
Mo Lian menghabiskan waktunya bersama Hong Xi Ning, melakukan hal bersama ke mana-mana. Mengelilingi Galaxy Pusat meski tidak berhenti di salah satu tempat, karena mereka hanya ingin menghabiskan waktu saja.
Mo Lian dan Hong Xi Ning hanya membutuhkan dua hari saja untuk mengelilingi Galaxy Pusat dengan kecepatan yang stabil, tidak cepat ataupun lambat.
Ada alasan lain mengapa mereka melakukan perjalanan, bukan hanya ingin menghabiskan waktu bersama, tapi juga mengamati apakah ada Ras Iblis yang datang.
"Haruskah kita pulang?" Mo Lian menundukkan kepalanya, melihat Hong Xi Ning yang duduk di depan dan bersandar di dadanya.
Mereka sendiri sedang duduk bersama di Pedang Terbang yang kecepatan terbangnya bisa disesuaikan tergantung dari kekuatan pengguna. Ini adalah Artefak Surga, atau artefak dengan tingkatan tertinggi.
Kuning, Merah, Hitam, Bumi dan Surga.
Hong Xi Ning memegangi kedua lutut Mo Lian, lalu duduk lebih mundur lagi. "Sebentar lagi, Ning'er ingin berdua bersama Lian Gege."
Mo Lian hanya diam dan tersenyum hangat, lalu memeluk erat Hong Xi Ning dari belakang. Ia juga ingin menikmati masa-masa indah ini bersama lebih lama lagi, tapi masih banyak hal yang harus ia lakukan.
"Gege."
"Hum?" Mo Lian menundukkan kepalanya menatap Hong Xi Ning. "Ada apa?"
Hong Xi Ning mencengkeram jari-jarinya di pakaian Mo Lian di bagian dada. Tubuhnya gemetaran seraya menggigit bibirnya, lalu ia berucap, "Gege, Ning'er tahu Gege menjaga jarak dengan Qin Nian dan Yun Ning, agar Gege tidak menyakiti Ning'er. Tapi ..." Ia tidak melanjutkan perkataannya.
Mo Lian tahu maksud dari ucapan Hong Xi Ning. Seraya menghela napas panjang, ia bertanya, "Apakah Ning'er memintaku untuk menikahi mereka berdua?"
Cengkeraman Hong Xi Ning lebih kuat dari sebelumnya, sampai membuat luka di dada Mo Lian. "Mungkin Ayah tidak setuju karena dia hanya memiliki satu istri, tapi aku sudah mengatakan pada mereka berdua. Jika Gege bisa menikahi mereka."
Mo Lian tertegun tak percaya, memang awalnya sebelum ia bertunangan dengan Hong Xi Ning. Qin Nian dan Yun Ning berebut untuk menjadi istri kedua, dan Hong Xi Ning menyetujui hal itu. Sebelumnya ia menduga itu semua hanya gurauan semata, tapi ternyata benar-benar merupakan janji?
"Tapi, aku tidak ingin menikahi mereka." Mo Lian memeluk erat Hong Xi Ning.
Hong Xi Ning mengulurkan kedua tangannya melingkar di leher Mo Lian. "Ning'er tahu itu. Ning'er tahu saat melihat ingatan Gege, tapi Ning'er merasa bersalah mengambil Gege dari mereka."
Mo Lian memalingkan wajahnya, mengindari tatapan mata Hong Xi Ning. Ia menunduk ke samping, melihat angkasa luas yang gelap.
__ADS_1
Hong Xi Ning menghela napas panjang, ia mengusap pipi kanan Mo Lian dan mengarahkannya agar mereka berdua saling memandang lagi. "Ning'er tahu, jika Gege bertunangan dengan orang lain, maka harga diri Ning'er sebagai Dewi Abadi akan ternodai. Tapi tidak perlu khawatir, tidak ada yang bisa menahan Gege untuk menikah lagi."
"Bahkan, saat Gege sedang berkultivasi, banyak pembicaraan tentang Gege. Banyak gadis-gadis muda yang ingin menjadi istri kedua, ketiga dan seterusnya."
Mo Lian masih tetap diam, mungkin ini adalah hal yang membahagiakan bagi orang lain, tapi tidak dengannya. Ini adalah hak yang cukup menyakitkan, karena harus menikah lagi di saat sudah memiliki pasangan yang sangat ia cintai.
Mo Lian memeluk pinggang Hong Xi Ning, dan menyandarkan wajahnya di dada Hong Xi Ning. "Tapi—"
Hong Xi Ning mengangkat wajah Mo Lian dan mencium bibirnya dalam.
Mo Lian menutup matanya perlahan, membalas ciuman Hong Xi Ning. Hingga tak lama, mereka mengakhiri ciuman mereka dan saling memandang. "Baiklah, tapi setelah aku kembali, dan aku tidak ingin ada acara. Kalaupun ada, hanya pihak keluarga saja."
Hong Xi Ning tertegun dengan mulut sedikit terbuka, kemudian tersenyum cerah. "Terimakasih."
Mo Lian tersenyum tipis, masih ada rasa tidak nyaman karena harus berhubungan dengan dua wanita lain. Tapi, karena ia membuat mereka berdua sampai memiliki perasaan terhadapnya, bahkan sampai Hong Xi Ning memintanya langsung, mungkin bisa dibicarakan.
***
Keesokan Harinya
Mo Lian menatap Qin Nian dan Yun Ning secara bergantian yang dudu di depannya. "Aku tidak tahu harus mulai dari mana, tapi aku juga tidak ingin berbasa-basi. Apakah kalian berdua ingin menjadi yang kedua dan ketiga?"
Qin Nian dan Yun Ning terdiam dengan mulut sedikit terbuka, tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.
"Ma- Maksudnya—"
Hong Xi Ning menganggukkan kepalanya, menghentikan ucapan Qin Nian. "Iya, seperti yang sudah kita diskusikan bersama sebelum Mo Lian bertunangan denganku. Aku tahu kalian berdua sangat mencintainya, mencintainya lebih dulu daripada aku."
"Ketika aku melihat ingatan Mo Lian, aku merasa ada sedikit perasannya pada kalian, meski bukan perasaan cinta. Pada saat itu, entah sekarang. Untuk Qin Nian, dia ingin melindungimu. Yun Ning, kau sangat menyebalkan, tapi Mo Lian tidak bisa bersikap kasar padamu ..."
Hong Xi Ning terus berbicara tanpa henti, dan tidak ada rasa kesal atau kecemburuan di setiap kata-katanya. Seperti memang sudah menerima Qin Nian dan Yun Ning sebagai istri kedua dan ketiga sejak lama.
Mo Lian hanya diam saja saat Hong Xi Ning mengucapkan semua perasaannya. Ia tidak tahu harus mengatakan apa pada Hong Xi Zhang dan Wang Yue Fei, meski ia sudah diberikan keputusan dan tidak dilarang. Tapi ... ia tidak ingin memikirkannya.
__ADS_1
Qin Nian tersenyum cerah ketika mendengarnya, tapi kembali datar saat melihat Mo Lian yang nampak tidak bahagia. "Tapi, Mo Lian terlihat enggan."
Mo Lian mendongak menatap Qin Nian. "Jujur, meski aku sudah diberi kebebasan oleh Yue Fu, Yue Mu, Ayah dan Ibu. Tapi, aku masih tidak bisa ..." Ia menoleh ke kiri menatap Hong Xi Ning.
"Ini, sama saja dengan aku menyakiti Ning'er." Mo Lian menggenggam punggung tangan Hong Xi Ning.
Hong Xi Ning menoleh ke kanan membalas tatapan mata Mo Lian. Dengan senyum cerah yang terukir di wajahnya, ia berucap, "Terimakasih sudah mengkhawatirkan keadaanku, tapi aku tidak apa-apa."
Mo Lian terdiam sejenak, kemudian menghela napas panjang lalu menoleh ke arah Qin Nian dan Yun Ning. "Begitulah, tapi aku tidak bisa melakukannya saat ini. Kemudian, mungkin aku tidak ingin diadakan acara. Kalaupun ada, aku hanya ingin dihadiri oleh keluarga, atau kita bisa melakukannya di Bumi ..."
"Tapi, setelah aku kembali dari Alam Hanzi. Mungkin belasan atau puluhan tahun. Apakah kalian tidak masalah dengan itu?"
Qin Nian dan Yun Ning menganggukkan kepala dengan senyum bahagia yang terukir di wajahnya.
"Tidak masalah, bahkan jika aku harus menunggu seratus tahun, aku akan tetap menunggu kedatangan Mo Lian dari Alam Hanzi. Untuk acara, aku bisa mengerti hal itu. Kau tidak ingin merusak harga diri Matriak Hong di depan umum," ucap Qin Nian.
Yun Ning hanya diam dan menganggukkan kepalaku, setuju dengan pernyataan dari Qin Nian.
Pembicaraan kembali dilanjutkan, membahas tentang siapa yang menjadi kedua dan ketiga. Untuk pembahasan ini, Mo Lian memilih untuk tidak ikut campur, membiarkan mereka yang berdiskusi.
Mo Lian yang keluar dari VIP No.01 langsung disambut oleh Mo Qian yang bersandar di dinding. Ruang VIP sendiri memiliki formasi array tersendiri, yang menahan suara agar tidak bisa terdengar keluar. Karena itulah, banyak yang mengatakan pertemuan di Can Qi Meiliafei.
"Meski Ayah tidak tahu kalian sedang membahas apa, tapi Ayah mengetahui jika kau akan menjadikan Qin Nian dan Yun Ning sebagai pendamping."
Mo Qian menepuk-nepuk pundak Mo Lian. "Ayah merasa bersalah, karena saat bertugas, Ayah mabuk dan asal berbicara pada Qin Tian, mengatakan bahwa Ayah ingin menjodohkanmu dengan Qin Nian ..."
"Ayah sendiri baru-baru ini mengingat bahwa Master Hong ingin menjodohkan kalian berdua. Bagaimanapun, saat itu usia Ayah baru tujuh tahun."
Mo Lian tersenyum tipis. "Tidak apa-apa." Ia berjalan melewati Mo Qian. Ia ingin bersiap-siap, karena dua hari lagi akan pergi ke Alam Hanzi.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...