Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 455 : Menantang Hong Xi Jiang


__ADS_3

—Wilayah Utara—


"Di mana? Bukankah Tuan Dewa mengatakan Pohon Yin Surgawi berada di Wilayah Utara? Mengapa kita tidak bisa menemukannya? Apakah Tuan Dewa berbohong?"


"Diam! Tidak peduli apakah itu benar atau tidak, tapi karena Yang Mulia Kaisar Giok mempercayainya dan memerintahkan kita, maka kita harus melaksanakannya." Yang mengatakan adalah pemuda berambut hitam panjang dengan hiasan di atas kepalanya. Mengenakan zirah emas, dengan selendang emas yang mengelilinginya.


Dia membawa tombak tajam yang di kiri-kanannya bercabang, itu memiliki panjang yang lebih pendek dari mata tombak utama. Aura yang dimilikinya sangat kuat, penuh dengan niat membunuh dan bertempur. Tapi yang lebih menarik perhatian, ada mata yang tertutup di dahinya.


Dia adalah Erlang Yang, generasi berikutnya dan menggantikan Erlang Shen yang tewas di perang Tiga Alam sebelumnya. Meski dia tidak sekuat Elang Shen yang asli, tapi di Alam Semesta, bisa dianggap yang terkuat.


"Tapi, memang aneh. Kita sudah mencarinya di sini, tapi tidak ada Pohon Yin Surgawi di Wilayah Utara." Erlang Yang mengangguk kecil.


"Benar, kan?" Pemuda berambut hitam, mengenakan pakaian ungu mewah dengan jubah sifon putih. Dia tidak meneruskan posisi apa pun, tapi di Istana Taiyi, statusnya cukup tinggi.


Dia adalah Dewa Pedang Abadi—Shang Jian. Alisnya yang tajam seperti pedang, mata hitamnya memiliki tatapan yang dalam, wajahnya halus seperti giok. Dia membawa pedang yang menggantung di masing-masing sisi pinggangnya.


Konon katanya, jika Shang Jian menarik sedikit bilah pedangnya, banyak kehidupan yang akan terbunuh, bencana besar akan datang dan dunia akan terbelah. Tapi banyak yang dari Istana Taiyi tidak mempercayainya, karena belum ada bukti yang ditemukan.


Shang Jian melipat kedua tangannya di depan dada, melihat sekeliling dan menggelengkan kepalanya. "Tetap tidak ada aura kuat yang berasal dari Pohon Yin Surgawi. Kalaupun ada aura kuat, itu hanya tikus-tikus kecil yang sedang berburu Inti Bintang."


"Haruskah kita pergi ke Wilayah Timur untuk menemui Kaisar Manusia?" Shang Jian menatap Erlang Yang dengan tatapan membara. Dia ingin membawa Erlang Yang menemui Kaisar Manusia dan menantangnya, selama ini, dia hanya mendengar bahwa Kaisar Manusia sangat kuat bahkan Kaisar Giok bukan lawannya.


Tapi, Shang Jian tidak percaya berita itu. Bahkan jika kuat, Kaisar Manusia sudah terbunuh di masa lalu dan harusnya bereinkarnasi. Seberapa kuat Kaisar Manusia yang memulai dari awal di tempat miskin energi seperti ini? Shang Jian tidak percaya dia tidak bisa mengalahkannya.


Erlang Yang menggelengkan kepalanya dan menjawab tanpa harus menunggu berpikir, "Tidak! Yang Mulia Kaisar Giok sudah mengatakan bahwa Kaisar Manusia sangat kuat, kita tidak boleh gegabah dan datang ke sana untuk mengantarkan nyawa."


Shang Jian sudah tahu akan seperti ini, tapi dia tahu sifat asli Erlang Yang, jadi dia masih memiliki cara untuk membujuknya. "Ayolah, bahkan jika benar-benar ada Kaisar Manusia, dia hanyalah reinkarnasi, masih lemah. Bayangkan, jika kau membunuh Kaisar Manusia saat ini, kau akan membawa kemuliaan tertinggi dan Yang Mulia Kaisar Giok alam menghadiahimu. Mungkin, kau akan memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari Leluhur Erlang Shen!"


Erlang Yang membuka mulutnya hendak menolak, tapi dia memilih untuk memikirkannya lebih dahulu. Apa yang dikatakan oleh Shang Jian membuatnya ragu-ragu, dan bohong jika dia tidak tergiur akan kemuliaan dari membunuh Kaisar Manusia. Namun, dia merasa itu terlalu bahaya meski masih tidak pasti tentang Kaisar Manusia.


"Bukan hanya Yang Mulia Kaisar Giok, mungkin Tuan Dewa akan membawamu bersamanya untuk berlatih. Berlatih di bawah bimbingan Tuan Dewa? Bukankah itu hadiah terbaik di Alam Selestial?"


Shang Jian masih ingin pergi ke Wilayah Timur, karena itulah dia terus membujuk Erlang Yang untuk pergi bersamanya. Dia bisa saja pergi sendiri, tapi pergi sendiri maka tanggung jawab hanya akan jatuh padanya seorang diri.


Pertahanan Erlang Yang terpatahkan, dan dia akhirnya tidak bisa menahan bujukan Shang Jian. Dia tahu betapa baiknya berada di bawah bimbingan Tuan Dewa, itu adalah hadiah terbaik yang tidak sembarang orang bisa mendapatkannya.


"Baik, kita akan pergi ke Wilayah Timur dan membunuh Kaisar Manusia!" Erlang Yang terbakar semangat, dia mulai membayangkan bagaimana mulianya dirinya setelah membunuh Kaisar Manusia.

__ADS_1


Jika Erlang Shen masih hidup, mungkin dia akan menampar Erlang Yang sampai mati. Erlang Shen sangat menyukai pertempuran, tapi tidak dengan status atau pujian. Tapi di sini, Erlang Yang mudah ditipu dan sangat senang akan sanjungan.


Shang Jian tersenyum yang tidak bisa dikatakan sebagai senyuman. Dia tertawa dalam hatinya karena Erlang Yang yang sangat mudah dibodohi, dengan ini dia bisa menyalahkan Erlang Yang karena tidak mematuhi perintah.


Segera, mereka bergegas menuju Wilayah Timur dengan semangat pertempuran yang bangkit dari lubuk hati yang terdalam.


Jika memang ada Kaisar Manusia dan masih dalam masa pertumbuhan, Shang Jian akan membiarkan Erlang Yang melawannya dan saat perhatiannya teralihkan, dia bisa membunuh Erlang Yang dan Kaisar Manusia bersama-sama. Tapi jika Kaisar Manusia sangat kuat, dia bisa mendorong Erlang Yang untuk mengambil alih dan dia melarikan diri sampai diselamatkan.


"Apakah kau tidak ingin kemuliaan dari membunuh Kaisar Manusia?" Erlang Yang berhenti dan mulai meragukan keputusannya sendiri karena mengikuti Shang Jian.


Shang Jian menggelengkan kepalanya seraya mengangkat bahu. "Kau tahu tentangku, aku selalu berlatih pedang di pengasingan. Untukku yang selalu bersembunyi, untuk apa kemuliaan dan sanjungan? Semua itu tidak perlu, Tuan Dewa tidak menggunakan pedang, Yang Mulia Kaisar Giok juga tidak. Tapi berbeda denganmu, Tuan Dewa bisa mengajarimu sesuatu."


Erlang Yang merenung sejenak, kemudian dia mengangguk. Dia tidak lagi mencurigai Shang Jian, karena dia tahu bahwa Shang Jian memang tidak terlalu mementingkan hal semacam itu.


Sekarang, Erlang Yang hanya dipenuhi oleh keinginan untuk terkenal di Alam Selestial dan tidak lagi dibayang-bayangi oleh Erlang Shen. Sangat menyebalkan saat dia dibanding-bandingkan dengan pendahulunya, banyak yang berharap padanya, tapi setelah terungkap bahwa dia tidak bisa sama seperti Erlang Shen, banyak yang meninggalkannya.


Itu sangat menyebalkan, Erlang Yang ingin membuktikan bahwa dia bisa lebih baik dari Erlang Shen.


Shang Jian tahu betul isi pikiran Erlang Yang, tapi dia tidak menghentikannya, bahkan menyemangatinya dari dalam hati.


...***...


Hong Xi Jiang berdiri di luar Bumi, memandang ke salah satu arah dengan tatapan tenang tanpa emosi. Dia meletakkan tangannya di belakang. "Dua tikus kecil datang mencari masalah, apa yang mereka miliki sampai berani datang ke sini? Bahkan Bocah Giok terluka hanya karena mengamati, dan tikus-tikus kecil berani datang mengantarkan nyawa."


Wang Yue Fei berdiri di samping Hong Xi Jiang. Tenang, tidak merasakan ancaman dari Alam Selestial yang selalu mengirim Dewa Abadi untuk mencari masalah. Bagaimanapun, Dewa Abadi sama seperti nutrisi.


"Apakah Fei'er ingin membunuhnya?" Hong Xi Jiang menatap Wang Yue Fei di sampingnya.


Wang Yue Fei menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu, untuk saat ini Tiga Garis Simbol Dewa sudah cukup. Bahkan meski hanya tiga, aku bisa mengalahkan Lian'er dengan tamparan sederhana."


Hong Xi Jiang sedikit terkejut ketika mendengar itu. Baru pertama kali dia mendengar istrinya berbicara tentang Mo Lian dengan buruk, biasanya selalu mengatakan ingin bertemu setidaknya untuk mencubit pipi atau apa pun itu.


Tapi sekarang, mengalahkan dengan sekali tamparan? Itu sangat menggelikan.


"Ah!" Wang Yue Fei menutup mulutnya. "Bagaimana bisa aku merendahkan menantuku yang tersayang."


Wang Yue Fei menoleh melihat Hong Xi Jiang yang tersenyum pahit. Dia tertawa kecil, lalu memeluknya. "Apakah Jiang Gege cemburu?"

__ADS_1


Hong Xi Jiang terdiam dengan senyum pahit yang masih terbentuk. Kemudian dia menghela napas, lalu membalas pelukan Wang Yue Fei. "Setelah selesai semua, mari berikan adik untuk Ning'er. Aku harap kita bisa mendapatkan anak laki-laki, jadi Fei'er tidak perlu membahas Bocah Gila itu lagi."


Wang Yue Fei tertegun dengan mulut sedikit terbuka, dia benar-benar tidak menyangka Hong Xi Jiang akan mengatakan hal itu. Dulu, dia selalu meminta, tapi Hong Xi Jiang menolaknya berkali-kali.


Wang Yue Fei tersenyum hangat dan menganggukkan kepalanya. "Baik."


Fluktuasi spasial yang kuat mengganggu kedekatan mereka berdua.


"Apakah kami mengganggu kalian? Tapi tenang, kami akan mengirim kalian bersama dalam kematian!"


Tebasan pedang melintas ke arah Hong Xi Jiang. Tebasan itu membawa aura kuat yang tajam, merobek ruang bahkan kekacauan mulai terbentuk.


Hong Xi Jiang mengangkat tangannya, mengarahkan jari telunjuknya ke arah tebasan pedang yang melintas. Energi berpusat di ujung jarinya, lalu melesat lebih cepat dari tebasan pedang.


Tebasan pedang itu mengenai serangan seperti kerikil, menimbulkan retakan yang kemudian pecah seperti kaca. Tapi, momentum serangan Hong Xi Jiang masih tetap kokoh, itu terus melesat seperti kilatan cahaya.


Shang Jian yang menyerang, tidak terkejut melihat serangannya dipatahkan, karena serangannya hanyalah tebasan pedang biasa tanpa kekuatan apa pun. Dia melambaikan tangannya, melepaskan Niat Pedang yang mematikan.


Booom!


Dua serangan bertabrakan, menimbulkan ledakan keras yang mengguncang. Gelombang kejut membuat Bumi sedikit bergeser dari tempatnya. Planet-planet lain di sekitarnya hancur menjadi serpihan debu yang melayang di angkasa.


Erlang Yang menatap Hong Xi Jiang dengan tatapan membunuh. Dia menyeringai, mengangkat tombaknya dan mengarahkannya ke Hong Xi Jiang di bawah. "Apakah hanya segini saja kekuatan Kaisar Manusia? Membosankan, aku akan menantangmu, aku hanya menggunakan satu tangan. Jika kau bisa mendaratkan pukulan, aku akan menyerah."


"Tapi jika tidak, kau akan mati!"


Hong Xi Jiang dan Wang Yue Fei terdiam, saling memandang untuk beberapa saat sebelum melihat Erlang Yang. Keduanya tidak tahu harus berkata apa saat melihat Erlang Yang yang sangat percaya diri.


Hong Xi Jiang tahu bahwa Erlang Yang adalah Dewa Abadi terkuat dari Alam Selestial yang turun beberapa waktu ini.


Jika menyombongkan diri di depan Mo Lian dan menantang Mo Lian, Hong Xi Jiang tahu bahwa Mo Lian tidak memiliki kesempatan sedikit pun untuk menang.


Tapi untuk menyombongkan diri di depannya, bukankah ini bodoh?


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2