Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 358 : Kedatangan Aliansi Dewa Abadi (10.000 Ras)


__ADS_3

Ooom!


Gema keras terdengar di antara Bumi dan Bulan yang jarak keduanya sudah meningkat enam kali lipat. Dengan jarak sejauh itu, sudah tidak mungkin lagi roket atau teknologi modern lainnya untuk bepergian ke luar angkasa, apalagi Mars.


Gema itu menghasilkan ruang terdistorsi—membentuk pusaran spasial dengan aura penindasan yang tak terbayangkan darinya.


Profound Ark datang dari ruang spasial, bukan satu atau dua—itu ribuan!


Jumlahnya bahkan lebih banyak ketika 9 Organisasi Utama menyerang Bumi.


Hong Xi Jiang membuka matanya, melihat Profound Ark dalam jumlah besar. Tidak ada kejutan dalam ekspresinya, ia terlihat biasa-biasa saja seperti tidak ada yang spesial dari mereka semua. Dan, meski baru Dewa Merah, ia bisa tahu tingkatan kultivasi mereka yang datang, ada 12 Dewa Hitam.


Mo Lian membuka matanya, bisa melihat banyak orang yang identik dengan manusia, tapi juga tidak bisa disebut manusia. Bagaimanapun, ada sisik, antena, sayap, dan lain sebagainya di tubuh setiap orang, dan masing-masing dari mereka memiliki ciri yang berbeda.


"Jadi, ini adalah Aliansi Sepuluh Ribu Ras?" Mo Lian mengangkat sebelah alisnya.


Salah seorang, pria paruh baya besar setinggi empat meter, kekar dengan otot tebal; kulit merah seperti darah, memiliki tanduk di pelipis dan sepasang sayap di punggung. Ia mengenakan pakaian hitam legam.


Pria itu adalah Dewa Hitam tahap Akhir dari Ras Sayap Berdarah, bernama Xie Yenxuan.


Xie Yenxuan menatap tajam Mo Lian dan Hong Xi Jiang, kemudian mengerutkan keningnya saat merasakan perasaan yang tidak asing.


"Ada Ras Sayap Berdarah di sini?!" Xie Yenxuan tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. "Tapi, mereka sudah mati belum lama ini?"


"Ras Serigala Darah?! Mati?"


"Ras Merpati Putih?! Mati?"


Bahkan meski tidak ada udara di luar angkasa, suara mereka tetap bisa terdengar karena mereka berbicara menggunakan energi spiritual.


...


Banyak yang terkejut dengan kematian klan di Bumi, yang kebetulan adalah keturunan dari Aliansi 10.000 Ras yang menyerang 50.000 tahun lalu, dan tentunya itu membuat mereka merasakan hati mereka terbakar karena amarah yang memuncak.


Mo Lian merasakan auranya, tapi tentang tenang seperti tidak ada sesuatu yang menganggu.


Tapi tidak dengan Wang Yue Fei dan Hong Xi Ning yang baru datang, mereka merasakan tekanan di sekitar mereka meningkat.


Xie Yenxuan menatap Mo Lian. "Apakah kalian yang membunuhnya?!"


Mo Lian masih tetap tenang dan mengabaikannya.


Xie Yenxuan sangat marah karena diabaikan, ini adalah pertama kalinya dalam hidupnya diabaikan oleh semut. Ia mengangkat tangannya; gelombang pasang darah terlihat seperti ombak yang menggulung, melepaskan aura membunuh yang sangat menindas.


Mo Lian masih duduk bersila di tempatnya, tapi tangannya mulai bergerak. Dengan Niat Pedang Tebasan, ia mengayunkan dua jarinya secara horizontal dengan santainya.


Tidak ada efek visual yang megah seperti serangan pada umumnya, tapi dampak yang dihasilkan sangat menakutkan dan menggetarkan hati siapa saja yang melihatnya.


Ombak darah terbelah menjadi dua bagian, bersamaan dengan ratusan Profound Ark yang terbelah. Detik berikutnya, mereka semua meledak dengan suara yang sangat keras, ini sangat aneh karena tidak ada udara di ruang hampa, tapi suaranya tetap terdengar sampai menggetarkan ruang.


Banyak pembudidaya dari Aliansi 10.000 Ras yang terbunuh dalam serangan, rata-rata dari mereka adalah yang di bawah Dewa Merah. Itu pun dengan kekuatan yang sudah ditahan, jika melepaskan seluruhnya, bahkan Dewa Hitam tidak menjadi masalah—mereka tidak akan bisa bertahan.


Xie Yenxuan yang sebelumnya tersenyum, kini terdiam mematung di angkasa dengan tatapan kosong tak percaya. Kemudian, ia teringat dengan pesan yang ditinggalkan oleh Tetua, jika Leluhur mereka pernah melawan manusia yang sangat luar biasa disebut Dewa Pedang.

__ADS_1


"Ka- Kau ... Dewa Pedang, Jia Shenjun?"


"Mustahil!" Yang lain berseru. Pemuda berambut putih dengan pakaian bersih, ia memiliki sayap, berasal dari Ras Merpati Putih, meski mereka menganggap diri mereka sebagai Ras Dewa.


Shang Jin adalah namanya.


Shang Jin melihat ke belakang, melihat Armada Satu yang hampir musnah. Armada terkuat dari Aliansi Dewa Abadi, yang 50.000 tahun lalu bernama Aliansi 10.000 Ras.


Dari 12 Dewa Hitam, 1000 Dewa Merah, 5.000 Dewa Pemula, 20.000 Heavenly Immortal. Hanya tersisa Dewa Hitam dan Dewa Merah.


Kemudian, Shang Jin menarik kembali pandangannya dan berakhir pada Mo Lian yang duduk bersila di angkasa acuh tak acuh, dan itu membuatnya sangat marah. "Apakah kau sengaja menghindari untuk tidak menyerang kami? Itu adalah suatu penghinaan!"


Mo Lian berdiri, mengirimkan transmisi suara pada Mo Fefei, "Xiao Fei. Bilang ke Ayah dan Ibu, tolong jaga Kekaisaran Huaxia. Aliansi Sepuluh Ribu Ras sudah datang, kemungkinan ras-ras lain di Bumi akan bangkit setelah kedatangan mereka."


Mo Lian melangkah di angkasa luar seperti melangkah di taman. Suhu turun dengan cepat, menciptakan serpihan salju yang melayang di angkasa, api yang menyala sudah padam dan sebagian lainnya membeku.


Hong Xi Jiang tetap duduk, tidak tertarik dalam pertarungan sederhana.


"Dewa Hitam tahap Menengah? Sepertinya kau baru menerobos." Mo Lian menatap Shang Jin.


Shang Jin gemetaran tanpa sebab yang jelas. Ia hanya merasakan bahaya yang mengancamnya, apalagi saat mendengar suara mendesing yang dihasilkan dari 9 Niat Pedang. Walaupun tidak pernah melihat Jia Shenjun, ia merasa 9 Niat Pedang bisa membunuhnya seperti serangga.


Tidak ada yang bergerak dari Aliansi Dewa Abadi atau 10.000 Ras. Mereka masih mengamati Mo Lian, terutama tertuju pada 9 Niat Pedang yang memancarkan aura membunuh, mereka merasakan dingin di punggung, dan terasa ada benda tajam yang siap menebas leher mereka.


Dari segi kekuatan, Mo Lian bisa melawan Dewa Bumi tahap Menengah, melawan Dewa Hitam tahap Menengah—tidak membuatnya bersemangat.


Mo Lian tidak menganggap Aliansi 10.000 Ras berbahaya, yang ia khawatirkan adalah organisasi yang memakan kehidupan bintang untuk mengambil Inti Bintang. Dengan pencapaian mereka, pastinya kekuatan mereka dipenuhi oleh Dewa Bumi, bahkan Surga.


Dan, Bumi bisa menjadi salah satu target!


Shang Jin tersentak dalam kejutan. Dengan kekuatannya yang sekarang, meski baru menembus tahap Menengah, ia mahir dalam hal kecepatan dan mempelajari kekuatan mata. Harusnya, ia bisa menangkap pergerakan Mo Lian.


"Berhenti!" Xie Yenxuan berteriak, melepaskan auranya yang tak terbayangkan sampai membentuk Domain khusus berwarna merah darah.


Domain itu mencoba menekan Mo Lian dari segala arah.


Suara mendesing! _.seperti dua pedang yang bergesekan.


Domain Xie Yenxuan terbelah dengan sendirinya ketika Mo Lian melepaskan auranya. Gerakan tangannya masih terus turun, menepuk kepala Shang Jin dengan kekuatan yang telah ditahan.


Bang!


Gelombang kejut menyebar ke segala arah, menghempaskan Dewa Merah yang mencoba mendekat ataupun menyerang dari jauh.


Shang Jin yang terkena serangan, merasakan sakit di kepalanya saat terdengar suara retakan kasar, dan menghempaskannya jatuh melesat di angkasa luas.


Hong Xi Jiang yang menjaga lubang Array Pertahanan, mengibaskan tangannya, membelokkan arah gelombang kejut ke atas.


Duarr!


Shang Jin menabrak asteroid yang berada jauh di bawah dan meledakkannya menjadi puing-puing kecil.


Mo Lian, di sisi lain berdiri dengan tenang. "Aku belum pernah mencoba kekuatan Niat Pedang sepenuhnya, Garis Keturunan dan Formasi Array Sepuluh Pedang Semesta dan Keabadian."

__ADS_1


"Aku harap, aku bisa mencoba salah satunya."


Xie Yenxuan memegangi dadanya yang terasa sakit karena serangan balik dari meledaknya Domain yang diciptakannya. Ia merenung sejenak, kemudian memerintahkan semua Dewa Merah untuk menyerang bersamaan dari jauh.


"Qi Tianbao, Cai Jingzhi..." Xie Yenxuan menyebutkan satu per satu Dewa Hitam. "Keluarkan kekuatan kalian, tingkatkan keturunan kita dan tembus pertahanan mereka."


Seketika itu juga, 10 Dewa Hitam mengambil tindakan. Mereka menggigit bibir mereka, mengeluarkan darah dan membaca mantra-mantra.


Mo Lian tidak membiarkan mereka mengambil tindakan lebih jauh. Ia mengangkat dua jarinya ke atas. Tiba-tiba 10 Pedang Dewa muncul di sekitarnya, mengeluarkan aura penindasan yang mengakibatkan badai ruang di sekitar 11 Dewa Hitam.


Crack! Craaang!


Ruang di atas mereka pecah, memperlihatkan sebuah pedang biru dengan ukuran yang lebih besar dari Bumi. Tata Surya bergetar hebat ketika pedang datang, melepaskan aura yang berat, menekan semua Aliansi 10.000 Ras. Gerakan yang dikeluarkan ini mampu meledakkan Bintang Utama menjadi puing-puing.


Blargh!


Satu per satu Dewa Hitam memuntahkan darah segar karena tekanan yang diberikan, tidak lagi mampu mempertahankan langkah mereka yang ingin memperkuat keturunan mereka di Bumi.


Xie Yenxuan membakar Esensi Darah, menambah kekuatan dan kecepatannya. Tanpa membuang waktu dan tidak memedulikan rekan-rekannya, ia pergi ke arah Hong Xi Jiang yang hanya Dewa Merah.


"Ayah..." Hong Xi Ning bergetar saat melihat tatapan Xie Yenxuan.


Hong Xi Jiang mengangkat tangannya dengan tenang. Tiba-tiba...


Crack! Craaang!


Ruang retak seperti serangan Mo Lian, hanya saja ukurannya lebih kecil dan dari dalam celah itu terdapat tangan berwarna putih yang keluar secara perlahan.


Aura yang dilepaskan sangat luar biasa, membuat gerakan Xie Yenxuan melambat secara signifikan.


Tangan itu terbuka, bergerak meraih Xie Yenxuan.


Xie Yenxuan tidak bisa bergerak lebih jauh, tekanan yang dibebankan pada tubuhnya bertambah berkali-kali lipat sampai terdengar suara tulang berderak di dalam tubuhnya.


"Tidaaakkk!"


Booom!


Tangan putih itu terkepal, menangkap Xie Yenxuan dan langsung meledakkannya tanpa meninggalkan jejak. Gelombang kejut yang dihasilkan lebih kuat dari ledakan aura Mo Lian, tapi menghilang karena kibasan tangannya yang lain.


Mo Lian yang melihat itu, terdiam tanpa kata m, bersamaan dengan pedangnya yang berhenti bergerak, meski masih mengeluarkan aura penindasan.


"Begitu kuat?" Mo Lian tahu serangan Hong Xi Jiang tadi terlihat tidak niat sama sekali.


Melihat kekuatannya, entah mengapa Mo Lian menebak identitas asli Hong Xi Jiang.


Apakah, dia adalah Kehendak Surgawi? Kekuatan yang berasal dari Alam Semesta? Energi Alam Semesta yang berlebih, memanifestasikan dirinya menjadi Hong Xi Jiang, karena itulah, dia sangat kesulitan mendapatkan keturunan.


Shang Jin, 10 Dewa Hitam dan 1000 Dewa Merah terdiam. Suasana kembali hening.


Pada saat itu, jauh dari Galaxy Bima Sakti, tempat persembunyian Aliansi Dewa Abadi, terjadi kekacauan karena banyak Plat Jiwa yang meledak.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2