Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 300 : Mengasingkan Diri


__ADS_3

Kabar mengenai kehancuran Iblis Merah sudah tersebar luas di Alam Hanzi. Tidak ada yang memberi tahunya, tapi mereka bisa mengetahui sendiri dari hilangnya aura Guan Ling yang mereka rasakan.


Mo Lian yang merupakan pelaku dari hancurnya Kerajaan Iblis Merah, berdiam diri di tanah tandus yang ratusan ribu mil dari Kerajaan Monster Binatang. Ia ingin berkultivasi meski tidak ada aura spiritual, tapi ia bisa menggunakan Teknik Budidaya Pemurnian Hitam.


"Sangat membosankan, aku tidak tahu harus melakukan apa selain membunuh dan membunuh. Tidak ada hiburan sama sekali."


Mo Lian terlentang di tanah tandus dengan kedua tangan menyilang di belakang kepalanya. Ia melihat langit merah yang tidak pernah berubah, entah siang atau malam. "Apakah aku akan ditolak oleh Dao lagi saat mencoba naik ke Alam Selestial?"


Mo Lian menutup matanya perlahan dan mengembuskan napas panjang. Ia merasa dirinya yang sekarang banyak mengalami perubahan yang signifikan, ia yang dulu sangat dingin dan keras kepala, tapi sekarang sangat penyayang dan lembut.


Jika yang dulu sangat senang membunuh, yang sekarang agak berkurang. Tapi, tidak jika ada yang mencari masalah dengannya, ia akan kembali lagi seperti dirinya yang dulu.


"Aku hampir satu tahun berada di sini, entah apa yang terjadi di sekte."


Mo Lian mengubah posisinya dan memilih untuk duduk seraya merentangkan kedua tangannya. Daratan di sekitarnya mulai bergetar, yang kemudian ada batu yang mencuat keluar dari dalam tanah, naik cukup tinggi membentuk gunung batu yang menyembunyikan keberadaannya.


Mo Lian ingin mengasingkan dirinya untuk beberapa saat agar ia bisa menembus Heavenly Immortal, ia menargetkannya selama tiga tahun untuk bisa menembusnya, meski itu terlalu berharap banyak.


Kultivasi yang ia lakukan sendiri berada di antara Kerajaan Monster Binatang dan Monster. Ia sengaja melakukannya secara memutar saat dalam perjalanan, untuk bisa melakukan hal ini. Ia ingin mengacaukan aliran aura kematian di Alam Hanzi di antara dua kerajaan, agar mereka saling bertarung satu sama lain.


Mo Lian menghirup napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan. Aura hitam mulai datang menghampirinya dari berbagai arah, yang kemudian memasuki tanah yang cukup jauh dari gunung batu. Aura itu bergerak dari dalam tanah, lalu naik mengitarinya yang bersembunyi di dalam gunung batu.


Aura hitam seperti kabut yang mengitarinya, mulai memasuki tubuhnya melalui pori-pori kulit, yang mulai berubah menjadi energi murni saat hendak memasuki Dantiannya.


Mo Lian mencoba untuk tetap sadar saat berkultivasi, tidak seperti biasanya yang akan membuang pikiran tentang keadaan sekitar. Bagaimanapun, ia berkultivasi di Alam Hanzi, yang mana musuh berkeliaran di mana-mana. Bisa saja saat ia baru menutup mata, akan ada serangan berbahaya yang mampu meledakkan sebuah galaksi.


Pemikiran Mo Lian terbukti, baru beberapa jam ia berkultivasi, sudah ada 2 Heavenly Immortal yang bergerak, dengan jarak berkisar 50.000 mil darinya, mereka berdua mengamati hilangnya aura kematian yang masuk ke dalam tanah.


Tanah di bawah Mo Lian mulai melunak seperti lumpur hisap, yang menariknya masuk secara perlahan hingga benar-benar tidak terlihat lagi wujudnya. Ia memutuskan untuk bersembunyi, ketimbang harus berada di atas, karena 2 Heavenly Immortal bisa merasakan hal kecil.


Jika mereka merasa asing dengan gunung batu, pastinya gunung batu itu akan dihancurkan dan keberadaannya akan diketahui.


Boom!


Ada ledakan keras yang berasal dari atasnya. Mo Lian tetap fokus menyerap lebih banyak aura kematian dan mencoba untuk tetap mempertahankan kesadarannya. Ia tidak ingin aura kematian yang ia serap, mengubah dirinya menjadi iblis karena hilangnya kendali.

__ADS_1


Gunung batu yang berada di atas Mo Lian meledak menjadi abu saat terkena dua serangan yang sangat kuat.


Serangan yang berasal dari arah timur laut dan barat daya.


Bisa dilihat ada dua monster yang saling menatap tajam satu sama lain. Yang berasal dari arah timur laut adalah Penatua dari Kerajaan Monster Binatang, dan yang satunya berasal dari Kerajaan Monster.


Dari arah timur, monster besar berkulit cokelat, tanduk hitam besar di kedua pelipisnya. Mengenakan pakaian merah dan membawa pedang yang tingginya sekitar tiga meter. Penampilan monster ini terlihat seperti banteng, hanya saja berdiri dengan dua kaki.


Di sisi lain, monster berkulit hijau, kepalanya agak runcing, dua taring mencuat keluar dari gigi bagian bawah. Hanya mengenakan bawahan hitam dengan sabuk yang hiasannya terbuat dari tengkorak. Ogre, membawa gada yang terbuat dari tulang-belulang yang diikat sedemikian rupa.


"Apakah kalian yang mengacaukan aura kematian di kerajaan kami?" Monster Banteng mencengkeram erat pedangnya, dengan keinginan membunuh yang kuat terpancar dari matanya.


"Bukankah itu ulah kalian?"


Suara keduanya benar-benar tidak nyaman untuk di dengar, meski bibirnya tidak bergerak seperti orang berbicara, ada suara mengerikan yang serak, sampai menimbulkan badai petir yang menyambar.


"Omong kosong!" Monster Banteng mengayunkan pedangnya yang panjang mengarah pada Ogre.


Wush!


Siluet bulan sabit melesat bagaikan kilatan cahaya, membelah daratan dalam garis lurus.


Monster Banteng memindahkan pedangnya dari kanan ke kiri, menghalau serangan gada dari Ogre.


Bang!


Dentuman keras yang menciptakan gelombang energi, mulai menyapu daratan di sekitar dalam radius ratusan ribu mil. Serta menciptakan lubang dalam seperti kawah yang luas.


Mo Lian yang belasan mil di bawah tanah merasa terganggu, ingin sekali bangun dan membunuh mereka yang berada di atas.


Monster Banteng menundukkan kepalanya ke kiri seraya membuka mulutnya, melepaskan serangan energi yang berkumpul di dalam mulutnya.


Wush! Boom! Boom!


Energi membentuk laser hitam melesat ke arah Ogre, yang mengikis semua daratan dalam garis lurus dan meledakkan gunung-gunung batu berjarak 250.000 mil dari pusat serangan.

__ADS_1


Monster Banteng tersentak ketika menyadari Ogre yang ia serang ternyata tidak ada di sana. Ia menengadahkan kepalanya melihat langit merah, terlihat ada Ogre yang sudah melayang di langit dengan gada sebesar gunung yang jatuh dari langit.


"Mati!"


Monster Banteng tidak gentar saat melihat gada yang hendak mengenainya. Ia mengeluarkan bilah pedang dari sarungnya, ada aura merah yang menekan saat pedang itu dikeluarkan, yang menimbulkan tekanan pada atmosfer di sekitarnya.


Tanpa berbasa-basi, Monster Banteng mengangkat pedangnya dengan kedua tangan, lalu mengayunkannya mengarah pada gada yang melesat turun dari langit.


Wush!


Siluet bulan sabit kembali muncul dari ayunan pedangnya, yang menimbulkan tekanan saat membelah atmosfer sekitarnya.


"Bisakah kalian berdua diam?"


Tiba-tiba ada suara yang menggema dan menimbulkan sambaran petir hitam bagaikan hujan. Serta meledakkan gada sebesar gunung yang mengubahnya menjadi abu. Satu petir saja sangat mengerikan, lalu bagaimana dengan ratusan ribu petir?


Ogre dan Monster Banteng tidak bisa menggerakkan tubuh mereka berdua, seperti ada kekuatan tak kasat mata yang menahan pergerakan mereka.


Daratan juga mulai bergetar dan terbelah, memperlihatkan bayangan hitam yang menggeliat seperti tentakel. Tentakel yang terbuat dari Element Bayangan itu melesat naik ke langit, menembus tubuh Ogre dan menguras kekuatannya secara signifikan.


Begitu pun dengan Monster Banteng, tubuhnya mulai mengering seperti tulang yang dibalut kulit. Tidak ada lagi darah ataupun daging, yang kemudian mereka berdua menghilang tertelan oleh bayangan hitam itu secara sepenuhnya.


Kedua Heavenly Immortal itu diubah Mo Lian menjadi energi spiritual yang sangat murni, dengan menggunakan Teknik Budidaya Pemurnian Hitam yang sekali lagi kembali ia sempurnakan.


Mo Lian yang berada di kedalaman tanah, menghela napas panjang yang berdampak pada perubahan permukaan tanah. Semua lubang karena pertempuran singkat antara monster Heavenly Immortal, sudah kembali seperti sedia kala seperti tidak pernah ada monster yang datang kemari.


Mo Lian membuka matanya perlahan, mengambil cermin dari dalam Cincin Ruang untuk melihat bagaimana penampilannya saat ini. "Mata kananku berubah merah. Tapi, tidak ada energi iblis yang terkandung di Dantian ku."


"Sepertinya aku harus mengubahnya kembali dengan tidak menggunakan Pemurnian Hitam. Apakah aku harus menggunakan sumber daya biasa?"


Mo Lian berpikir sejenak, kemudian menganggukkan kepala setelah mendapatkan kesimpulan. "Baiklah." Ia menghilang dari tempatnya, berpindah ke Dunia Kecil.


Mo Lian berencana menembus Heavenly Immortal di sana, dan tidak terlalu fokus lagi pada dua monster dari tempat yang berbeda. Bagaimanapun, ia sudah menyelesaikan urusannya dengan mengadu domba keduanya.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2