Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 92 : Membuat Seragam


__ADS_3

Mo Lian kembali membuat segel tangan untuk membuat Array Pelindung. Pengerjaan ini sama seperti saat ia membuat Array Pelindung yang melindungi Mansion Bai Long. Tidak ada yang spesial sama sekali seperti membuat Formasi Vena Naga, hanya saja pertahanannya lebih kuat. Jika sebelumnya hanya bisa menahan serangan Ranah Inti Perak, maka sekarang sanggup menahan Ranah Inti Emas sampai Alam dan Manusia.


Mo Lian menghirup napas dalam-dalam dari kedua lubang hidungnya, kemudian menghembuskannya perlahan melalui mulutnya. Setelah selesai, ia melesat menuju halaman kediamannya menemui puluhan orang.


"Aku akan menunggu di bawah, saat penjahitnya sudah tiba. Suruh dia datang ke pusat halaman," ucap Mo Lian yang masih melayang di langit. Kemudian kembali pergi menuju wilayah Sekte Dongfangzhi.


Mo Lian menyebarkan energi spiritualnya menyebar ke seluruh wilayah sekte, kemudian berkata, "Untuk semua orang, di harapkan berkumpul di depan halaman aula, hari ini akan ada penjahit yang datang untuk mengukur ukuran tubuh kalian untuk membuat seragam."


Seketika itu juga semua orang menghentikan kegiatan mereka dan berjalan menuju halaman aula. Cukup lama untuk menuju halaman, itu karena belum ada alat transportasi yang berada di sekte.


Mo Lian duduk di tangga batu, di depannya mulai datang satu persatu orang, tergantung seberapa jauh rumah mereka.


Karena bosan, ia pun berbaring di lantai batu dan menatap langit biru yang indah, sejuk, tidak panas maupun mendung. Saat baru saja ia memejamkan matanya, ia mendengar langkah kaki yang sangat dekat dengannya, ia membuka matanya perlahan, terlihat wanita muda yang usianya sekitar satu sampai dua tahun di atasnya, Qin Nian.


Qin Nian duduk di lantai dengan kaki terlipat. Dengan kepala tertunduk, ia menepuk-nepuk pahanya. "Ma- Master. Si- Silakan gunakan paha saya sebagai bantal."


Dengan kedua tangan menyentuh lantai, ia menopang badannya untuk duduk, dan kemudian kembali berbaring dengan kepala berada di atas paha Qin Nian. Ia tidak lagi ragu-ragu, terlebih lagi ia sudah pernah menggunakan paha Qin Nian sebagai bantal, dan ia merasa nyaman. "Terimakasih."


Qin Nian mengangguk kecil, ia mengusap lembut rambut yang menutupi dahi Mo Lian.


Puluhan menit kemudian, tanpa sadar Mo Lian tertidur pulas karena terlalu nyaman. Bahkan ia tidak sadar jika di halaman sudah dipenuhi oleh para penduduk, mobil-mobil juga sudah datang bersama dengan satu bus besar.


"Qin Nian! Itu tidak adil!"


Mo Lian tersentak bangun saat mendengar teriakan ia, dengan enggan ia bangkit dan duduk, terlihat wanita muda lainnya yang tak lain ialah Yun Ning sedang berjalan menghampirinya. Lalu secara tiba-tiba Yun Ning melompat ke arahnya.


"Master..."


Mo Lian yang masih setengah sadar hanya bisa terdiam dan membiarkan Yun Ning memeluknya. Tidak seperti sebelumnya yang akan selalu mencoba melepaskan pelukan dari Yun Ning, sekarang ia hanya diam dan menikmatinya, itu karena ia merasakan sesuatu yang lembut sedang menyentuh dadanya.

__ADS_1


"Sudahlah. Banyak orang yang melihatnya, jika begini malah membuat kewibawaan ku turun." Mo Lian menepuk-nepuk punggung Yun Ning.


"Sebentar lagi. Tidak adil jika hanya Qin Nian yang diperlakukan baik oleh Master." Yun Ning memeluk Mo Lian lebih erat dari sebelumnya.


Mo Lian hanya bisa terdiam dan menghela napas panjang, dengan energi spiritualnya, ia menyelimuti seluruh tubuhnya kemudian melayang perlahan dan berdiri. Dengan Yun Ning masih memeluknya, ia menatap ratusan orang yang sudah berbaris di halaman.


"Uhum. Semua orang yang ada di sini akan diberikan tiga set seragam sekte. Putih, emas, dan orange. Lalu ada juga jubahnya, jubah ini hanya bisa di dapat oleh orang yang sudah berada ditingkat Fase Fondasi tahap Menengah." Mo Lian berucap pelan, namun suaranya bisa didengar di telinga semua orang.


Mo Lian terdiam sejenak menepuk-nepuk punggung Yun Ning untuk melepaskan pelukan. Tapi sangat disayangkan tidak mau lepas. "Jubah ini terbagi menjadi beberapa tingkatan, cokelat untuk Fase Fondasi tahap Menengah. Hijau muda untuk Fase Mendalam tahap Awal, hijau tua untuk Fase Mendalam tahap Akhir, biru muda untuk Fase Lautan Ilahi tahap Awal, biru tua untuk Fase Lautan Ilahi tahap Akhir. Merah, untuk para Penatua maupun tamu terhormat, tidak peduli apapun tingkat kultivasinya."


Mo Lian menolehkan kepalanya ke arah kiri, di sana sudah terdapat puluhan tenda yang entah sudah berada dari kapan. Di depan masing-masing tenda, ada pekerja yang berasal dari perusahaan pakaian, entah itu wanita maupun pria. "Silakan kalian semua berbaris di sana untuk mengukur ukuran tubuh kalian."


"Baik, Patriak!"


Mo Lian sedikit tersentak saat mendengar jawaban dari semua orang. Ia tidak pernah mengajarkan untuk memanggilnya seperti itu, tapi ia tahu siapa yang mengajarinya, itu adalah Wu Yengtu dan yang lain.


"Yun Ning. Lepaskan, kau menyusahkan Master." Qin Nian tidak lagi menahan diri. Ia menarik baju Yun Ning agar bisa melepaskan pelukannya terhadap Mo Lian. Tentu saja sangat mudah bagi Qin Nian untuk menarik Yun Ning, bagaimanapun tingkatan kultivasi mereka berbeda.


Mo Lian sendiri hanya terdiam dan membiarkan mereka. Ketika Qin Nian dan Yun Ning sudah pergi menjauh, datang lagi wanita muda berpakaian rapi, mengenakan kacamata dan memegang lembaran kertas di tangannya.


"Perkenalkan, saya adalah Tae Gong Yu, selaku manajer perusahaan. Saya tadi mendengar jika Anda menginginkan tiga set seragam untuk semua orang yang ada di sini, lalu berapa banyak jubah yang dibutuhkan? Dan jubahnya seperti apa?" tanya wanita muda itu.


Mo Lian mengangguk kecil, kemudian menjawab, "Untuk seragamnya adalah pakaian beladiri tradisional China. Jubahnya dari warna cokelat sampai biru tua dengan jumlah yang sesuai. Untuk merah 12 lembar, dan emas satu lembar."


Tae Gong Yu menganggukkan kepalanya dan kemudian mencatat semua informasi yang dikatakan Mo Lian. "Lalu Anda ingin menggunakan kancing atau tali?" tanyanya kembali.


"Tali. Untuk pria buat saja garis lurus dari leher ke bawah, lalu untuk wanita dari bahu kiri ke pinggang kanan," jawab Mo Lian.


Tae Gong Yu kembali mengangguk dan mencatat semua keinginan Mo Lian, lalu kembali bertanya, "Anda ingin semua baju ini dalam berapa hari?"

__ADS_1


"Lima hari, aku ingin selesai pada hari Kamis. Lalu untuk jubahnya seperti jas dokter, hanya saja lebih panjang sampai ke lutut dan tanpa kantung. Kemudian ... lengan bajunya tiga kali lebih besar dari ukuran normal, dan semakin kecil saat ke lengan atas."


Tae Gong Yu tersentak kaget ketika mendengar permintaan itu. Ini adalah permintaan yang banyak sekali, tapi juga sangat menguntungkan. Ia ingin menolaknya, namun jiga begitu ia akan dipecat. "Baiklah. Menggunakan kain terbaik, pakaiannya sedikit tebal namun ringan saat digunakan, di bagian dada kirinya dibuat lambang matahari dan pedang, di bagian kanan adalah nama ..."


"Lalu untuk jubahnya, sama seperti seragam, hanya saja di bagian punggung di tambahkan lambang. Apakah ini semua?


Mo Lian hanya terdiam dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Tae Gong Yu terdiam sejenak untuk menghitung harga jualnya, kemudian menjawabnya setelah selesai, "Biasanya jika kami menjual baju dengan bahan terbaik, kami akan menjualnya dengan harga 5000 Yuan. Namun karena Anda ingin cepat-cepat selesai, maka harganya kami naikkan jadi 7500 Yuan untuk satu set seragam, dan satu jubahnya adalah 5000 Yuan. Apakah Anda keberatan?"


Mo Lian menggeleng pelan. "Tidak masalah, berapa total yang harus ku bayar?"


"Seragamnya adalah 1302 lembar. Untuk jubahnya adalah 2118 lembar jika 13 orang tidak dihitung, atau tidak dibuatkan jubah dari warna cokelat hingga biru tua. Total harga yang dibayarkan adalah 20.705.000 Yuan. Lalu, untuk pembayarannya, apakah Anda ingin kredit atau cash?" tanya Tae Gong Yu menatap wajah Mo Lian.


"Cash." Mo Lian menjawabnya singkat sembari mengeluarkan handphone dari dalam kantung celananya.


Tae Gong Yu kembali tersentak, ia tidak berharap jika pemuda di depannya sangat kaya, bahkan uang sebanyak itu tidak berarti dan langsung membayar cash. Tanpa berlama-lama lagi ia merogoh kantung bajunya dan mengeluarkan handphone miliknya, kemudian memperlihatkan nomor account bank perusahaan.


Mo Lian mengangguk kecil, dan mentransfer uang dengan jumlah yang telah disepakati.


Tae Gong Yu melihat layar handphone untuk memeriksa uang masuk. Setelah dirasa sesuai, ia membuatkan surat tanda pembelian yang telah ditandatangani. Kemudian menyerahkannya pada Mo Lian. "Tolong tandatangani di sini, lalu tandatangani lagi di bawahnya saat barang sudah diantar."


"Oke." Mo Lian menganggukkan kepalanya dan mengikuti arah dari wanita itu. Kemudian ia berbalik berjalan menuju aula sekte setelah Tae Gong Yu meninggalkannya.


"Sekarang hanya tinggal memesan makanan untuk dua ribu orang."


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2