Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 412 : Bintang Hijau


__ADS_3

—Bintang Hijau, Galaksi Xuan—


Profound Ark tiba di depan sebuah bintang kecil berwarna hijau dengan kilauan redup. Kekuatan yang bisa dirasakan dari luar hanyalah Dao Immortal, dan bisa dirasakan metode kultivasi di sini sedikit berbeda.


Untuknya yang merupakan Dewa Surga tahap Awal, bintang ini terlalu kecil.


Ngomong-ngomong, Mo Lian sudah menembus Dewa Surga. Tidak ada Kesengsaraan Petir seperti yang diharapkan, itu hanyalah bermandikan cahaya emas yang samar-samar membuatnya sedikit tertekan.


Akhirnya, Mo Lian tahu mengapa kekuatan Dewa Surga tidak cukup untuk menghancurkan Alam Semesta. Itu karena Dao/Tao turut andil dalam menekan kekuatan Dewa Surga, ini benar-benar membuatnya marah, karena awalnya saat naik ke Dewa Bumi, Dao akan berlaku baik seperti memberi berkah, tapi pada akhirnya menurunkannya kembali.


Karena penekanan itu, Mo Lian sangat marah. Dia ingin mendapatkan pencerahan melalui hidup sebagai manusia normal untuk memahami lebih jauh tentang Dewa Kehidupan. Kemudian dia mampu bersaing melawan Dao, tentu ini adalah hal yang paling sulit, karena Dao Surga tahap Akhir mungkin tidak mampu menahan satu serangan.


Kemudian, alasan lain Mo Lian datang ke sini karena ingin belajar tentang kultivasi yang tidak sama seperti yang dimilikinya. Mungkin ini adalah dunia dengan sistem yang berbeda.


Bagaimanapun, semesta sangat luas, dengan triliunan galaksi, tidak mungkin memiliki sistem yang sama.


Hong Xi Ning mengerutkan keningnya. "Kekuatan di sini berbeda, mereka lebih mengkultivasikan tubuh. Tidak ada jiwa maupun energi."


Yun Ning tersenyum tipis saat memandang Bintang Hijau. Dia melipat kedua tangannya di depan dada dan berkata, "Mulai hari ini, Perusahaan Yun Ning akan dibangun di sini!"


Perusahaan? Mo Lian terdiam dan teringat akan Can Qi Meiliafei dan Paviliun Xiao Fei di Bintang Utama. Tidak ada lagi pemilik asli yang mengurusnya, hanya asisten toko yang mengurusnya. Inkarnasi yang ditinggalkannya di sana juga dalam keadaan tertidur, hanya bangun ketika ada masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh kekuatan di sana.


Mo Lian menengadahkan kepalanya, seolah-olah menembus ruang dan waktu, melihat batasan dunia dan menembus Alam Selestial. "Aku akan membuka Paviliun Jarum Emas."


Hong Xi Ning menganggukkan kepalanya, sudah mengetahui tentang langkah yang diambil Mo Lian ke depannya, dan tahu arti tentang Jarum Emas.


Yun Ning menggaruk kepalanya tidak mengerti. Meskipun Qin Nian sama-sama tidak mengerti, tapi dia tidak mengekspresikan perasaannya seperti yang dilakukan oleh Yun Ning, dia masih bersikap tenang seperti air.


"Aku ingin membuka toko kesehatan, menjual tanaman herbal dan pelayanan akupuntur. Kita hanya perlu menggunakan bahan di bawah sepuluh tahun, itu sudah cukup mahal untuk manusia biasa." Meski melakukan ini membuatnya sedikit lelah karena tidak lagi bersantai, tapi Mo Lian memiliki pemikirannya sendiri. Dia ingin mencari metode untuk kultivasinya sendiri, itu sama saat dia masih di Bintang Tianjin.


Dia pernah hidup selama beberapa bulan menjadi manusia biasa, kebiasaannya sehari-hari hanya pergi ke pasar dan memancing. Tapi itu benar-benar membuatnya mengalami kemajuan dalam kultivasi meski tidak menyerap energi spiritual, itu adalah fenomena yang aneh, namun karena memang memiliki efek, tidak ada salahnya untuk mencobanya lagi.


"Harusnya Perusahaan Yun Ning!" Yun Ning mendengus dingin, kemudian tersentak ketika ada ide yang terbesit di benaknya. "Karena mungkin kita tinggal di sini selama beberapa tahun, aku akan membangun perusahaan transportasi. Mungkin sudah ada, tapi dengan uang, aku bisa mempekerjakan banyak pengawal."

__ADS_1


"Dari mana uangnya?" Mo Lian menatap Yun Ning dengan tatapan menggoda.


"Tentu saja darimu." Yun Ning merangkul lengan Mo Lian, menggosok pipinya di bahu Ko Lian dan sesekali menatapnya dengan penuh harap. Dia memiliki banyak Batu Spiritual, bahkan menggunung di Cincin Ruang, tapi tidak ada Tael Emas yang tersisa.


Mo Lian tersenyum tipis, lalu mentransfer uang ke dalam Cincin Ruang yang berada di jari telunjuk Yun Ning.


Yun Ning merasakan uang terus masuk ke dalam Cincin Ruang, dan dia tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya. Dengan ini, dia bisa membangun perusahaan, meski tidak memiliki pengalaman yang sama seperti Qin Nian.


Hong Xi Ning tidak berambisi seperti Yun Ning, dia hanya ingin berkultivasi dengan tenang dan membantu toko Mo Lian. Begitu pun dengan Qin Nian yang sama-sama ingin hidup santai tanpa harus memikirkan perkembangan perusahaan, dia sudah pernah melakukannya, jadi tidak ingin lagi.


"Kita akan pergi ke salah satu kerajaan, kita membuka toko di kota yang tidak besar dan tidak kecil. Jangan mencari masalah, hidup dalam kesederhanaan. Tapi ..." Mo Lian merenung sejenak setelah mengatakannya, ekspresinya terlihat rumit. Kemudian, dia menghela napas dan menambahkan, "Jika ada yang mencari masalah di luar batas, bunuh!"


Tidak ada yang menyangkal, karena mereka pasti akan melakukan hal yang sama. Bahkan meski mereka ingin hidup santai seperti manusia biasa tanpa kekuatan, pastinya akan ada masalah. Bahkan di Bumi sebelum memasuki Zaman Kultivasi Modern, saat aura spiritual tipis, selalu ada kejahatan di mana-mana.


Setelah memastikan semua sudah siap, Mo Lian langsung memindahkan Profound Ark dalam sekejap mata setelah dia memindai Bintang Hijau.


Profound Ark muncul di hutan yang dikelilingi oleh pegunungan. Tidak terlalu tinggi, tapi cukup luas sehingga mampu menutupi Profound Ark yang besar.


Mo Lian turun dari Profound Ark bersama dengan istri-istrinya dan menyimpan Profound Ark. Dia memindai sekelilingnya, lalu menemukan kota yang berada di balik gunung. Jika ingin pergi ke kota, harus melalui jalan memutar dan itu membutuhkan waktu tiga bulan perjalanan dengan berjalan kaki.


"Itu melelahkan, lebih baik menghancurkan gunung ini." Yun Ning tidak bisa menahan diri dan mengeluh saat melihat gunung besar di depannya. Ingin sekali menghancurkan gunung yang menghalangi jalan.


Mo Lian mengusap kepala Yun Ning. "Jangan manja, anggap saja ini sebagai latihan. Lagi pula tidak ada salahnya mengalami hal ini."


Yun Ning ingin mengatakan sesuatu, tapi mulutnya tertutup dan menganggukkan kepalanya. Dia tahu meski dia selalu membuat masalah, tapi Mo Lian selalu memaafkan dan menenangkannya, namun jika dia selalu membuat masalah, dia hanya akan menjadi beban. Apalagi setelah perang, dia benar-benar terpukul karena ketidakberdayaannya.


Mo Lian membawa istri-istrinya ke jalan utama yang sering dilalui, untuk saat ini mereka masih menggunakan kekuatan mereka, sehingga bisa bergerak seperti kecepatan suara.


Suara gemerisik daun terdengar saat mereka berempat melompat dari satu pohon ke pohon lain, membuat dedaunan mulai jatuh dari dahan pohon.


"Turunkan kekuatan kalian sampai Inti Perak. Jika ada sesuatu yang tidak bisa diselesaikan, barulah lepaskan, tapi tolong lakukan secara diam-diam."


Ketika mendengar itu, mereka bertiga menganggukkan kepala dan langsung menurunkan aura kultivasi mereka. Bahkan mengubah pakaian indah yang mereka kenakan menjadi pakaian biasa, seperti wanita yang datang dari desa.

__ADS_1


Mo Lian juga melakukan hal yang sama, rambutnya berubah menjadi hitam, mengenakkan pakaian biru polos, rambutnya memendek dan menjadi potongan rapi.


Mereka terus bergegas, sampai akhirnya cahaya terlihat di antara celah pohon dan dedaunan. Mereka memperlambat kecepatan mereka dan memompa turun dari pohon, lalu berjalan biasa.


Pedang normal terlihat menggantung di pinggang mereka.


Ketika sudah sampai di jalan utama yang membelah hutan, mereka duduk di bawah pohon, mengeluarkan persediaan untuk beristirahat.


Alasan mereka beristirahat di sini, itu karena menunggu konvoi yang sebentar lagi akan datang.


Qin Nian, mau tidak mau merasa panik ketika menunggu konvoi. "Apakah tidak apa-apa? Bagaimana jika kita dianggap bandit? Aku mulai setuju dengan Yun Ning, lebih baik langsung pergi ke kota daripada seperti ini, ini terlalu bertele-tele."


Mo Lian tersenyum tipis, mengusap kepala Qin Nian untuk menenangkannya. "Tenang, tidak ada masalah. Jika kita memang benar-benar dianggap bandit dan mereka menyerang, maka bunuh ... maksudku, kita jelaskan bahwa kita hanya ingin menumpang."


Qin Nian tertegun ketika mendengarnya, kemudian tertawa kecil. "Baiklah, kita akan menunggu mereka di sini."


Hong Xi Ning tidak mengatakan apa-apa, matanya terpejam dan duduk bersila. Dia mendapat beberapa petunjuk dari Hong Xi Jiang yang dikhususkan hanya untuknya, petunjuk ini didapatnya setelah memberi tahu tentang niat mereka yang ingin bersantai, kemudian Hong Xi Jiang memberikan metode tertentu.


Hong Xi Ning tidak lagi terkejut, karena dia sudah mengetahui tentang Hong Xi Jiang meski sedikit. Dan ternyata, Hong Xi Jiang pernah memasuki desa-desa maupun kota kecil tanpa adanya kekuatan kultivator, itu semua hanya agar bisa mendapatkan pencapaian dan pencerahan tertinggi.


Jadi, Hong Xi Ning ingin menggunakan langkah yang sama.


Yun Ning, sudah tidak peduli dan sekarang hanya sedang asyik menghitung uang yang diberikan oleh Mo Lian. Senyum yang tidak bisa dikatakan senyum, terukir di bibirnya dan terkadang tertawa sendiri.


Mo Lian merasakan sedikit sakit kepala ketika melihat kepribadian istri-istrinya yang tidak bisa ditebak. Mereka sering berubah-ubah.


Mo Lian menghela napas, lalu mendongak dan menoleh ke kanan; timur. Dia bisa melihat konvoi kereta kuda, dengan belasan kuda yang berada di sekitar untuk menjaga konvoi.


"Kendaraan kita sudah tiba."


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2