Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 272 : Kota Hans


__ADS_3

Keesokan Paginya


Kelompok lima orang yang dipimpin oleh Mo Lian sudah bisa melihat kota yang ukurannya tidak terlalu jauh berbeda dengan Kota Zhan. Kota yang dikelilingi oleh pegunungan di bagian utara, barat dan timurnya.


Kota Hans ini bisa dianggap sebagai pedang bermata dua, apabila ada serangan dari monster, mereka bisa menahannya karena hanya ada satu gerbang saja. Namun apabila monsternya sangat kuat, sudah dipastikan akan mengalami kerugian yang tidak sedikit.


Mo Lian mendarat ratusan meter dari gerbang Kota Shan yang berada di arah selatan, kemudian melangkah dengan kecepatan yang stabil. Banyak gerbong kereta kuda ataupun Profound Ark yang pergi menuju kota, tapi tidak ada yang berjalan kaki selain kelompoknya.


Ketika mereka berjalan kaki, banyak yang menawarkan bantuan untuk berangkat bersama dengan gerbong kereta, tapi tidak dengan Mo Lian yang harus berlari.


Tentu saja Mo Fefei dan yang lain menolak tawaran itu. Bahkan karena sangat kesalnya, Mo Fefei meledakkan salah satu gerbong kereta yang sangat menyebalkan.


Identitas Mo Fefei sebagai Dewi Alkemis tidak berarti di sini, lebih tepatnya tidak ada yang mengetahui jika Mo Fefei adalah Dewi Alkemis, karena saat berada di Paviliun Fei Xiao, Mo Fefei selalu mengurung diri tanpa menerima tamu sama sekali.


"Kakak, di mana kita menemukan harta itu?"


Mo Lian menghentikan langkah kakinya di saat hampir memasuki gerbang kota. Ia mendongak dan menunjuk langit tinggi di atas Kota Hans. "Ada Dimensi Ruang di atas sana, di sanalah kita akan berburu. Acara seperti ini biasanya tidak ada aturan sama sekali, kau bebas membunuh dan merampok."


Mo Fefei mendongak ke arah di mana Mo Lian menunjuk. "Berarti sama seperti Sekte Zhongjian?"


"Ada perbedaan." Mo Lian menoleh ke kanan mengusap kepala Mo Fefei, lalu mengalihkan perhatiannya kembali pada langit. "Sekte Zhongjian adalah Dimensi Ruang buatan, sedangkan ini adalah alami, karena itu banyak harta berharga di dalam sana."


Mo Fefei menganggukkan kepalanya berkali-kali. "Begitu. Ternyata Kakak Fefei sangat pintar."


Entah mengapa Mo Lian merasa sangat kesal saat mendengarnya, ucapan Mo Fefei bukan seperti pujian, namun hinaan berkedok pujian.


Mo Lian mengembuskan napas panjang dan kembali berjalan, serta membiarkan Mo Fefei yang berlarian kecil seraya melompat-lompat seperti gadis kecil yang baru keluar dari rumah untuk bermain di luar.


"Apakah kalian ingin sesuatu?" Mo Lian melihat 4 Dewi Kecantikan yang terlihat penasaran dengan pernak-pernik yang dijual di toko pinggir jalan. "Jika kalian ingin membeli sesuatu, kalian bisa bilang padaku."


Mo Fefei berbalik kemudian berlari ke arah Mo Lian. "Aku ingin parfait!" Ia mengangkat tangan kanannya setinggi mungkin.

__ADS_1


Mo Lian mengerutkan keningnya, setahunya, tidak ada parfait di Bintang Utama. Bahkan untuk 1000 tahun ke depan tetap tidak ada makanan semacam itu, karena makanan di sini terlihat biasa-biasa saja tanpa ada variasi lain.


Mo Fefei berdecak berkali-kali mengungkapkan penghinaan pada Mo Lian yang tidak tahu apa pun. "Parfait sudah menjadi makanan yang luar biasa, dan ini adalah resep dari Ibu! Banyak toko yang membeli resep dari Ibu, dan membuatnya sendiri." Ia mendengkus sangat bersemangat seraya berkacak pinggang.


Akhirnya Mo Lian mengerti mengapa pemasukan Ibunya sangat banyak, hampir menyamai pemasukan keluarga besar di salah satu Kekaisaran. Tapi, tetap saja ia tidak mengerti mengapa Ibunya bisa tahu semua resep makanan!


Ratu Bisnis? Suka memasak? Tentunya tidak akan ada yang mempercayai hal ini.


"Baiklah, kau pimpin jalannya."


Mo Fefei mengangguk kecil, kemudian kembali berbalik dan berlari terlebih dahulu, memimpin jalan dengan yang lain mengikutinya dari belakang.


Hari ini cukup tenang dan tidak terlalu banyak masalah yang datang, jika pun ada masalah, itu hanya masalah gerbong kereta kuda yang dihancurkan Mo Fefei tadi. Tapi untuk selebihnya, itu tidak ada sama sekali.


"Dimensi Ruang akan dibuka dalam waktu tiga hari dari sekarang, selama waktu itu kalian bisa bebas berkeliling di Kota Hans. Tapi pastikan jangan mencari masalah dan selalu berhati-hati, jika ada yang mencari masalah, gunakan saja nama Sekte Zhongjian dengan menunjukkan tanda pengenal."


Qin Nian menundukkan kepalanya dengan mengangkat tangan yang terkepal menyentuh dada. "Aku, ingin bersama Master di penginapan."


"Apa kau bilang?!" Yun Ning sedikit berteriak dan menarik perhatian pejalan kaki di sekitar. "Aku yang akan bersama Master."


"Sampai." Mo Fefei berhenti di salah satu penginapan berlantai sembilan seperti istana, berwarna merah keemasan dengan banyak lampion yang menggantung.


Mo Lian tidak tahu dari mana Mo Fefei mengetahui jika penginapan ini menjual parfait, namun saat melihat nama penginapannya, ia teringat dengan nama-nama yang tertulis di tumpukan kertas di meja kerja Ibunya.


Mo Fefei berjalan memasuki penginapan tanpa pemeriksaan, karena ia membawa tanda pengenal berwarna emas yang merupakan milik Paviliun Fei Xiao. Akibatnya, identitasnya sebagai Dewi Alkemis diketahui karena penjaga pintu yang terkejut sampai berteriak.


"Kakak, bayar."


Mo Lian benar-benar diperlakukan seperti atm berjalan oleh Adiknya sendiri. Ia berjalan menghampiri Mo Fefei yang berada di meja resepsionis. "Berapa?"


"Ruang VIP untuk empat hari. Empat ratus Batu Spiritual kualitas Menengah." Wanita muda berambut ungu yang mengenakan pakaian hijau itu menjawabnya.

__ADS_1


Mo Lian mengalirkan energi spiritualnya pada Cincin Ruang, kemudian mengeluarkan 4 Batu Spiritual kualitas Tinggi di atas meja. "Aku juga ingin membeli parfait, kau bisa catat berapa banyak tagihan kami berenam nanti untuk makanan di luar pelayanan, dan aku akan membayarnya saat mengembalikan kunci."


Wanita itu sedikit membungkukkan badannya. "Baik, Tuan." Kemudian ia kembali berdiri tegak dan memberikan kunci emas dengan tanda VIP yang menggantung.


Mo Lian mengambil kunci itu, dan langsung naik ke lantai teratas. "Fefei, kau bisa memesan apa pun yang kau mau. Aku ingin ke kamar terlebih dahulu, jika ada yang mencari masalah denganmu. Pukul dia, jika melawan, panggil namaku."


"Siap, Kakak."


Perkataan Mo Lian ini sedikit memancing emosi para pria yang menargetkan Mo Fefei karena kecantikannya. Berbeda dengan 4 Dewi Kecantikan yang anggun, Mo Fefei cantik seperti adik kecil yang menggugah hati untuk melindungi.


***


Ruang VIP, Lantai 9, Paviliun Xangzao


Mo Lian duduk bersila di ruang tengah yang merupakan ruang utama, dan menutup matanya perlahan untuk mengaktifkan Mata Langit. Ia ingin mencari tahu apakah di sini ada anggota dari 9 Organisasi Kuat lain, yang sama-sama mengincar Persik Merah Surgawi.


Jika sampai ada yang mengincarnya, maka ia akan menargetkan mereka sesaat setelah memasuki Hutan Harta di Dimensi Ruang dari Kota Hans.


Niatnya mengaktifkan Mata Langit memang bisa dikatakan untuk mencari anggota dari 9 Organisasi, tapi yang sebenarnya adalah ingin mencari harta-harta yang tersimpan di Kota Hans. Jika memang benar-benar ada, ia akan bergerak malam ini untuk mengambilnya, bahkan jika harus mengambilnya langsung dari Wali Kota.


Tidak lama kemudian, Mo Lian membuka matanya saat mendapatkan harta yang bisa dikatakan juga tidak. Menurut orang lain barang itu sangat tidak berguna, atau sampah, namun untuknya yang sudah memiliki pengalaman, benda itu sangat berharga.


Harta itu adalah lumut 10.000 tahun yang berada di bawah kayu milik Kediaman Wali Kota Hans. Lumut yang menyerap energi spiritual dari langit dan bumi dalam jangka waktu yang lama.


Jika ia mendapatkannya, ia mengambil esensinya untuk menciptakan Pedang Kehidupan. Pedang yang terbuat dari kayu, mampu membelah roh jahat atau jiwa liar, melukai Kultivator Iblis. Namun menyembuhkan Kultivator normal yang tidak mengambil Jalan Iblis.


"Sepertinya aku benar-benar harus menyelinap masuk ke dalam Kediaman Wali Kota." Mo Lian menyeringai dingin, dan beranjak turun dari sofa empuk. "Tapi sebelum itu, sepertinya ada yang mencari masalah dengan Fefei Kecil."


"Dia mencari kematian." Mo Lian berjalan menuju pintu keluar, kemudian menghilang seperti menyatu dengan udara.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2