Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 338 : Terobosan


__ADS_3

Esensi Darah Hundun dan Inti Spiritual Qiongqi keluar dari botol giok masing-masing; dentuman keras terdengar saat mereka keluar dengan angin kencang yang mengerikan. Bahkan pakaian tiga wanita di depannya koyak, sampai kulit mereka juga terluka.


"Manusia sialan! Aku tidak akan mengampunimu!" Dua suara tumpang tindih bercampur menjadi satu saat Hundun dan Qiongqi terlihat marah, aura juga dilepaskan juga makin kuat.


"Taotie! Taowu! Di mana kalian! Bunuh manusia ini!"


Bumi bergetar hebat seperti hancur saat Hundun dan Qiongqi berteriak. Tapi kehancuran itu tidak berada di Bumi yang sekarang, melainkan Bumi di dimensi lain, bahkan api mulai melonjak ke udara dan suhunya semakin panas.


Mo Lian mengangkat tangan mengarah pada Hundun dan Qiongqi di bawahnya; kekuatan penindasan yang tak terbayangkan membombardir keduanya sampai tidak bisa bergerak maupun berkata-kata lagi.


"Kalian sudah mati, maka matilah, jangan mencari masalah." Mo Lian berkata dengan suara pelan, tapi terdengar bagaikan petir yang menyambar dan menghancurkan Hundun dan Qiongqi menjadi kabut.


Kabut merah masih memperlihatkan perlawanan meski sudah dihancurkan, dan karena itulah angin kencang bagaikan pedang terus bergerak menciptakan luka-luka dalam.


Mo Lian melepaskan kekuatannya, menenangkan kabut merah dan memurnikannya menjadi warna putih keemasan yang indah. Momentum yang diberikan masih tetap kuat, meski tidak seganas sebelumnya.


Dengan gerakan sederhana tangannya, energi itu mulai memasuki tubuh Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning.


Tiba-tiba, mereka bertiga merasakan sensasi kesemutan di tubuh mereka, tapi tetap mencoba menahannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti pembalikan energi dan merusak Meridian.


Ketiganya merintih saat kulit mereka terasa sangat panas sampai melepuh bahkan sampai kering dan retak. Kulit mereka mulai berjatuhan hingga meninggalkan tulangnya.


"Tahan." Mo Lian mengeluarkan Mawar Embun Es yang didapatnya dari Gunung Kunlun dan menghancurkannya.


Kabut biru dengan suhu dingin mulai bergabung dengan aura panas, membuatnya bertarung satu sama lain sampai menimbulkan dampak yang lebih parah. Qin Nian dan Yun Ning hanyalah Jiwa Emas tahap Menengah, sehingga kekuatan fisik mereka berdua tidak terlalu kuat.


Bang!


Qin Nian dan Yun Ning meledak, hanya meninggalkan Inti Jiwa yang sudah retak. Inti Jiwa itu menyerap energi di sekitarnya sampai kembali pulih, membentuk tubuh baru yang kemudian meledak lagi bahkan sebelum benar-benar pulih.


"Keugh!" Hong Xi Ning tersedak dan memuntahkan darah dari dalam mulutnya; darah berwarna hitam yang merupakan kotoran. Meridian-nya diubah, semua sumbatan sudah dibuka bahkan sampai Dantian yang juga retak.


Ketika sudah tiga jam berlalu, Mo Lian menenangkan aura yang bertarung dan memasukkan aura dari Mawar Embun Es. Tidak ada lagi rasa panas di tubuh mereka dan tubuh mereka tidak lagi meledak. Dantian dan Meridian yang hancur berkali-kali juga sudah kembali pulih.

__ADS_1


Awalnya Mo Lian tidak ingin mereka mengalami rasa sakit yang dialaminya. Tapi mereka tetap kekeh ingin mengubah susunan tubuh mereka agar cocok untuk datang ke Alam Selestial. Akhirnya, Mo Lian melakukan sesuai keinginan mereka, tapi ia juga merasakan rasa sakit.


Aku mengambil setengah rasa sakit mereka semua, yang artinya aku merasakan tiga kali apa yang mereka rasakan, batin Mo Lian.


Walaupun Mo Lian mengambil rasa sakit mereka sampai tiga kali, tubuhnya tetap utuh tanpa mengalami luka yang signifikan. Hanya ada goresan-goresan kecil di tubuhnya. Jika tidak memiliki Tubuh Emas dan Tubuh Abadi, mungkin sekarang ada retakan-retakan sampai pembuluh darahnya terlihat.


"Aarrgghh!" Qin Nian dan Yun Ning berteriak dengan rasa sakit yang menyiksa saat tubuh mereka mulai retak, bahkan pembuluh darahnya terlihat jelas dan bocor.


Mo Lian mengibaskan tangannya, mengeluarkan Pil Penyembuh tingkat Bumi dan menghancurkannya menjadi kabut hijau.


Ketika mereka bertiga menyerap kabutnya, tubuh mereka kembali sembuh dengan kecepatan yang bisa dilihat oleh mata telanjang.


Mo Lian mengambil posisi duduk bersila dan mengarahkan kedua tangannya ke depannya. Ia melepaskan Energi Sejati yang memudahkan mereka menyerap dan mempercepat prosesnya. Jika tidak dibantu, mungkin akan menghabiskan ratusan tahun lamanya. Bagaimanapun, ia saja setidaknya menghabiskan sekitar delapan belasan tahun di Dunia Kecil.


Mo Lian mengatupkan kedua tangannya; tiba-tiba ada Pohon Zhiliao yang keluar dari punggungnya. Pohon itu adalah pohon yang membantunya saat menerobos Heavenly Immortal dan saat menyerap Inti Spiritual Taowu.


Ketika Pohon Zhiliao datang, semua luka yang mereka terima disembuhkan dalam sekejap mata. Mo Lian memang sengaja mengeluarkan Pohon Zhiliao terlambat, ia ingin membiarkan ketiga istrinya merasakan sakit. Bukan karena kejam, tapi karena ingin menempa tubuh mereka agar lebih kuat dan mampu menahan tekanan di Alam Selestial.


***


"Tinggal sebentar lagi, Nian'er dan Ni'er hampir sudah melewati tahap Akhir dari Jiwa Emas dan hampir menerobos Dao Immortal. Ning'er masih tertahan di tahap Akhir dari Heavenly Immortal."


"Tapi ..." Mo Lian mengeluarkan Botol Jiwa dan membukanya. Kemudian menambahkan, "Ini belum cukup, aku masih memiliki Inti Jiwa dari Iblis Hitam."


Inti Jiwa keluar dari dalam Botol Jiwa dan hendak menyerang Qin Nian, tapi meledak sesaat setelah keluar dan berubah menjadi kabut hitam dengan aura penindasan maupun aura membunuh.


Mo Lian mengembuskan napasnya, mengubah aura hitam itu menjadi biru keemasan yang bergerak ke arah Hong Xi Ning dan memasuki tubuhnya secara perlahan.


Aura di dalam tubuh Hong Xi Ning bergolak seperti riak air, kemudian samar-samar terlihat ada aura berwarna biru muda yang mengelilinginya.


"Biru muda?" Mo Lian mengerutkan keningnya. Ia tidak terlalu ingat warna energi Hong Xi Ning, karena tidak pernah melihatnya, bahkan di kehidupan sebelumnya, Hong Xi Ning tidak pernah menggunakan Energi Spiritual, hanya menggunakan Kekuatan Jiwa.


Bang! Bang! Bang!

__ADS_1


Tiba-tiba ada ledakan energi di dalam tubuh ketiganya, kemudian terlihat cahaya berbeda warna yang melonjak naik ribuan mil ke langit, menembus udara seperti pisau tajam.


Cahaya yang melonjak itu bisa dilihat sampai ke negara tetangga.


Ketiganya membuka matanya secara bersamaan, membuat ledakan energi bertambah kuat dan fluktuasi energi mulai berkumpul di langit.


Mo Lian mengangkat tangannya, mempercepat proses terciptanya awan hitam. Ketika sudah muncul, ia mengepalkan tangannya untuk mengambil Esensi Petir yang dan memasukkannya ke dalam tubuh Qin Nian dan Yun Ning.


Untuk Hong Xi Ning, Mo Lian menundanya karena sedikit sulit untuk mengambil Esensi Petir saat menerobos Ranah God. Terlebih lagi, bisa saja Hong Xi Ning mendapatkan Teratai Emas, bukan Kesengsaraan Petir.


"Selamat karena sudah menerobos Dao Immortal. Ning'er, aku menunda Kesengsaraan Petir yang kau alami. Esensi Petir hanya baik sampai Dao Immortal, jika Heavenly Immortal ke atas, lebih baik menerimanya sendiri."


Mo Lian mengeluarkan pakaian dari Cincin Ruang dan menyerahkannya pada mereka bertiga. "Dan, menerimanya harus di Bintang Utama karena aura spiritual di sana lebih kental dan murni." Ia menciptakan dinding di sekitarnya.


Ketiganya menerima pakaian itu dan mulai mengenakannya tanpa malu-malu.


Mo Lian yang melihat tubuh polos mereka, terpana karena mulusnya tanpa adanya luka. Ia ingin membawa mereka ke dalam kamar dan melanjutkan hal yang sebelumnya tertunda.


Hong Xi Ning sudah selesai mengenakan hanfu biru muda. "Baiklah, Ning'er akan menuruti apa yang dikatakan Gege. Lagi pula, Ning'er sudah kelelahan karena menerima semua rasa sakit, Ning'er ingin beristirahat sebentar."


Qin Nian menganggukkan kepalanya, kemudian menambahkan, "Iya, aku juga lelah."


Mo Lian terdiam saat mengetahui bahwa mereka kembali batal melakukannya.


Yun Ning tertawa kecil melihat ekspresi Mo Lian. "Sayang, tunggu kami pulih, oke? Setelah itu, barulah kita melakukannya."


"Baiklah." Mo Lian menganggukkan kepala dan keluar dari dinding tanah terlebih dahulu. Ia ingin memurnikan tulang-tulang Qiongqi yang sudah dibersihkan.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2