Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 335 : Pengganggu


__ADS_3

Mo Lian sudah melepaskan semua pakaiannya dan merangkak naik ke atas tempat tidur. Ia ingin melakukannya dengan Qin Nian terlebih dahulu, karena terlihat sangat lucu saat malu-malu. "Jangan lari."


Mo Lian menangkap pergelangan kaki Qin Nian dan menindihnya. Ia langsung mengecup bibir maupun lehernya secara bergantian seraya membuka atasan Qin Nian; tiba-tiba ada dua bongkah gunung yang mencuat saat pakaian itu dibuka, yang mana menarik perhatiannya.


Ketika Mo Lian ingin menghisapnya, tiba-tiba ada suara yang mengganggu di luar Istana Dongfangzhi.


"Lian'er! Ning'er! Nian'er! Ni'er!"


Gerakan Mo Lian membeku saat mendengar suara Hong Xi Jiang yang sangat mengganggu, tapi ia tahu dari suaranya yang gemetar, sepertinya ada hal penting yang ingin dibahas sekarang tanpa ada penundaan.


Qin Nian mendorong Mo Lian untuk pergi dari atas tubuhnya. "Sayang, kita dipanggil."


"Tunggu!" Mo Lian menahan pundak Qin Nian, kemudian meremas dadanya dan mengisap salah satu tombolnya.


Qin Nian tidak bisa menahan suaranya untuk tetap diam. Erangan merdu keluar dari mulutnya, membangkitkan semangat Mo Lian.


Mo Lian ingin sekali tinggal dan mengabaikan panggilan dari Hong Xi Jiang, tapi ia tahu ada hal penting yang ingin disampaikan. Akhirnya, ia hanya bisa menghela napas pasrah.


Hong Xi Ning tertawa kecil saat turun dari tempat tidur dan menghampiri Mo Lian yang mulai mengenakan pakaian. "Kita bisa melakukannya malam ini." Ia membelai tongkat Mo Lian seraya mengecup hangat pipinya.


Qin Nian menundukkan kepalanya, melihat dadanya yang basah karena lidah Mo Lian. Ia tersenyum hangat saat memegang dadanya sendiri.


"Nian'er, jika kau seperti itu, aku akan mengabaikan Yue Fu dan memelukmu saat ini juga." Mo Lian tidak tahan saat melihat dada Qin Nian yang lebih besar dari Hong Xi Ning, sekarang, hanya Yun Ning saja yang belum pernah dilihatnya.


Qin Nian tersentak, kemudian tergesa-gesa memakai pakaiannya lagi setelah membersihkan dadanya.


Yun Ning melompat dari atas tempat tidur ke arah Mo Lian. "Tangkap aku!"


Mo Lian tersenyum tipis, mengangkat tangan kanannya dan menangkap Yun Ning.


Ada yang dewasa, ada yang malu-malu, dan ada yang kekanak-kanakan, batin Mo Lian.


Yun Ning mencoba memegang tongkat Mo Lian dengan tangannya yang gemetar. Ini adalah kali pertamanya memegang milik pria, dan tidak menduga akan sekeras dan sebesar ini.

__ADS_1


Mo Lian yang sedang mengenakan atasan, hanya diam membiarkan Hong Xi Ning dan Yun Ning memainkan tongkatnya, tapi makin lama malah membuatnya tersiksa dan akhirnya meminta mereka berdua untuk berhenti.


*15 Menit Kemudian


Mo Lian membawa Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning untuk keluar dari Istana Dongfangzhi. Formasi yang melindungi Istana Dongfangzhi menghilang saat mereka sudah keluar, dan terlihat ada Wang Yue Fei yang mengenakan hanfu hijau dan Hong Xi Jiang mengenakan hanfu pria berwarna hitam sedang melayang di langit.


Hong Xi Jiang melipat kedua tangannya di depan dada dengan ekspresi sedikit kesal. Berbeda dengan Wang Yue Fei yang tersenyum hangat, dan berubah saat melihat Mo Lian.


"Ara~ Apakah kalian ingin melakukannya?" Wang Yue Fei menyipitkan matanya seraya menutup mulutnya dengan tangan kanan.


Wang Yue Fei melirik tajam ke kiri menatap Hong Xi Jiang, kemudian mengayunkan tangan kirinya dan menampar punggung suaminya. "Sudah kubilang jangan ganggu mereka!"


"Ack!" Hong Xi Jiang tersentak saat tamparan Wang Yue Fei mengenai punggungnya dan itu sangat keras maupun sakit, jika ia melepas pakaiannya, akan terlihat bekas tangan yang tercetak merah.


Mo Lian membungkukkan badannya seraya menangkupkan kedua tangan dengan maksud memberi hormat maupun berterima kasih. "Terima kasih, Yue Mu karena telah mewakilkan saya untuk memukul Yue Fu. Padahal, kami ingin memberikan cucu untuk Yue Mu."


Mo Lian sedikit mendongak dan salah satu sudut bibirnya terangkat saat melihat Hong Xi Jiang.


Hong Xi Jiang mengangkat tangan kanannya yang terkepal di depan dada; sangat kesal dengan ucapan Mo Lian, tapi ia tidak bisa berbuat banyak, bukan hanya karena kekuatannya yang kurang, tapi karena Wang Yue Fei yang sangat mendukung langkah Mo Lian.


Wang Yue Fei melintas bagaikan angin kencang dan tiba di depan Mo Lian, matanya berbinar seperti melihat harta berharga. "Bagus! Yue Mu ingin banyak cucu!"


Mo Lian tertegun dengan mulut sedikit terbuka, kemudian tersenyum dan menganggukkan kepala. "Tentu."


Hong Xi Jiang melayang turun dan mendarat di samping Wang Yue Fei. "Sudah-sudah, ada hal yang lebih penting. Jauh di Bumi, di Galaxy Andromeda, banyak kerusakan yang terjadi secara tiba-tiba: bintang-bintang hancur dan banyak manusia terbunuh. Aku menduga jika dalangnya adalah Qiongqi."


Mo Lian mengangkat tangan kanannya perlahan sampai batas dada, tiba-tiba lantai bergetar dan terlihat batu yang mencuat keluar membentuk kursi dengan jumlah yang pas maupun meja bundar di tengahnya.


Galaxy Andromeda 'kah? Aku hanya menjaga Galaxy Pusat dan Bima Sakti, siapa yang menduga Qiongqi berada di galaksi tetangga, batin Mo Lian duduk di kursi batu yang empuk.


Hong Xi Jiang duduk di seberang Mo Lian, mengeluarkan cola dan menenggaknya, kemudian meletakkannya di atas meja seraya berkata, "Bagaimana? Aku tahu kau menyegel Taotie untuk kau urus nanti. Tapi, Qiongqi ini tidak bisa ditunda lagi. Jika dibiarkan terlalu lama, Galaxy Andromeda akan menghilang dan memengaruhi Alam Semesta."


Mo Lian menghela napas panjang saat menyandarkan badannya pada sandaran kursi. Rencananya ingin tidur bersama dengan istri-istrinya, tapi ternyata ada masalah tentang Qiongqi yang sangat mengganggu. "Menyebalkan, aku ingin pergi ke sana dan memakan dagingnya."

__ADS_1


Kemarahan dan kebencian bangkit di dalam hatinya, tapi ia masih bisa menahannya agar tidak keluar. Jika tidak menahannya, akan ada bencana seperti gunung meletus maupun badai petir di Bumi.


Jika saja Qiongqi tidak bergerak, maka Hong Xi Jiang tidak akan berteriak di luar Istana Dongfangzhi. Dan, Mo Lian bisa memeluk Qin Nian dari belakang maupun Hong Xi Ning dan Yun Ning sampai besok pagi.


Gumpalan cahaya merah yang sangat panas keluar dari dahi Mo Lian, bergerak perlahan kemudian menghilang di udara seperti tertelan lubang hitam. Gumpalan itu adalah salah satu kloning yang memiliki kekuatan penuh dari Dewa Matahari. Kloning itu digunakan untuk menjaga Bumi, di saat ia akan pergi membunuh Qiongqi.


Qin Nian mengangkat tangan kanannya perlahan dan bertanya, "Apakah Qiongqi sana seperti yang di serial televisi?"


Mo Lian menoleh ke kiri menatap Qin Nian, kemudian menggelengkan kepalanya. "Bukan..." Ia menghirup napas dalam-dalam, dan mulai menjelaskan tentang Qiongqi.


Qiongqi menyerupai harimau, tubuhnya seukuran sapi, dan memiliki sayap yang besar. Ia juga suka makan orang. Ada juga legenda yang mengatakan bahwa Qiongqi sebenarnya adalah anak Kaisar Shaohao. Tidak sama dengan dewa-dewa lain, Qiongqi lelah dengan keadilan dan suka berperilaku sembrono. Singkatnya, dia selalu berada di sisi jahat.



Qin Nian terdiam saat mendengarnya, informasi yang ia tahu sangat berbeda. Tapi, ia lebih memercayai Mo Lian ketimbang serial televisi, karena ia tahu pengetahuan Mo Lian lebih luas.


Mo Lian sendiri mengetahui informasi itu dari artikel yang ia baca di internet, tapi tidak menduga bahwa informasi itu 100% kebenarannya.


"Kapan kita akan berangkat?" tanya Hong Xi Jiang.


"Sekarang." Mo Lian menjawabnya tanpa ragu. Kemudian menambahkan, "Ukuran awalnya memang hanya sebesar sapi biasa, tapi setiap kali memakan manusia, ukurannya akan bertambah besar. Jika kita membiarkannya terlalu lama, mungkin Qiongqi bisa menelan Bintang Utama."


Hong Xi Jiang menganggukkan kepalanya. "Iya, sepertinya Qiongqi sudah menerobos tahap Menengah dari Ranah God. Jika terlalu lama, mungkin bisa menerobos tahap Akhir dan kita akan kesulitan untuk membunuhnya."


Wang Yue Fei dan Hong Xi Ning khawatir jika Qiongqi bertambah kuat dan membuatnya sulit untuk dihadapi. Tapi berbeda dengan Mo Lian, seringai dingin terlihat di wajahnya dan ia sangat bersemangat untuk memakan daging Qiongqi, semakin tinggi Ranah, semakin empuk dan manis pula daging monsternya.


Mo Lian berdiri seraya menekan kedua tangannya di atas meja. Tiba-tiba ada pelindung berbentuk bola yang mengurung mereka, dan mereka berpindah ke angkasa luar. "Ayo pergi ke Galaxy Andromeda. Kita tidak perlu khawatir tentang Bumi, aku sudah meninggalkan kloning di sana."


Kelompok enam orang itu melesat bagaikan kilatan cahaya yang mampu menyingkat miliaran mil hanya dengan satu langkah kaki.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2