
Tidak ada yang pernah menyangka kalau Mo Lian yang mereka anggap sebagai manusia biasa tanpa bakat, ternyata seorang Kultivator yang bersembunyi di Kota Fang, bahkan mampu membunuh Ann Jing Hao yang dikatakan sebagai Genius Kota.
Kakek tua itu benar-benar sangat marah dan terguncang karena ada yang dengan beraninya mempermalukannya di depan umum, yang mana merupakan Penatua Ketiga dari Sekte Gunung Dewa. Penatua Perang ditingkat Alam dan Manusia.
Mo Lian melayang perlahan dengan kedua tangan berada di belakang pinggang. "Apakah kau ingin bertarung? Dengan senang hati aku akan menerimanya."
"Kau yang bertanya, kau juga yang menjawab—"
"Tidak perlu memikirkan hal sepele." Mo Lian berpindah dan memukul Penatua Ketiga dengan tangan kirinya.
Penatua Ketiga terbang menjauh terkena pukulan Mo Lian yang sangat kuat di wajahnya itu, sampai merontokkan semua giginya.
Setelah memukul wajah Penatua Ketiga, Mo Lian masih bergerak sangat cepat seperti kilatan cahaya yang muncul kembali. Ia memukul dada Penatua Ketiga dengan secuil kekuatannya.
Bang!
Pukulan Mo Lian tidak benar-benar mengenai Penatua Ketiga, dan hanya memukul udara yang beberapa inchi dari dada lawannya. Dari pukulannya itu menimbulkan dorongan angin yang kuat dan melemparkan Penatua Ketiga menjauh seperti ditembakkan dari senjata berat.
Penatua Ketiga bisa berhenti setelah menabrak gunung tinggi di tengah-tengah hutan bagian barat Kota Fang.
Ratusan bawahan yang dibawa Penatua Ketiga tidak bisa bergerak sama sekali, seperti ada kekuatan tak kasat mata yang menekan mereka untuk tetap diam di satu tempat. Mereka merasa menyesal karena mengikuti Penatua Ketiga untuk datang ke Kota Fang.
Mo Lian tidak tahu apakah pemungutan pajak di Kota Fang adalah perintah dari Patriak, atau dari keinginan Penatua Ketiga sendiri. Karena ia sudah ikut campur dalam masalah ini, maka ia harus menyelesaikannya, mengingat ia belum menembus Dao Immortal.
Untuk menembus Dao Immortal, Mo Lian tidak bisa menembus di Bintang Tianjin, karena Hukum Dharma dan Langit di sini tidak cocok untuk menembus Dao Immortal. Jika benar-benar ingin menembusnya, maka harus bidang bintang yang lebih kuat lagi.
Mo Lian meninggalkan ratusan orang yang tidak bergerak dan mengejar Penatua Ketiga. Ia akan berurusan dengan ratusan orang itu nanti setelah membunuh Penatua Ketiga. Hanya dalam sekejap, ia sudah berada di depan Penatua Ketiga yang hendak melarikan diri.
"Apakah kau akan pergi meninggalkan bawahanmu?"
Penatua Ketiga yang baru keluar dari lubang itu terdiam, tidak bisa bergerak seberapa kerasnya berusaha.
Mo Lian datang tepat di depan Penatua Ketiga dan melepaskan pukulan pada bagian bahu, membuat lawannya melesat naik ke langit dengan cepat dan menembus awan. Tidak berhenti, Mo Lian yang sudah menunggu Penatua Ketiga di langit itu mengangkat kaki kanannya dan mengayunkannya, menyerang lawannya dengan tumit kaki kanannya.
Penatua Ketiga melesat jatuh mengarah ke hutan rimbun di bawah kaki gunung, dan di sana kembali menunggu Mo Lian yang tengah bersiap-siap untuk melepaskan serangan lain.
__ADS_1
Mo Lian mengangkat kaki kanannya, menendang pangkal paha Penatua Ketiga dan pada saat itu juga semua orang yang mampu melihatnya seperti mampu merasakan rasa sakit yang mengerikan.
Mo Lian mengayunkan tinju kanannya, memukulkan tinjunya pada bagian pelipis kiri Penatua Ketiga, membuatnya terhuyung ke kanan dan hampir terjatuh.
Masih berlanjut, Mo Lian menampar wajah di sisi lainnya dengan keras dan membawanya ke kiri dan menghantamkannya ke tanah.
Penatua Ketiga yang kepalanya tertekan oleh tangan Mo Lian itu menatap tajam. "Sialan! Jika kau membunuhku, Kota Fang akan hancur! Patriak Gunung Dewa telah menembus Jiwa Emas!"
Mo Lian menatap datar tidak merasakan ancaman dari perkataan Penatua Ketiga. "Jiwa Emas tahap Awal? Tidak ada yang spesial." Ia melepaskan aura kultivasinya.
Bang!
Dentuman keras berasal dari Mo Lian dengan gelombang angin menyebar luas ke sekitar, menerbangkan pepohonan dan meledakkan gunung yang tidak jauh darinya.
"Kau tahu, jika aku tidak dalam masa pelatihan, aku sudah membunuh Ann Jing itu dari lama!"
Mo Lian menggunakan Teknik Pencarian Jiwa untuk melihat ingatan Penatua Ketiga, dan mendapatkan gambaran apa saja yang pernah dilakukan. Terlihat jika Penatua Ketiga pernah bertemu dengan pria berjubah yang tidak lain dan tidak bukan adalah Mi Jiang Xan yang sudah ia bunuh.
Penatua Ketiga berkolusi dengan Mi Jiang Xan untuk menguasai Sekte Gunung Dewa, dan membunuh Patriak Gunung Dewa. Alasan mengapa Kota Fang terlihat tidak makmur adalah ulah dari Penatua Ketiga yang mengambil tindakan sendiri tanpa mendengarkan perintah dari Patriak.
Dengan kibasan tangannya, Mo Lian menangkap Inti Jiwa itu dan menyimpannya ke dalam Botol Jiwa untuk membawanya ke Sekte Gunung Dewa untuk menyerahkan Penatua Ketiga.
"Aku benar-benar kesal dengan diriku sendiri karena menciptakan sebuah Metode Ketenangan Pikiran. Jika tidak menggunakan metode ini, aku hanya perlu membunuh semuanya tanpa mencari tahu lebih dalam tentang permasalahan ini."
"Walaupun aku sudah bersikap kejam, tapi jika asal membunuh, maka emosi amarah dan aura membunuh akan kembali berkumpul ke dalam pikiran, membuat proses menembus Dao Immortal menjadi tidak lancar."
Mo Lian berubah menjadi pecahan cahaya kuning keemasan, dan berpindah ke langit Kota Fang, menatap ratusan murid dari Sekte Gunung Dewa. Ia mengunakan kekuatan jiwa, dan membawa ratusan orang itu untuk meninggalkan Kota Fang, pergi ke Sekte Gunung Dewa untuk menyelesaikan masalah ini.
Bai Yuyan yang melihat itu masih terdiam, tak percaya jika pemuda yang ia duga lemah tidak memiliki kekuatan, ternyata Kultivator yang sangat kuat dan mampu membunuh Penatua Ketiga dengan mudahnya.
Mo Lian terbang sangat cepat menuju Sekte Gunung Dewa, dan saat itu juga ia teringat ada dua informasi yang penting. Mi Jiang Xan datang ke Bintang Tianjin 100 tahun lalu, dan keadaan Kota Fang telah berlangsung selama 200 tahun.
Apakah Penatua Ketiga mendapat perintah dari Patriak? Tapi aku tidak melihatnya dari ingatan Penatua Ketiga. Entahlah, lebih baik datang berkunjung. Jika aku mendapatkan serangan, maka ledakkan!
Jarak antara Kota Fang dengan Sekte Gunung Dewa adalah 10.000 mil, dan tidak sampai satu menit Mo Lian sudah sampai di sana. Ia bergerak cepat langsung pergi ke puncak gunung tertinggi yang merupakan Kediaman Patriak, ia menyadarinya dari aura spiritual yang dikeluarkan dari sana.
__ADS_1
"Apakah kau Patriak Gunung Dewa?"
Tidak ada balasan dari dalam bangunan berwarna cokelat kayu. Hingga balasan yang diterima Mo Lian adalah ledakan energi spiritual dari Kultivator Ranah Jiwa Emas tahap Awal. Ledakan energi spiritual itu mencoba menekan Mo Lian yang baru tiba.
Mo Lian mengarahkan tangan kanannya ke depan, menahan jari tengahnya menggunakan ibu jarinya, kemudian melepaskan jari tengahnya.
Wush! Bang!
Tekanan angin kuat melesat dan meledakkan bangunan di depan Mo Lian, itu tercipta hanya karena sentilan jarinya tanpa menggunakan energi spiritual sama sekali.
Siluet manusia melesat keluar dari asap cokelat, memperlihatkan pria paruh baya yang menggunakan pakaian abu-abu dengan jubah cokelat. Rambut panjang yang diikat menggunakan hiasan hanfu.
"Apa maksudnya ini?"
Mo Lian mendongak menatap pria paruh baya itu. "Penatua Ketiga datang ke Kota Fang untuk mengambil pajak sebesar delapan puluh persen. Apakah kau adalah orang yang memberinya perintah?"
Pria paruh baya itu mengerutkan keningnya, seperti tidak tahu apa yang diucapkan Mo Lian. "Aku tidak tahu apa yang kau maksud."
Mo Lian membuka Botol Jiwa dan mengeluarkan Inti Jiwa dari Penatua Ketiga. Ia mengalirkan energi spiritualnya pada Inti Jiwa dengan posisi tangan kiri di depan dada, jari telunjuk dan tengah yang menghadap ke langit.
"Teknik Cahaya! Penglihatan Kebenaran!"
Teknik yang sama seperti sebelumnya, yang digunakan untuk memperlihatkan jati diri dari Kultivator Iblis yang menyamar, namun ada cara lain dalam penggunaannya, yang mana memperlihatkan ingatan orang itu ke bentuk hologram di udara.
Patriak Gunung Suci menggertakkan giginya saat melihat ingatan yang ada, ia benar-benar marah. Ia mendongak menatap ratusan orang di belakang Mo Lian, dan mengibaskan tangannya membunuh mereka semua.
Mo Lian hanya diam tidak bereaksi sama sekali. Kemudian ia melayang perlahan meninggalkan daratan. "Perlakukan Kota Fang dengan baik, atau mati!"
Tekanan kuat menahan Sekte Gunung Dewa, menggetarkan seluruh wilayah dan bahkan menghancurkan beberapa puncak gunung.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1