Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 267 : Janji


__ADS_3

Jia Yoafa tidak bisa berbuat apa-apa saat pisau berkarat yang sangat tumpul itu mulai melukai kulitnya. Rasa sakit yang dialami lebih menyakitkan ketimbang pisau yang benar-benar tajam, karena kulitnya harus bergesekan.


Mo Lian sangat menikmati memberi penyiksaan pada Jia Yaofa. Jika saja orang di depannya tidak menargetkan Mo Fefei, mungkin ia akan langsung membunuhnya tanpa harus melakukan hal semacam ini.


"Bagaimana? Kau ingin berteriak tapi tidak bisa? Bukankah rasanya sangat menyakitkan?" Mo Lian menekan pisau berkarat pada lengan kiri atas Jia Yaofa.


Mo Lian menunduk melihat pangkal paha Jia Yaofa, kemudian melepaskan tembakan energi spiritual dan meledakkan senjata Jia Yaofa untuk tidak bisa lagi membuat keturunan.


Wajah Jia Yaofa terlihat pucat seperti mayat dan ada keringat dingin yang membasahi wajahnya. Ia benar-benar merasakan siksaan yang menyakitkan, tapi matanya tetap menatap tajam Mo Lian penuh ancaman.


Mo Lian memiringkan kepalanya dan memperlihatkan senyum lebar yang mengerikan. "Penatua Jia? Pengkhianat yang bekerja sama dengan organisasi lain untuk menguasai Sekte Zhongjian?"


Mata Jia Yaofa terbuka lebar saat mendengar perkataan Mo Lian yang tidak pernah ia harapan. Tidak ada yang mengetahui rencana mereka, bahkan Matriak Hong saja tidak tahu akan hal itu. Lalu sekarang ada orang asing yang mengetahuinya?


Mo Lian menyeringai dingin, ia mengetahui apa yang ada di pikiran Jia Yaofa saat ini. Namun itu malah membuatnya semakin bersemangat untuk menyiksa Jia Yaofa, memberikan rasa yang menyakitkan sampai memilih untuk mati ketimbang harus hidup dalam rasa sakit.


Puluhan menit kemudian, Mo Lian melangkah mundur dan melihat keadaan Jia Yaofa. Terlihat banyak luka sayatan yang dalam dan darah merah kecokelatan yang merembes, darah itu berubah warna karena campuran dari karat yang memasuki luka.


Tidak berhenti disitu saja, Mo Lian mengeluarkan segenggam garam yang ia minta dari Ibunya, apabila ia harus melakukan misi namun tidak bisa pulang, maka ia bisa memasak makanannya sendiri.


Mo Lian menaburkan garam pada luka sayatan Jia Yaofa yang berada di lengan, dada, perut dan paha. Bahkan ada luka di wajah yang terlihat lebih dalam dari yang lain.


Jia Yaofa tidak lagi memperlihatkan perubahan ekspresi di wajahnya, dan itu menurunkan minat Mo Lian yang ingin terus memberikan pelajaran.


Mo Lian memperlihatkan tangan kanannya, terdapat nyala api berwarna biru yang sangat panas. Api itu jatuh seperti batu, yang kemudian api itu menyebar ke seluruh penjuru gua dan membakar semuanya. "Kalian semua akan mati di sini tanpa ada yang mengetahuinya ..."


"Plat Jiwa?" Mo Lian menyeringai dingin. "Bahkan Heavenly Immortal tidak akan dapat mengetahui apa yang terjadi melalui Plat Jiwa. Jika mereka tetap memaksa melihatnya, jiwa mereka yang akan terluka."


Mo Lian sudah sering berada dalam situasi ini dan sudah sering juga membuat pencegahan sebelum bertindak. Ia tidak masalah memperlihatkan penampilannya saat ini, namun jika ada kabar Murid Ketiga dari Hong Xi Ning membunuh putra dari Penatua Jia, bukankah itu akan ada masalah besar di sekte.

__ADS_1


Mo Lian kembali langsung ke Can Qi Meiliafei dan berada di lantai teratas. Sangat mudah untuknya dapat berpindah tempat sesuka hati, tanpa harus melakukan persiapan panjang seperti membelah ruang.


"Apakah sudah selesai?"


Mo Lian yang hendak membuka pintu itu terdiam sejenak, kemudian membuka pintu masuk dan berucap, "Sudah, Bu. Apakah Ibu masih bekerja?"


Terlihat Su Jingmei yang masih duduk di tempat sebelumnya, dan ditemani oleh Qin Nian yang juga membantu.


Qin Nian berdiri dari sofa dan berlari ke arah Mo Lian seperti hendak memeluk, karena semenjak kedatangan Mo Lian, ia tidak terlalu banyak bicara berdua. Ini benar-benar terlihat seperti orang asing yang belum mengenal satu sama lain.


Su Jingmei menoleh ke kiri dan mengedipkan sebelah matanya memberi tanda pada Mo Lian.


Melihat itu, Mo Lian hanya bisa menurut dan memeluk erat Qin Nian. "Apakah kau betah tinggal di sini?"


Qin Nian masih diam untuk beberapa waktu dan tersenyum bahagia karena bisa dipeluk lagi oleh Mo Lian. "Sebelumnya tidak. Tapi karena Lian ada di sini, aku merasa bahagia. Aku juga tidak masalah menjadi istri kedua setelah Matriak Hong."


Mo Lian tersedak ketika mendengar pernyataan dari Qin Nian yang sangat tidak ia duga sama sekali. Ini benar-benar seperti ia sedang dilamar oleh Qin Nian, tepat di depan Ibunya sendiri.


"Aku yang harusnya menjadi istri kedua!"


Mo Lian menoleh ke belakang, dan terlihat Yun Ning yang memakan Hanfu Tradisional berwarna biru langit. Ia terlihat seperti sedang kesal karena ucapan Qin Nian sebelumnya, kemudian memeluk erat Mo Lian dari belakang.


"Ini ..." Mo Lian tidak tahu harus berbuat apa dan benar-benar kebingungan saat ini. Namun itu semua bukanlah akhir, karena masih ada lagi suara yang masuk di dalam benaknya.


"Perebutan untuk menjadi istri kedua? Menarik."


Ketika mendengar suara yang masuk melalui transmisi suara, Mo Lian tidak bisa berkata-kata dan raut wajahnya berubah sangat tegang serta pucat seperti orang mati. Suara yang masuk ke dalam benaknya adalah suara Hong Xi Ning.


"Jika kau bisa memberantas semua Iblis di Alam Hanzi, aku bersedia menerima lamaran darimu. Tapi hanya sebatas tunangan, dan jika benar-benar ingin menikah denganku, kau harus bisa menyusul ku di Alam Surga atau Selestial."

__ADS_1


Mo Lian tertegun untuk beberapa waktu, kemudian tersenyum lembut. "Aku harap Ning'er menepati janjinya."


"Aku baru memberikan sedikit, dan kau sudah memanggil Mastermu dengan sebutan itu?!" Hong Xi Ning terdengar sangat kesal, meski ada kebahagiaan tersendiri yang terbesit di sana.


Mo Lian tertawa kecil dengan posisi yang masih dipeluk oleh Qin Nian dan Yun Ning, meski keduanya saling menatap tajam.


Su Jingmei yang melihatnya hanya diam dan melanjutkan pekerjaannya. Jika sebelumnya ini di Bumi, ia akan memarahi Mo Lian karena bersikap tidak setia seperti ini. Namun di Bintang Utama, memiliki banyak istri sudah biasa, meski ia akan sangat marah jika Mo Qian menikah lagi.


"Kalian, biasakah kalian berhenti? Aku lelah berdiri." Mo Lian benar-benar tidak ingin dilihat oleh Hong Xi Ning lebih lama lagi seperti ini. Mungkin di luar terlihat tenang, tapi emosi wanita tidak ada yang tahu, meski sudah berusia ribuan tahun.


Keduanya mengabaikan ucapan Mo Lian dan semakin memeluk lebih erat lagi.


Mo Lian menghela napas panjang, dan akhirnya menggunakan kekuatannya untuk mengendalikan tubuh keduanya.


Qin Nian dan Yun Ning melepaskan pelukan mereka pada Mo Lian, yang kemudian melayang dan duduk di sofa yang berada di seberang Su Jingmei.


Mo Lian juga duduk di sofa dan menyandarkan kepalanya di bahu Su Jingmei. Ibunya juga tidak terganggu dengan sikapnya yang sangat bermanja-manja. Bagaimanapun, mungkin tidak akan lama lagi Mo Lian harus melakukan tindakan luar biasa, seperti halnya turun ke Alam Hanzi, dan membuatnya tidak bisa bertemu satu sama lain.


Sehingga, sebelum waktunya tiba, ia ingin bersikap seperti anak kecil di hadapan Su Jingmei.


Su Jingmei mengembuskan napas panjang dan menutup laptop di depannya. Kemudian menoleh ke kiri dan menggesekkan wajahnya dengan pipi kanan Mo Lian. "Putra kecil Ibu. Apakah Lian'er akhirnya akan menikah? Ibu ingin memeluk seorang cucu."


Menikah? Sebagai seorang Kultivator yang mencari hidup kekal atau abadi, hal itu tidak mungkin. Tapi, sebagai seorang pria, tentu saja ia ingin menikah dengan orang yang dicintainya. Apalagi Hong Xi Ning sudah memberikan lampu hijau, yang kebetulan menghabisi Iblis di Alam Hanzi adalah niatnya sedari awal yang ingin menguasai Tiga Alam.


Tapi sebelum pergi ke Alam Hanzi, setidaknya ia harus menembus Heavenly Immortal dan bisa menggunakan kekuatan Dewa Semesta setiap waktu tanpa harus mengurung diri untuk menenangkan gejolak energi spiritual.


Belasan atau puluhan tahun? Mo Lian tidak masalah, asalkan ia benar-benar bisa menguasai Tiga Alam. Bukan hanya untuk memenuhi janji yang ia buat, tapi untuk memberikan tempat aman yang damai untuk keluarganya.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2