
"Persetan!" Bai Xhan mengibaskan tangannya menciptakan siluet bulan sabit berwarna oranye ke arah Mo Lian.
Mo Lian hanya diam tidak menanggapi serangan Bai Xhan yang menurutnya tidak terlalu kuat, bahkan hingga serangan itu benar-benar mengenainya.
Boom!
Ada ledakan besar dengan api yang menyala saat serangan Bai Xhan menghantam Mo Lian, asap tebal juga membumbung tinggi, beserta angin kencang bagaikan pedang tajam yang mampu memotong apa pun seperti mentega.
Bai Xhan tidak berhenti disiru saja, ia sangat kesal saat melihat sepupunya yang terbunuh, sehingga ia akan terus mengeluarkan serangan meski Mo Lian sudah terbunuh.
Bai Xhan mengangkat tangan kanannya setinggi mungkin, mengumpulkan energinya di tangan kanan. Energi itu membentuk kabut oranye yang sangat kuat, bahkan mampu menciptakan fenomena hujan petir di langit meski tidak sebanyak dan sekuat milik Mo Lian.
"Teknik Harimau Setan ..."
Energi Bai Xhan mulai bergerak-gerak seperti asap yang naik ke langit dan semakin membesar, membentuk cakar harimau berwarna oranye yang sangat besar.
"Cakar Kematian!" Bai Xhan mengayunkan tangannya mengarah pada Mo Lian dengan kebencian yang kuat.
Cakar besar melesat jatuh ke arah Mo Lian, anginnya yang kencang membelah daratan dan menciptakan tiga parit lebar yang dalam. Serta, ada celah ruang yang sedikit terbuka karena cakarannya.
Wusshh...
Angin bertiup menghilangkan asap tebal di mana Mo Lian berada.
Mo Lian mengangkat tangan kanannya setinggi mungkin, ada energi biru seperti nyala api yang terbagi menjadi tiga bagian. Energi biru itu mulai berubah membentuk tiga tangan.
Bang!
Dentuman keras terdengar ketika serangan Bai Xhan membentur tangan spiritual Mo Lian, mengakibatkan menyebarnya gelombang angin kencang dengan sayatan-sayatan yang lebih tajam dari sebelumnya. Daratan juga mulai terkikis habis membentuk kawah yang sangat dalam, serta ada lahar panas yang mulai naik.
Bai Xhan tidak terkejut saat melihat Mo Lian yang masih hidup, ia sudah mulai terbiasa akan hal itu, bahkan rasa benci dan dendamnya terhadap Mo Lian kian meningkat seiring waktu.
Whooooosh!
Bai Xhan bergerak sangat cepat, menyingkat jarak belasan mil dan tiba di belakang Mo Lian dengan tubuh sedikit membungkuk. Kaki kanannya ditekuk ke depan dan kaki kirinya lurus ke belakang, cakar kanannya diselimuti oleh energi kuat bercahaya oranye.
Tanpa bersuara, Bai Xhan mengayunkan cakarnya pada punggung Mo Lian.
Mo Lian memutar tubuhnya ke belakang seraya mengayunkan tangannya, menangkap pergelangan tangan Bai Xhan.
Tidak ingin membuang-buang waktu lebih lama lagi, Mo Lian mengulurkan tangan kirinya menggapai kepala Bai Xhan.
__ADS_1
Swoosh! Zrash!
Bai Xhan mengayunkan pedang di tangan kirinya dan memotong tangan kanannya yang di tangkap Mo Lian, lalu ia melompat mundur menghindari tangan Mo Lian yang hampir mengenai wajahnya. "Ugh!" Ia menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit.
Mo Lian terdiam mematung melihat Bai Xhan yang menghindar, lalu menunduk melihat tangan yang sudah ia bawa. "Api Teratai."
Tiba-tiba ada api biru berbentuk seperti bunga teratai yang muncul di tangannya, yang membakar tangan Bai Xhan yang Mo Lian tangkap.
"Aku cukup terkesan karena kau berhasil menghindarinya. Tapi, sepertinya sudah cukup."
Bai Xhan yang berdiri cukup jauh seraya memegangi tangan kanannya yang terpotong, mengerutkan kening tidak mengerti maksud Mo Lian. Ia juga tidak merasakan adanya fluktuasi energi yang berada di sekitar, sehingga tidak akan ada serangan yang mengarah padanya.
Mo Lian mengulurkan tangan kanannya, lalu membalikan telapaknya yang mengarah padanya. "Datang." Ia menggerakkan dua jarinya.
Tubuh Bai Xhan mulai bergetar tak bisa dikendalikan, yang kemudian melesat sangat cepat ke arah Mo Lian.
Mo Lian menangkap kepala Bai Xhan yang melesat ke arahnya, lalu ia menguatkan cengkeramannya sampai terdengar suara retakan kasar dari dalam kepala Bai Xhan, menandakan bahwa tulang tengkoraknya mulai retak dan rahangnya yang patah.
Ada pola emas seperti petir yang muncul dari bahu kanan sampai ke ujung tangan Mo Lian, pola itu berasal dari Tubuh Emas yang menguatkan fisiknya.
"Aaarrgghh!" Bai Xhan merasakan sakit yang menyiksa ketika kepalanya mulai diremukkan Mo Lian, di saat tubuhnya yang juga tidak bisa bergerak.
"Diam!" Mo Lian menguatkan cengkeramannya berkali-kali lipat.
Kepala Bai Xhan hancur bagaikan dengan darah yang memercik ke segala arah, Inti Jiwa miliknya juga sudah meledak sesaat setelah kepalanya meledak.
Mo Lian membiarkan mayat Bai Xhan jatuh dari langit yang tinggi, lalu ia melepaskan Api Teratai Biru yang membakar mayatnya tanpa sisa, bahkan untuk debunya sekalipun tidak ada.
"Iblis Hitam." Mo Lian melihat ke arah tenggara dengan keinginan membunuh yang kuat terpancar dari matanya.
Ada darah yang mengalir di sudut bibirnya yang merupakan luka dalam karena menahan energinya yang bergejolak dan meledak-ledak di dalam tubuhnya, yang sudah tidak bisa ditahan lebih lama lagi dan ingin menarik Kesengsaraan Petir.
Mo Lian terbang ke arah tenggara dengan kecepatan penuh, kecepatan yang membelah udara di depannya sampai menciptakan tiupan angin kencang yang bergerak ke dua arah berlawanan.
Daratan yang jauh di bawahnya juga terkikis membentuk parit dalam yang bergerak sesuai arah terbangnya.
Belasan detik berlalu, Mo Lian menginjakkan kaki kirinya kuat-kuat di depan, menghentikan terbangnya yang sangat cepat.
Bang!
Angin menyebar ke segala arah ketika ia menghentakkan kakinya.
__ADS_1
Mo Lian mengalirkan Energi Sejatinya di tangan kanannya, menciptakan getaran hebat di Alam Hanzi dengan retakan-retakan ruang karena kuatnya energi yang dikeluarkan Mo Lian.
"Jangan bersembunyi!" Mo Lian memukulkan tinjunya pada udara kosong di depannya.
Whooooosh!
Pukulan Mo Lian menciptakan tekanan angin kuat yang melesat sangat cepat, yang kemudian meledakkan Dimensi Ruang di depannya dalam sekejap mata. Bisa terlihat ada ruang berwarna hitam yang cukup luas, dengan mayat-mayat yang sudah hancur di dalamnya.
Mayat-mayat itu baru saja terbunuh karena ulah Mo Lian yang menghancurkan tempat persembunyian dari 3 Heavenly Immortal yang sudah sejak lama mengamatinya ketika bertarung melawan Bai Xhan.
"Pengintip pantas mati." Mo Lian mengibaskan tangannya, membakar tiga mayat berpakaian hitam di dalam ruang hitam.
Kemudian ia kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke arah tenggara di mana Kerajaan Iblis Hitam berada, dan untuk ruang yang baru saja terbuka, ia sudah menutupnya kembali.
Kerajaan Iblis Hitam adalah yang terkuat dan tersulit untuk ditemukan, karena mereka menciptakan pelindung berlapis yang mampu menyamarkan keberadaan mereka. Bahkan jika keberadaan mereka bisa diketahui, pelindung lain memiliki daya tahan yang cukup kuat untuk menahan serangan Heavenly Immortal dari 3 Kerajaan di Alam Hanzi.
Setiap 1000 mil sekali, akan ada dentuman ataupun ledakan yang sangat keras dan mengguncang, karena dalam jarak itu selalu ada dinding spiritual yang melindungi dan dihancurkan Mo Lian.
Mo Lian yang terbang dengan tangan mengulur ke depan, akhirnya menarik tangannya kembali ke pinggang untuk mengambil ancang-ancang. Ia mengalirkan sejumlah besar Energi Senjati ke tangan kanannya, yang kemudian memukulkannya ke depan.
Pukulan Mo Lian tidak lagi mendorong udara, melainkan melepaskan energi berwarna biru seperti laser yang melesat sangat cepat.
Craaang! Craaang! Craaang!
Ratusan dinding spiritual hancur seperti kaca yang pecah saat terkena pukulan Mo Lian, beserta daratan yang terkikis sejauh mata memandang.
Setelah semua pelindung berhasil Mo Lian hancurkan, ia langsung berpindah tempat ke Kerajaan Iblis Hitam. Ia bisa melihat sebuah kerajaan yang lebih luas dan maju dari kerajaan lain, bangunan di sini lebih kokoh serta ada lapisan pelindung membentuk kubah hitam transparan.
Mo Lian yang melayang di atas Kerajaan Iblis Hitam, merentangkan kedua tangannya dan melepaskan Energi Sejatinya.
Formasi array mulai terbentuk di langit merah, menciptakan sebuah lingkaran emas luas dengan pola-pola maupun huruf kuno putih yang mengeluarkan aura kuat.
Mo Lian menengadahkan kepalnya melihat lingkaran array yang tidak pernah ia tahu. Saat di kehidupan sebelumnya, ia tidak pernah menemui hal ini saat mencoba menerobos Heavenly Immortal.
"Iblis Hitam, jika kalian tidak muncul, maka aku akan langsung menghancurkan kalian!"
Kilatan petir mulai berkumpul di bawah lingkaran array, yang membentuk berbagai macam siluet. Pedang, naga, petir biasa, dan manusia.
Begitu, ini adalah Kesengsaraan Petir yang menarik semua bentuk, tapi warnanya emas dan putih. Apakah ada Kesengsaraan Petir Putih?
...
__ADS_1
***
*Bersambung...