Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 372 : Menunggu itu Sangat Membosankan


__ADS_3

"Hehehehe..." Yun Ning terkekeh kecil melihat Hong Xi Ning yang tertunduk malu dengan wajah yang merah. Kapan lagi dia bisa melakukan hal seperti ini, sehingga dia harus menggunakan kesempatan ini dengan baik. "Xi Ning, yang biasanya menolak, tapi siapa yang menduga akan mengambil inisiatif untuk berada di atas? Bahkan menggerakkan tubuhnya sendiri."


"Kau harus mencoba posisi lain. Dari belakang, berdiri, duduk berhadapan, telungkup dan di dorong dari belakang, berpelukan saat Lian Sayang menggendongmu, itu terasa sangat keras dan dalam." Yun Ning memiringkan kepalanya saat tangan kanannya membelai pipinya sendiri. Tatapan matanya penuh kasih sayang dan kerinduan.


Qin Nian yang mendengar itu, menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Ba- Bagaimana kau bisa mengatakan itu dengan santainya?"


Yun Ning menoleh ke kiri melihat Qin Nian. "Mengapa kau malu-malu? Bukankah kau sangat mencintainya? Saat kau melakukannya, kau menutup wajahmu, bahkan tidak membiarkannya mencium bibirmu."


Qin Nian tidak berkata-kata, memang dia sangat mencintai Mo Lian dan bahkan bertindak berani saat awal sekte di buka, bahkan terus meminta pelukan dan menggandeng tangan ke mana pun mereka pergi. Tapi, setelah menikah, dia menjadi pribadi yang berbeda, dia lebih sensitif dan sangat malu-malu.


"Be- Benarkah? Ap- Apakah setiap posisi rasanya berbeda?"


"Oh? Apakah Xi Ning mulai tertarik?" Yun Ning mendekatkan dirinya ke Hong Xi Ning sampai bahu mereka saling bersentuhan. "Awalnya aku merasakan sakit yang menyiksa, itu penuh sesak, aku bahkan menangis. Tapi, setiap kali kita selesai, aku melihat Lian tidak puas, seperti menginginkan lebih. Karena itulah aku menahan rasa sakitnya, sampai akhirnya terbiasa, bahkan aku juga membuang malu saat dia meminta untuk mengubah posisi ..."


"Jika dia senang, mengapa tidak?"


Seketika itu, Hong Xi Ning dan Qin Nian tersentak. Jika mereka memperhatikan, Qin Nian memang pernah menangis dan saat mereka berdua kelelahan, Qin Nian mengambil inisiatif untuk melakukannya lagi bersama Mo Lian meski terlihat seperti orang yang menahan sakit.


"Begitu, aku tidak memikirkannya." Hong Xi Ning menundukkan kepalanya, meremas tangannya yang berada di atas paha.


"Apa yang kalian bicarakan?" Mo Lian memasuki Istana Dongfangzhi dengan tubuh berkeringat setelah berkultivasi cukup lama untuk menempa tubuhnya.


Hong Xi Ning bangkit dari sofa, berlari ke arah Mo Lian dan mencium bibirnya, memaksa lidahnya untuk masuk agar lidah mereka terjalin.


Mo Lian terkejut, tapi tetap menikmatinya sampai Hong Xi Ning melepaskannya sendiri. Barulah Qin Nian datang dan melakukan hal yang sama. Dia tidak mengerti mengapa mereka berubah, dan mereka baru melakukannya dua hari yang lalu.


Selama dua hari terakhir, Mo Lian pergi ke Dunia Kecil Dongfangzhi untuk mengawasi murid-murid, meninggalkan istri-istrinya di Istana Dongfangzhi.


Tapi saat melihat senyuman Yun Ning, dia akhirnya tahu mengapa mereka berdua berubah. Itu karena Yun Ning menggoda keduanya, yang mungkin membuat keduanya tidak mau kalah.


Hong Xi Ning berpindah ke belakang Mo Lian, berusaha melepaskan celana yang dikenakan.

__ADS_1


Mo Lian tersadar dan mendorong Qin Nian. "Tunggu, kita baru melakukannya dua hari lalu. Tidak baik selalu melakukannya, sebentar lagi perang mematikan akan datang."


Hong Xi Ning mengibaskan tangannya ke belakang saat mencengkeram celana Mo Lian, membuat celana itu robek dan terlepas. Perlu diketahui, celana yang dipakai Mo Lian termasuk Artefak Surga, dan dihancurkan dengan mudahnya. Bukan satu celana, tapi tiga celana yang dipakai Mo Lian dihancurkan semuanya.


Saat tangannya dikibaskan, Hong Xi Ning juga memasang formasi array di pintu yang tidak bisa dibuka bahkan oleh Dewa Merah. Dia membalikkan Mo Lian, kemudian mendorongnya ke sofa. "Dua hari bagi kita, tapi dua tahun bagimu."


"Itu benar." Qin Nian membuka kedua kaki Mo Lian dan memainkan ular yang belum tegak.


Mo Lian ingin berdiri untuk menolaknya, tapi Yun Ning yang berdiri di belakang sofa, menahannya dan membuka semua pakaiannya. "Sayang, kami istrimu, biarkan kami melayani. Kami tahu Sayang sudah berusaha keras untuk menjaga Bumi. Dan, apakah Sayang tidak merindukan kami setelah dua tahun di dalam Dunia Kecil Dongfangzhi?"


Mo Lian terdiam, dan akhirnya menganggukkan kepalanya. Tubuhnya tenang saat mendapatkan belaian tangan dari ketiganya, meski bawahnya sangat tegang seperti besi.


Yang pertama adalah Qin Nian, dia tidak lagi malu-malu dan melakukannya sambil duduk di pangkuan Mo Lian saat saling memandang. Wajahnya masih merah karena malu, tapi tidak menyembunyikannya lagi.


Setelah beberapa saat, Qin Nian meminta untuk mengubah posisi dan ini mengejutkan Mo Lian.


Begitu pun dengan Hong Xi Ning, meminta berganti-ganti posisi setiap beberapa menit sekali.


Kamis, 17 April 2036


Mo Lian duduk bersandar di sofa dengan napas terengah-engah dan terlihat sangat kelelahan. Dia melihat ruang di depannya yang berantakan, cairan di mana-mana, pakaian berserakan, lusinan botol mineral berhamburan.


"Ini gila ... aku kembali kemarin siang, dan langsung memulainya, baru selesai jam delapan pagi. Aku bahkan ... tidak sempat makan, aku hanya minum dan menelan pil."


Mo Lian melihat ke kiri-kanan, ada Hong Xi Ning dan Yun Ning yang bersandar di bahunya, serta Qin Nian yang berada di pangkuannya dan bersandar. Ketiganya sudah tertidur selama satu jam, dan dia tidak bisa tidur karena tubuhnya yang lengket.


Untuk berpikir, Ning'er dan Nian'er meminta melakukan dengan posisi yang sama seperti Ni'er. Sepertinya, saat aku pergi, Ni'er terus menggoda mereka selama dua hari.


Mo Lian mengatur napasnya, kemudian membawa mereka ke lantai atas untuk membiarkannya beristirahat. Sedangkan untuknya, dia akan pergi ke luar angkasa untuk bertemu dengan Hong Xi Jiang dan Wang Yue Fei. Sudah lama dia tidak bertemu mereka, dan tidak tahu bagaimana keadaan di sekitar.


Dia mandi sebentar untuk menghilangkan aroma tubuh ketiganya yang menempel di tubuhnya.

__ADS_1


Setelah selesai bersiap-siap, Mo Lian pergi ke angkasa di mana Gerbang Array Pertahanan berada.


"Apakah kau sudah selesai bersenang-senang? Aku merasakan energi dari klon yang kau tinggalkan sedikit terganggu, jadi aku menebaknya."


Mo Lian tidak bisa berkata-kata dan memilih untuk diam seraya menghilangkan klon yang ditinggalkannya. Dia duduk bersila di angkasa di samping Hong Xi Jiang.


Hong Xi Jiang membuka mulutnya dan kembali berkata, "Mereka sudah bergerak, tidak seperti gelombang pertama atau kedua. Yang datang kali ini ribuan Dewa Hitam, ratusan Dewa Bumi dan belasan ribu Dewa Merah."


Hong Xi Jiang terdiam sejenak, kemudian melanjutkan perkataannya, "Dewa Pemula, Heavenly Immortal dan Dao Immortal juga datang, tapi tiga kekuatan itu tidak perlu diperhatikan karena rendahnya ranah mereka. Kita hanya perlu memikirkan Dewa Bumi."


Wang Yue Fei, datang mendekati Mo Lian. "Apakah Ning'er baik-baik saja?"


"Dia ..." Mo Lian yang baru membuka mulutnya, berhenti berkata untuk beberapa saat sebelum melanjutkan perkataannya dengan hal yang berbeda, "Apa maksud Yue Mu? Dia berada di Istana Dongfangzhi, tentu saja dia baik, sekarang dia sedang belajar memasak dengan yang lain."


Tidak mungkin dia mengatakan bahwa Hong Xi Ning kelelahan karena melakukannya seharian.


Wang Yue Fei tentunya tidak memercayai apa yang dikatakan Mo Lian, tapi tidak bertanya lebih jauh dan hanya tersenyum saat mengusap kepala Mo Lian.


Mo Lian menghindari tatapan tajam Wang Yue Fei dan melihat Hong Xi Jiang. "Yue Fu, apakah menurutmu yang datang sudah semuanya?"


Hong Xi Jiang menggelengkan kepalanya. "Mereka adalah organisasi yang sudah lama, apalagi ini menyangkut Sepuluh Ribu Ras. Bahkan anggota Sekte Zhongjian mencapai belasan juta, tidak mungkin organisasi sebesar mereka memiliki anggota yang sedikit ..."


Hong Xi Jiang menoleh ke kanan menatap Mo Lian. "Tapi, jika kita mampu bertahan dan membunuh mereka yang datang, orang yang berada di belakangnya pasti bertindak. Jika kita berhasil membunuh yang berada di balik layar, maka Aliansi Sepuluh Ribu Ras akan berakhir"


Mo Lian menghela napas mengungkapkan ketidakberdayaan. Walaupun sudah mendapatkan titik koordinat markas mereka, dia tidak memiliki keinginan untuk pergi karena terlalu berisiko. Jadi hanya bisa menunggu di sini sampai mereka datang. "Menunggu, sangat membosankan."


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2