Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 67 : Cairan Pil Pingyuan


__ADS_3

Hari ini, tanggal 30 Juni 2020, Mo Lian pergi bersama ibunya ke perusahaan. Sedangkan untuk Mo Fefei, ia pergi ke sekolah, dan saat pulangnya nanti akan mampir ke perusahaan bersama dengan Yue Xin Mei untuk bekerja sejenak, kemudian pulang bersama ke rumah saat jam kantor sudah berakhir.


Saat sudah berada di perusahaan, dan sudah mengantar Mo Fefei dan Yue Xin Mei ke sekolah. Mo Lian dan Ibunya naik lift bersama, hanya saja ia berhenti di lantai 10, sedangkan untuk Ibunya di lantai teratas, lantai 15.


Mo Lian pergi ke ruang di mana Zhing Xumei berada, untuk kali ini ia mengetuk pintu terlebih dahulu, tidak seperti hari sebelumnya yang langsung membuka pintu.


"Masuk."


Terdengar jawaban dari dalam ruangan. Mendengar itu, Mo Lian membuka pintunya perlahan, terlihat wanita cantik yang duduk di belakang meja kerja. Ketika wanita itu melihat Mo Lian, wanita itu menghela napas panjang yang melepaskan kancing baju di bagian dadanya.


"Ternyata kau."


Mo Lian berjalan menuju sofa yang terletak di kanan depan dari meja kerja Zhing Xumei, ia menyandarkan badannya sembari menolehkan kepala menatap Zhing Xumei. "Apakah begitu sikapmu kepada atasanmu?" tanyanya dengan nada sedikit kesal.


Zhing Xumei menaikkan sebelah alisnya, ia berdiri dari tempat duduknya seraya membanting kedua tangannya di atas meja dengan pelan. Kemudian berjalan menghampiri Mo Lian dan duduk di pahanya. "Lalu, apakah karena kau atasanku, kau bisa dengan bebas masuk ke dalam ruangan, melihat wanita yang sedang melepas bawahannya?" tanyanya menggoda Mo Lian dengan memperlihatkan belahan dadanya.


Mo Lian terdiam sejenak, ia mendongakkan kepalanya menatap wajah Zhing Xumei. "Kau memiliki dada yang bagus, bolehkan aku menyentuhnya?"


Zhing Xumei tersentak, ia menepis tangan Mo Lian dan berdiri menjauh sembari menyilangkan kedua tangannya di depan dada, wajahnya juga sudah berubah warna menjadi merah bagaikan kepiting rebus. "Ca- Ca- Ca- Cabul."


Mo Lian menaikkan sebelah alisnya keheranan. "Aku? Cabul? Bukankah kau yang memperlihatkannya? Lalu kemarin kau juga melepas rok milikmu di dalam ruang kerja meskipun di sebelah sana ada kamar mandi," ucapnya menunjuk ke arah pintu lain.


Zhing Xumei terdiam dengan mengigit bibir bawahnya, ia menatap wajah Mo Lian kesal. Beberapa detik kemudian, ia menghela napas panjang merasa kalah karena tidak bisa membalas perkataan Mo Lian, ia berjalan duduk di atas meja kerja. "Jadi, ada keperluan apa lagi kau kemari?"


Mo Lian menggelengkan kepalanya, ia tidak habis pikir dengan sikap Zhing Xumei. Sebelumnya saat keduanya baru saja membuat kontrak, Zhing Xumei memanggilnya dengan sebutan 'Tuan'. Namun sekarang perilakunya berubah 180°, ia sendiri tidak mempermasalahkannya, itu mungkin karena Zhing Xumei terlalu gengsi memanggil orang yang lebih muda dengan sebutan 'Tuan'.

__ADS_1


Ia merogoh kantung celananya mengeluarkan botol giok kecil, dan kemudian meletakkannya di atas meja yang berada di depannya. "Ini adalah campuran untuk membuat Cairan Pil Pingyuan, kau hanya perlu menuangkan setetesnya saja di dalam satu liter air yang telah diberikan esensi dari rempah maupun herbal."


Zhing Xumei turun dari meja kerja, ia membungkukkan badannya mengambil botol giok, saat ia membungkuk, belahan dadanya yang indah terlihat jelas di depan mata Mo Lian. Kemudian, Zhing Xumei tersentak saat ia menyadari tatapan mata itu, dengan cepat ia menegakkan badannya kembali.


"Cabul." Zhing Xumei menatap tajam wajah Mo Lian. Kemudian mengalihkan perhatiannya pada botol giok yang digenggamnya, ia membuka tutup botol itu, tiba-tiba dari dalam botol terpancar cahaya emas terang dengan aroma yang menyegarkan. "I- I- Ini ... apa?"


Dengan tangan kiri menekan pahanya, Mo Lian menopang badannya untuk berdiri dari tempat duduknya. Ia berjalan menuju pintu keluar. "Lebih baik kita lihat langsung daripada harus menjelaskannya lagi," ucapnya tanpa menoleh ataupun menghentikan langkah kakinya.


Keduanya berjalan menuju pintu lainnya yang ada di lantai 10. Lima menit setelah keberangkatan mereka dari ruang Zhing Xumei, keduanya telah tiba di depan pintu ganda yang terdapat jendela lingkaran kecil di setiap pintunya. Tanpa berlama-lama lagi, ia membuka pintu itu, terlihat banyak sekali meja berwarna putih yang di atasnya terdapat peralatan yang digunakan untuk penelitian.


Saat keduanya memasuki ruangan, puluhan orang yang tengah bekerja menghentikan kegiatan mereka sejenak untuk menundukkan kepala memberi salam pada Mo Lian dan Zhing Xumei.


Identitas Mo Lian yang merupakan Ketua dibagian penelitian juga telah diketahui semua orang, orang-orang di sini tidak ada yang menyergah posisi Mo Lian, pasalnya mereka semua telah melihat kekuatannya, dan juga melihat Mo Lian yang bisa menyembuhkan luka-luka hanya dengan menyentuh.


Mo Lian menganggukkan kepala sebagai balasan dari salam semua orang, ia terus berjalan hingga sampai pada dinding kaca, di balik dinding kaca itu alat-alat canggih yang dapat mengekstrak semua herbal dengan cepat dan mendapatkan inti sari. Untuk kualitasnya sendiri, tidak perlu ditanyakan.


Tiga menit kemudian, setelah semua inti dari tercampur, di layar yang berada di depannya menampilkan data-data mengenai Cairan Pil Pingyuan yang baru saja dibuat, dan Cairan Pil Pingyuan yang sudah ada buatan Mo Lian. Setelah dibandingkan, kecocokannya sangat rendah, bahkan tidak ada 0,01%.


Mo Lian terdiam dengan mulut sedikit terbuka saat melihat keseriusan Zhing Xumei, ia tak berharap sikapnya akan berbeda jauh dari Zhing Xumei yang biasanya, yang mana sangat tidak tahu aturan.


Zhing Xumei menghela napas berat, usahanya selama tiga bulan ini belum membuahkan hasil yang memuaskan. Ia merogoh kantung jasnya mengambil botol giok yang diberikan oleh Mo Lian tadi, ia mengamatinya sejenak kemudian menyerahkan pada operator. "Campurkan cairan ini, hanya perlu satu tetes saja."


"Ingat. Satu tetes!" Zhing Xumei memperingatkan satu kali lagi.


Pria dewasa yang usianya berkisar 28 tahun itu menganggukkan kepalanya, ia mengambil setetes cairan dari dalam botol giok menggunakan pipet, lalu membawanya ke dalam ruangan seberang yang tertutupi oleh dinding kaca. Ia menuangkannya secara manual, saat setetes Embun Spiritual tercampur dengan Cairan Pil Pingyuan yang baru saja dibuat.

__ADS_1


Tiba-tiba terlihat fenomena yang menakjubkan, cahaya emas terang terpancar dari dalam cairan bersamaan dengan aroma harum yang menyebar luas. Perlahan, cahaya itu memudar dan memperlihatkan cairan putih biasa seperti halnya air tawar.


Namun meski demikian, data-data yang terpampang pada layar berubah, kecocokan antara Cairan Pil Pingyuan yang baru saja dibuat dengan Cairan Pil Pingyuan yang dibuat Mo Lian hampir sama, yaitu 99%.


Zhing Xumei tersentak, ia tidak menyangka apa yang dikatakan Mo Lian ternyata benar. Hanya dengan satu tetes, Cairan Pil Pingyuan yang dibuat berhasil. Saking bahagianya, tanpa sadar ia melompat ke arah Mo Lian dan memeluknya. "Berhasil!"


"Ehem."


"Ah! Maaf." Zhing Xumei melepaskan pelukannya.


Mo Lian menaikkan tangan kanannya sebagai balasan dari permintaan maaf itu. Ia menolehkan kepalanya menatap tajam wajah Zhing Xumei. "Jaga baik-baik botol giok itu, jangan sampai jatuh ke tangan orang lain. Apakah kau mengerti?"


Dengan tubuh bergetar, Zhing Xumei menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Mo Lian berbalik, ia berjalan melewati Zhing Xumei. Namun menghentikan langkah kakinya saat ia berdiri di posisi yang sama. "Aku harap kau menepati perkataanmu," ucapnya seraya menepuk pundak Zhing Xumei.


Zhing Xumei kembali menganggukkan kepalanya. Bahkan tanpa harus diberitahu pun, ia tidak akan berani menyerahkan botol giok itu kepada orang lain. Bukan hanya karena kekuatan Mo Lian yang mengerikan, tapi karena perusahaan ini juga dikelola oleh Keluarga Qin. Jika menghubungkan tentang Keluarga Qin, tentunya akan menyangkut dengan Qin Nian. Ia tidak ingin mengecewakan kepercayaan sahabat terbaiknya.


Sebenarnya Mo Lian tidak memperdulikan jika botol giok itu jatuh ke tangan orang lain. Orang-orang yang bukan Pejuang akan mati jika menelannya, dan orang yang ingin membuat obat tanpa tahu takarannya, obat itu akan menjadi racun. Lalu, di Alam Semesta yang luas ini, hanya segelintir orang saja yang bisa membuat Embun Spiritual, diantaranya adalah dirinya, dan Masternya.


Mo Lian kembali melangkahkan kakinya melewati Zhing Xumei dan pergi menuju pintu keluar. Urusannya hari ini sudah selesai, ia memutuskan untuk naik ke lantai 15, tempat di mana ruangan ibunya berada, ia berencana untuk bersantai sejenak sebelum pulang ke rumah.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2