Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 452 : Masalah Kecil, dan Dunia Rahasia Terbuka


__ADS_3

Akhirnya setelah menunggu beberapa hari, Dunia Rahasia akan terbuka hari ini, tapi Mo Lian masih bersantai di rumah dengan istri-istrinya. Dia bisa dengan mudah berpindah, jadi tidak perlu terburu-buru untuk sampai di sana.


Saat ini dia masih bersantai di halaman depan menikmati terpaan angin yang mengenai wajahnya.


Setiap kali dia merasakan hal semacam ini, dia selalu membayangkan hari damai di mana dia tidak lagi berpindah-pindah tempat seperti ini. Ingin sekali berada di satu tempat, hidup sederhana bersama istri-istri dan anak-anaknya kelak.


"Entah berapa tahun lagi." Mo Lian menghela napas tak berdaya saat memandang langit biru.


Qin Nian melangkah ke samping Mo Lian, mendengarnya, tapi dia tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Mo Lian, dan memilih mengabaikannya. "Kapan kita berangkat? Bukankah hari ini Dunia Rahasia akan terbuka?"


Mo Lian tidak menoleh saat menjawab, "Masih ada waktu, tidak perlu terburu-buru pergi. Meski, sangat menarik melihat Pak Tua Jiang panik di sana, dia dibicarakan karena hanya membawa tiga orang lemah bersamanya."


Qin Nian menggelengkan kepalanya, tetapi tidak mengatakan sepatah kata pun. Dia berdiri di samping, mendongak melihat cakrawala yang luas, menutup matanya menikmati terpaan angin sejuk yang mengenai wajahnya. Rambut hitamnya tertiup angin, memperlihatkan wajah cantiknya dan lehernya yang putih indah.


Mo Lian melihat wajah cantik Qin Nian, tersenyum hangat saat melihatnya karena membuat hatinya terasa tenang.


Tapi tiba-tiba... Kepala Mo Lian ditolehkan dengan paksa oleh Yun Ning yang entah dari kapan muncul di depannya, membuatnya menatap wajah Yun Ning.


Mo Lian sedikit terkejut, tapi dia kembali tersenyum hangat dan membelai rambut Yun Ning yang menghalangi matanya. "Bukankah aku sudah bilang, jangan sampai rambutmu menghalangi mata indahmu."


Yun Ning tersenyum cerah, dia menyisir rambutnya ke samping di telinganya.


Hong Xi Ning datang menghampiri dan bertanya, "Bagaimana dengan Ning'er?"


Mo Lian terdiam sejenak, melihat wajah cantik Hong Xi Ning. "Bisakah aku mengatakan hal yang sama, matamu sama-sama cantik?"


Senyum di bibir Hong Xi Ning membeku, lalu mendengus dingin mengungkapkan kekesalannya.


Mo Lian tertawa, dia menyentuh bibir mungil Hong Xi Ning. "Bibir kecilmu yang indah seperti ceri, itu terlihat sangat menyegarkan."


Kemudian, Mo Lian terus memberi pujian pada istri-istrinya sampai mereka senang, itu terlihat dari senyuman mereka yang menghangatkan hatinya.


Dia masih ingin bersama, tapi tidak bisa lagi menunda-nunda karena Jiang Chen terlihat sangat panik dan semua kekuatan yang hadir mulai memojokkannya. Dia berdiri, melihat istri-istrinya dan berkata, "Kita berangkat."


Baru mengatakan itu, tiba-tiba mereka sudah sampai di luar Dunia Rahasia, tiba di samping Jiang Chen yang panik dan dikelilingi oleh ratusan orang.


"Di sini sangat ramai, bisakah kalian membuka ruang untuk kami? Aku tidak biasa di tempat ramai, aku tidak bisa bersantai jika kalian mengelilingi kami seperti ini."


Kata-kata Mo Lian mengejutkan semua orang, bukan karena dia ingin mengusir mereka, tapi karena kedatangannya yang tiba-tiba dan tidak ada yang merasakannya, tapi tahu-tahu sudah ada di antara mereka. Jangankan Dewa Bumi yang mengelilingi, bahkan Dewa Surga yang berada di dalam kamp yang harusnya sensitif terhadap perubahan energi, tetap tidak merasakan kehadiran Mo Lian.


Jiang Chen tersentak bahkan sampai hampir melompat karena terkejutnya dia ketika melihat Mo Lian yang tiba-tiba sudah berada di sampingnya, tapi segera dia tenang dan menghela napas lega seraya mengusap keringat di dahinya. Dia takut apabila Mo Lian tidak datang, karena semua orang di sini akan datang satu atau dua hari sebelumnya untuk membangun kamp dan mempertahankan tempat mereka berada.

__ADS_1


Mo Lian melihat gunung di depannya yang terbelah dua membentuk ngarai dalam. Celah di antara gunung yang terbelah itu terdapat kabut tebal, menghalangi apa yang ada di dalamnya.


Dia melihat sekeliling, mengerutkan keningnya tidak senang. "Apakah kalian mendengar apa yang aku katakan sebelumnya? Bisakah kalian menjauh?"


"Sombong!" Dari kerumunan, ada yang tidak senang. Yang mengatakan adalah pemuda berambut hitam dengan hiasan di atas kepalanya, mengenakan hanfu pria berwarna kuning-oranye. "Tidak ada yang berani berbicara seperti itu denganku!"


Mo Lian melambaikan tangannya, membuang pemuda itu sampai menghantam di lereng gunung di depannya. "Aku tidak peduli, kalian menghalangi, maka harus menyingkir."


Mo Lian melambaikan tangannya yang lain, membuat angin bertiup kencang dengan aura yang menghempaskan semua orang di sekelilingnya.


Jiang Chen panik saat melihat Mo Lian yang melemparkan semua orang. Dia sendiri tidak takut dengan orang-orang yang baru dilempar, tapi berbeda dengan orang di belakang mereka yang sangat berpengaruh.


Mo Lian tidak peduli pada sekitar dan memilih duduk bersantai dengan meluruskan kedua kakinya. "Berapa lama lagi Dunia Rahasia dibuka?"


Jiang Chen masih panik, tapi karena Mo Lian tenang-tenang saja, dia tidak peduli lagi dengan orang-orang ini. "Sebentar lagi, sekitar waktu membakar satu dupa."


"Setengah jam, masih lama." Mo Lian menutup matanya.


Hong Xi Ning duduk di kursi di samping kaki Mo Lian, dia memijat kaki Mo Lian tanpa ada paksaan, bahkan tersenyum indah, membuat siapa saja yang melihatnya terpesona dan iri.


Swoosh! Swoosh! Swoosh!


Saat Mo Lian memejamkan mata, tiba-tiba ada suara angin terbelah di atasnya dan ratusan sosok berdiri di udara. Mereka menunduk, memandang Mo Lian dengan tatapan tajam dan penuh kebencian maupun amarah, serta menatap Jiang Chen dengan tatapan bermusuhan, ada niat membunuh di mata mereka.


"Benar! Bagaimana kau bisa menyerap generasi muda!"


Mo Lian tetap menutup matanya, dia bahkan tidak mengangkat kepalanya. "Generasi muda? Yang termuda dari mereka berusia seratus tahun, lebih dari dua kali usiaku, aku bahkan belum berusia empat puluh, lalu aku generasi berapa?"


Ratusan sosok di atas tertegun, kemudian mereka mencoba memeriksanya melalui usia tulang Mo Lian. Ketika mengetahui bahwa usia tulangnya sesuai dengan apa yang dikatakan, mereka terkejut tanpa bisa berkata-kata dan merasa malu. Tapi karena sudah sampai di sini, mereka tidak berhenti dan terus melanjutkan masalah ini.


"Bahkan jika kau masih muda, itu tidak membenarkan tindakanmu yang menyerang murid-murid kami."


Mo Lian membuka matanya perlahan, tapi dia masih tidak melihat orang-orang yang berada di atasnya. "Lalu bagaimana dengan murid-murid kalian yang menindas orang lain, mendapatkan barang langka dengan mengatasnamakan sekte agar bisa menekan orang lain dan membayarnya dengan harga murah bahkan gratis, bermain-main dengan pelayan di rumah makan, dan lain sebagainya."


Tidak ada yang menjawab, dan orang-orang yang tidak ada hubungannya, yang mana dari awal hanya menonton, tercengang ketika mendengar Mo Lian yang berbicara tidak sopan seperti itu. Meski mereka tahu dan itu bukan lagi rahasia, tapi tidak ada yang berani mengatakannya.


Murid-murid yang mencari masalah tadi, memiliki pendukung Dewa Bumi dan Dewa Surga di belakangnya. Dan, meski orang-orang yang menonton juga memiliki pendukung, tapi kalah dari segi kualitas dan bahkan kuantitas.


Ratusan orang itu tidak mengatakan apa-apa lagi dan mengangkat tangan. Aura kuat mulai mengunci Mo Lian, mereka bermaksud untuk melumpuhkannya saat ini juga.


Mo Lian terdiam sejenak, menoleh ke Jiang Chen yang panik. Kemudian, dia menunduk, berpura-pura terkena tekanan kuat yang hasilkan dari aura gabungan Dewa Bumi dan Dewa Surga.

__ADS_1


Jiang Chen ingin membantu Mo Lian, tapi membatalkannya saat melihat senyum main-main. Dia bisa menebaknya, tapi juga terkejut dengan tebakannya sendiri. Anak ini lebih kuat dari mereka? Apakah Dewa Bumi tahap Menengah hanyalah penyamaran? Dia Dewa Surga?!


"Anak muda. Jika kami melepaskanmu sekarang, maka banyak yang akan memandang rendah kami." Orang tua yang berada di langit, mengangkat tangan kanannya, memadatkan kekuatan di telapak tangannya.


Bang!


Sebelum serangan itu terbentuk, ada dentuman keras yang berasal dari ngarang di antara celah gunung. Gelombang kejut membuat ratusan orang yang terbang itu sedikit bergoyang, energi mereka sedikit kacau dan serangan yang siap dilepaskan, gagal.


Mo Lian mengerutkan keningnya saat melihat Dunia Rahasia yang terbuka. Dia merasakan aura yang kaya dan kuat, serta sedikit familiar, aura itu sama seperti aura yang dikeluarkan oleh Catatan Kaisar Manusia.


"Apakah memang aura di dalam Dunia Rahasia sangat kuat seperti ini?" Mo Lian bertanya pada Jiang Chen yang berdiri di sampingnya, menghalangi murid-murid yang dibawa yang berdiri di belakang agar tidak terhempas atau terluka.


Jiang Chen menganggukkan kepala dengan tatapan serius. "Iya, konon ada harta Karun di dalamnya yang bahkan Dewa Surga sangat menginginkannya. Tapi sampai saat ini, dari Dunia Rahasia terbentuk, tidak ada yang mengetahui di mana tata letak harta itu berasal."


Mo Lian mengangguk kecil. Dia merasa itu wajar, mungkin Catatan Kaisar Manusia tidak ditemukan dengan kekuatan, tapi dengan keberuntungan.


Membicarakan tentang keberuntungan, Mo Lian mulai memikirkan Mo Fefei. Haruskah aku membawa Fefei?


"Cepat masuk! Aku harus mendapatkan harta berharga di dalam!"


"Tunggu! Kau tidak bisa mendapatkan harta apa pun jika ada aku!"


Teriakan-teriakan terdengar dari kerumunan lain yang mulai bergegas memasuki Dunia Rahasia.


Mo Lian melihat tanda masuk yang dibawanya, dia bisa merasakan energi di dalamnya menguat. Kemudian tanda ini terhubung dengan tanda yang dibawa Jiang Chen. Tanda-tanda ini juga menyimpan energi spiritual dari mereka yang ingin masuk bersama.


"Mekanisme bersama, memastikan agar kelompok yang memasuki Dunia Rahasia tidak terpisah." Mo Lian tersenyum dan mengangguk ketika mengetahui fungsi lain dari tanda masuk. "Haruskah?" Ia melihat Jiang Chen.


Jiang Chen menganggukkan kepalanya, kemudian terbang memasuki Dunia Rahasia dengan membawa murid-muridnya.


Mo Lian menyusul, mengikuti dari belakangnya dengan cepat.


Ratusan orang yang terlempar, melihat kepergian Mo Lian dengan marah.


Orang tua itu mengepalkan tangannya, kemudian menghela napas dan kembali tenang. "Bunuh mereka di dalam, jangan tinggalkan seorang pun, dan kirim orang ke Sekte Pedang Mawar untuk berjaga. Jika Sekte Pedang Mawar mendapat tempat di Daftar Dunia Rahasia, hancurkan seluruh sekte."


"Baik!" Pria paruh baya yang berdiri di belakang, menangkupkan kedua tangannya. Kemudian dia pergi dari tempat, membawa beberapa orang untuk menyerang Sekte Pedang Mawar.


Tidak jauh dari mereka, ada pohon willow besar yang sulurnya tertiup angin. Tidak ada yang aneh dengan pohon ini, mereka yang melihatnya hanya menganggapnya sebagai pohon biasa. Tapi yang tidak diketahui, pohon itu adalah klon Mo Lian yang ditinggalkan dan bersembunyi di dalamnya.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2