan jubah hitam, dan dari aura yang dirasakan Mo Lian melalui ingatan Liiu Jun Hui, manusia itu setidaknya berada ditingkat Dao Immortal tahap Menengah.
Alasan mengapa Liiu Jun Hui yang merupakan Alam dan Manusia belaka bisa memiliki ingatan seperti ini dan bertemu langsung dengan Kaisar, itu karena Liiu Jun Hui adalah nama penyamaran, yang sebenarnya ia adalah ipar dari Kaisar Yang dari Daratan Tianzu.
Mo Lian juga mendapatkan informasi ringan yang mengatakan jika Kaisar Yang tidak memperhatikan kondisi masyarakat, dan semua orang yang menyebarkan berita itu akan dibunuh langsung oleh Liiu Jun Hui.
Ketika Mo Lian membuka matanya, terlihat raut wajahnya tidak berubah sama sekali dan tetap datar seperti tidak memperlihatkan ketertarikan. Namun, di dalamnya ia benar-benar marah.
Ia bukanlah seorang Hero yang akan selalu menolong atau orang baik, tapi setidaknya ia kesal melihat Kultivator Iblis menggunakan manusia biasa tidak bersalah untuk meningkatkan kekuatan.
Mo Lian sendiri memang pernah membunuh manusia normal, tapi karena memang pantas untuk dibunuh!
Mo Lian menciptakan kembali Pedang Spiritual, kemudian ia mengayunkannya secara vertikal, dari atas ke bawah, membelah dua Liiu Jun Hui bersamaan dengan pohon tinggi yang menembus awan.
"Dengan ini, semua Kultivator Iblis yang berasa dari Organisasi Angin Hitam sudah habis. Tapi karena Penatua Jian berasal dari Sekte Qinghao, maka aku akan berkunjung ke sana untuk melihatnya."
Mo Lian menoleh ke belakang, melihat kehancuran Hutan Kegelapan karena pertarungan singkat mereka tadi. Tidak lama kemudian, ia memalingkan wajahnya dan tidak berniat untuk memperbaiki tempat pertarungan.
Mo Lian bergerak ke arah utara, pergi ke Kota Jenzhuan untuk menghabisi Kultivator Iblis yang tersisa di sana, yang jumlahnya tidak terlalu banyak.
__ADS_1
Tidak sampai setengah jam, ia sudah kembali ke Kota Jenzhuan, dan terjadi kekacauan di sana karena menghilangnya Penasihat Liiu. Banyak penjaga kota yang mulai bergerak dan rumah-rumah yang mulai menyala karena penerangan lampu, banyak yang bangun dan terjaga.
Mo Lian mengubah pakaian yang dikenakannya, mengubahnya menjadi serba hitam dan bersembunyi dalam gelap.
Ia berlari di atas tembok kota dengan membawa Pedang Spiritual berwarna hijau, kemudian ia menebas semua Kultivator Iblis yang ditemuinya, dan membiarkan yang bukan.
Pembunuhan terhadap penjaga kota di depan umum ini juga menarik pehatian keluarga-keluarga besar, dan menurunkan Setengah Jiwa Emas untuk ikut berjaga, menjaga kedamaian kota.
Hampir satu jam berlalu, dan akhirnya ia sudah berhasil membunuh semua Kultivator Iblis di Kota Jenzhuan, serta belasan kota lainnya.
Saat ini Mo Lian berada di dalam penginapan yang sebelumnya, duduk bersantai seperti tidak tahu apa yang terjadi di kota.
"Sepertinya setiap penginapan akan diperiksa, termasuk setiap gerbang kota." Mo Lian membuka matanya perlahan dan berdiri dari kursi di balkon lantai sembilan. "Tapi, kalian tidak akan bisa menemukanku, aku bisa berpindah ke manapun aku mau, aku bisa membuka ruang sesukaku, aku juga bisa menciptakan Dimensi Ruang tersendiri."
"Ini semua bisa terjadi karena kekuatanku setara dengan Dao Immortal, dan aku yang merupakan Alam dan Manusia Surgawi." Mo Lian memasuki ruangannya, dan mengunci pintu.
Mo Lian memutuskan untuk langsung beristirahat, karena besok ia harus pergi meninggalkan Kota Jenzhuan. Namun apabila penjaga kota datang ke penginapan tempatnya beristirahat, maka ia akan langsung meninggalkan kota, mengingat ia memasuki Kota Jenzhuan dengan cara ilegal.
***
Keesokan Paginya
"Apakah kau sudah mengetahuinya? Seribu mil ke arah selatan dari kota, lebih tepatnya di Hutan Kegelapan telah terjadi pertarungan hebat. Bahkan ada pohon yang sangat tinggi yang terbelah dua, tapi yang membuatnya menjadi menarik, adalah mayat Penasihat Liiu yang tergantung dengan tubuh terbelah dua."
"Sudah, dan yang ku dengar bukan hanya itu saja. Kediaman Penasihat Liiu juga menghilang, dan kemungkinan terbawa ke Hutan Kegelapan."
"Tunggu! Jika dibawa langsung, bukankah orang itu bisa membuka ruang, yang artinya orang yang membunuh Penasihat Liiu adalah Dao Immortal. Apakah Penasihat Liiu menyinggung orang hebat?"
Pembicaraan terus berlanjut dan menceritakan kejadian yang serupa di belasan kota lainnya. Tapi yang membuat mereka heran, pembunuh yang melakukan pembunuhan tidak menyerang semuanya, melainkan hanya menyerang yang memiliki aura aneh dan tidak nyaman.
"Bukankah hal ini juga pernah terjadi di Kota Xingmai. Apa itu, Paviliun Kongqi Hei'an? Yang aku dengar, mereka ada Kultivator Iblis yang bersembunyi. Lalu untuk belasan kota lain, apakah mereka juga Kultivator Iblis?" Salah seorang pengunjung pria berpakaian hijau mengutarakan pemikirannya.
Mo Lian hanya melirik sesaat pada pria yang berucap, kemudian melanjutkan menyantap makanan di atas meja yang telah dipesannya. Ia tidak peduli apakah fakta tentang Kultivator Iblis sudah diketahui atau bahkan tersebar sampai ke Kekaisaran Yang.
Bahkan jika Kekaisaran Yang mulai mengubah rencana dan menyerang Daratan Tianming saat ini juga, itu malah membuatnya lebih senang karena ia tidak perlu jauh-jauh untuk pergi ke Daratan Tianzu.
Puluhan menit kemudian, Mo Lian sudah menyantap habis semua makanan di meja, dan pembicaraan tentang Kultivator Iblis masih saja berlanjut sampai sekarang dan sepertinya tidak akan berhenti.
Ketika Mo Lian berdiri menghampiri meja resepsionis untuk mengembalikan kunci kamar, tiba-tiba dua pintu penginapan terbang ke arahnya dengan kecepatan tinggi. Mo Lian hanya diam membiarkannya saja, dan kemudian terdengar suara keras dengan debu yang menyebar.
__ADS_1
Wosh!
Angin bertiup di dalam ruangan, menghilangkan asap debu yang menghalangi padangan semua orang, memperlihatkan Mo Lian yang tetap berdiri di sana tanpa bergerak sedikitpun, dan terlihat pelindung energi spiritual berwarna biru yang melindunginya.
"Apa maksudnya ini?" Mo Lian menepuk-nepuk pakaiannya yang kotor karena debu yang menempel.
"Walikota, dia adalah orang yang tidak terdaftar." Pria paruh baya mengenakan pakaian biru, membawa pedang di pinggang kiri menunjukkan jarinya pada Mo Lian.
"Oh?" Mo Lian menaikkan sebelah alisnya. "Ada satu yang tertinggal, aku lupa membunuhnya." Ia mengarahkan telapak tangannya pada pria paruh baya yang menunjuk ke arahnya.
Pria paruh baya itu terhisap ke arah Mo Lian, dan kepalanya dicengkeram erat.
Mo Lian melepaskan energi spiritualnya, membuat pria dalam cengkeramannya itu memancarkan cahaya kuning keemasan dan kemudian tidak sadarkan diri dengan mulut terbuka.
Dari dalam mulutnya, samar-samar keluar aura hitam pekat yang kemudian membentuk wajah iblis mengerikan, membuat semua orang di penginapan tertekan karena kuatnya aura.
Mo Lian mengulurkan tangan kirinya menangkap wajah iblis dan menghancurkannya, bersamaan dengan membakar pria paruh baya menjadi abu.
Apa yang diperlihatkan Mo Lian ini sangat mengejutkan dan tidak pernah mereka duga. Membunuh Ketua Penjaga di hadapan Walikota langsung.
Mo Lian menatap tajam Walikota yang mengenakan pakaian oranye dan jubah biru. "Aku membunuh Kultivator Iblis. Kau tidak termasuk dalam Kultivator Iblis, namun jika kau mencoba melindungi mereka, aku akan memperlakukan kau dan semua keluargamu sama seperti Kultivator Iblis!"
Semua orang bergetar ketakutan saat mendengar suara Mo Lian, mereka semua tertunduk tidak ada yang berani menatap langsung mata Mo Lian. Bahkan Walikota juga hampir tidak bisa menahan diri.
Mo Lian memalingkan wajahnya, dan berbalik dengan pusaran cahaya biru yang entah dari kapan sudah berada di belakangnya. Ia berjalan memasuki pusaran itu, dan menghilang begitu saja.
Ketika Mo Lian sudah menghilang dan pusaran telah menutup, aura di dalam penginapan mulai mereda dan kembali seperti semula.
"Dia, kuat sekali. Sebenarnya, berada ditingkat apa?"
"Entahlah, tapi yang pasti, jangan menatap matanya atau kau akan mati. Tapi yang lebih mengerikan, dia bisa mengetahui siapa-siapa saja Kultivator Iblis."
Semua orang menganggukkan kepala dan suasana kembali hening.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1