
Kakek tua bernama Bai Hao Yu itu mengusap darah yang mengalir di sudut bibirnya dengan lengan bajunya. Ia benar-benar tidak pernah menduga akan ada teknik sederhana, namun memiliki kekuatan yang sebesar ini. Hanya dari sentuhan telapak tangan yang pelan, terdengar gemuruh yang menggelegar seperti langit runtuh.
Mo Lian mencondongkan tubuhnya menyamping, kemudian menghilang dari tempatnya berdiri karena kecepatan geraknya yang tidak bisa dilihat. Terlebih lagi, tempat ini adalah tempat kekuasaannya, sehingga ia bisa bergerak mudah dalam kegelapan.
Mo Lian yang sudah berada di kanan belakang Bai Guan Lin itu memukulkan tinju kirinya pada dada Jiwa Emas lain yang masih bertahan.
Wush! Boom!
Pukulan Mo Lian yang sangat kuat itu membuat pria paruh baya itu melesat jauh, dan menghantam dinding akar pohon dalam keadaan telah kehilangan nyawa.
Mo Lian kembali menghilang sangat cepat, membunuh bawahan Bai Guan Lin dengan mudahnya. Ia memukul dada hingga tertembus, kemudian menghancurkan Inti Jiwa mereka tanpa berpikir panjang.
"Apakah kultivasi kalian sampai mengorbankan istri dan putri kalian sendiri?" Mo Lian menduga itu adalah kebenarannya, karena selama ini ia tidak melihat adanya wanita, semua orang di sini adalah pria.
Mo Lian berlari kembali dengan kecepatan tiada tara, dan saat jaraknya hanya tersisa belasan meter dari Bai Guan Lin, ia menekan kakinya di bebatuan runcing sebagai pijakan, kemudian melesat sangat cepat dengan kaki terangkat mengarah pada punggung Bai Guan Lin.
"Keuk!" Bai Guan Lin memuntahkan seteguk darah segar dari dalam mulutnya saat terkena tendangan Mo Lian, membuatnya melesat sangat cepat dengan tulang punggungnya yang patah.
Mo Lian kembali berpindah sangat cepat, menunggu di mana arah Bai Guan Lin melesat. Ia mengangkat kaki kanannya, mengayunkan kakinya hendak menendang, namun tidak jadi dan memilih menghentakkan kakinya di tanah.
Hentakkan kakinya menimbulkan dentuman suara yang keras. Kemudian ia memutar tubuhnya dan mengangkat kaki kirinya, menendang dagu Bai Guan Lin.
Bai Hao Yu yang Setengah Dao Immortal tidak bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi, ia hanya mendengar teriakan anaknya yang tertahan.
Mo Lian menekuk kedua lututnya untuk mengambil ancang-ancang, kemudian melompat sangat tinggi hingga sejajar dengan Bai Guan Lin yang terlempar naik. Ia memegangi tengkuk Bai Guan Lin dengan kedua tangannya, kemudian menendang wajah pria paruh baya itu menggunakan lutut kanannya.
Setelah melukai wajah Bai Guan Lin, Mo Lian menangkap keras bajunya dan membantingnya keras mengarah ke daratan.
Bai Guan Lin kembali melesat bagaikan anak panas yang ditembakkan dari busur panah, kemudian menghantam daratan dengan kerasnya, membuat daratan kembali bergetar dengan gelombang angin yang menyebar ke segala arah.
Mo Lian yang berada di langit itu turun dengan kecepatan tiada tara, jatuh dari ketinggian langit seperti batu dengan massa yang sangat berat. Keduanya kakinya menginjak punggung Bai Guan Lin, mematahkan tulang yang baru saja beregenerasi.
Boom! Boom! Boom!
Mo Lian melepaskan pukulannya berkali-kali, mematahkan tulang-tulang lengan maupun kaki Bai Guan Lin, serta semua tulang yang masih bisa dipatahkan.
__ADS_1
Bai Guan Lin masih sadarkan diri, namun ia tidak bisa mengeluarkan suaranya karena saat Mo Lian menyerangnya di langit, tenggorokannya ditusuk oleh jarum perak yang disembunyikan.
Mo Lian yang menginjak kepala Bai Guan Lin itu mengangkat tangan kanannya, menciptakan gumpalan cahaya kuning keemasan yang menyinari seluruh wilayah dengan luas delapan hektar.
Bai Hao Yu yang sedari tadi menunggu di langit itu membelalakkan matanya dan terdiam tidak bisa berkata-kata. Ia tidak tahu kerusakan yang diterima Paviliun Kongqi Hei'an akan separah ini. Seluruh bangunan telah luluh lantak, mayat-mayat manusia tergeletak, entah tertindih oleh batu tajam, ataupun tertusuk oleh stalagmit runcing yang mencuat keluar dari tanah.
Paviliun Kongqi Hei'an yang dibangunnya selama ratusan tahun, dari pedagang kecil, hari ini mengalami kehancuran yang sangat mengerikan. Itu semua hanya karena ia menjadi Kultivator Iblis, dan mengorbankan istri, putri maupun setiap wanita terdekatnya.
Ketika Bai Hao Yun mengalihkan perhatiannya pada Mo Lian, amarahnya naik dalam sekejap, terlihat keinginan membunuh yang kuat terpancar dari mata merahnya. Samar-samar aura hitam juga terlihat keluar dari dalam tubuhnya, yang seiring dengan berjalannya waktu mulai terlihat jelas.
Mo Lian yang mencengkeram erat kepala Bai Guan Lin dan sudah membaca ingatan itu akhirnya membunuh lawan yang berada di cengkeramannya, kemudian membuang mayat itu jauh darinya sampai menghantam dinding akar.
Informasi yang didapatnya lebih banyak dari Penatua Jian. Organisasi Angin Hitam tersebar luas di Kekaisaran Tang, bukan hanya di Kota Mengyin maupun Xingmai, melainkan juga di belasan kota besar lainnya, yang setiap tiga bulan sekali akan mengadakan pertemuan.
Kebetulan, hanya tinggal tiga hari lagi sebelum pertemuan itu berlangsung di salah satu tempat mengerikan yang tidak pernah didatangi Kultivator Dao, karena energi mencekam yang menyelimuti.
"Bajing**! Ku bunuh kau!" Bai Hao Yu melesat bagaikan kilat dengan tinju kalan diselimuti energi kuat membentuk kabut hitam mengerikan.
Mo Lian hanya diam tertunduk, kemudian mengangkat tangan kirinya menangkap pukulan Bai Hao Yu.
Dentuman keras lain kembali terdengar saat kedua tangan mereka saling berbenturan. Angin menyebar luas menyapu bersih tanah yang tidak rata, menghantam dinding akar pohon yang sangat kuat.
Mo Lian yang telah menangkap pukulan Bai Hao Yu itu menarik tangan kirinya, mendekatkan tubuh mereka. Ia mengalirkan sebagian kekuatannya pada pukulannya, kemudian memukul wajah Bai Hao Yu.
Gelombang angin yang kuat menyebar membentuk cincin angin berwarna cokelat karena debu yang ikut terhempas, dan itu semua terjadi karena pukulan yang dilepaskannya.
Bai Hao Yu yang terkena pukulan Mo Lian itu terhempas jauh ke kiri, atau utara dan menghantam dinding akar pohon dengan sangat kuat, bersama dengan lengannya yang terputus karena dicengkeram Mo Lian.
Mo Lian mengangkat dua jarinya, dan menggerakkannya ke arahnya sendiri.
Akar pohon kembali tumbuh di dinding, dan melemparkan Bai Hao Yu ke arahnya dengan kecepatan tinggi.
Mo Lian mengangkat kakinya setinggi mungkin, kemudian mengayunkannya ke bawah sekuat-kuatnya, menendang pundak Bai Hao Yu dengan tumit kaki kanannya.
Boom!
__ADS_1
Bai Hao Yu menghantam daratan dengan kekuatan yang mengerikan, bersamaan dengan gelombang angin bagaikan pedang tajam yang mengikis daratan, dan memperdalam tanah yang berada di wilayah Paviliun Kongqi Hei'an.
Jika dilihat dari luar, Penjara Pohon hanya diam tanpa adanya getaran meski sedikit. Di sekitar Penjara Pohon juga sudah terlihat puluhan ribu penjaga dari berbagai keluarga besar, termasuk Penguasa Kota yang menjaga. Mereka ingin menghancurkan Penjara Pohon, dan melihat apa yang sebenarnya terjadi di dalamnya.
Kembali lagi di dalam Penjara Pohon. Mo Lian mengangkat Bai Hao Yu, kemudian ia memutar tubuhnya berkali-kali mengambil ancang-ancang, dan melemparkan Bai Hao Yu ke langit-langit akar pohon.
Mo Lian kembali berpindah sangat cepat, ia muncul di langit-langit akar pohon menunggu kedatangan Bai Hao Yu. Kemudian ia memukul kepala Bai Hao Yu menggunakan kedua tangannya yang terkepal satu sama lain.
Tidak berhenti disitu, Mo Lian merentangkan tangan kanannya, membuat akar pohon di atas kepalanya mulai turun dan membentuk sebuah jarum tajam yang sangat besar. Ia menarik tangan kanannya ke belakang punggungnya, kemudian melemparkannya jatuh ke arah Bai Hao Yu.
Boom!
Jarum yang terbuat dari kayu itu menembus punggung Bai Hao Yu. Mo Lian sengaja menghindari organ vital untuk tidak membunuhnya secara langsung, ia juga penasaran apa yang ingin dilakukan lawannya, karena ia merasakan adanya energi yang sama seperti Gerlad Rosth.
"Aku akan memberikanmu waktu, karena itulah, cepat keluarkan semua kekuatanmu. Bukankah aku mengatakan untuk menghiburku. Jadi, mengapa kau sangat lemah?"
Bai Hao Yu yang tubuhnya tertembus itu terbatuk-batuk dan memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya. Ia menggerakkan kedua tangannya seperti posisi push up, dan mencoba untuk berdiri. "Aaarrrgghh!"
Rasa yang amat menyakitkan terasa saat tubuhnya bergesekan dengan jarum besar yang terbuat dari kayu, dan di permukaannya terdapat duri-duri tajam. Hingga akhirnya, ia memaksa tubuhnya untuk bergerak menyamping, membuat pinggang kirinya hancur.
Bai Hao Yu mengangkat tangan kanannya perahan, dan saat itu juga membuat mayat-mayat yang tergeletak mulai terangkat perlahan. Dari mayat-mayat itu mengeluarkan darah, dan terbang ke arahnya, mengelilingi tubuhnya.
Mo Lian yang melihat itu hanya diam tanpa memperlihatkan perubahan ekspresi wajahnya.
Darah yang mengelilingi Bai Hao Yu itu terus berputar seperti pusaran, yang kemudian meledak menyebar ke segala arah membentuk cincin merah yang sangat kuat seperti pedang tajam.
Di tengah-tengah ledakan, terlihat Bai Hao Yu yang sudah berubah. Berkulit merah dengan sisik, memiliki sayap kelelawar berwarna hitam, mata merah menyala, taring yang keluar dari gigi atas maupun bawah, dan rambut hitam panjang, serta dua tanduk yang mencuat dari dahinya.
Mo Lian yang melihat itu menepuk wajahnya. "Aku, harus melawan kambing bersayap dan bersisik lagi!"
...
***
*Bersambung...
__ADS_1