
12 Ba Yue tahun 70.267 Tangxue
Hari yang dinantikan telah tiba dan banyak sekali manusia yang berada di jalanan kota, membuatnya terlihat seperti lautan manusia. Banyak yang datang kemari karena ingin berpartisipasi dalam pembuatan Talisman Kesengsaraan Petir, dan mempresentasikan diri di depan Putri Kedua.
"Sangat merepotkan jika harus berdesak-desakan di dalam kerumunan. Akan lebih baik jika langsung masuk ke dalam Kediaman Tang." Mo Lian memandangi jalanan yang dipenuhi oleh manusia dari berbagai tempat. Ia juga merasakan adanya Kultivator Iblis yang bergabung dalam kerumunan.
Mo Lian menutup matanya perlahan dan menyebarkan energi spiritual maupun jiwanya ke seluruh penjuru Kota Tanzhuan. Ia bisa melihat semua seluk beluk kota, seperti memiliki mata yang berada di langit.
Ketika ia membuka matanya kembali, raut wajahnya terlihat datar. "Kultivator Iblis yang datang kemari lebih kuat dari yang pernah ku lawan, sepertinya mereka datang langsung dari Kekaisaran Yang."
Mo Lian melompat dari balkon lantai teratas, kemudian menghilang dan bergabung dengan angin yang berembus.
Ketika ia sudah kembali berubah menjadi wujud manusia, Mo Lian sudah berada di atas dahan pohon yang berada di halaman depan Kediaman Tang.
Keberadaannya tidak diketahui, namun tidak menarik jika tidak ada yang mengetahui keberadaan dirinya yang telah tiba. Dengan sengaja, ia sedikit melepaskan energi spiritualnya, dan saat itu juga kerumunan orang mulai mengalihkan perhatian mereka padanya.
"Anak muda, siapa yang mengizinkanmu untuk duduk di sini?"
Mo Lian menengadahkan kepalanya, melihat pria tua yang berdiri di dahan lain yang berada di atasnya. Kemudian kembali menunduk melihat kerumunan orang. "Apakah ada masalah? Terlalu banyak orang di halaman, lebih nyaman berada di sini."
Pria tua berambut putih panjang yang terikat itu berdecak kesal. "Jika kau tidak turun—"
"Baiklah ..." Mo Lian mengangkat tangan kirinya menghentikan ucapan pria tua itu. Kemudian ia berdiri dari dahan pohon. "Aku akan memberi peringatan, di Kediaman Tang ada orang dari Kekaisaran Yang. Pastikan penjagaan kalian diperketat lagi."
Pria tua itu terdiam sejenak, kemudian ia berucap saat melihat Mo Lian yang melompat. "Hei! Apa maksudmu—" Ia menghentikan perkataannya saat melihat Mo Lian yang menghilang.
"Ap- Apakah dia yang dimaksud sebagai Dewa Abadi?"
Mo Lian tersenyum tipis dan ia sudah berpindah lagi di halaman yang lebih kecil, di mana pertandingan akan dilaksanakan. Ia melihat ada podium batu dan ratusan meja dengan bantal sebagai tempat duduk.
Ia berada di dahan pohon lagi dan menikmati pohon dengan bunga merah muda yang merupakan Bunga Sakura.
Ketika ia sedang menikmati waktu sendirinya, gerbang di sebelah kanan depannya terbuka, dan terlihat Sarjana-sarjana yang berjalan masuk. Ada pula pria tua yang mencoba peruntungan untuk bisa mendapatkan harta di dalam Ruang Harta milik Kediaman Tang.
Daratan bergetar di arah yang berlawanan dari gerbang, dan terlihat podium yang ukurannya lebih kecil mulai muncul, namun lebih tinggi dari podium utama.
Mo Lian menoleh ke kiri, melihat belasan siluet cahaya yang bergerak. Saat cahaya mulai meredup, terlihat manusia yang mengenakan pakaian mewah dengan lambang Macan Putih di bagian jubah bawah, yang mana melambangkan Keluarga Tang.
__ADS_1
"Terimakasih atas kedatangan semua Master Mantra dari berbagai tempat. Aku, Tang Xuanlao, Kaisar Tang yang akan memulai acaranya langsung. Aku ingin kalian semua membuat Talisman Kesengsaraan Petir tingkat Lima atau lebih baik."
Seorang pria paruh baya yang mengenakan atasan berwarna putih, bawahan oranye kecokelatan dan jubah emas. Rambut hitam panjang, alis tajam bagaikan pedang dan ada rambut halus di wajahnya. Ada juga Mahkota Kaisar yang berada di atas kepalanya, memperjelas identitasnya sebagai Kaisar Tang.
"Oh?" Mo Lian menolehkan kepalanya melihat belasan orang dalam kerumunan. "Apakah mereka akan bertindak sekarang?"
Di halaman ini sendiri jumlah orang yang hadir tidak sampai 200, mungkin ini semua terjadi karena saran Mo Lian pada pria tua yang ditemuinya tadi.
"Langsung saja, silakan naik ke atas podium dan buatkan Talisman Kesengsaraan Petir dalam waktu dua dupa."
Waktu satu dupa berkisar antara 20 sampai 30 menit.
Mo Lian melompat turun saat mendengar Kaisar Tang yang kembali berucap. Kemudian ia menghampiri podium dan menaiki tangga batu di barisan terakhir.
Lima menit kemudian, ia sudah berada di atas podium. Ia mendongak melihat belasan Keluarga Tang, dan melihat salah satu wanita yang sepertinya Putri Kedua.
Putri Kedua itu berambut hitam berkilau, alis tebal nan halus, mata hitam seperti Kilauan bintang, dan bibir merona. Mengenakan pakaian biru muda seperti langit, dan gaya rambutnya terbelah di bagian dahinya.
Mo Lian hanya melihat sekilas dan kemudian duduk di bantal. Kecantikan Kekaisaran Tang? Omong kosong! Bahkan di Bintang Utama, pelayan-pelayan di sana lebih cantik lagi.
Semua orang mulai mengangkat kuas masing-masing dan menulis huruf kuno di selembar Kertas Kuning Hu. Berbeda dengan Mo Lian yang hanya diam duduk bersila, mata terpejam dan kedua tangan yang berada di atas pangkuan.
Pertandingan ini disiarkan dan banyak yang menanyakannya apa yang dilakukan Mo Lian saat ini. Bahkan ada yang menghina, hanya bermodal tampang saja untuk ikut dalam pertandingan.
Mo Lian mengabaikan suara-suara yang tidak penting. Ia mencoba melihat masuk apa yang ada di dalam Dimensi Ruang milik Kediaman Tang.
Gotu Kola? Mo Lian menangkap gambaran yang ada di dalam Dimensi Ruang. Tanaman ini dipercaya mampu memperpanjang umur, anti radang, meningkatkan daya ingat dan memperlancar peredaran darah.
Tanaman ini tidak terlalu langka di Bumi, bisa dijumpai di mana pun. Namun tidak seberapa dibandingkan dengan Gotu Kola yang ada di dalam Dimensi Ruang. Gotu Kola di sana mengandung energi murni yang berlimpah, dan sepertinya telah menyerap energi bumi dan langit selama 20.000 tahun.
Pada permukaan daunnya juga ada corak halus emas yang berkilauan.
Mo Lian tidak terlalu butuh tanaman itu, namun setidaknya ia akan mengambilnya dan memberikannya pada Hong Xi Ning saat tiba di Bintang Utama.
Mo Lian terus menjelajahi seluruh Dimensi Ruang, dan menemukan beberapa barang berharga lainnya. Salah satunya adalah Ikan Sisik Naga.
__ADS_1
Ikan Sisik Naga adalah ikan mas koki yang memiliki sisik keras, daging lembut dan manis yang mengandung energi murni berlimpah. Makanan yang terbuat dari Ikan Sisik Naga sangatlah mahal, bahkan satu porsinya dijual dengan harga 100.000 Batu Spiritual kualitas Tinggi.
Mo Lian menelusuri semua sampai lupa waktu, dan ketika ia membuka matanya kembali, dupa yang belum terbakar adalah satu per lima, atau lima menit sebelum waktu berakhir.
Mo Lian mengangkat kranberi dari keranjang dan menghaluskannya sampai benar-benar halus. Ia juga menambahkan Embun Spiritual untuk memperbaiki kualitas tinta yang akan digunakan untuk menulis.
Hinaan dan cacian terdengar saat Mo Lian mulai membuat Talisman.
"Hahahaha! Orang bodoh! Membuat Talisman Kesengsaraan Petir tingkat Lima dengan waktu lima menit? Omong kosong! ..."
"Dia hanya orang gila dengan wajah sedikit baik. Kita tahu genius kota, Ming Haotian membutuhkan waktu satu dupa, dan itu pun Talisman Kesengsaraan Petir tingkat Empat ..."
Pemuda berambut ungu, berpakaian hijau muda, dan ada hiasan di atas kepalanya menyeringai dingin menatap kebodohan Mo Lian. "Bodoh!"
Hinaan juga terdengar kencang di luar Kediaman Tang yang melihat dari luar, dari layar besar yang telah disiapkan, yang dibeli dari Keluarga Shen.
Mo Lian mencelupkan ujung kuasnya pada tinta yang telah dibuat, kemudian mengalirkan energi spiritualnya pada kuas. Perlahan, ia mendekatkan ujung kuasnya pada Kertas Kuning Hu dan mulai menulisnya.
Gerakan tangan Mo Lian sangat halus seperti sedang menari, dan Kertas Kuning Hu mulai bersinar meski ia belum menyelesaikan tulisannya. Hingga tak lama, kecepatan gerakan tangannya sangat cepat dan tidak bisa dilihat oleh mata.
Mo Lian mengangkat kuas dari Kertas Kuning Hu, kata-kata yang tertulis di sana mulai memancarkan sinar putih keemasan, yang kemudian menyerap energi sekitar dan miliknya.
Kertas Kuning Hu itu melayang di udara kosong dan memperlihatkan keindahannya.
Wosh! Wosh! Wosh!
Awan hitam mulai berkumpul di langit Kediaman Tang dengan kilatan petir biru di bawahnya. Ini adalah Kesengsaraan Talisman, yang biasanya hanya bisa terjadi saat menciptakan Talisman tingkat 6 dengan kemurnian energi 100%.
Semua orang terdiam dengan mata terbuka lebar, tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Mo Lian meletakkan kuasnya di atas meja. "Talisman tingkat Enam. Tidak terlalu buruk ..."
...
***
*Bersambung...
__ADS_1