
Mo Lian tidak menggunakan perubahan apa pun pada tubuh utamanya, tidak seperti kloning yang menggunakan Tubuh Emas untuk meningkatkan kekuatan fisik, entah serangan, kelincahan dan kecepatan. Ia sudah sanggup melawan Heavenly Immortal tahap Menengah, tapi ia menduga di tempat lain di Alam Hanzi, ada Heavenly tahap Akhir dan tidak sendirian.
Sehingga, untuk melawan Heavenly Immortal tahap Akhir atau bahkan Setengah God, ia harus berhasil menembus Heavenly Immortal terlebih dahulu sebelum melawan mereka.
Guan Ling masih diam dengan mulut sedikit terbuka, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Ada dua Mo Lian, yang satunya saja sudah sangat sulit untuk dilawan, setiap kali tubuhnya terkena serangan, Mo Lian akan berubah menjadi api atau petir yang tidak bisa diserang dengan serangan fisik.
Boom!
Kloning Mo Lian bergerak mengarah pada 3 Heavenly Immortal yang terluka parah, dengan tubuh utama yang masih melihat Guan Ling.
"Kau menunggu apa?"
Mo Lian tiba di depan Guan Ling dengan tangan kanannya yang menangkap wajah Guan Ling. "Jangan terlalu banyak melamun." Ia mendorong wajah Guan Ling, dan membantingnya ke tanah.
Boom!
Guan Ling terjatuh dengan kepalanya terlebih dahulu yang menghantam tanah, membuat tanah mulai retak dan tenggelam, ada juga bebatuan yang mencuat ataupun melesat naik ke langit karena efeknya.
Mo Lian berdiri seraya mengangkat Guan Ling. "Heavenly Immortal tahap Menengah? Aku tahu Heavenly Immortal tidak selemah ini, mereka mampu menciptakan dunia berbeda, mereka mampu menghidupkan kembali orang yang sudah mati ..."
"Tapi, kau bahkan tidak bisa melindungi dirimu sendiri."
Dirinya yang lain melangkah menghampirinya dari belakang dan membawa tiga kepala iblis yang baru saja dibunuh hanya dalam waktu singkat. Jika serius dalam menghadapi musuh-musuhnya dan tidak bermain-main, Mo Lian hanya perlu mengeluarkan Pohon Dunia.
Guan Ling melirik ke kanan melihat bawahannya yang lain kembali terbunuh, dan sekali lagi auranya kembali muncul menyelimutinya.
Bang!
Aura kuat meledak dari dalam tubuh Guan Ling, membuat tekanan kuat yang menghempaskan Mo Lian belasan meter darinya.
Tubuh Guan Ling mengalami perubahan, ada sepasang sayap yang muncul di punggungnya. Tubuhnya juga membesar dua kali lipat, otot-otot tubuhnya yang kekar terlihat di balik permukaan kulitnya. Sisik-sisik mulai tumbuh membentuk sebuah jirah yang terlihat kuat dan tebal.
Mo Lian menepuk-nepuk debu yang menempel di pakaiannya, ia tidak terlalu peduli jika Guan Ling berubah berapa kali, bahkan jika itu tubuhnya semakin besar sampai seukuran bintang.
Wosh!
Guan Ling muncul di depan Mo Lian dengan tangan kanan yang terangkat. Ia mengayunkan tangannya, mengarahkan pukulannya pada wajah Mo Lian.
__ADS_1
Mo Lian hanya diam menatap datar pukulan Guan Ling, tidak ada ketakutan di matanya. Ia menganggap semua musuh yang ia lawan selama ini hanya sebatas serangga, dan ia akan terus berpikiran seperti itu agar tidak melupakan siapa sebenarnya dirinya. Bahkan, jika ia pergi ke Alam Selestial dan melawan Ranah God, ia tetap akan berpikiran sama.
Bang!
Tiba-tiba ada telapak tangan biru yang muncul di depan Mo Lian, yang menghalau serangan Guan Ling. Dari benturan itu, tercipta dentuman yang sangat keras dan ledakan energi membentuk kubah besar, menghilangkan daratan di sekitar maupun di bawahnya.
Guan Ling menggertakkan giginya seraya mengepalkan kedua tangannya. Ia sangat kesal dengan tatapan Mo Lian yang terlihat datar, ini sangat menghinanya yang merupakan salah satu penguasa di Alam Hanzi.
Bang! Bang! Bang!
Guan Ling terus melepaskan pukulan beruntun dengan kekuatan penuhnya, dan semuanya ditahan oleh siluet tangan biru yang menghalau. Tidak ada satu pun serangan yang mengenai Mo Lian, bahkan Mo Lian tidak mengedipkan matanya dan hanya menatap datar.
"Aaaahhh!" Guan Ling menengadahkan kepalanya seraya merentangkan kedua tangannya dan berteriak lantang.
Mo Lian menghilangkan siluet biru di depannya, melompat seraya mengulurkan tangan kirinya meraih tengkuk Guan Ling. "Berisik!" Ia menghantamkan kepala Guan Ling ke lututnya.
Bam!
Guan Ling terhempas seperti batu pipih yang dilemparkan di permukaan air ketika ada yang melepaskan pukulan mematikan di perutnya. Pukulan itu adalah pukulan yang berasal dari serangan klon Mo Lian, yang menggunakan Tubuh Emas.
Wosh!
Mo Lian yang sudah berada jauh menunggu Guan Ling, memasang kuda-kuda yang kokoh dengan kaki kiri di depan. Saat Guan Ling sudah hampir tiba di dekatnya, ia mengangkat kaki kanannya dan menendang tinggi.
"Keugh!" Guan Ling menggigit lidahnya sendiri saat tendangan Mo Lian tepat mengenai dagunya.
Dirinya yang lain yang merupakan Tubuh Emas, sudah berada di tempat yang sama dan mengangkat kaki kanannya, menendang punggung Guan Ling.
Boom!
Guan Ling tidak terhempas seperti sebelumnya, melainkan hanya tertahan di tempat karena Mo Lian juga kembali menendang Guan Ling.
Tubuh Emas berbalik, saling membelakangi Guan Ling. Ia mengangkat kedua tangannya ke belakang, meraih dagu Guan Ling dan mengayunkannya ke atas, melemparkannya jauh ke langit.
Mo Lian sedikit berjongkok, lalu melompat cukup cepat sampai menghancurkan daratan yang ia pijak. Ketika sudah sampai di langit, ia mengalirkan energi spiritualnya di tangan kanannya, kemudian memukulkan tinjunya di udara kosong di bawahnya.
Udara bertekanan tinggi melesat mengenai Guan Ling karena pukulan Mo Lian, yang pada saat itu juga Tubuh Emas pun melepaskan pukulan yang sama mengarah pada Guan Ling.
__ADS_1
Tidak cukup disitu saja, dua Mo Lian kembali bergerak ke arah yang berlawanan. Jika tadi timur bawah dan barat atas, kini utara atas dan selatan bawah. Terus memukulkan udara dari delapan arah yang berbeda, entah dari langit ataupun darat.
Tekanan yang diberikan sangat kuat, sampai membuat Guan Ling terlihat terhimpit dan tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali.
Serangan ini adalah serangan yang Mo Lian tahu dari salah satu serial televisi masa kecilnya, yang mana satu orang bisa berlari di udara hanya karena kecepatannya, melepaskan ratusan pukulan tanpa henti yang mampu menekan hanya karena gerakan udaranya.
Mo Lian yang sudah melepaskan semua pukulan beruntun, melayang di langit yang tinggi. Ia menunduk menatap tajam Guan Ling seraya mengangkat kedua tangannya perlahan di depan ada. "Teknik Spiritual, Penjara Spiritual!" Ia menyentuhkan kedua tangannya.
Fluktuasi energi spiritual yang berkumpul di sekitar Guan Ling, mulai menciptakan sebuah penjara membentuk bola berwarna biru, yang mengurung tekanan udara di dalamnya dan terus memantulkannya kembali tanpa henti.
Guan Ling menggertakkan giginya tanpa bisa berteriak, dan hanya bisa diam menerima semua rasa sakit yang ada. Tulang-tulangnya mulai retak yang kemudian patah karena tidak mampu menahan tekanan yang ada.
Mo Lian yang melayang di langit, masih mempertahankan posisi tangannya. "Siapa yang mengira, serangan semacam ini bisa berguna. Tapi, ini sudah cukup, aku ingin cepat-cepat kembali ke Alam Semesta."
"Ning'er masih menungguku."
Energi spiritual biru seperti nyala api menyelimuti tubuhnya, membuat tekanan yang ia keluarkan berubah menjadi sangat kuat. Atmosfer di sekitarnya juga mengalami perubahan, yang menyulitkan untuk bernapas dan bergerak.
Mo Lian menurunkan kedua tangannya perlahan, yang salah satunya mengarah pada Guan Ling. "Mati!" Ia mengepalkan tangan kanannya.
Penjara Spiritual mulai menyusut dalam waktu singkat, terus menekan Guan Ling hingga tubuhnya mulai mengecil. Hingga tak lama, saat Penjara Spiritual benar-benar mengecil sampai sebesar kelapa, tidak ada satu pun yang tersisa di sana kecuali genangan darah.
Mo Lian mengembuskan napas panjang, bersamaan dengan Segel 4 Arah yang menyusut dan menghilang masuk kembali ke dalam tanah.
"Sudah selesai, aku terlalu banyak bermain-main sampai menghabiskan dua jam untuk bertarung seperti ini. Sekarang, hanya perlu bergegas pergi ke Kerajaan Monster Binatang."
Mo Lian melepaskan Topeng Merah yang ia kenakan, tidak terlalu nyaman menggunakan benda semacam ini.
"Aku ingin menyerang Kerajaan Iblis Hitam, tapi aku merasa di sana ada Heavenly Immortal tahap Akhir. Masih terlalu cepat, aku akan menargetkannya sebagai lawan terakhir."
Mo Lian menoleh ke kiri, ke arah yang sepertinya di sana adalah utara. Kemudian memalingkan wajahnya melihat ke arah yang berlawanan. "Di sana." Ia terbang dengan kecepatan penuh, pergi ke Kerajaan Monster.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1