
Biksu Tua terbang dari salah satu puncak setelah beberapa jam. Dia terdiam dengan mata terbuka lebar ketika melihat tumpukan sumber daya di alun-alun.
Mo Lian menyadari kehadiran Biksu Tua, tapi tidak menoleh saat berkata, "Kau bisa mengambil semua di bawahnya. Aku hanya mengambil sedikit herbal dan rempah-rempah, sisanya bisa kau miliki."
Biksu Tua termenung dengan tatapan kosong saat melihat sumber daya yang berlimpah di bawah. Dengan sumber daya ini, Kuil Emei dapat mengembangkan banyak Inti Emas dan menjadi kekuatan unggul di Kekaisaran Huaxia, memang tidak bisa menandingi Sekte Dongfangzhi, bahkan untuk satu persennya, tapi setidaknya mampu menjaga Gunung Emei Shan dan sekitarnya.
"Di sana harusnya ada tanda pengenal. Kau bisa mengambilnya untuk membuka Dunia Kecil Emei sesuka hatimu."
Biksu Tua menganggukkan kepalanya, dan mengarahkan Cincin Ruang yang telah didapatnya.
Pada saat itu, semua sumber daya di alun-alun bersinar dan langsung terhisap memasuki Cincin Ruang.
...
Setelah semuanya sudah selesai, mereka keluar dari sana.
Biksu Tua menawarkan tempat agar Mo Lian mau tinggal karena sudah malam. Tapi Mo Lian menolaknya dengan alasan ingin menyelesaikan semua tugas-tugasnya, meski sebenarnya mereka pergi ke hutan untuk beristirahat.
Mo Lian dan yang lain tiba di danau yang baru terbentuk. Ada hamparan rumput di sekitar danau, dan seterusnya adalah hutan yang cukup lebat.
Danau itu bercahaya karena sinar bulan, cukup indah, tapi tidak ada manusia selain mereka. Bagaimanapun, Kekaisaran Huaxia telah menghimbau kepada masyarakat agar menghindari daerah perairan.
Mo Lian duduk di hamparan rumput setelah meletakkan tikar dan memandangi Kilauan bintang di langit. Bintang-bintang di langit masih seperti biasanya, tapi tidak penuh karena pertempuran sebelumnya telah menghancurkan banyak dari mereka.
Yun Ning melompat ke depan dan mengambil posisi duduk di pangkuan Mo Lian seperti biasa. "Duduk di sini adalah yang terbaik."
Mo Lian tersenyum dan mengecup kepala Yun Ning. "Kita harus menjelajahi Bumi, kemudian kita akan pergi untuk waktu yang sangat lama."
Yun Ning menyandarkan kepalanya; menoleh ke kiri sampai wajah keduanya saling berdekatan. "Berapa lama kita akan pergi?"
"Aku tidak tahu, paling cepat sepuluh tahun, dan terlama, antara seratus atau seribu," jawab Mo Lian setelah ragu-ragu.
Yun Ning mengangguk kecil, tapi tidak lagi berbicara dan memilih untuk tetap diam.
Mo Lian mengubah posisinya dan terlentang di atas tikar.
Hong Xi Ning dan Qin Nian yang telah mengganti pakaian, tidur di samping Mo Lian di bawah langit malam.
Mo Lian merasakan tekanan di tubuhnya: Yun Ning di atasnya; Qin Nian di samping kiri dan Hong Xi Ning di samping kanan; masing-masing menggunakan tubuhnya sebagai bantal.
"Aku tidak menyangka akan ada hari bersantai seperti ini." Hong Xi Ning membuka matanya, kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Mo Lian, dan mengecup lembut bibirnya.
Hong Xi Ning kembali berpindah, dan tidur di samping Mo Lian dan menggunakan tangan Mo Lian sebagai bantal, sehingga dia bisa masuk di dalam pelukannya.
Mo Lian sangat bahagia saat ini. Bisa bersantai dengan tenang sebelum badai yang akan datang.
__ADS_1
Byurr!
Saat sedang beristirahat, air di danau di depan mereka melonjak, seolah-olah ada ledakan di dalamnya.
Ketiganya berdiri dan bersiap-siap untuk bertarung. Tapi Mo Lian menariknya kembali ke dalam pelukannya. "Biarkan."
Mo Lian melepaskan sedikit kekuatannya, membuat monster di dalam laut terbunuh dan danau kembali tenang dalam sekejap. Monster itu jenis ikan yang telah berevolusi sampai memunculkan taring dan dua cakar yang awalnya adalah sirip.
"Biarkan, mereka hanya monster kecil. Kembali tidur." Mo Lian menepuk-nepuk kepala mereka bertiga secara bergantian.
Ketiganya terdiam sebentar saat di dalam pelukan Mo Lian. Setelah saling memandang dan memikirkan, akhirnya mereka bertiga menganggukkan kepala dan kembali tidur.
Mo Lian tidak tidur, dia hanya memandangi bintang di langit malam dan mengusap kepala mereka terus-menerus.
...***...
Tiga hari kemudian, mereka telah mengosongkan semua sumber daya yang dikemukakan di Dunia Kecil Kekaisaran Huaxia.
Lima Puncak Gunung: Gunung Agung Timur (Dongyue) Tai Shan, Gunung Agung Barat (Xiyue) Hua Shan, Gunung Agung Selatan (Nanyue) Heng Shan (Hunan), Gunung Agung Utara (Beiyue) Heng Shan (Shanxi), Gunung Agung Tengah (Zhongyue) Song Shan.
Empat Gunung Suci Buddhisme: Wutai Shan, Emei Shan, Jiuha Shan, Putuo Shan.
Empat Gunung Suci Taoisme: Wudang Shan, Longhu Shan, Qiyun Shan, Qingcheng Shan.
Untuk Lima Puncak Gunung dan Empat Gunung Suci Taoisme, memang ada yang menghuni, tapi bukan orang yang bertanggung jawab atas tempat di sana. Orang-orang itu hanyalah pengusaha yang membangun vila atau sebagainya.
Jadi, tidak perlu memberikan sumber daya.
Wudang Shan, teknik-teknik yang ditemukan di sana berhubungan dengan Teknik Pedang.
Longhu Shan, semuanya adalah teknik yang berhubungan fisik dan transformasi naga maupun harimau. Tapi bukan tranformasi sungguhan, itu hanya perubahan pada salah satu bagian tubuh yang diselimuti oleh sisik (naga), dan cakar (harimau).
Qiyun dan Qingcheng Shan, berbagai teknik ada di sana. Itu seperti mereka tidak memfokuskan pada satu teknik, dan lebih terbuka pada semua praktisi.
...
Karena memiliki banyak sumber daya, Sekte Dongfangzhi memberikan sumber daya pada 186 Universitas Kultivasi di Kekaisaran Huaxia, dan cukup untuk memberdayakan potensi di sana selama beberapa dekade. Tapi tentu, sumber dayanya bukanlah kualitas terbaik, itu hanya kualitas biasa yang bahkan bisa ditemui di hutan-hutan yang dipenuhi Binatang Buas.
...
Mo Lian sudah berada di halaman belakang Istana Dongfangzhi dan melihat ke langit biru yang cerah. Dia hanya mengenakan mantel handuk setelah membersihkan tubuhnya.
"Hanya tinggal menghitung hari, kami akan meninggalkan Bumi."
Mo Lian berbalik ketika merasakan ada yang terbang menghampiri. Dia melihat siluet manusia dalam cahaya ungu yang menyelimutinya.
__ADS_1
"Ada apa, Fefei?"
Mo Fefei mendarat di depan Mo Lian. Dia tidak mengenakan hanfu, tapi mengenakan hotpants hitam dan kaus biru muda tanpa lengan.
"Aku sudah sering melihatmu berpakaian minim, bahkan telanjang. Tapi, bagaimana mungkin Fefei Kecil mengenakan ini di luar." Mo Lian mencubit pipi Mo Fefei. Sudah lama dia tidak memanjakannya.
Mo Fefei tersenyum cerah. Memegang tangan Mo Lian dan mengusapkannya di pipinya sendiri. "Tidak ada yang melihat Fefei. Lagi pula Fefei datang dari Mansion Bai Long, dan memakai perlindungan spiritual."
Mo Lian mengangguk. "Kau mungkin tahu, aku akan meninggalkan Bumi."
Mo Fefei menganggukkan kepalanya dalam diam. Dia tidak menjawab untuk beberapa saat. "Fefei tahu, Fefei juga sudah berusia tiga puluh empat tahun. Fefei sudah berdiskusi dengan Ayah dan Ibu, Fefei akan berkelana sendiri di Galaksi Bima Sakti. Jika mungkin, ingin menemukan pasangan hidup."
Mo Lian kembali mengangguk. Dia melangkah lebih dekat, mengecup kening Mo Fefei untuk beberapa detik. Kemudian melangkah mundur lagi, dan menyentuh kening Mo Fefei dengan jari telunjuknya yang memancarkan cahaya biru.
"Aku meninggalkan perlindungan padamu. Kekuatannya bisa menyaingi Dewa Hitam, Fefei bisa menggunakannya jika bertemu musuh yang sulit untuk ditangani."
Mo Fefei membuka matanya setelah selesai merasakan aura hangat yang memasuki tubuhnya, dan kekuatannya telah meningkat ke tahap Menengah dari Heavenly Immortal. Tapi, dia memiliki kemampuan untuk menggunakan kekuatan Mo Lian. Ini seperti Dewa Semesta, tapi tidak memiliki efek samping.
Hanya saja, tidak bisa digunakan berkali-kali.
"Kapan Fefei akan pergi?" tanya Mo Lian. Ia masih memainkan pipi dan rambut Mo Fefei, itu cukup menghibur.
"Besok."
Mo Lian terdiam dengan mulut terbuka dan gerakan tangannya yang berhenti. Besok? Itu terlalu tergesa-gesa untuk meninggalkan Bumi.
Mo Fefei mendongak menatap Mo Lian. "Fefei sudah dewasa, Kakak tidak perlu lagi mengkhawatirkan Fefei." Kemudian ia mengecup pipi Mo Lian.
Sebelum Mo Lian sempat mengatakan sesuatu, Mo Fefei langsung berbalik dan meninggalkan Istana Dongfangzhi.
Mo Lian dibiarkan diam di tempat tanpa bisa mengatakan sepatah kata pun, dan hanya membiarkan Mo Fefei terbang menjauh. Ia menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan.
Dia tetap berdiri di tempat tanpa berpindah meski sudah beberapa menit.
"Sepertinya Ayah dan Ibu sudah tahu hal ini, tapi mereka merahasiakannya. Tapi, aku merasa Yue Fu juga ikut andil dalam hal ini. Bagaimanapun, Ayah dan Ibu tidak bisa merasakan apa pun dariku, kecuali ada pihak lain yang lebih kuat."
Mo Lian menghela napas; menggaruk belakang kepalanya dan merasakan sakit kepala.
Dia memasuki Istana Dongfangzhi lagi, dan akan menemui Hong Xi Jiang saat siang hari nanti.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1