Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 140 : Memperbarui Array Pelindung


__ADS_3

Mo Lian menengadahkan kepalanya melihat langit luar yang sangat gelap, ia juga bisa melihat satelit yang bergerak sangat cepat memutari Bumi. Untungnya ia sudah melapisi wajahnya dengan energi spiritual agar wajahnya terlihat samar dan identitas dirinya dapat terjaga.


Meskipun kekuatannya sudah cukup untuk mengguncang dunia, tapi ia masih ingin menikmati hari-hari bersama keluarganya yang baru saja berkumpul kembali.


Mo Lian menghembuskan napas panjang, ia menundukkan kepalanya melihat jauh ke bawah dan kemudian turun dengan kecepatan tinggi menuju Sekte Dongfangzhi.


Karena Bumi terus berputar, tentunya geraknya tidak turun dalam garis lurus, ia harus bergerak sedikit menyamping untuk tiba di Sekte Dongfangzhi.


Hanya dalam waktu lima menit, Mo Lian sudah tiba beberapa ratus meter di atas wilayah Sekte Dongfangzhi. Kemudian ia turun perlahan dan mendarat dengan kaki kanan menyentuh permukaan air danau terlebih dahulu.


Ketika ia sudah tiba di wilayah sekte, banyak sekali tatapan mata yang tertuju padanya dengan pandangan kagum dan takut yang bercampur menjadi satu.


Tidak heran mereka akan takut saat diperlihatkan kekuatan Mo Lian yang sangat mengerikan dalam membunuh belasan orang, namun untuk bertarung melawan Alex, mereka tidak bisa melihatnya dengan jelas. Bagaimanapun mereka masih terlalu lemah untuk bisa melihat dengan jelas dalam jarak itu.


Mo Lian melangkahkan kakinya di atas permukaan air menuju daratan di depan sana, yang mana di sana sudah berdiri keluarga kecilnya bersama dengan beberapa wanita yang dikenalnya.


Saat Mo Lian melihat beberapa wanita yang hampir seumuran dengannya, entah mengapa ia merasa pusing. Banyak sekali wanita, itu sangat merepotkan, tapi Ibu dan Adiknya juga seorang wanita, jadi ia tidak bisa memprotes hal itu.


Seperti biasa, saat ia selesai bertarung, Ibunya akan berlari menghampirinya dan melingkarkan kedua tangan pada lehernya, kemudian memeluknya dengan erat.


Tidak lama kemudian, Su Jingmei melepaskan pelukannya dan menatap wajah Mo Lian dengan kedua tangan menyentuh pipinya. "Lian'er, apakah kau tidak apa-apa? Apakah ada yang terluka?"


Mo Lian tersenyum lembut sembari menyentuh tangan Su Jingmei yang berada di pipinya. "Aku tidak apa, Bu. Aku tidak mengalami luka sedikitpun, Ibu tidak perlu khawatir."


"Baiklah, tapi jangan terlalu memaksakan diri." Su Jingmei menatap wajah Mo Lian dengan pandangan khawatir.


Mo Lian hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum lembut sebagai balasan dari ucapan Ibunya.


Saat Mo Lian menampilkan ekspresi seperti ini, semua orang yang melihatnya sedikit terperangah tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Beberapa jam sebelumnya raut wajah Mo Lian sangat mengerikan seperti orang yang akan menghancurkan dunia, tapi saat ini berbeda sekali, bak bumi dan langit.


"Ibu, aku pergi sebentar untuk memasang pelindung lain di wilayah sekte." Mo Lian mundur beberapa langkah ke belakang.


"Baiklah." Su Jingmei mengangguk kecil dan tersenyum tipis.


Mo Lian berbalik dan kembali melangkah menuju danau, setiap langkah yang diambilnya, akan menampilkan klon yang diciptakan dari enam elemen berbeda yang dimilikinya.

__ADS_1


"Menyebar," ucap Mo Lian yang mengangkat tangan kanannya ke udara dengan jari telunjuk dan tengah menghadap ke langit.


Enam bayangan Mo Lian menyebar ke berbagai sisi dari wilayah Sekte Dongfangzhi, setiap bayangannya sudah membawa Batu Spiritual maupun Artefak Pertahanan serta bahan lain yang berfungsi untuk meningkatkan efek dari Array Pelindung.


Mo Lian menekan kakinya di tanah, kemudian melompat tinggi ke langit setelah semua bayangannya menyebar ke enam sisi yang tepat ditentukan.


"Padahal ini adalah Pertahan Mutlak, tapi aku tidak menduga jika array ini bisa ditembus oleh Vampir rendahan. Mungkin karena saat itu aku berada ditingkat Inti Perak, sehingga tidak mampu untuk menahan Alam dan Manusia ..."


Mo Lian terdiam sejenak dengan senyum tipis menghiasi wajahnya, ia menghela napas panjang, kemudian berkata, "Tapi saat ini berbeda, aku memiliki bahan yang berkualitas, serta array kali ini ditambah dengan esensi dari Lima Element Utama."


Tanpa berlama-lama lagi Mo Lian membuat segel tangan dengan kecepatan tinggi, kemudian diakhiri dengan kedua telapak tangan yang saling bersentuhan. "Array Pelindung, Pertahanan Lima Element!"


"Array Pelindung, Formasi 1000 Pedang!"


Tiba-tiba seluruh wilayah Sekte Dongfangzhi mulai bergetar, namun tidak cukup kuat untuk menghancurkan bangunan di dalamnya. Saat daratan masih terus bergetar dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti, dari enam sisi muncul cahaya berbeda warna yang melonjak beberapa mil ke langit.


Cahaya itu berwarna Biru yang melambangkan Element Air, Hijau yang melambangkan Element Kayu, Merah yang melambangkan Element Api, Cokelat yang melambangkan Element Tanah, Kuning Perunggu melambangkan Element Logam, serta Putih melambangkan Element Cahaya.


Setelah cahaya itu melonjak naik dengan ketinggian tertentu, tiba-tiba enam cahaya itu meledak dan menyebar membentuk cincin cahaya. Meski ujungnya meledak, namun pilar cahaya itu terus terlihat dan tidak menghilang.


Pedang-pedang itu bergabung dengan Array Pelindung segi enam yang mulai berubah bentuk menjadi setengah bola. Lalu pelindung itu mulai memudar dan transparan mengikuti warna sekitar.


Setelah pelindung tercipta dan menyatu dengan udara sekitarnya, tiba-tiba langit tanpa awan bergemuruh dengan kerasnya seperti murka. Hingga tak lama kemudian, muncul sebuah petir yang membentuk seekor naga berwarna ungu.


Naga petir itu bergerak di langit cerah, fenomena ini mengejutkan semua orang di Kota Chengdu, terlebih lagi dengan enam cahaya sebelumnya. Tiga menit kemudian setelah naga petir muncul, naga petir itu menoleh melihat wilayah Sekte Dongfangzhi.


Tanpa menunggu lama, naga itu melesat tajam dan menghantam Array Pelindung, menciptakan gelombang udara yang sangat deras menerbangkan pepohonan sekitar dan menciptakan badai hebat bersamaan dengan dentuman keras.


Naga yang menghantam Array Pelindung itu hancur berkeping-keping menjadi kilatan petir yang menyatu dengan susunan array, memperkuat daya tahannya serta kekuatan serang.


Mo Lian menurunkan tangannya perlahan saat array yang diciptakannya sudah selesai. "Selesai, setelah array dibaptis oleh naga petir, daya tahannya lebih kuat dari sebelumnya. Jika ada yang mencoba menyerang, ribuan pedang akan muncul dan membunuh orang itu."


"Setelah kejadian hari ini, Bumi akan berubah. Kejadian hari ini sangatlah mencolok, aku tidak tahu kekuatan apa saja yang akan muncul dari persembunyian mereka. Tapi, aku sudah membuat persiapan untuk melindungi Sekte Dongfangzhi ..."


Mo Lian berbalik dan menundukkan kepalanya melihat ratusan orang di bawah sana. "Sekarang, saatnya meningkatkan kekuatan mereka. Pelatihan yang ku berikan harus puluhan kali lebih keras dari sebelumnya ..."

__ADS_1


"Ngomong-ngomong, aku tidak bisa menggunakan Kutukan Darah, darah yang ku dapat dari orang-orang yang ku bunuh adalah keturunan terakhir. Mereka belum memiliki keluarga sendiri, jikapun aku menggunakan metode Kutukan Darah, aku harus mendapatkan darah Kepala Keluarga Rosth."


Mo Lian menghembuskan napas panjang sembari merentangkan kedua tangannya melonggarkan otot-ototnya yang kaku, kemudian kembali turun dari langit menghampiri keluarga kecilnya.


***


Keluarga Rosth, Amerika


Bangunan besar bertingkat dalam wilayah yang luasnya puluhan kali lapangan sepakbola, bangunan berwarna putih dengan hiasan mahluk iblis kelelawar duduk di atas pilar.


Jauh di bawah bangunan, terdapat ruangan luas berwarna cokelat kehitaman dengan obor menggantung di dinding sebagai penerangan.


Di dalam ruangan itu ada sebuah singgasana yang di atasnya terduduk pria muda berambut pirang, memiliki alis tajam bagaikan pedang dengan mata merah menyala di kegelapan. Pemuda itu menundukkan kepalanya melihat ratusan orang di depannya yang sedang berlutut memberikan penghormatan.


"Apa yang terjadi dengan anakku? Mengapa aku tidak merasakan keberadaannya lagi setelah seminggu pergi ke China?" Pemuda itu melepaskan auranya, membuat api yang menggantung di pilar maupun dinding bergerak tak beraturan.


"La- Lapor Kepala Keluarga, api milik Tuan Muda telah padam, bersama dengan Kepala Pelayan, Alexander Zhyvlach," jawab salah satu dari mereka.


Brak!


Kepala Keluarga Rosth mencengkeram erat tangannya pada sandaran lengan hingga menghancurkannya menjadi potongan kayu.


"Lalu apa yang kita dapat dari Perusahaan Meiliafei?!" tanyanya dengan suara tinggi.


Wanita muda yang berlutut mendongak menatap dada Kepala Keluarga, kemudian menjawab dengan suara bergetar, "Ki- Kita mendapatkan uang sebanyak dua miliar Dollar, dengan ribuan buku teknik. Na- Namun, sebelum kematian Alexander Zhyvlach, dia mengatakan bahwa seluruh buku teknik meledak."


Wajah Kepala Keluarga Rosth mengeras dengan urat-urat lehernya yang terlihat, ia berdiri dari tempat duduknya. Saat ia berdiri, ia membuat tekanan yang kuat dan menghancurkan tempat duduknya. "Kalian semua! Ikut aku ke China! Kita akan memperlihatkan kekuatan Keluarga Rosth!"


"Baik, Kepala Keluarga!"


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2