
Istana Dongfangzhi
Mo Lian sudah kembali dan mulai membongkar Qiongqi untuk mengambil sumber dayanya selain Esensi Darah dan Inti Spiritual yang sudah ia ambil sebelumnya. Ia ingin mengambil lebih banyak darah segar, memisahkan tulang-tulang dan kulitnya. Semua itu akan digunakan untuk membangun Gerbang Dimensi yang tidak pernah ia bangun di kehidupan sebelumnya.
"Apakah kau pernah membangun Gerbang Dimensi?" tanya Wang Yue Fei berjongkok di sebelah Mo Lian.
Mo Lian menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Belum pernah, tapi aku memiliki keyakinan bisa membuatnya. Bahkan, saat masih Inti Emas, aku sudah membuat Profound Ark."
Mo Lian memberikan botol giok pada Wang Yue Fei. "Di sini ada Esensi Darah yang tidak terpakai, Yue Mu bisa menggunakannya untuk menerobos Ranah God."
Wang Yue Fei mengambilnya dengan kedua tangan dan tersenyum hangat saat menatap Mo Lian dari samping. "Terima kasih, Lian'er. Ibu akan menggunakannya sebaik mungkin dan pasti akan menerobos Ranah God."
Mo Lian tersenyum tipis saat melihatnya sekilas, kemudian kembali fokus pada mayat Qiongqi di depannya. Hanya ia saja yang membongkar mayat Qiongqi, karena yang lain tidak bisa menahan tekanan yang diberikan, meski Qiongqi sudah terbunuh. Jika mereka memaksa menyentuh dan membongkar mayatnya, tubuh mereka akan bergetar dan merasakan panas pada tangan.
Untuk Hong Xi Jiang, sedang membantu latihan murid-murid Sekte Dongfangzhi maupun merevisi teknik-teknik yang dirasa salah. Teknik ini bukanlah teknik yang ditinggalkan Mo Lian, melainkan teknik dari ingatan Qin Zhang dan Yun Hengtian. Bukan hal aneh Hong Xi Jiang bisa merevisi semua teknik—karena hampir semua teknik di Sekte Zhongjian adalah ciptaannya.
"Tulang, darah dan kulit." Mo Lian merasa masih kurang untuk membangun Gerbang Dimensi, apalagi Qiongqi yang menyusut setelah kematiannya. Jika saja tidak mengalami penyusutan, mungkin ia bisa membangunnya saat ini juga.
Mo Lian hanya bisa menghela napas dalam diam, mengasihani dirinya sendiri karena sangat miskin. Jika ingin membangun Gerbang Dimensi biasa, ia sudah mendapatkan bahan-bahannya. Tapi, ia ingin membangun Gerbang Dimensi yang mampu memindahkan ke Dimensi Ruang maupun Kota Zhan.
Gerbang Dimensi yang memiliki dua fungsi sangat luar biasa. Bukan Gerbang Dimensi yang hanya bisa berpindah-pindah ke Gerbang Dimensi lain.
Mo Lian kembali menghela napas saat menengadahkan kepalanya. "Aku harus menahan hasrat, masih banyak tugas yang harus diselesaikan. Jika aku membuang terlalu banyak waktu, Alam Semesta tidak mampu menahan kekuatanku dan memaksa untuk menghadapi Dao seperti dulu."
Menghadapi Dao adalah mimpi buruk, akan dipindahkan ke dimensi asing dan pertarungan di sana sangat mengerikan, karena yang dilawan adalah kekuatan di atas Surga.
Mo Lian menoleh ke belakang melihat Hong Xi Ning yang datang menghampiri. "Ning'er, mungkin sebentar lagi aku akan menghadapi Taotie. Kali ini aku tidak membawa kalian, karena Taotie lebih kuat dari Qiongqi ..."
"Kau bisa gunakan ini dan Esensi Darah Hundun sebelumnya untuk menerobos Ranah God, dan Nian'er dan Ni'er bisa menerobos tahap Menengah atau bahkan Akhir dari Dao Immortal." Mo Lian menyerahkan botol giok yang lebih besar dan menyimpan Inti Spiritual dari Qiongqi.
__ADS_1
Awalnya Mo Lian ingin memberikannya pada orangtuanya, tapi mereka menolak dan Mo Fefei tidak ingin merasakan sakit karena menyerap Inti Spiritual Qiongqi.
Apalagi tubuh Mo Fefei tidak cocok dengan Esensi Darah maupun Inti Spiritual. Ditambah, Mo Fefei yang sangat malas untuk berlatih.
Hong Xi Ning hanya diam saat mulutnya terbuka, kata-katanya tersangkut di tenggorokan dan tidak jadi berbicara. Sebelumnya, ia berencana untuk pergi membantu saat melawan Taotie, tapi ia ditolak bahkan sebelum menawarkan bantuan.
Hong Xi Ning memaksakan diri untuk tetap tersenyum. "Baik, Ning'er akan menyerapnya."
Mo Lian berdiri seraya membersihkan tangannya yang kotor karena darah. Kemudian ia berbalik menatap Hong Xi Ning dan berkata, "Jangan merasa bersalah atau terbebani. Ingat, kau adalah Matriak Sekte Zhongjian, dan orang yang menyelamatkanku. Aku tidak ingin melihat penyelamatku yang terkenal dingin tidak kenal ampun, terlihat sedih tak berdaya tanpa semangat seperti ini."
Hong Xi Ning tidak bisa berkata-kata. Jika tidak mengenal Mo Lian, mungkin ia akan tetap seperti itu, tapi sekarang berbeda, di lubuk hatinya hanya ada perasaan khawatir saat melihat Mo Lian yang harus pergi ke garis depan.
Mo Lian memeluk erat tubuh Hong Xi Ning. "Jangan sedih. Baiklah, aku akan membawamu, tapi cobalah untuk menerobos Ranah God."
Hong Xi Ning tersenyum bahagia dan ada kilauan cahaya di matanya. Ia bertekad untuk menerobos Ranah God, tapi ia ingin merevisi semua kekuatannya dari awal. Dimulai dari Perbaikan Qi (Fase Fondasi, Mendalam dan Lautan Ilahi). Ia ingin kekuatannya cocok dengan Alam Selestial, meski ia tahu tidak mudah dan akan sangat tersiksa, tapi ia siap melakukannya.
"Aku tahu apa yang ingin kau lakukan. Sebelumnya aku juga meledakan Dantian, bahkan Inti Jiwa. Aku sudah hampir mati berkali-kali, tapi aku berhasil membentuk Tubuh Abadi. Energi Hukum sudah menjadi Energi Sejati." Mo Lian tidak memaksa Hong Xi Ning untuk mengambil langkah yang ia jalani, tapi jika istrinya benar-benar siap, ia akan mendukungnya sekuat tenaga.
Mo Lian mengangkat tangannya, menyimpan semua mayat Qiongqi di dalam Cincin Ruang.
"Yue Mu?" Mo Lian melihat Wang Yue Fei.
"Terima kasih, tapi tidak." Wang Yue Fei menggelengkan kepalanya. "Aku sudah tahu metode yang kau gunakan dan sudah memahaminya. Cara yang kau lakukan juga mengerikan, tapi aku sudah mendapatkan langkah terbaik untuk mempertahankan Inti Jiwa agar tetap utuh."
Wang Yue Fei melambaikan tangannya, kemudian melompat dari Istana Dongfangzhi ke Aula Sekte di bawah.
Seperti yang diharapkan, bukan hal aneh jika Yue Mu bisa mendapatkan metode yang cocok hanya dengan sekali lihat. Bagaimanapun, kultivasinya sangat dalam. Meski hanya tahap Akhir dari Heavenly Immortal, tapi bisa seimbang melawan God tahap Awal.
Mo Lian membawa Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning ke belakang Istana Dongfangzhi.
__ADS_1
Ia menggambar lingkaran array di tanah menggunakan Baja Surgawi yang dihaluskan. Benar-benar pemborosan.
Tidak butuh waktu lama dan sudah selesai, di dalam lingkaran array ada lingkaran lain untuk tetap duduk tiga wanita.
Mo Lian menunjuk lingkaran kecil. "Kalian bertiga, duduk di dalam lingkaran kecil. Array ini berfungsi untuk mengurung Esensi Darah dan Inti Spiritual agar tetap berada di tempatnya dan tidak bocor yang kemudian terbuang sia-sia."
"Array ini juga dapat mempertahankan Inti Jiwa kalian, aku juga akan menambahkan Energi Sejati untuk membantu." Mo Lian ingin memperkuat Fondasi mereka, dan pastinya akan terasa sangat sakit karena mereka sudah di atas Jiwa Emas.
Langkah terbaik untuk memperkuat Fondasi adalah saat di bawah Inti Perak, karena di saat itu kekuatan masih sedikit, sehingga tidak terlalu mengalami perubahan dalam Meridian maupun Dantian.
Mo Lian mulai meletakkan dua botol giok di depan tiga wanita yang sudah duduk bersila di masing-masing lingkaran. "Meski Inti Jiwa kalian akan tetap utuh, tapi kalian harus tetap berpegang teguh. Jangan menyerah, meski terasa sangat menyakitkan."
Ketiganya menganggukkan kepala secara bersamaan, kemudian menutup mata setelah mengatur napas agar mereka tenang.
Qin Nian dan Yun Ning tahu Jalan Kultivasi sangat berat, penuh rintangan dan rasa sakit m Tapi tidak mungkin mereka menyerah hanya karena itu.
Mo Lian melangkah mundur keluar dari lingkaran array. Dengan menggunakan Kekuatan Jiwa, ia membuka dua tutup botol giok.
Bang!
Tiba-tiba aura kuat meledak dari dalam botol giok: yang satunya melepaskan aura kematian dengan perasaan tidak nyaman, dan yang lain melepaskan aura yang mampu menelan energi.
Mo Lian mengangkat kedua tangannya di depan dada dan mengatupkan tangannya. Tiba-tiba, aura dari botol giok itu berangsur-angsur melemah, tidak ada lagi kekuatan penindasan yang merusak.
Ketika auranya sudah tenang, Mo Lian menurunkan tangannya lagi dan bersiap-siap untuk mengekstrak Esensi Darah maupun Inti Spiritual.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...