Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 350 : Persiapan Sebelum Perang


__ADS_3

Hong Xi Ning melihat tubuhnya yang diselimuti energi emas, kemudian mendongak melihat punggung Mo Lian. "Sayang, mengapa aku mendapatkan kekuatan? Bakatku meningkat, bahkan aku berhasil menembus tahap Menengah. Seharusnya tidak mungkin, kan? Bagaimanapun, Ning'er bukan dari Bangsa Zhongguo."


Mo Lian kembali menoleh ke belakang dan berjalan mendekati Hong Xi Ning. Dengan tangan kanannya, ia menyentuh bagian bawah pusar Hong Xi Ning. "Bukankah kita sering melakukannya? Dan, aku sering memberikan esensi tubuhku di sini. Jadi, bisa dibilang kau adalah Bangsa Zhongguo, apalagi aku yang mengalahkan Taotie."


Kekuatannya sudah bertambah sampai Dewa Hitam tahap Akhir, hanya setengah langkah lagi untuk menembus Dewa Bumi. Tapi, Mo Lian menahannya sampai tidak bisa ditahan lagi. Dengan keadaan Bumi yang seperti ini, ia merasa tidak bisa menerobos.


Hong Xi Ning tertegun, mencoba mencerna apa yang dikatakan. Kemudian wajahnya memerah setelah mengetahui arti dari ucapan Mo Lian. "Mesum!" Ia menepis tangan Mo Lian.


Mo Lian tertawa kecil, lalu berbalik melihat perubahan Daratan Huaxia. Ia menutup matanya dan menggunakan Mata Langit untuk melihat Bumi dari angkasa luar. Ia bisa merasakan jaringan internet mulai melemah karena terlalu luasnya Bumi, bahkan satelit tidak bisa membantu karena padatnya aura spiritual.


Daratan Huaxia terus meluas sampai ukurannya setengah dari Bumi, dan negara-negara lain hanya meningkat tiga sampai lima kali lipatnya saja.


"Semuanya, datang ke Istana Dongfangzhi." Mo Lian memberikan transmisi suara pada orang-orang yang ikut bersamanya ke Bintang Utama, dengan tambahan keluarga Qin dan Yun.


Pada saat itu, semua orang yang berada di berbagai tempat di Tiongkok mulai bergerak tanpa menunda-nunda. Ong Hei Yun, Hu Lan Yue dan Zhing Xumei. Tentunya, Mo Qian, Su Jingmei, Mo Fefei juga datang.


Mo Lian duduk bersila dengan belasan cahaya yang keluar dari tubuhnya bersamaan. Itu adalah klon yang ia sebarkan untuk menjaga Tiongkok, yang mungkin sebentar lagi akan berubah nama menjadi Kekaisaran Huaxia.


Bagaimanapun, dengan luasnya wilayah, tidak lagi cocok menggunakan kata 'Negara'.


Mo Lian menunggu cukup lama dan meski ada yang datang, ia tetap menutup matanya karena belum semuanya datang ke Istana Dongfangzhi.


Gadis kecil berusia lima tahun dari keluarga Yun yang sekarang hampir berusia dua puluhan tahun, sudah berhasil menembus Ranah Inti Perak tahap Akhir. Bisa dibilang berbakat, tapi seharusnya bisa menembus Ranah lebih tinggi lagi jika diasuh di bawahnya langsung.


Setelah menunggu hampir dua jam, sudah datang Qin Zhang, Li Hei Yun, Qin Tian, Liu Yan, Qin Xuexing, Zhu Yunfan, Qin Louchen. Yun Hengtian, Ye Hua Xi, Yun Henxuan, Luo Xue Yu, Yun Yue, Fu Shan, Yun Feng, Yun Xue.


Bahkan ada tambahan lain dari keluarga Liu, Luo, Zhu dan Fu, meski kekuatan tertinggi mereka hanya Ranah Fase Lautan Ilahi tahap Akhir. Keempat keluarga itu adalah besan dari keluarga Qin dan Yun, mereka bergabung setelah Mo Lian meninggalkan Bumi.


Beberapa anak kecil yang berusia lima sampai sepuluh tahun juga datang, dan seharusnya mereka adalah keponakan Mo Lian. Mereka tidak berkultivasi, bisa dibilang belum, tapi mereka sudah mengonsumsi Pil Pembersih Tubuh dan melatih fisiknya.


Mo Lian membuka matanya saat tubuhnya perlahan melayang dan duduk di udara. "Sepertinya kalian telah melalui perjalanan panjang. Tiongkok, sudah meluas sampai melebihi setengah ukuran Bumi sebelumnya ..."


"Bakat kalian juga harusnya meningkat. Darah Abadi kita dari Bangsa Zhongguo mulai bangkit, harusnya kalian tahu saat terbang ke sini, kalian bisa merasakan banyak manusia yang bangkit dan mulai bisa berkultivasi."

__ADS_1


Semua yang hadir menganggukkan kepalanya, memang mereka merasakan banyak aura manusia biasa yang bisa berkultivasi, serta aura spiritual di Bumi naik ratusan kali lipat. Bahkan, mungkin saja mereka bisa berkultivasi ke Ranah yang sama hanya dalam beberapa tahun, di saat sebelumnya membutuhkan belasan tahun.


Mo Lian menghela napas panjang dan berkata dengan serius, "Tapi, bukan hanya Bangsa Zhongguo yang bangkit. Tapi ada ras lain yang darah keturunan mereka terbangun, Amerika, Inggris, Mesir, Jepang, Prancis, Afrika ..."


"Karena itu, aku harap kalian semua berkultivasi dengan baik di sini. Mereka yang menggunakan Teknik Budidaya di bawah tingkat Bumi, hancurkan basis kultivasi, kemudian berkultivasi lebih awal ..."


Ketika mendengar itu, Ong Hei Yun tersentak dan akhirnya berbicara, "Bukankah itu berlebihan?!"


Mo Lian tersenyum tipis, kemudian kembali berkata, "Tenang dulu. Itu jika aku yang sebelumnya akan meminta kalian menghancurkan basis kultivasi kalian, tapi sekarang, aku bisa dengan mudah mengubah Teknik Budidaya kalian ..."


"Teknik Budidaya Utama dan Sampingan? Aku bisa mengabaikan aturan mutlak itu."


Mo Lian memindai semua orang di depannya, kemudian membuka telapak tangannya dan terlihat ada puluhan gumpalan kecil cahaya biru yang melayang. Ia meniup gumpalan cahaya, membuatnya terbang dan memasuki kening semua orang.


Tiba-tiba...


Bang!


Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning juga mengambil posisi yang sama. Bahkan, Hong Xi Jiang dan Wang Yue Fei pun melakukan hal yang sama.


Hong Xi Jiang telah menembus tahap Menengah dan Wang Yue Fei menembus tahap Awal dari Ranah Dewa.


Mo Lian bergerak di udara dengan posisi masih duduk bersila. Ia pergi ke tepian, melihat murid-murid yang berkultivasi. "Meski lambat, setidaknya sudah mulai banyak yang melangkah ke Fase Lautan Ilahi tahap Akhir. Dekan melangkah ke Inti Perak tahap Awal, Penatua melangkah ke Setengah Inti Emas."


Mo Lian merenung sejenak, memikirkan apakah Taiwan harus dimasukkan dalam Array Tembok Nasional atau tidak. Bagaimanapun, terkadang ada masalah.


"Apakah Taiwan tergabung dalam Tiongkok?" Mo Lian mengirimkan transmisi suara pada Xin Xianming. "Jawab saja dalam pikiranmu, pesannya akan terkirim."


"De- Dewa Mo?! Ah! Maaf. Taiwan masih bergabung dengan Tiongkok, tidak peduli apakah mereka mencoba memisahkan diri, tapi pulau yang mereka tempati tetaplah bagian dari Tiongkok."


Mo Lian menganggukkan kepala, kemudian mendongak menatap Vena Naga. "Senior Naga, aku akan memasang Array Tembok Besar. Aku minta maaf dan meminta izin untuk menggunakanmu sebagai pusat array."


Vena Naga tertegun, kemudian menganggukkan kepalanya. "Karena kau adalah penerus Jia Shenjun, maka aku akan membantumu. Dia juga berpesan padaku untuk menjaga Bangsa Zhongguo untuk terus ada, dengan kembalinya aura spiritual, banyak bencana berdatangan ..."

__ADS_1


"Aku bahkan tidak menyangka, setelah Perang Para Dewa, ternyata tidak semua dari mereka kembali ke tempat masing-masing. Mereka meninggalkan beberapa, dan sampai sekarang terus berkembang di Bumi."


Mo Lian terdiam dengan mulut terbuka. Ia tidak diberi tahu tentang ras yang melawan Bangsa Zhongguo, tapi dari apa yang dikatakan oleh Vena Naga, mereka harusnya adalah ras yang baru bangkit.


"Untungnya kau yang membunuh Taotie. Ini adalah berkah bagi Bangsa Zhongguo. Tapi, mereka yang berhasil melarikan diri pasti kembali karena merasakan perubahan aura di sini." Vena Naga kembali berkata dengan mulutnya yang sedikit terbuka, tapi suaranya terdengar menggema di kepala Mo Lian.


Mo Lian menganggukkan kepalanya, kemudian berkata saat mengerutkan keningnya, "Bagaimana dengan orang selain dari Bangsa Zhongguo? Apakah aku harus membunuhnya?"


Vena Naga merenung sejenak, kemudian menjawab, "Jika ini adalah Zaman Keemasan, kau bisa membunuhnya langsung. Tapi zaman sudah berbeda, kau lihat saja bagaimana nantinya. Jika mereka menyerang keturunan Bangsa Zhongguo, maka bunuh ..."


"Kemudian, Zaman Keemasan, tidak hanya ada Bangsa Zhongguo. Tapi setidaknya mereka bekerja sama saat Para Dewa turun ke ... Bumi?"


Mo Lian memiringkan kepalanya saat melihat Vena Naga yang nampak ragu saat mengatakan 'Bumi', sepertinya tempat ini tidak bernama demikian. Dan, alasan Jia Shenjun bisa tahu tempat ini bernama 'Bumi', mungkin karena membaca ingatannya saat pertama kali bertemu.


Tiba-tiba Mo Lian merasa merinding saat mengetahui keahlian Jia Shenjun yang bisa membaca ingatan tanpa diketahui pihak lain. Ini menandakan bahwa energi spiritual dan mentalnya sangat tinggi meski hanya sebatas jiwa tanpa tubuh dari puluhan ribu tahun yang lalu.


"Untuk saat ini, kau bangun Array Tembok Nasional. Kemudian manfaatkan Nadi Naga di seluruh dunia untuk membuat Array Pertahanan. Nadi Naga tidak sekuat milikku, tapi cukup untuk menahan serangan dari Dewa Bumi tahap Akhir ..."


"Hanya saja, ada salah satu bagian di langit yang terbuka, dan di sana kau harus menjaga agar Para Dewa tidak bisa masuk."


Mo Lian kembali menganggukkan kepalanya. Tapi masih ada pikiran lain, jika ada Array Pertahanan dan tetap tertembus, maka pertempuran pada Zaman Keemasan sangat mengerikan.


Mo Lian menengadahkan kepalanya melihat langit tinggi. Langit yang tingginya sudah ratusan mil. Awalnya, permukaan dengan lapisan atmosfer terluar setidaknya berjarak 400 kilometer atau 248,6 mil, dan sekarang sampai 2000 mil.


"Satelit sudah terputus, tidak ada lagi internet. Tapi, aku memiliki bahan berlimpah. Aku sudah tahu teknologi dari keluarga Shen, aku bisa membuat Giok Surgawi," ucap Mo Lian. Giok Surgawi akan memiliki fitur yang sama seperti handphone, tapi mungkin untuk sosial media agar bisa berkomunikasi massal, itu masih sulit. Namun, setidaknya bisa berkomunikasi satu sama lain dengan aliran energi.


Mo Lian melihat ke belakang, semua orang masih terlihat berkultivasi. Ia meninggalkan satu klon di sana, kemudian terbang ke langit Tiongkok untuk memasang Array Tembok Nasional.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2