Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 260 : Vena Spiritual


__ADS_3

Mo Lian tiba di hamparan rumput luas, yang dikelilingi oleh hutan lebat dan tinggi, yang di dalam hutan itu banyak sekali monster-monster dengan tingkat tinggi. Untuk bisa ke tempatnya, harus melewati hutan lebat, atau terbang di langit yang juga banyak sekali monster berbahaya.


Saat ini ia berdiri di tepi lubang dalam yang sangat gelap, dan ada aura kuat yang berada jauh di dalam sana. Aura ini adalah aura yang benar-benar ia rasakan dulu, aura ini lebih kuat dari Vena Naga di Real Estate Emei, karena di sana tidak lengkap atau cacat.


Tanpa menunggu lama dan tanpa ragu lagi, Ko Lian melompat turun memasuki kedalaman tanah yang sangat dalam. Setidaknya sampai ia benar-benar melihat ada cahaya biru di dalam sana, karena Vena Spiritual memiliki bentuk seperti kristal dengan warna biru.


"Aku memiliki firasat jika ada masalah di Sekte Zhongjian, dan ada perasaan buruk jika aku datang terlambat."


Mo Lian merasa ia akan dihukum seperti dulu saat menghilang di waktu latihan dan bermain-main di kota, menikmati arak terbaik bersama Seniornya. Tapi ia sangat berharap firasatnya salah, dan ia datang ke sana nantinya disambut meriah.


Karena jatuh dengan posisi kaki di bawah sangat lambat, Mo Lian memutuskan mengubah cuaca dengan menekan kakinya di udara di atas, kemudian melesat turun dengan kepala berada di bawah.


Kecepatan turunnya mencapai tiga kali lipat dari sebelumnya, dan sampai saat ini ia masih belum melihat sinar biru. Saat itu, ia harus turun dengan waktu yang cukup lama, karena masih tidak mengetahui medannya sehingga harus berhati-hati. Begitu pun dengan saat ini, ia masih berhati-hati meski sudah pernah batang.


Bagaimanapun, setelah kelahiran kembalinya, banyak kejadian aneh yang seharusnya tidak pernah terjadi. Sehingga, tidak ada salahnya selalu waspada pada hal-hal sepele.


Belasan menit kemudian setelah jatuh, Mo Lian mulai melepaskan energi spiritualnya untuk melindungi tubuhnya. Dimulai dengan kedalaman 1200 mil dari permukaan tanah dan seterusnya, aura sekitar menjadi sangat berat, serta banyak mara bahaya.


Wush! Wush! Wush!


Banyak serangan dari segala arah yang mengarah padanya, serangan-serangan itu adalah tembakan energi spiritual biasa menurut Vena Naga, tapi sebenarnya setara dengan Dao Immortal tahap Awal.


Hingga waktu terus berjalan, Mo Lian sudah bisa melihat sinar biru di dasar dengan ukuran seperti ibu jari, dan terus membesar atau mendekat seiring dengan berjalannya waktu.


Serangan yang mengarah padanya juga semakin kuat, meski tidak menimbulkan dampak apa pun dan tidak bisa menggores pertahanannya.


Mo Lian akhirnya mendarat setelah menghabiskan waktu yang cukup lama. Sekarang ia berada di ruangan berbentuk lingkaran, dengan bagian tengahnya terdapat kristal seperti Batu Spiritual setinggi dua meter, dan itu hanya bagian yang terlihat, bukan yang tertanam.


"Dengan Vena Spiritual sebesar ini aku letakkan di Dunia Kecil, Pohon Dunia akan lebih kuat lagi, dan tidak akan butuh waktu lama untuk bisa turun ke Alam Neraka untuk membunuh semua Iblis."

__ADS_1


Mo Lian mengangkat tangan kanannya perlahan, membuat Vena Spiritual mulai bergetar hebat bersamaan dengan dinding di sekitar yang mulai runtuh. Ia ingat jika Vena Spiritual diambil, akan ada kejadian yang bisa dibilang cukup mengerikan.


Hutan di mana tempat ini berada akan mengering, bersamaan dengan monster-monster yang hilang kendali dan menyerang kota-kota sekitar. Hanya itu, tidak lebih. Aura spiritual di Bintang Yanjing tetap stabil tanpa adanya perubahan.


Mungkin sepele, namun untuk penduduk asli Bintang Yanjing, ini adalah akhir bagi mereka, mengingat seberapa kuat Kultivator di sini dan seberapa kuat monster yang harus dihadapi.


Getaran Vena Spiritual bertambah kuat, dan saat Mo Lian mengangkat tangan kanannya lebih tinggi lagi, Vena Spiritual itu terangkat, keluar dari dalam tanah.


Mo Lian mengalirkan energi spiritualnya pada Vena Spiritual, kemudian menyimpannya di dalam Cincin Ruang.


Ia menengadahkan kepalanya melihat ke atas, terlihat banyak sekali bebatuan besar yang mulai berjatuhan. Tidak ada takut atau cemas, karena tidak seperti saat turun tadi, untuk naik ia hanya perlu bergabung dengan tanah, seperti saat ini yang tubuhnya mulai tenggelam.


Mo Lian muncul kembali di langit yang tinggi. Dengan 11 Element yang dikuasainya, bisa dikatakan ia bisa berpindah ke mana pun dengan cara apa pun yang ia mau, asalkan masih dalam jangkauan jiwanya.


"Monster-monster mulai menyerang ke segala arah, menyebar di mana-mana." Mo Lian melepaskan kesadarannya, menjaga keadaan dalan radius 10.000 mil tetap tenang.


Mo Lian menutup matanya perlahan, menandai sampai sama monster-monster ini bergerak. Ketika membuka matanya secara tiba-tiba, daratan bergetar hebat dan terlihat pohon mulai naik dari empat sisi secara bersamaan.


Kemudian ia mengangkat kedua tangannya perlahan dengan telapak yang terbuka di depan dada, lalu saling mendekatkannya, menimbulkan suara bising yang menyakitkan telinga.


Suara ini juga membuat monster mulai tersungkur di tanah, dan monster di langit mulai berjatuhan dari ketinggian langit. Tulang-tulang mulai bergesekan satu sama lain, gendang telinga pecah dan beberapa luka di permukaan kulit.


Bang!


Mo Lian menyentuhkan kedua telapak tangannya, menimbulkan suara yang lebih kuat dari sebelumnya dan sangat mengguncang dunia. Suaranya gema memenuhi Segel Empat Arah dan meledakkan semua monster tanpa jejak sama sekali.


Daratan di dalam Segel Empat Arah juga hancur, rata dengan tanah dan tertekan lebih dalam dari daratan yang berada di luar dari segel.


Mo Lian menurunkan kedua tangannya perlahan, membuat asap yang menghalangi pandangan mulai menghilang, bersamaan dengan pohon yang terletak di empat sudut berbeda. Ia membiarkan semuanya menjadi seperti ini tanpa memperbaikinya sama sekali, karena tidak ada artinya.

__ADS_1


Mo Lian berpikiran apakah harus tinggal di sini, atau pergi meninggalkan Bintang Yanjing untuk pergi ke Bintang Utama. Dengan kecepatannya yang sekarang, mungkin tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di sana.


"Yang aku tahu, hanya ada Vena Spiritual saja yang berharga di sini, tidak ada yang lain lagi. Tapi, kalau aku tidak salah, pemuda yang berubah menjadi iblis mengerikan itu berasal dari sini. Aku akan mencarinya, dan membunuh sebelum dia benar-benar berubah."


Mo Lian menyeringai lebar memikirkan ide buruk, kemudian tersentak dan kembali tenang. "Tenang, jangan pikirkan hal buruk seperti iblis, atau aku akan menjadi iblis itu sendiri, dan tidak ada perbedaannya dengan Kultivator Iblis."


Setelah cukup tenang, Mo Lian terbang menjauh dari tempatnya berada ke arah depan, atau selatan.


Menurut ingatannya yang pernah datang ke sini dulu, di sana ada kota yang sangat megah dan terlihat bersih penuh kehangatan, meski sebenarnya di salah satu tempat ada tempat kumuh yang mengerikan dan tidak pantas disebut sebagai tempat tinggal manusia.


"Fefei kecil, tunggulah Kakak sebentar lagi. Setelah itu, hidupmu di sana akan benar-benar terjamin dan aman, karena aku akan melindungimu."


Mo Lian masih terpikirkan dengan keselamatan Mo Fefei, meski sebenarnya di sana ada Masternya, tapi dengan kesibukan Hong Xi Ning, tidak mungkin bisa melindungi Mo Fefei selalu.


Hingga tidak sampai tiga menit, Mo Lian sudah bisa melihat sebuah kota yang sangat luas, dengan luas seperti Negara China dan memiliki jumlah penduduk ratusan juta jiwa.


Mo Lian mendarat di depan gerbang utara yang terlihat cukup sepi, kemudian memasuki kota setelah membayarkan Batu Spiritual kualitas Rendah. Biaya masuk manusia biasa dengan Kultivator sangat berbeda.


Ketika ia sudah memasuki kota, ia langsung melepaskan kesadarannya di langit kota, memandangi semua orang di dalam Kota Jinghai tanpa meninggalkan seorang pun. Walaupun saat ini harusnya iblis itu belum mendapatkan kekuatan, ia masih bisa mengingat auranya.


"Dia tidak ada di sini, tapi di dalam tanah di bawah kota ada sebuah ruangan luas, bisa dikatakan sebagai kota bawah tanah di mana gelandangan tinggal."


Mo Lian melangkah ke pusat kota untuk mencari tahu apakah ia bisa menemukan senjata di sini. Ia mengingat dengan jelas jika iblis itu menggunakan senjata dan mengungkapkan asal tempat di mana kelahirannya.


"Aku akan mendapatkannya, kemudian membunuh iblis itu dan pergi meninggalkan Bintang Yanjing."


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2