
Ketika Mo Lian masih terfokus pada arah utara, Mo Fefei yang berada di sebelahnya menarik-narik lengan bajunya.
"Kakak, ayo jalan."
Mo Lian tersadar dari lamunannya dan menoleh menatap Mo Fefei. Ia tersenyum lembut dan membawa Adiknya pergi mengecek mobil-mobil yang dirasa cocok. Jumlah mobil di sini sendiri sangat banyak, bahkan sampai berada di lantai enam dan tujuh, dan untuk lantai selanjutnya, di sana ada mobil khusus yang lebih mewah.
"Kau bisa memilih mobil mana yang kau suka, aku akan menunggu di sana." Mo Lian menoleh menatap Mo Fefei, sembari menunjuk kursi panjang di sebelah kanan dari pintu masuk.
Mo Fefei menyondongkan badannya ke depan, dengan kepala yang melihat kursi di kanan belakang Mo Lian. Kemudian ia berdiri dengan benar dan menatap Kakaknya. "Baik. Kalau begitu aku pergi dulu." Ia mengangguk kecil, kemudian berjalan menuju mobil SUV berwarna kuning.
Mobil itu adalah Lamborghini Urus keluaran tahun 2018.
Mo Lian yang melihat bagaimana Adiknya memilih mobil hanya bisa terdiam dan terkekeh kecil. Ia bisa memaklumi tingkahnya, karena ini adalah hal baru bagi Mo Fefei.
Ketika ia duduk sendirian, bersandar pada sandaran tempat duduk. Tiba-tiba datang pria tua yang mengenakan pakaian tradisional China berwarna cokelat keputihan, pria tua itu duduk di sebelahnya, dengan beberapa pengawal yang berdiri di sebelah pria tua.
Mo Lian sedikit melirik, pria tua itu memiliki rambut putih dengan potongan rapi. Meski berwarna putih, warna putih itu terlihat segar, bukan kusam. Wajah pria tua itu juga tidak terlalu banyak keriput, mata hitam menatap lembut, namun memiliki kekuatan yang tersembunyi.
Seorang Kultivator, dia mengambil jalan Dao. Energinya halus dan lembut, sangat berbeda dari Organisasi Dunia Hitam serta Keluarga Rosth.
Mo Lian menutup matanya kembali dan menunggu Mo Fefei selesai memilih mobil. Namun baru saja ia menutup mata, tiba-tiba ia mendengar keributan yang berasal puluhan meter darinya ke arah jam satu darinya.
Bisa terlihat jika di sana Adiknya sedang didorong oleh pegawai wanita dan pria, yang sepertinya sangat tidak ingin jika Mo Fefei menyentuh mobil yang terpajang di sana.
Mobil di sana berwarna biru dengan bagian atap yang dapat dibuka ataupun ditutup, serta terdapat hiasan di belakangnya. Mobil itu adalah Lamborghini Huracan Performante Spyder keluaran tahun 2018, dan masih laku dipasaran meski ini sudah tahun 2021.
Melihat itu, Mo Lian beranjak dari tempat duduknya dan berlari menghampiri Mo Fefei, serta menahan pukulan pria yang mencoba menampar wajah Adik kecilnya. "Beginikah perlakukan Showroom Xac pada pelanggannya?"
Pria itu menggertakkan giginya sembari mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Mo Lian, namun seberapa keras ia mencoba, tangannya masih berada digenggaman Mo Lian, bahkan lebih erat.
"Apakah kau kenalannya? Mobil ini berharga dua juta Yuan! Orang seperti kalian tidak akan mampu membelinya!" Pria tua berteriak lantang dan menarik perhatian semua orang, entah itu berada di lantai dasar maupun atas.
Mo Lian sangat kesal dengan orang-orang yang selalu menilai dari penampilan. Ia memutar tangannya dan terdengar suara retakan kasar dari siku pria itu.
"Aarrgghh!" Pria tua berteriak keras menjelaskan rasa sakit, kemudian berguling-guling di lantai setelah tangannya terbebas dari genggaman Mo Lian.
Untuk masalah pelayanan, memang terlalu berlebihan jika Mo Lian membalasnya dengan mematahkan lengan orang itu. Namun ini kasus berbeda, ia mematahkan pria itu karena dengan beraninya hendak menatap Mo Fefei tepat di hadapannya.
__ADS_1
Pria tua yang sebelumnya hanya diam itu akhirnya bergerak saat kejadian sudah berubah seperti ini. Ia berjalan menghampiri Mo Lian sembari berkata, "Anak muda. Maafkan pegawaiku yang tidak bisa melihat dengan benar. Bolehkah aku mengetahui mobil apa yang Anda inginkan?"
Semua orang mengalihkan perhatian mereka pada pria tua itu, dan alangkah terkejutnya mereka saat menyadari jika pria tua itu adalah orang yang menjalankan Showroom Xac ini, serta orang terkaya di Kota Hanzhong.
Pria tua ini sangat jarak muncul, namun mereka heran mengapa orang terhormat di Kota Hanzhong bersikap sopan terhadap pemuda yang berpakaian sederhana.
Mo Lian tidak terkejut saat mendengar bahwa pria tua itu adalah pemilik Showroom Xac. Bagaimanapun sangat aneh jika ada pria tua yang masuk ke sini dengan santai, dan membawa banyak penjaga.
"Fefei, mobil mana yang kau inginkan?"
Mo Fefei tersadar dari lamunannya, keringat dingin mengalir di wajahnya dengan wajah sedikit pucat, seperti ketakutan dengan hal yang terjadi barusan.
Mo Lian hanya bisa menggigit bibir bawahnya saat melihat keadaan Adiknya. Tapi ia bisa memaklumi hal itu. Bagaimanapun sangat sulit menghilangkan trauma, bahkan jika orang itu sangat kuat.
Mo Fefei menoleh dengan panik, kemudian mengangkat tangannya asal menunjuk pada layar di dinding yang mengiklankan produk.
Mo Lian menengadahkan kepalanya melihat arah yang ditunjuk Mo Fefei. Kemudian ia menunduk kembali. "Apakah kau yakin menginginkan mobil itu? Bukan yang lain?"
Mobil yang diperlihatkan di layar adalah Lamborghini Veneno Roadster, merupakan mobil tercepat di Dunia selain mobil Buggati dan Ferrari. Harga mobil Lamborghini Veneno Roadster bisa mencapai ¥30.000.000. Memiliki mesin V12 MPI berkapasitas 6498 cc. Yang dapat menghasilkan tenaga sampai 552 kW pada putaran 8.400 rpm.
Ketika ia berkata seperti itu, semua orang memandang rendah Mo Lian, menganggap Mo Lian hanyalah orang kampung yang mencoba bertingkah keren di hadapan wanita muda, namun tidak memiliki uang untuk melakukannya.
Sepertinya aku harus melatih Fefei kembali agar mentalnya lebih kuat, serta menghilangkan traumanya dulu. Trauma ini, tentu saja hanya bisa menghilangkannya saat acara reuni nanti. Yaitu dengan membiarkan Fefei menghajar orang itu.
Mo Lian kembali menoleh pada pria tua. "Seperti yang Anda lihat, Adikku menginginkan mobil itu. Bisakah kita atur pembayarannya sekarang juga?" Ia terburu-buru karena ingin pergi ke tempat yang kaya akan energi spiritual.
Pria tua itu tersentak kaget saat mendengar pertanyaan itu, termasuk semua orang yang berada di sini. Lalu saat lengan baju Mo Lian tersingkap, memperlihatkan jam tangannya, pria tua itu membuka matanya lebar.
"I- I- Itu adalah jam tangan Graff seri Diamonds Hallucination, dihargai dengan tiga ratus enam puluh juta Yua—"
Mo Lian mengerutkan keningnya, ini hanya memperlambat proses membeli mobil. "Bisakah kita mempercepat proses ini?" Suaranya sedikit tinggi.
"Ah!" Pria tua itu tersentak, ia membenarkan posisi berdirinya sembari terbatuk pelan. "Maafkan aku. Bagaimana kalau kita naik dulu ke atas?"
Mo Lian menolehkan kepalanya menatap Mo Fefei, kemudian mengalihkan pandangannya pada pria tua di depannya. "Maafkan saya, tapi kami ingin cepat-cepat pergi. Bagaimana jika aku membayar setengahnya dulu, lalu kalian bawakan mobil itu ke Hotel Louli."
"Anda bisa membayarnya saat mobil itu dibawa ke sana. Kami akan mengantarnya sekarang juga."
__ADS_1
Pembicaraan keduanya ini menarik perhatian semua orang yang berada di tiap lantai, dan membuat mereka semua berjalan mendekat untuk dapat mendengar lebih jelas pembicaraan keduanya. Terlebih pembicaraan jual beli mobil ini ditangani langsung oleh ayah dari pemilik, atau pemilik terdahulu dari Showroom Xac.
Mo Lian mengerutkan keningnya. Ini adalah sesuatu yang langka untuk mengantarkan mobilnya terlebih dahulu tanpa membayar uang muka. "Apakah kau serius?" Ia memastikannya kembali.
"Tentu saja. Anda tidak perlu khawatir tentang hal itu. Jika mobil yang kami antar tidak sesuai, Anda bisa datang lagi dan akan kami berikan diskon besar," jawab pria tua itu.
"Ngomong-ngomong, namaku Murong Xianshi." Pria tua itu melanjutkan perkataannya.
"Mo Lian," jawab Mo Lian singkat.
Mo Lian merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah dompet hitam, lalu mengambil kartu nama yang berada di sana. "Hubungi aku jika mobilnya sudah tiba di sana." Ia menyerahkan kartu nama itu.
"Aku pergi sekarang," lanjut Mo Lian tanpa menunggu balasan Murong Xianshi.
"Ah!" Murong Xianshi kembali tersentak saat ditinggalkan oleh Mo Lian, namun ia tidak mengejarnya dan menghentikan pengawalnya untuk mengejar Mo Lian. Ia kembali mengalihkan perhatiannya pada kartu nama berwarna putih keemasan dengan tulisan hitam.
Belasan detik kemudian, tangan Murong Xianshi bergetar hebat dengan keringat dingin mengalir di wajahnya.
Semua orang yang melihat itu tidak mengetahui apa yang terjadi, namun mereka sangat penasaran dan ingin mengetahuinya. Bagaimanapun sangat jarang melihat Murong Xianshi yang terlihat sangat panik.
"Maaf, Tuan. Ada apa?" Salah satu pengawal di belakangnya bertanya.
"Dia ..." Murong Xianshi kembali terdiam untuk sesaat, ia mencoba menenangkan diri dari keterkejutannya terhadap identitas Mo Lian. "Dia adalah Ketua Divisi Penelitian Obat di Perusahaan Meiliafei, perusahaan terbesar di Kota Chengdu. Ya- Yang mana mengandeng Keluarga Qin dan Yun sebagai pemegang saham ..."
...
***
*Bersambung...
Lamborghini Urus (Yang pertama kali dilihat Mo Fefei)
Lamborghini Huracan Performante Spyder (Yang ingin dibeli)
__ADS_1
Lamborghini Veneno Roadster (Deal)