
Mo Lian membuat dinding spiritual di bawah kakinya dan mengambil posisi duduk bersila, ia menutup matanya perlahan sembari menunggu kedatangan dua kekuatan berbeda dari dua tempat yang menuju kemari.
Memang Mo Lian menebak jika orang yang berasal dari arah timur laut adalah orang yang datang Beijing, tapi ia tidak tahu apakah itu benar-benar rekan Ayahnya, ataukah organisasi yang mencari masalah dengan Sekte Dongfangzhi.
Mo Lian memikirkan semua hal yang terjadi akhir-akhir ini, tetap saja membuatnya tidak habis pikir. Pada kehidupan sebelumnya, organisasi yang memiliki kekuatan seperti ini tidak pernah muncul ke permukaan, dan tidak ada yang mengetahuinya. Namun mengapa pada saat ini banyak sekali kekacauan.
"Master. Apa yang akan kita lakukan di sini?" Perkataan Qin Nian terdengar kaku dan bergetar, menandakan jika ia begitu gugup untuk menanyakannya pada Mo Lian.
Tanpa membuka matanya ataupun menoleh, Mo Lian tersenyum tipis dan kemudian menjawab, "Aku akan menunggu kedatangan mereka di sini, kau bisa kembali dan memerintahkan semua orang untuk berkultivasi biasa. Untuk pelatihan lanjutan, aku yang akan mengambil alih nanti."
"Baik, Master." Qin Nian menangkupkan kedua tangannya, kemudian berbalik kembali.
Mo Lian mengangkat tangan kanannya dengan telapak yang terbuka memberikan izin untuk meninggalkan tempat. Lalu ia menurunkan tangannya kembali, dan menunggu kedatangan orang dari timur laut, untuk dari arah barat, itu mungkin akan tiba saat tengah hari.
Hingga puluhan menit berlalu, ia mendengar suara baling-baling helikopter yang berputar dengan kencang. Suara itu tidak satu atau dua, melainkan ratusan ditandai dengan angin yang berembus kencang.
Mo Lian membuka matanya perlahan. "Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan di sini?" Suaranya terdengar pelan, namun mampu membuat orang-orang yang berada di dalam helikopter bergidik.
Dari salah satu helikopter, pintu terbuka dan memperlihatkan seorang pria paruh baya mengenakan seragam cokelat keabuan, dilapisi dengan jas tentara berwarna hijau yang digantungkan di pundaknya, serta mengenakan baret merah di kepalanya.
"Ini aku, Ong Lei Yang. Di mana Mo Qian?" Pria paruh baya itu melayang perlahan menghampiri Mo Lian.
"Aku sudah mendengar semuanya dari Lei Yang. Tapi aku masih tidak percaya jika ada dimensi lain di Pegunungan Himalaya." Suara berat terdengar dari helikopter lain yang berada jauh di atas Mo Lian, helikopter itu berwarna hijau gelap dengan ukuran lebih besar dari lainnya.
Dengan tangan menyentuh dinding di bawah kakinya sebagai tempat duduk, ia menopang badannya untuk berdiri tegak. "Aku tidak peduli dengan apa yang kau pikirkan, aku juga tidak ingin menjelaskannya."
"Jangan terlalu sombong, bahkan jika kau adalah anak dari Mo Qian. Aku tidak akan mengampu—"
Gemuruh terdengar di langit cerah di atas Sekte Dongfangzhi menghentikan ucapan orang yang berada di dalam helikopter.
"Begitupun denganku! Bahkan jika kau adalah atasanku, jika kau menyentuh anakku bahkan untuk sehelai rambut pun. Aku akan membunuhmu!"
__ADS_1
Semua orang yang berada di dalam helikopter ataupun di udara mengalihkan perhatian mereka pada sumber suara. Bisa terlihat jelas seorang pria yang penampilannya tidak jauh berbeda dengan Mo Lian, hanya saja tubuhnya sedikit lebih besar. Kilatan petir kuning keemasan juga bisa terlihat mengelilingi tubuh pria itu yang lain ialah Mo Qian.
Pintu helikopter terbuka dengan keras, memperlihatkan pria tua berambut panjang mengenakan pakaian tradisional China berwarna putih. Pria itu memiliki ujung alis yang panjang hingga ke bawah matanya, tubuhnya juga tegak, berbeda dengan orang seusianya dan memiliki napas kuat, namun tidak sekuat Mo Qian.
"Apakah kau berani melakukannya? Kita sudah lama tidak bertemu, meski kau menghilang lama, kau tetaplah anggota dari Pasukan Mata Setan."
"Hah..." Mo Lian menghembuskan napas panjang dengan rasa dingin. Ia sudah muak mendengar ocehan pria tua itu. "Jika kau datang hanya untuk mencari masalah, aku tidak keberatan untuk meladenimu!"
Bang!
Dentuman keras berasal dari Mo Lian saat ia melepaskan auranya, menciptakan gelombang udara bertekanan yang membuat ratusan helikopter terbang menjauh. Bahkan langit juga ikut berubah dengan awan tebal seperti mengikuti emosinya.
Mo Lian mengangkat tangan kanannya perlahan ke udara hendak melepaskan serangan. Hanya dari tangan yang terangkat perlahan, sudah menciptakan tekanan udara yang bahkan membuat ratusan helikopter mulai turun perlahan karena tidak mampu menahannya.
Pria tua yang sebelumnya hendak mencari masalah dengan Mo Lian mengubah raut wajahnya, tidak ada lagi rasa bangga, yang ada hanyalah keringat dingin menjelaskan ketakutan terhadap Mo Lian.
"Cukup, Lian'er." Mo Qian menghentikan gerakan Mo Lian dengan menggenggam pergelangan tangannya.
"Apa yang kau lakukan di sini?" Mo Qian berpikiran jika tidak mungkin Mo Lian berada di sini hanya untuk menunggu kedatangan Pasukan Mata Setan.
"Aku menunggu Keluarga Rosth, Klan Vampir dari Amerika. Dalam beberapa jam lagi mereka akan datang ke sini untuk membunuh orang-orang dari Sekte Dongfangzhi, kemudian membantai semua orang di China." Ini hanyalah spekulasi sementara Mo Lian. Namun dari pengetahuan Klan Vampir yang diketahuinya, seharusnya hal itu mungkin saja akan terjadi.
Seluruh orang dari Pasukan Mata Setan nampak sangat terkejut dengan penjelasan yang dikatakan Mo Lian. Keluarga Rosth? Itu adalah suatu keluarga yang sangat berpengaruh di Amerika, bahkan dunia.
Memiliki pasukan yang mengerikan, serta kekayaan yang mampu menjatuhkan suatu negara.
"Mo Lian. Aku sudah tahu hal ini dari keponakanku, kau membunuh orang-orang dari Keluarga Rosth, dan kejadian yang disiarkan di seluruh dunia. Itu adalah hasil dari pertarungan mu?" Ong Lei Yang menghampiri Mo Lian dan menatanya dengan pandangan khawatir.
Mo Lian menganggukkan kepalanya dan menjawab dengan suara tegas, "Benar. Aku tidak peduli ada berapa banyak orang yang Keluarga Rosth bawa, karena mereka berani menyentuh keluarga ku serta mengacaukan Perusahaan Meiliafei, itu adalah suatu penghinaan, dan hanya kematianlah yang cocok bagi mereka!"
Semua orang terdiam dengan mulut terbuka, tidak ada satupun dari mereka yang berucap, dan hanya terdengar suara baling-baling helikopter yang berputar di atas mereka.
__ADS_1
Hingga tidak lama kemudian, pria tua yang sepertinya orang teratas di Pasukan Mata Setan, atau Tetua dari Militer itu sendiri berjalan menghampiri Mo Lian. Tidak ada lagi kesombongan di wajahnya, meski ia tidak bisa menebak dengan pasti kekuatan Mo Lian, tapi dari intuisinya mengatakan bahwa Mo Lian adalah kunci bagi keamanan Daratan Huaxia.
"Jika kau bertarung dengan Keluarga Rosth, tentunya tidak baik bertarung di tempat seperti ini. Itu hanya akan menimbulkan kepanikan, Kota Chengdu juga bisa hancur karena dijatuhkan nuklir oleh Pemerintah Amerika. Akan lebih baik jika bertarung di atas Samudra Pasifik." Pria tua itu menatap serius wajah Mo Lian dan berucap dengan tegas.
Mo Lian tahu apa yang dilakukannya, karena itulah semalam ia bertarung jauh di lapisan Termoster.
Bertarung di Samudra Pasifik? Ia tidak mempermasalahkannya, hanya saja, apakah Keluarga Rosth mau mengikutinya? Tentu tidak!
"Tapi, apakah mereka mau melakukan—" Belum menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba Mo Lian kembali mengalihkan pandangannya. Meskipun ia hanyalah Ranah Inti Emas, tapi ia sudah bisa merasakan gerakan terperinci dalam radius 1000 mil darinya.
"Lebih cepat dari yang ku duga, mereka sudah hampir masuk Provinsi Sichuan ..." Senyum tipis terlihat di wajah Mo Lian saat ia mengakhiri gumamannya.
"Hal itu tidak bisa dilakukan, karena mereka sudah datang masuk ke dalam Provinsi Sichuan. Mereka berasal dari Klan Vampir, sangat tidak mungkin mereka mau diajak bicara untuk bertarung di tempat lain ..."
"Pertempuran ini sudah tidak dapat terelakkan lagi. Aku akan bertarung jauh di langit agar tidak berdampak pada kota, tapi kalian juga harus membantu untuk menahan dampak serangannya agar tidak meluas," sambung Mo Lian yang berjalan ke arah barat.
Ong Lei Yang berjalan dan berhenti tepat di kiri belakang Mo Lian. "Mo Lian, apapun hasil dari pertempuran yang akan terjadi nanti. Ini akan berakibat pada perang antara Huaxia dengan Amerika."
"Peran—" Mo Lian kembali menghentikan perkataannya saat merasakan getaran serta nada dering dari handphone-nya yang berada di saku celananya.
Mo Lian memasukkan tangan kirinya ke dalam saku celananya dan mengambil telepon genggamnya, terlihat pemberitaan internasional dengan video siaran langsung. Ia melihat siaran apa yang berada di sana, dan terlihat dengan jelas jika ratusan pesawat tempur dari Amerika mulai memasuki perairan China, bersamaan dengan kapal induk.
"Sudah terlambat. Amerika sudah bergerak, ini bukan lagi masalah Perusahaan Meiliafei dengan Keluarga Rosth, melainkan masalah dua negara!" ucap Mo Lian yang kembali memasukkan handphone miliknya.
Mo Lian mengangkat tangan kanannya mengarahkan jari telunjuknya jauh ke depan. "Terlebih lagi, Klan Vampir sudah datang."
Jauh dari pandangan Mo Lian, ia melihat ribuan orang yang terbang di langit mengarah kemari dengan sayap yang berada di punggung orang-orang itu.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...