Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 95 : Pengacau di Upacara Pembukaan Sekte Dongfangzhi


__ADS_3

Saat suasana kembali hening karena kedatangan belasan orang yang melayang di antara bumi dan langit. Tiba-tiba terdengar suara keras yang menarik perhatian semua orang tidak terkecuali Mo Lian. Terlihat di bagian paling kiri dari bangunan utama, pria paruh baya yang menggebrak meja makan hingga hancur dan berantakan di lantai batu.


"Apa-apaan ini?! Bagaimana bisa mereka semua anak-anak dan bocah ingusan! Apakah kau pikir Pejuang itu sebuah lelucon?!"


Seketika itu juga suasana kembali panas, banyak yang beranggapan sama dengan pria paruh baya itu.


Mo Lian yang melihat itu sangat kesal, ia tidak peduli apakah orang itu berasal dari Pasukan Taring Naga maupun Aliansi Beladiri Huaxia. Dengan mengarahkan telapak tangan kirinya pada pria paruh baya itu, ia melepaskan energi spiritualnya.


Tiba-tiba pria paruh baya itu tidak terdiam untuk sesaat dan tidak bisa menggerakkan tubuhnya, hingga di mana ia melesat tajam ke arah Mo Lian dan terhenti saat lehernya di cengkeraman erat. "Aku tidak peduli kau berasal dari mana. Kau mengacaukan acara sakral kami!"


Ong Hei Yun yang melihat itu beranjak dari tempat duduknya, ia melompat hendak menghentikan Mo Lian. "Mo Lian!"


"Diam!" Mo Lian menolehkan kepalanya menatap Ong Hei Yun.


Secara tiba-tiba Ong Hei Yun terdiam dan tersungkur di lantai dengan retakan-retakan besar bagaikan jaring laba-laba di sekitarnya.


Mo Lian menatap tajam pria paruh baya yang dicekiknya. Kemudian membantingnya keras di lantai dengan jarak puluhan meter, membuat lubang besar nan dalam dengan pria paruh baya itu sebagai pusatnya. Tidak berhenti disitu saja, ia mengarahkan jari telunjuknya pada pria paruh baya itu yang mana di depan jarinya sudah terkumpul energi spiritual.


"Siapapun kau! Harus mati!" Mo Lian melepaskan serangannya.


Energi spiritual yang sangat kuat itu melesat tajam ke arah pria paruh baya yang tergeletak tak berdaya. Namun saat energi spiritual hanya berjarak beberapa meter lagi, tiba-tiba di depannya berdiri seorang wanita yang sangat dikenal Mo Lian mencoba menahan serangan itu.


Boom!


Ledakan besar terjadi saat energi spiritual itu mengenai wanita yang mencoba melindungi pria paruh baya. Terlihat lengan bajunya terbakar dengan darah segar mengalir deras dari bahu sampai ke tangan, wanita itu adalah Xu Xumei, nenek Mo Lian.


"Lian. Sudahlah, tidak perlu sampai membunuh. Oke? Nenek mohon." Xu Xumei menatap wajah Mo Lian dengan air mata menetes.


Tubuh Mo Lian bergetar, alasan mengapa ia marah adalah karena orang itu menghina kakek dan neneknya. Kakek dan nenek yang menyayanginya. Mo Lian menginjak udara sekitar, melesat ke arah Xu Xumei dan memeluknya erat, ia melepaskan energi spiritualnya pada Xu Xumei untuk menyembuhkannya.


Perlahan, darah yang membasahi lengan kanan Xu Xumei kembali masuk ke pori-pori kulit, bekas luka yang sangat parah juga sudah sembuh seperti semula. "Maaf, Nek."

__ADS_1


Brak!


Tiba-tiba kembali terdengar suara keras yang menarik perhatian semua orang. Orang itu adalah pria tua berambut putih panjang dengan kerutan, dan menggenggam tongkat di tangan kanannya. Wajah pria tua itu mengeras dengan kerutan, urat-urat lehernya terlihat jelas menandakan kemarahan. Bukan marah karena tindakan Mo Lian, tapi tindakan lain.


Mo Lian yang melihat itu mengangkat tangan dengan telapak tangan yang terbuka, namun baru saja ia menaikkan. Xu Xumei yang berada di sebelahnya menghentikannya dengan tatapan nanar.


"Siapa orang itu yang mengacaukan Upacara Pembukaan Sekte Dongfangzhi. Usir dia dari Pasukan Taring Naga, sita semua aset-asetnya dan jangan biarkan dia kembali," ucap pria tua itu mengejutkan semua orang.


Hanya hitungan jari saja yang bisa mengenali pria tua itu.


Ketua dari Pasukan Taring Naga yang duduk di sebelah pria tua tersentak berdiri. "Maaf, Guru. Apa yang Anda maksud? Bukankah kita yang harus menolongnya dan menyerang pemuda itu?"


Pria tua menaikkan sebelah alisnya. "Menyerang pemuda? Menyerang pemuda yang telah mengalahkan kalian berlima. Omong kosong!" ucapnya menampar Ketua Pasukan Taring Naga.


Pria tua berjalan menggunakan tongkat, dan berhenti saat hampir tiba pada tangga batu.


"Apakah kalian semua, entah itu Pasukan Taring Naga dan Aliansi Beladiri Huaxia pernah mendengar legenda hidup ratusan tahun lalu?" Pria tua itu bertanya sembari mendongakkan kepalanya menatap belasan orang berjubah merah.


Cerita yang mengatakan jika pada zaman dahulu ada banyak Pejuang yang kuat, dan dewa hidup yang menjaga Daratan Huaxia.


"Sepuluh orang yang sedang melayang di atas kita adalah legenda itu, termasuk dengan wanita muda yang berada di pelukan pemuda berjubah emas. Jika aku menjadi dirinya, aku akan membunuh orang yang mengatakan bahwa legenda hidup adalah anak-anak ..."


Pria tua itu terdiam sejenak untuk mengambil napas. "Sekarang aku bertanya pada kalian. Jika legenda hidup saja berada dibawah kepemimpinan pemuda itu, dan mampu melukai Wu-Sheng tahap Menengah. Lalu seberapa kuat pemuda yang kalian katakan sebagai bocah?"


Ketika mereka mendengar itu, tubuh mereka bergetar hebat. Wu-Sheng? Bahkan Ketua dari Pasukan Taring Naga dan Aliansi Beladiri Huaxia saja hanya berada ditingkat setengah Wu-Sheng. Tapi yang menjadi pertanyaan semua orang kini adalah, siapa sebenarnya pria tua itu?


Pria tua kembali terdiam, ia menekuk lututnya perlahan dan bersujud menghadap Wu Yengtu. "Master. Bu Shan Lu melapor pada Master. Kalau boleh tahu, selama 400 tahun ini, Master berada di mana?" ucapnya tersedu-sedu menjelaskan kerinduan.


Wu Yengtu terdiam tidak menjawab pertanyaan itu. Ia menolehkan kepalanya sejenak menatap Mo Lian, kemudian kembali mengalihkan pandangannya pada Bu Shan Lu. "Selama 400 tahun ini kami beristirahat dan memulihkan luka dalam kami. Lalu kami bertemu dengan pemuda itu, meski dia terlihat muda, dia adalah orang terkuat yang ada di sini. Jika kami tidak bertemu dengannya, hanya dalam beberapa bulan kami akan mati ..."


Bu Shan Lu tersentak, ia mendongakkan kepalanya menatap Wu Yengtu.

__ADS_1


"Lalu untuk kekuatan. Dia hanya perlu menggunakan 30% kekuatannya saja untuk membunuh semua orang yang ada di sini. Seharusnya kau tahu ini, istriku memiliki kekuatan satu tingkat dibawah ku, dan merupakan orang terkuat nomor dua di seluruh Daratan Huaxia pada masanya. Dan sekarang, hanya dengan satu jarinya, istriku terluka parah." Wu Yengtu melanjutkan perkataannya sembari menatap tajam Bu Shan Lu.


Seketika itu juga semua orang terdiam. Termasuk Ketua dari Pasukan Taring Naga, ia memang pernah dikalahkan oleh Mo Lian, namun ia tidak ingin mengakui kekalahannya dan melapor pada Gurunya. Karena itulah Gurunya, Bu Shan Lu mau datang ke sini. Tapi ia tidak pernah berharap jika Gurunya akan bersujud.


Wu Yengtu menolehkan kepalanya kembali melihat Mo Lian, terlihat jelas kemarahan di wajahnya yang menatap pria paruh baya tergelak di tanah. Wu Yengtu tahu jika Mo Lian kesal karena ada yang menghina mereka, ia tersenyum lembut, kemudian kembali menoleh pada Bu Shan Lu. "Bawahan mu melakukan tindakan yang kurang ajar di Sekte Dongfangzhi kami. Aku tidak masalah jika ada yang mengatakan diriku sebagai anak-anak. Tapi berbeda dengannya, dia menganggap kami sebagai kakek dan neneknya, apa yang akan kau lakukan jika ada yang menghina keluarga atau orang yang kau hormati?"


"Rencana kami sebelumnya adalah beraliansi dengan kalian untuk memberantas Organisasi Dunia Hitam. Namun yang kami dapat malah seperti ini, haruskah kami membatalkan niat kami, dan membunuh seluruh Pasukan Taring Naga dan Aliansi Beladiri Huaxia?" Wu Yengtu melepaskan aura kultivasi puncaknya, Ranah Inti Perak tahap Akhir, atau Wu-Sheng tahap Akhir, begitupun dengan yang lainnya.


Seketika itu juga, ribuan orang dari Pasukan Taring Naga dan Aliansi Beladiri Huaxia tersungkur di lantai tanpa terkecuali dan tidak dapat menggerakkan tubuh mereka, bahkan untuk satu jari.


Wajah Bu Shan Lu mengeluarkan keringat dingin. Dengan bibir bergetar, ia membuka suaranya. "Ma- Master. To- Tolong tenang— Ba- Baiklah. Orang itu bukan lagi anggota Pasukan ... Taring ... Naga. Dia sudah tidak ada hubungannya lagi dengan kami," ucapnya meralat perkataannya saat merasakan aura yang lebih kuat.


Wu Yengtu menolehkan kepalanya melihat ke arah Mo Lian. "Lian. Apa yang akan kau lakukan?"


Mo Lian berjalan perlahan di udara seperti menuruni tangga. "Menurut hukum Kultivator Dao! Jika ada orang yang mengacaukan Upacara Pembukaan Sekte dan membuat keributan. Orang itu harus dihilangkan dari muka bumi, dan yang terparah, seluruh kerabat, kenalan, serta keluarganya harus di bunuh!"


Deg!


Jantung semua orang terasa berhenti saat mendengar perkataan Mo Lian. Tidak terkecuali Wu Yengtu, Xu Xumei dan yang lain. Namun saat mereka melihat bayangan yang pernah diperlihatkan, itu adalah hukuman yang ringan, di pandangan mereka, mereka pernah melihat bayangan seperti Mo Lian yang menghilangkan satu organisasi besar dengan jumlah ratusan juta orang hanya karena masalah sepele. Menumpahkan makanan.


Mo Lian meraih kerah baju pria paruh baya yang sudah bersimbah darah. "Tapi untuk kali ini, ini karena permintaan Nenek. Kau akan ku ampuni," ucapnya kemudian melempar pria paruh baya keluar dari lembah.


Meski dikatakan mengampuni, sebenarnya Mo Lian sudah memasangkan mantra pada pria paruh baya itu sesaat setelah ia menangkapnya. Mantra ini adalah mantra pembunuh tanpa jejak, orang yang terkena mantra akan mati terbakar menjadi abu setelah berjarak 500 mil dari pemasang.


Ketika Mo Lian melemparkan pria paruh baya itu. Wu Yengtu dan yang lainnya menarik kembali aura mereka.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2